karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecurigaan
jam di toko sudah menunjukkan pukul 8 malam.
"tutup sekarang aja Vin" ucap mas Rasya pada Vina.
"oke bos"
"kamu gak papa aku tinggal di sini sendiri?" tanya mas Rasya terlihat khawatir.
"gak papa ko mas"
"ini nomer hp ku, kalau ada apa-apa kamu telpon aku pake telpon di kasir ya"
"iya mas"
"aku duluan ya ras" pamit Vina sambil melambaikan tangannya.
"hati-hati Vin"
"ini kuncinya, kamu kunci dari dalam sekarang yah, mas pamit"
"iya hati-hati di jalan mas"
mas Rasya mengangguk kan kepalanya dan berjalan keluar toko.
aku menuruti perintah mas Rasya untuk mengunci toko dan berjalan ke belakang.
aku merebahkan tubuh ku di atas kasur.
pikiran ku masih melayang pada kejadian malam itu.
aku masih ingat aku tidur sendiri saat itu, namun entah dari mana pria asing itu bisa ada di dalam kamarku tanpa busana.
aku juga sangat yakin bahwa malam itu pria tersebut tak menyentuh ku sama sekali, jika mas Danu meninta jatah setelah nya pasti keluar cairan bening milik mas Danu, namun malam itu aku tak merasakan apapun pada kewanitaan ku.
siapa yang merencanakan semua ini.
apa mas Danu yang melakukan nya karena ingin berpisah dariku. tapi malam itu aku jelas melihat raut wajah mas Danu yang murka dan sangat kecewa padaku sampai tidak ingin mendengar penjelasan ku sama sekali. aku tau mas Danu tidak sengaja mengataiku wanita murahan (pel****). aku yakin itu hanya spontanitas nya saja.
"mas aku merindukan mu" kataku lirih, tak terasa air mataku menetes begitu saja.
sementara di kantor Danu sedang di sibukkan dengan pekerjaan nya. sampai terdengar dering dari ponselnya.
"iya ada apa oma?"
"ada masalah apa kamu dengan Laras? sampai tega mengusir nya''
"aku sedang sibuk"
"di mana sekarang Laras Danu?"tanya oma dengan penuh penekanan di sebrang sana karena merasa khawatir pada cucunya.
"Danu tidak tau"
"suami macam apa kamu sangat tidak bertanggung jawab!" kesal oma.
"aku sedang sibuk oma, nanti ku telpon lagi' ucap Danu dan Dengan cepat mengakhiri telpon tanpa persetujuan oma.
"wanita sama saja penghianat" katanya murka.
...Di kediaman keluarga Bimantara, nenek Danu sedang mengintrogasi pembantu yang tinggal di apartemen Danu untuk menemani laras....
"katakan apa yang terjadi malam itu"
"saya juga tidak tau nyonya, hanya saja saya mendengar suara teriakan dari tuan Danu, tuan Danu mengusir non Laras malam itu, tidak lama setelah Kepergian non Laras turun laki-laki dari lantai atas, tuan Danu menghajar lelaki tersebut tanpa ampun, setelah lelaki itu pergi tuan Danu meluapkan kemarahannya lagi dengan menghancurkan semua barang yang ada di hadapannya"
"siapa pria itu?"
"saya tidak tahu nyonya, non Laras tidak pernah membawa siapapun ke apartemen, jika akan pergi pun keluar dengan seijin tuan Danu dan saya di wajibkan mengikuti kemanapun pergi nya non Laras. non Laras tidak pernah berbuat macam-macam jika keluar hanya pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan saja"
"apa kamu pernah memergoki Laras sedang bertelponan atau berbicara dengan orang yang tidak kamu kenal?"
"selama saya tinggal non Laras jarang memainkan ponselnya, hanya jika ada perlu pada tuan non Laras akan memakainya"
"apa saja yang dilakukan Laras di rumah"
"non Laras hanya membuat sarapan, terkadang membuat camilan dan nonton drama Korea di ruang TV"
"hanya itu saja, apa tidak ada yang mencurigakan?"
"tidak ada nyonya"
'' siapa sebenarnya yang sudah menjebak Laras, istri Danu atau menantu ku" ucap nenek pada dirinya sendiri.
"aku harus menemukan Laras terlebih dahulu, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada cucuku"