"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis nakal
Ele mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Kedua matanya berkaca-kaca, tak menyangka pria yang selama ini ia cintai setulus hati ternyata hanya memanfaatkannya. Hatinya benar-benar hancur berkeping. Ingin menangis tapi ini bukan akhir dari segalanya. Air matanya terlalu berharga. Ia bukan tipe gadis yang menye-menye.
Niat hati ingin memberikan kejutan, malah dirinya yang terkejut.
Ele masih berdiri di sana, mendengarkan pembicaraan Nick dengan seseorang di dalam rumah tersebut.
"Nero, pria itu harus mati!"
Kedua mata Ele membeliak ketika mendengar ucapan Nick. Ia perlahan mundur, nafasnya tercekat, lalu segera pergi dari sana dengan perasaan panik, takut, cemas, marah dan kecewa yang bercekol di dalam dada.
"Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia ingin melenyapkan Nero?" Ele bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia menghentikan langkah setelah berhasil menjauh dari rumah Nick. Nafasnya terengah, ia membungkukkan setengah badan, dengan kedua tangan bertumpu di lutut. Kepalanya sedikit mendongak, meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Sial! Jadi selama ini aku berpacaran dengan penjahat!" Ele merutuki dirinya sendiri karena selama ini mengabaikan peringatan dan nasehat dari keluarganya mengenai Nick. Dan kini terbukti, Nick bukan pria baik. Ia menyesal, dulu pernah bertengkar dengan kedua orang tuanya karena membela Nick. Ele mengusap wajahnya dengan kasar. "Nero harus tahu hal ini, tapi ... Jika dia tahu maka dia akan mengolok dan memakiku. Tapi, kalau tidak di beritahu nyawanya dalam bahaya. Bagaimana ini?" Ele jadi dilema.
Tapi yang harus Ele lakukan saat ini adalah membuang ponselnya ke tempat sampah. Karena ponsel itu banyak menyimpan memori tentang Nick. Dari pada capek-capek menghapus semua foto dan video lebih baik langsung membuang ponselnya. Ele paling membenci kebohongan. Dan tidak ada toleransi untuk hal itu.
Setelah membuang ponsel ke tempat sampah. Ele melanjutkan langkah pulang ke rumah, tapi langkahnya semakin cepat ketika merasakan ada yang mengikutinya dari belakang. Ele ketakutan, takut kalau orang itu adalah Nick yang mengintainya.
Ele mengepalkan kedua tangan saat teringat jurus bela diri yang ia pelajari di masa sekolah dulu. Ia menghentikan langkah, dengan penuh keberanian ia balik badan, kedua matanya membeliak saat melihat pria berjaket hodie berdiri di hadapannya.
"Instingmu tajam juga," kata pria itu yang ternyata adalah Nero.
Ya, Nero mencari keberadaan gadis itu yang ia yakini pasti mengunjungi rumah Nick. Sebelumnya, ia sudah mendapatkan informasi dari Ben kalau Nick pindah ke Italia, maka dari itu ia langsung gerak cepat mencari informasi sebanyak mungkin tentang pemuda itu.
"Tuan Nero! Untuk apa kau mengikutiku?!"
"Kau sudah membuat semua pengawal di rumah mendapatkan hukuman! Berani sekali kau pergi dari rumah tanpa izin dariku!" Nero maju dua langkah, menundukkan sedikit badannya, menatap tajam gadis tersebut.
"Jadi kau mencariku? Tapi, kenapa kau berada di sini?" Ele panik, seraya memundurkan kepala saat pria itu semakin mendekatkan wajah.
"Bukan hal sulit bagiku mencari gadis pembangkang sepertimu!"
"Aku bukan pembangkang!"
"Kau pembangkang, dan pemabuk!" Nero menuding wajah cantik Ele dengan jari telunjuknya.
Ele cemberut, lalu menepis jari Nero yang masih menudingnya dengan kasar.
"Dasar pria tua sialan!" balas Ele, dengan penuh kebencian.
"Berhenti menyebutku tua!"
"Tua ... Tua! Wlekk!" Ele meledek sembari menjulurkan lidah dan menggerakkan kedua tangan di dekat telinga, kemudian melarikan diri sebelum pria itu murka.
"Ele!!" teriak Nero, lalu mengejar gadis tersebut. "Gadis nakal!"
"Ha ha ha. Ayo, kejar aku!!" Ele menoleh dan menjulurkan lidah, meledek Nero lagi.
Coba nanti muntah lagi tidak si Nero ini.
Salahnya Elle, Nero untuk sementara tidak boleh ngopi atau ngeteh. Nero pinter - minum susu cap nyonya boleh.
heeeemmm pas banget kebetulan d larang ngopi dan ngeteh jd nya ya nyusu aj.. 😜