Kisah ini bercerita tentang tiga orang wanita yang bersahabat sejak kecil yakni Raya, Fitri dan Alya. Namun Seiring berjalannya waktu mereka harus berpisah karena jalan hidupnya masing masing. Di usianya yang beranjak dewasa, mereka mulai menemukan jati dirinya. Seperti apa lika liku kehidupan tiga bunga ini? Ini lah kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harti Supandi (Siti Hartinah), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jumpa Pria Patah Hati
"Saya Raya" ucap Raya memperkenalkan diri
"Saya sedang tidak mood permisi" ucap pria sambil bergegas pergi menuju ke motor nya
"Mas kalau lagi patah hati jangan bunuh diri ya" ucap Raya meneriaki pria yang pergi dengan motornya
"Aneh banget sih itu cewek. Tapi lucu juga" ucap si pria sambil mengendarai roda duanya
"Dasar cowok aneh, mau dihibur malah pergi. Syukur deh kalau pikirannya masih waras" ucap Raya bicara sendiri
Raya pun kembali menuju mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
Saat di perjalanan tiba tiba turun hujan.
"Aduh, bentar lagi jam buka puasa. Gimana nih? Mana hujan lagi" ucap Raya bicara sendiri
Raya pun memperhatikan sekitar area jalan mencari tempat makan. Hingga ia menemukan tempat makan yang cukup nyaman. Mobilnya pun berhenti di parkiran rumah makan tersebut.
Raya tampak memasuki restoran itu sambil memilih tempat duduk.
"Silahkan mau pesan apa?" ucap si pelayan yang datang menghampiri
"Sebentar ya mbak saya pilih menunya dulu" ucap Raya
Raya pun memilih menu yang ada di daftar menu untuk buka puasanya. Setelah menemukan menu yang diinginkan, Raya menunggu pesanannya datang sambil memperhatikan hp nya.
Sambil memperhatikan sekitaran, di pojokan ujung dari tempat ia duduk tampak seorang pria yang wajahnya tidak asing.
"Eh itu kan cowok yang aku temui tadi di parkiran supermarket" ucap Raya bicara sendiri
Ternyata pandangan Raya diketahui oleh pria itu.
"Eh itu kan cewek yang tadi" ucap si pria itu
Akhirnya mereka saling berpandangan satu sama lain. Karena penasaran, si pria itu pun menghampiri Raya.
"Aku Alex" ucap si pria memperkenalkan namanya
"Giliran tadi Ngee cuekin" ucap Raya
"Bolah duduk disini?" ucap Alex
"Iya duduk aja" ucap Raya
Alex pun duduk satu meja bersama Raya dan mereka pun asik mengobrol hingga pesanan datang.
"Selamat menikmati" ucap pelayan
"Thank you mbak" ucap Raya
Kebetulan adzan Maghrib telah tiba. Raya pun menyantap makanannya.
"Aku buka puasa dulu ya, kamu gak pesan makan?" ucap Raya
"Aku udah makan tadi pas nyampe sini sebelum kamu datang" ucap Alex
"Lho, berarti kamu gak puasa dong" ucap Raya
"Agama ku Hindu" ucap Alex
"Oh sorry, gak tau" ucap Raya
"Iya gak apa apa" ucap Alex
Raya pun makan ditemani oleh pria yang baru dikenalnya. Setelah selesai makan, mereka pun bertukar nomer telpon dan pulang ke rumahnya masing masing.
Sejak pertemuan itu, Raya jadi sering berkomunikasi dengan Alex. Hingga chemistry tumbuh diantara mereka.
Alex adalah seorang pria yang berasal dari pulau Dewata. Alex ada di Jakarta karena sedang berlibur di rumah tantenya. Alex sendiri merupakan seorang mahasiswa semester akhir di salah satu universitas yang ada di negeri kanguru.
"Ok jadi kapan kamu balik ke Australia?" ucap Raya di telpon
"Bulan depan" ucap Alex
"Gak ketemu lagi dong" ucap Raya
"Kenapa takut kangen?" ucap Alex
"Pede banget sih" ucap Raya
"Kamu sendiri kapan balik ke Amrik" ucap Alex
"Abis lebaran" ucap Raya
"Terus kalo kangen gimana?" ucap Alex
"Apa an sih kamu, jangan lebay deh" ucap Raya
"Lho aku serius, masih boleh telpon kan meskipun kamu udah disana?" ucap Alex
"Iya boleh" ucap Raya
"Thanks ya" ucap Alex
"Yaudah aku tidur dulu ya" ucap Raya
"Ok good night" ucap Alex
Setelah puas bertelepon karena sudah larut malam, Raya pun pergi tidur.
Perkenalan Alex dengan Raya menimbulkan benih benih cinta diantara mereka. Alex yang harusnya sedih karena ditinggal selingkuh oleh kekasihnya, justru malah merasakan kasmaran sejak pertemuan nya dengan Raya.
**
Di tempat lain Alya sedang sibuk menyiram tanaman di pekarangan rumahnya bersama suasana pagi yang masih segar.
Tak lama hp Alya menerima pesan masuk. Alya pun mengecek telpon genggam yang ada di saku celananya.
"Hai cewek lagi ngapain?" ucap si pengirim pesan
"Siapa sih yang kirim pesan, gak jelas banget" ucap Raya tak mau menghiraukan si pengirim pesan
Alya pun kembali menyiram tanaman rumahnya. Namun tiba tiba hp nya malah berdering.
"Hallo siapa nih" ucap Alya ketus
"Kok gak dibales pesannya" ucap si penelpon
"Emang ini siapa?" ucap Alya
"Masa lupa sama cowok ganteng yang satu kampus sama kamu" ucap si penelpon
Alya pun mulai menebak orang yang sedang berbicara di telepon.
"Kayaknya aku tau deh siapa kamu" ucap Alya
"Siapa coba?" ucap si penelpon
"Kamu siiii" ucap Alya
"Al lagi telponan sama siapa?" ucap ayah yang tiba tiba datang mengagetkan Alya
Melihat ayahnya datang tiba tiba, Alya pun menutup telponnya.
"Hallo, hallo" ucap si penelpon bingung tak ada suara nya
"Gak yah cuma temen" ucap Alya
"Kok salting gitu pas nutup telpon nya. Hayo telpon dari siapa?" ucap pak Budi ayahnya Alya
"Gak penting, ya udah yah aku mandi dulu" ucap Alya sambil meninggalkan ayahnya
"Ditanya kok malah kabur, Alya Alya" ucap pak Budi
Saat berendam di bak mandi. Alya masih memikirkan orang yang menelpon nya.
"Kayaknya aku kenal deh suara orang yang telpon tadi. Tapi darimana dia tau nomer aku? Yang tau nomer aku kan Dina. Ah pasti dia yang ngasih tau. Bodo amat deh" ucap Alya bicara sendiri
"Alya kok nutup telpon dari aku ya?" ucap Rifki sambil masih tiduran di kasurnya
Tok tok tok
Suara bunyi ketukan pintu
"Siapa?" ucap Fikri
"Mami Fikri" ucap mami Anggun ibunya Fikri
"Masuk" ucap Fikri
"Ya Allah lek jam segini masih di kasur aja. Ayo mandi" ucap mami Anggun
"Bentar lah mi, kuliah juga lagi libur. Lagi puasa juga" ucap Fikri
"Mentang mentang kuliah nya libur, bangunnya males malesan" ucap mami Anggun
"Oh ya mi, nanti sore aku ngabuburit ke Alun alun ya sama Rio" ucap Fikri
"Iya boleh, tapi jangan lama lama keluyuran nya" ucap mami Anggun
"Iya" ucap Fikri
"Yaudah mandi dulu sana" ucap mami Anggun
"Ok mi, cium dulu muach" ucap Fikri sambil mencium pipi ibunya dan pergi ke kamar mandi
"Aduh ganjen banget anak mami" ucap mami Anggun
Melihat tingkah anak semata wayang nya membuat mami Anggun hanya bisa tersenyum karena Fikri memang anak manja di keluarganya.
Waktu ngabuburit pun tiba. Fikri bersama dua sahabatnya tampak sedang nongkrong di alun alun yang terlihat sedang ramai oleh para pengunjung.
"Lama banget sih adzan Maghrib nya, laper gue" ucap Rio
"Sabar lah, kayak bocil aja loe"
"Eh bro tu cewek yang disana cantik deh. Gue samperin dulu ya" ucap Rio sambil berjalan menuju wanita yang sedang memotret pemandangan alun alun
"Eh cumi, lagi puasa juga. Punya mata jelalatan banget" ucap Rifki sambil geleng kepala melihat ulah sahabatnya
" Hai sendirian aja. Boleh kenalan?" ucap Rio mengulurkan tangannya sok akrab kepada wanita yang sedang duduk sambil berfoto
Bersambung...