NovelToon NovelToon
Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Duda
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Escendol94

Dewangga tak menyangka di usianya yang menginjak 42 tahun, dia harus menikahi sahabat putrinya karena kesalahan pahaman. Pernikahan mereka pun harus dirahasiakan dari sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Escendol94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11~ Ingin sekali memeluknya

Sudah lewat tengah malam, tapi Dewangga belum bisa memejamkan mata. Dia menoleh ke samping di mana tempat itu kosong. Saat di Jepang tidurnya terasa nyenyak karena ada Riri di sampingnya, memeluk gadis mungil itu membuatnya nyaman. Dewangga kembali memejamkan mata berharap kali ini bisa tertidur. Tapi, masih sama, dia tidak bisa tidur.

Dewangga memutuskan turun dari tempat tidur, berjalan ke arah jendela, menatap langit malam. "Aku merindukannya." Dia memejamkan mata. Aroma Riri seperti candu baginya.

Hati kecilnya selalu pesimis, apakah gadis muda seperti Riri akan tertarik padanya? Meksipun wajah serta tubuh tak kalah dengan pemuda atau pria 30 tahunan, tetap saja dia minder.

Bagaimana jika waktu tiga bulan yang mereka sepakati tak kunjung membuat Riri jatuh cinta padanya?

Dia kadung jatuh hati pada gadis manis itu. Senyumnya, suara lembutnya, semua yang ada pada Riri seperti dia menyukainya.

Seharian ini dia tidak punya kesempatan untuk bertemu istrinya. Riri sibuk dengan Nura, saat dia diam-diam mencuri pandang, Riri malah mengabaikannya, seolah tidak melihat.

Dewangga berjalan mondar-mandir, merasa gelisah. "Sepertinya aku bisa gila kalau malam ini tidak memeluknya." Dewangga menghela napas panjang.

Dia kesal pada diri sendiri karena tidak bisa menahan keinginannya. Padahal selama menjadi Ayah, dia tidak pernah dekat wanita selain Sarah, hubungannya dengan Sarah pun hanya sebatas Sahabat. 20 tahun menjaga dan menahan sebagai pria, kali ini dia menyerah. Dewangga tak tahan.

Akhirnya Dewangga memutuskan untuk mendatangi kamar Nura. Sampai di depan pintu kamar putrinya dia menarik napas terlebih dulu sebelum mengetuk pintu. Dia ingin mengecek apakah Putri serta istrinya belum tidur. Setelah tidak mendapat jawaban, dia membuka pintu secara perlahan.

Dewangga diam-diam masuk ke dalam. Berjalan sangat pelan menghampiri tempat tidur. Dia berjongkok di samping Riri, tangannya mengusap lembut pipi gadis itu.

"Riri...," panggilnya pelan sekali di telinga Riri.

Satu kali belum ada reaksi.

Dua kali juga belum ada reaksi.

Sampai tiga kali belum juga ada reaksi, Dewangga yang sudah tak sabar akhirnya mengangkat tubuh Riri. Dia membawa istrinya itu ke kamarnya. Dia akan mengembalikan Riri sebelum istrinya itu bangun, begitu pikirnya.

Namun, tidak seperti biasanya kali ini Riri terbangun. Posisi salah satu tangan Dewangga masih ada di belakang leher Riri membuat gadis itu melotot kaget.

"O...Om..., kenapa Om ke sini?" Suaranya terdengar panik, takut Nura terbangun.

Dewangga yang tertangkap basah langsung meneguk ludah dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar. "Ini kamar saya."

"Ha...??" Riri melongo mendengar ucapan Dewangga. "Kamar Om...? Mana mungkin-“ Ucapannya terhenti ketika melihat ke sekeliling, dan ternyata benar, ini bukan kamar Nura. Riri meneguk ludah. "Kok bisa?"

Dewangga tidak merubah posisinya yang berada di atas tubuh Riri. Dia menikmati wajah panik istrinya. Terlihat sangat menggemaskan. 'Sialan! Aku ingin sekali menerkamnya!' batinnya.

"Apa saya tidur sambil jalan lagi, Om?"

Dewangga berdehem. "Hem, dan kamu selalu saja minta dipeluk saya.“

"Ha...??" Kedua pipi Riri merona. "A...apa seperti i..itu?" Dia memalingkan wajah, malu sekali. "Terus kenapa Om ada di atas situ?" tanyanya dengan suara pelan. Sekujur tubuhnya panas dingin berada sedekat ini dengan Dewangga.

"Tadinya saya ingin memindahkanmu lagi ke kamar Nura, tapi sepertinya tidak jadi," ucap Dewangga.

Riri kembali menatap Dewangga. "Saya bisa kembali sendiri, Om." Dia bersiap turun.

Namun, Dewangga menahan. "Karena kamu sudah mengganggu tidur saya, kamu harus dihukum."

Kedua matanya melotot. "Di hukum?" Dia mulai gugup. Jantung di dalam sana berdebar tak karuan.

"Ya, dan hukumannya kamu harus menemani saya tidur."

Mata Riri semakin melebar. "Kenapa begitu?" Dia panik.

"Sebagai orang yang bersalah, kamu tidak perlu banyak tanya." Dewangga menarik tangannya dari belakang leher Riri. Dia lalu berdiri dan berjalan menuju bagian lain tempat tidur.

Dia naik ke atas tempat tidur, menarik selimut kemudian memejamkan mata. 'Hah..., rasanya nyaman sekali,' batinnya. Sudut bibirnya terangkat samar.

Riri terbaring kaku di tempatnya. Dia mengatur napasnya yang memburu, setelah dirasa sedikit bisa menguasai diri. Dia menoleh ke arah samping. "Om..., sudah tidur?" tanya pelan.

"Hem." Dewangga hanya menjawab dengan gumaman.

Riri menekan-nekan pelan lengan Dewangga dengan jarinya. "Om, aku kembali ke kamar Nura dulu." Saat akan menarik tangannya, Dewangga menahan.

"Om, lepas. Aku mau balik ke kamar Nura. Kalau dia bangun dan aku tidak ada, Nura pasti akan mencariku."

"Hukumanmu akan berakhir nanti jam setengah empat pagi."

Riri mencebik, dia takut sekali Nura terbangun dan mencarinya, atau Tante Sarah tiba-tiba datang ke kamar Dewangga.

"Om, apa nggak bisa kasih hukuman yang lain?" tanya Riri bernegosiasi.

Dewangga membuka mata, lalu menoleh pada Riri. "Kamu sudah menggangu tidur saya, jadi kamu harus bertanggungjawab membuat saya kembali tertidur." Dia sengaja memasang wajah galak agar Riri takut dan menurut.

Benar saja, istrinya itu langsung memasang wajah takut. Dan itu membuatnya tersenyum puas dalam hati. Hanya dengan cara memasang wajah galak baru Riri tidak membantahnya.

"Ya sudah. Tapi Om pasang alaram. Biar aku bisa bangun jam tiga," pinta Riri.

"Saya sudah menyalakan alaram setengah empat. Sekarang tidurlah!" perintah Dewangga. Dia memang sudah menyalakan alaram untuknya.

Riri cemberut, terpaksa dia memejamkan mata berusaha tidur. Sebenarnya dia tahu Dewangga sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi dia tidak berani bicara dengan lelaki itu. Tatapan dingin, eskpresi datar membuatnya takut.

Besok sepertinya harus ke Dokter untuk periksa. Penyakit tidur berjalannya harus segera diobati, atau kalau tidak dia akan terus berjalan ke kamar lelaki menyebalkan ini.

Sibuk memikirkan banyak hal tak terasa Riri terlelap. Dewangga menoleh ke samping, dirasa istrinya sudah tidur nyenyak, dia kemudian menarik tubuh Riri ke dalam pelukan.

"Seperti ini sangat nyaman." Dewangga mengeratkan pelukan. Dia melihat ke arah tubuh bagian bawah yang tiba-tiba bangun.

Sialan!

Kenapa susah sekali menahannya? Perasaan waktu di Jepang dia bisa mengendalikan diri meksipun ingin. Tapi kenapa sekarang berat?

Tubuhnya terasa panas, jantung sejak tadi berdecak kencang. Napas memburu, hati mulai gelisah saat ga i rah mencapai puncak.

Dewangga meremas selimut, memejamkan mata, menarik napas guna menghilangkan pikiran kotor yang terus merajalela.

Sialan!

"Aku tidak bisa menahannya lagi!"

Dewangga merubah posisi, kini dia berada di atas tubuh Riri. Bibirnya tersenyum, dari sudut manapun, istrinya terlihat sangat cantik, sangat menggoda.

Dia meneguk ludah ketika tatapannya sampai di bibir. Bibir tipis yang selalu memakinya di belakang. Dia tersenyum tipis kemudian mengusap bibir itu lembut.

"Aku harus memberi bibir ini hukuman karena sudah berani memakiku diam-diam." Sore tadi dia tidak sengaja melihat Riri saat memakinya. Istrinya itu melampiaskan emosinya dengan memukuli bantal dan terus melontarkan kata-kata mutiara untuknya.

Dewangga terkekeh merasa lucu saat mengingatnya. Tanpa menunggu lama dia melahap bi bir tipis itu.

*,*...

1
NN
knp lama up thor
Kp kandang wo Suka wo
👍
D_wiwied
part yg ditunggu2, sayangnya krg hott thor 😁🤭
D_wiwied: masa sih kaaak, pdhl kalo bikin part dewa nyosor riri feel nya udah dapet lho, menggebu gebu gitu tp giliran pas mp koq anyep 🤭😁
total 3 replies
Sri S
ahirnya terjadi jg mlm pertamanya thor
MbakDipa: hihii, iya kak
total 1 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut....semoga cepetan hamil...
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga Thor...lama banget nunggu bab baru nya... semangat Thor..
MbakDipa: makasih kwk🙏
total 1 replies
NN
lanjut
Sri S: suka sekali
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya susul sana. biar bebas berduaannya
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga yg d tunggu"
NN
jgn lama² thor
MbakDipa: maaf ya kak. kemarin ada masalah sama mataku jadi rehat sembari pengobatan 🙏😄
total 2 replies
Sri Rahayu
lanjut thor
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
NN
lanjut
💞Putri Chania💞
kepergok Dirga ya...baguslah..
💞Putri Chania💞
curiga euui sama Sarah...ga mungkin sama Dirga kan Thor..??
MbakDipa: hehee enggak kak😁
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut up nya thor
NN
lanjut thor
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
💞Putri Chania💞
wow.. pengakuan yg buat Dirga jantungan..😄
Reni Anjarwani
doubel up
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
Bunga
good
Karo Karo
sepertinya bukan anaknya deh 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!