Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11. Mencari Kerja
Keduanya tidak sanggup melanjutkan kata-katanya seandainya apa yang ada dipikiran mereka kalau Ariel sudah dibunuh.
"Re, andai kata itu benar seperti yang kita duga, tolong jangan dulu kasih tau Mama, aku tidak ingin dia Samapi sakit, dan aku akan mencari tau siapa orang yang membunuh Ariel, dan aku juga tidak percaya Ariel sudah tiada sebelum aku melihat mayatnya dengan mata kepalaku sendiri." Ujar Deril.
"Aku juga tidak akan tinggal diam, jika Ariel benar sudah terbunuh, kita harus mencari pelakunya, aku bersumpah tidak akan membiarkan orang itu hidup." Tangan Re mengepal seakan dia ingin menghisap darah orang yang sudah membuat Ariel tidak kembali kerumah Samapi saat ini.
Keduanya tidak mencurigai Bobi, walaupun Bobi yang menjadi lawan balapan Ariel pada malam itu.
Deril dan Re juga sudah mendatangi Bobi, namun sikap Bobi sangat santai seperti orang yang tidak tau apa-apa.
Deril dan Re sudah meyakinkan diri meraka kalau Ariel sengaja dikejar dan dibunuh, karena dari hasil TKP mereka, motor yang dinaiki oleh dua pemuda, motor itu balik lagi setelah membunuh Ariel
***
Matahari sudah membenamkan dirinya disebelah barat menandakan hari sudah berganti malam.
Disebuah kampung yang masih asri, seorang pemuda tampan termenung di kamarnya, pemuda itu terlihat senyum-senyum sendiri sedang membayangkan wajah gadis cantik yang dia temui tadi.
Ariel memikirkan cara bagaimana dia bisa dekat dengan gadis itu, sepertinya Ariel jatuh cinta di pandangan pertama dengan gadis cantik itu yang bernama Arumi.
Ternyata bukan hanya Ariel saja, Arumi juga sedemikian, dia juga sama membayangkan pertemuannya dengan Ariel tadi yang menurutnya wajah Ariel sangat tampan.
Keduanya saling memikirkan dan membayangkan pertemuan mereka tadi pagi hingga keduanya terlelap dan hanyut dalam mimpi masing-masing.
***
Pagi ini seperti biasa, Pak Imran dan Ariel berjalan beriringan saat pulang dari mesjid setelah melakukan sholat subuh berjamaah.
Semua orang sudah tau kalau Ariel tinggal dirumah Pak Imran karena Ariel pemuda yang ditolong oleh Pak Imran seminggu yang lalu.
Setiap pagi jalan itu dipenuhi dengan jama'ah subuh karena semua Anak pondok ustadz Amir menunaikan ibadah subuh mereka dimasjid karena letak masjid dengan pondok ustadz Amir sangat dekat.
Ariel tidak langsung pulang, dia berpisah dengan Pak Imran didepan rumah dengan alasan Ariel ingin mencari udara segar dipagi hari.
Pak Imran tidak keberatan, karena benar yang dikatakan Ariel udara pagi sangat baik untuk kesehatan, apa lagi udara dikampung yang masih sangat asri tanpa polusi.
Seperti pagi kemaren, Ariel berjalan-jalan sembari melihat pemandangan.
Tanpa diduga Ariel bertemu kembali dengan Arumi, namun hari ini berbeda karena Arumi tidak sendiri ada beberapa santri lain juga.
"Wah, siapa dia, sangat tampan, bikin mataku melek." Ujar seorang santri yang bersama Arumi.
"Tampan sekali, idaman aku banget, mas, aku padamu deh." Ujar santri satu lagi membuat Arumi sedikit cemberut.
Ariel mendengar ocehan para santri, namun dia tidak peduli, matanya terus saja menatap Arumi.
Arumi sendiri, tersipu malu, dia menunduk sembari curi-curi pandang.
Namun pertemuan mereka tidak lama karena Arumi dan beberapa santri terus berjalan pulang ke pondok.
Sedangkan Ariel juga melanjutkan kegiatannya jalan-jalan melihat pemandangan sembari menghirup udara segar.
Setidaknya Ariel sudah melihat kembali wajah gadis yang membuat dirinya susah tidur tadi malam.
Arumi beberapa santri bersamanya tiba dirumah, beberapa santri yang bersamanya langsung memasuki pondok, karena pondok wanita berada satu komplek dengan rumah Arumi.
Sedangkan pondok lelaki berada disebelah rumah yang terhalang oleh pagar.
Santri lelaki tidak diizinkan masuk kedalam komplek wanita, selain para Gus yang mengajar. Jika santri melanggar aturan maka akan dihukum, rambutnya akan dicukur dan disuruh berdiri menatap matahari sampai malam.
Kedua pondok itu tidak terlalu luar, hanya pondok kecil, pondong wanita hanya mampu menampung 20 santriwati saja, sedangkan pondok lelaki hanya menampung 35 orang saja, itupun hanya santri yang dekat-saja, antara kampung ini dengan kampung sebelah.
"Kamu dari mana?" tanya Ustadz Amir pada Arumi putrinya.
"Kenapa terlambat, kamu jangan berkeliaran, hari ini keluarga Gus Reza akan datang melamar mu." Ujar Ustadz Amir pada Putrinya itu.
"Abi, Arumi tidak menyukainya, Arumi tidak mau menikah dengannya." Jawab Arumi.
"Jangan jadi Anak durhaka kamu, Abi mendambakan menantu yang kebal Agama, Gus Reza itu cocok untukmu, dia juga bisa menghafal Al-Quran." Ujar Ustadz Amir mengomeli Arumi.
"Tapi Abi--" Arumi tidak melanjutkan karena Ustadz Amir segera memotong pembicaraannya.
"Tidak ada tapi-tapi, sekarang masuk dan bersiap, sebentar lagi mereka akan datang." Titah Ustadz Amir.
Arumi segera masuk kedalam rumah dan berlari kekamarnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Sesampai didalam Arumi menangis. Arumi tidak menyukai Gus Reza, apalagi sekarang ada seseorang yang Arumi suka walaupun dia baru dua kali bertemu dengan pemuda itu.
Ariel sudah sampai dirumah Pak Imran, Ibuk Siti menghidangkan sarapan untuk Ariel dan juga Pak Imran.
Selesai sarapan Ariel bertanya pada Pak Imran karena melihat Pak Imran masih dirumah, biasanya pagi-pagi Pak Imran sudah pergi bekerja.
"Bapak tidak bekerja?" tanya Ariel pada Pak Imran. Pak Imran menarik nafas dan menghembusnya kasar.
"Sementara Bapak tidak bekerja, kebun tempat Bapak bekerja akan di jual, dan sekarang tunggu pembeli, setelah itu kita tunggu kalau pemilik baru mau mempekerjakan Bapak, ya Bapak bekerja, tapi kalau pemilik baru tidak menginginkan Bapak, ya terpaksa berhenti dan cari kerja lain." Jawab Pak Imran pasrah.
Ariel mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Kemudian Ariel memberitahu Pak Imran dan Buk Siti tentang niatnya.
"Bapak, hari ini aku mau ke kota, Ariel mau cari kerja biar bisa membantu Bapak sama Ibuk." Ariel menyampaikan niatnya pada Pak Imran dan Buk Siti.
"Tapi kamu belum sembuh total, Ibuk takut nanti jahitan kamu sobek lagi." Ujar Ibuk Siti khawatir dengan kesehatan Ariel.
"Tidak Buk, aku udah sembuh, aku mohon tolong izinkan aku bekerja." Mohon Ariel membuat Pak Imran dan Buk Siti tidak bisa menghalanginya lagi karena Ariel sangat semangat untuk bekerja.
"Baiklah, kalau kamu memang sangat ingin bekerja, Bapak sama Ibuk tidak bisa melarang, Bapak dan Ibuk hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu."
Ariel sangat senang, dia segera bersiap untuk ke kota.
Dirumah Ustadz Amir keluarga Gus Reza sudah sampai, Ustadz Amir segera menyambut mereka, begitu juga dengan Umi Lia, dia juga sangat antusias menyambut calon besannya itu.
Semuanya duduk dan membuka obrolan, sedangkan Umi Lia, membuat minum untuk tamu yaitu calon besannya.
Selesai menghidangkan minuman dan cemilan, Umi Lia segera memanggil Arumi dari kamarnya.
Sedangkan Gus Reza sudah duduk diantara keluarganya, karena tadi sudah dikasih tau oleh Mama dan Papanya.
Arumi keluar bersama dengan Uminya dan duduk diantara keluarganya juga, setelah itu para orang tua membuka niat mereka.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..