Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 10
Ke esokan harinya
Jihan dan Rara sudah tiba disekolah, tampak sekali wajah Rara masih dalam mood yang jelek saat ini akibat ulah Varo kemarin, Sungguh !! Pria itu benar-benar mengesalkan.
Memikirkan itu Rara semakin kesal hingga menghentakan kakinya, membuat Jihan yang berjalan disebelahnya menatap heran ke arahnya.
" Kamu kenapa ? " Tanya Jihan sambil memasukan kuaci kedalam mulutnya dan membuang kulitnya sembarangan.
Sebelum Rara menjawab, seseorang yang baru datang menyela lebih dulu dengan mengomel.
" Ji, kebiasaan deh, jangan makan sambil jalan dong, pamali tau ! Lagian noh lihat ke belakang kulit kuaci kamu, gak kapok deh di masuk ruang BK " Omel seseorang yang tak lain adalah Jodi, sedangkan Rara cuek saja, karena menurutnya percuma bicara pada Jihan jika dia ingin melakukan nya maka siapapun tidak ada yang bisa melarang nya, Bahkan Ayah derren dan bunda sekalipun.
Jika di Marah atau di nasehati tentu gadis itu akan menjawab dengan patuh hari itu, tapi tidak untuk hari esok nya, Jihan pasti akan mengulang kembali.
" Berisik banget, yaellah Jodi pagi-pagi " Balas Jihan melempar kulit kuaci kearah Jodi, membuat Jodi mendengus kesal dan berjalan cepat meninggalkan Rara dan Jihan.
Jihan menggedikan bahunya tak merasa bersalah, sampai pandangannya menatap sesuai yang menarik perhatian gadis itu.
" Ra " panggil Jihan
" Hm " jawab Rara tanpa menoleh dan terus berjalan
" Ra, lihat deh "
" Apaan ?"
" Ra !! " Seru jihan membuat Rara menoleh dengan kesal.
" Apaan sih Jie "
" Lihat itu !!" Tunjuk Jihan pada sekelompok orang di lorong toilet yang seperti mencurigakan. Rara melihat kearah lorong itu dan mengerutkan keningnya heran, Kenapa pagi-pagi begini sudah terjadi keributan seperti ini, pikirnya.
" Ada apaan tuh, Wah gak beres nih " Ucap Jihan dan langsung berjalan menghampiri orang orang itu. Rara pun dengan santai menyusul Jihan menghampiri orang-orang itu.
Sesampainya di sana Jihan menatap pada seorang siswa yang sedang di bully oleh 5 siswa lainnya.
" Cih, Beraninya keroyokan " Ucap Jihan dengan santai sambil membenarkan tas yang bertengger di bahunya.
Mendengar suara seseorang ke lima Siswa itu menoleh dan terkejut melihat Jihan ada disana.
" Ji.. Jihan " Ucap salah satu dari mereka terbata karena ketakutan melihat Jihan.
" Gak kapok Lo pada, Kalau gak ya lanjutin aja, gue pengen liat" Ucap Jihan dengan santai sambil bersandar di tembok.
Mereka saling pandang dan kemudian menatap pemuda yang sedang di bully tadi dengan kesal. Pandangan mereka seakan mengancam bahwa urusan mereka belum selesai. Dan kemudian mereka berlima pergi dari sana sambil memandang takut pada Jihan, Rara yang berdiri disamping Jihan memandang mereka dengan tatapan mematikan.
Tentu saja, siapa yang tak mengenal gadis-gadis itu di sekolah ini, mereka memang nakal dan sering melanggar peraturan sekolah, tapi dia tak pernah menyakiti orang lain, apa lagi Membully orang seperti itu, Namun jika ada orang yang mencari masalah dengannya jangan harap bisa lepas dari genggamannya.
Setelah mereka pergi Jihan menghampiri pemuda yang menjadi korban bullying tersebut, Penampilan nya sudah kacau, bajunya sudah sobek tak berbentuk, Pipinya juga sudah lebam karena di pukul.
" Sungguh mengenaskan " gumam Jihan dalam hatinya.
Ia menatap lekat pemuda itu yang sedang tertunduk tak menatap dirinya, Tak ada suara apapun yang terdengar dari pemuda itu.
Jihan menoleh kearah Rara yang masih berdiri di sana.
" Ra, kamu masuk ke kelas gih, jangan lupa absenin aku, Aku urus ini dulu " Ucap nya pada Rara
Tanpa menjawab Rara mengacungkan jempolnya dan pergi dari sana.
" Hei, kau baik-baik saja ?" tanya Jihan pada pemuda itu.
Sebenarnya Jihan merasa aneh dengan pria dihadapannya ini, Penampilan nya memang mengenaskan, tapi pemuda itu bahkan tak menangis atau melawan saat di bully tadi.
" Aku baik, Terima kasih " Jawab pemuda itu sambil membenarkan kaca mata yang ia kenakan.
" Gak masalah, Ayo, ikutlah dengan ku" Jihan meraih tangan pria itu dan menyeretnya pergi dari sana.
Tentu saja pemuda itu cukup terkejut dengan tindakan Jihan yang sembrono seperti itu,
Namun dia tetap mengikuti kemana Jihan membawanya.
Jihan membawa pemuda itu ke UKS dan menyuruhnya untuk duduk di atas tempat tidur pasien.
" Kemana lagi nih yang jaga UKS ? " Gumam johan sambil mengambil kotak p3k. pemuda itu masih terus memperhatikan apa yang Jihan lakukan tanpa bicara apapun.
" Sorry ya " Ucap Jihan sambil menempelkan kapas untuk membersihkan luka di sudut bibir pria itu sebelum di beri obat.
Pemuda itu menatap lekat wajah cantik nan polos yang ada dihadapannya, Gadis itu bahkan melakukan itu tanpa memikirkan hal lain selain niat menolong.
Sejenak Ia terpaku menatap Jihan, hingga jantung nya berdetak kencang melihat kepolosan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, Jihan memang sedikit bar-bar tapi Masalah pria dia tak punya pengalaman apapun. hingga dengan santainya ia mengobati seorang pria yang beranjak dewasa sedekat itu dengan sangat santai tanpa memikirkan hal lain.
" Selesai " Ucap Jihan Tersenyum manis dan tak sengaja ia menatap mata indah pemuda itu.
Deg
"Apaaan tuh , Jantung gue bermasalah kali ya kenapa detaknya cepat begini , Ntar gue bilang bunda deh, kan takut kalau gue mati muda karena penyakit jantung" gumam Jihan dalam hatinya sambil bergidik membayangkan jika benar ia positif terkena serangan jantung.
" Eh, oh ya, Kenalin gue jihan, sepertinya Lo anak baru ya? " Ucap Jihan sambil tersenyum ceria menyodorkan tangannya pada pemuda itu.
" Jonathan, Iya aku baru masuk hari ini " Jawabnya membalas uluran tangan Jihan
" Oke, Lo tunggu sini gue ambil baju ganti buat Lo, sepertinya Abang gue punya di mobil, Tunggu sini jangan kemana-mana " Ucap Jihan sambil berlalu tanpa menunggu jawaban dari Nathan.
Nathan menatap kepergian Jihan dan tersenyum tipis dan pandangan yang sulit diartikan, bahkan orang yang melihat pun tidak akan menyadarinya.
Nathan mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sesuatu mengirim pesan kepada seseorang.
Tak berapa lama Jihan datang membawa Paper bag dan menyerahkannya pada Nathan.
" Nih " Ucap nya dengan senyum ceria.
" Terima kasih, Tapi apa gak apa-apa kamu gak masuk ke kelas " tanya Nathan tak enak hati.
" Gak masalah, Gue tunggu di luar " Jihan berjalan keluar menunggu Nathan ganti pakaian.
Ntah apa yang Nathan rasakan saat ini, Hatinya yang selama ini kosong seperti sudah menemukan sosok pengisi hatinya.
" Apa ini cinta ? " gumamnya dalam hati sambil memegang dadanya yang sejak tadi berdetak kencang melihat wajah polos Jihan, apa lagi saat melihat Jihan yang tersenyum ceria membuat hatinya semakin menghangat.
" Jihan " Wajah datar Nathan selama ini, setelah beberapa tahun terakhir, untuk pertama kalinya pemuda itu bisa tersenyum kembali.
.
.
.
.
Bersambung
Kuy lah, Di Follow Author nya dan jangan lupa like komen n Vote biar tambah semangat nulisnya.
Visual Nathan ntar nyuaul ya . Yang udah baca belom ada Visual nanti bisa di cek lagi.
Bonus buat kalian up 2 untuk hari ini, Boom like dong masak Gak. Kalau Tembus 1000 like malam ini besok Aku Up 2 lagi deh .
Jonathan
Jihan
Happy Reading gays
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......