NovelToon NovelToon
Single Mom

Single Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Dendam Kesumat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Saat keadilan sudah tumpul, saat hukum tak lagi mampu bekerja, maka dia akan menciptakan keadilannya sendiri.

Dikhianati, diusir dari rumah sendiri, hidupnya yang berat bertambah berat ketika ujian menimpa anak semata wayangnya.

Viona mencari keadilan, tapi hukum tak mampu berbicara. Ia diam seribu bahasa, menutup mata dan telinga rapat-rapat.

Viona tak memerlukan mereka untuk menghukum orang-orang jahat. Dia menghukum dengan caranya sendiri.

Bagaimana kisah balas dendam Viona, seorang ibu tunggal yang memiliki identitas tersembunyi itu?

Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Merlia diseret oleh dua orang laki-laki di sebuah lorong bangunan terbengkalai. Entah di mana bangunan itu berada, Viona sendiri tidak tahu. Sementara seseorang sibuk merekam sambil tertawa terbahak-bahak.

Kamera mereka fokus pada sosok Merlia yang terlentang dengan kedua tangan terangkat ke atas. Kaki meronta-ronta meminta dilepaskan, menangis, menjerit, memohon agar dilepaskan.

Namun, mereka mentulikan telinga, tetap menyeret tubuh Merlia dan membantingnya di sebuah ruangan. Merlia bangkit, beringsut ke sudut dan memeluk lututnya sendiri. Ia menangis ketakutan, tapi para manusia bejat itu tak memiliki hati nurani.

"Tolong lepaskan aku! Lepaskan aku!" rintih Merlia menyembunyikan diri sendiri di sudut ruangan.

"Hei, seseorang tidak menyukaimu dan ingin menghancurkan hidupmu. Dia bahkan menginginkan dirimu mati, tapi kami masih punya hati. Kau tenang saja, kami hanya akan mencicipi sedikit saja," ujar salah seorang dari mereka.

Tawa kembali menggelegak, entah berapa orang yang berada di sana. Viona belum melihat detailnya. Yang terlihat baru tiga orang saja. Dua orang yang menyeret Merlia, dan satu yang merekam.

"Tidak! Jangan! Kumohon, jangan lakukan itu padaku? Aku tidak pernah mengganggu siapapun, kenapa ingin menyakitiku?" ucap Merlia dengan kepala terbenam di atas lutut, sedangkan tubuhnya bergetar ketakutan.

"Hei, sudahlah. Aku tidak tega melihatnya." Suara seseorang terdengar iba, hal tersebut membuat Viona menangis.

"Halah! Jangan munafik! Ada rezeki di depan mata, jangan pernah ditolak!" sengit yang lain mengibaskan tangan di depan kamera.

Viona tertegun, sesuatu membuat penasaran. Ia menghentikan video, memperbesar gambar. Oh, itulah jawabannya. Tanpa terasa tangannya mengepal erat, mata menyipit penuh dendam. Pantas suaranya terdengar sedikit tak asing.

"Jika kau tak ingin ikut andil, maka cukup rekam kami saja!" Yang lain menyahut.

"BRENGSEK!" Viona mengumpat, pelan ditekan.

Seluruh tubuhnya remuk redam melihat aksi bejat mereka.

"Maafkan aku, Merlia. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk menolong mu!" gumamnya, merekam dengan tangan bergetar.

Satu per satu dari ketiga pelaku merudapaksa Merlia dengan kasar. Bahkan, salah seorang dari mereka mencambuk tubuh Merlia dengan ikat pinggang. Gadis itu menatap kamera dengan air mata berderai, wajahnya penuh lebam. Tatapan matanya memohon kepada si perekam untuk menghentikan aksi bejat mereka.

Satu per satu wajah si pelaku tersorot kamera. Satu di antaranya dia sudah melihat. Satu lagi dia bahkan sering bertemu. Hanya satu orang saja yang tak diketahuinya. Dia orang yang paling kejam dan paling kasar, dan dialah yang mencambuk Merlia.

"Diaz! Jangan menyiksanya seperti itu! Dia bisa mati," protes si perekam tak senang.

"Diam kau! Jangan merusak kesenanganku!" hardiknya kejam.

Ia menoleh dengan wajah sangar tak biasa, tato bergambar naga di dadanya terlihat jelas. Viona mengangguk-anggukkan kepala geram. Dia mengenali tato itu.

Tak sanggup melanjutkan, Viona menutup video. Menunduk sembari menjambak rambutnya sendiri. Menangis perih, ingin dia berteriak, tapi ingat ada Merlia. Viona menumpahkan tangisan, mencaci, memaki. Semua kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Tangannya yang mengepal sesekali menghantam meja melampiaskan amarah.

Tanpa ia tahu, bahwa sosok Merlia berdiri di ambang pintu memperhatikan dirinya. Isak tangis viona menguar lirih, pilu, dan menyakitkan. Menetes air mata Merlia, tak tega melihat sang ibu menangis sedemikian rupa.

Ibu, maafkan aku.

Hati Merlia menjerit sakit, ia mendekat dan memeluk punggung Viona dari belakang. Sudah terlanjur dan emosi tak terkendali, Viona tetap menangis meski merasakan sentuhan hangat Merlia.

"Ibu sudah tahu semuanya? Ibu pasti merasa jijik terhadapku, bukan? Ibu pasti kecewa dan sedih karena keadaanku yang sekarang ini, tapi semua itu bukan inginku. Aku juga tidak ingin semua ini terjadi padaku. Jika boleh meminta, aku lebih baik memilih mati dari pada harus dipermalukan seperti itu," ungkap Merlia menahan isak tangis yang merangsek keluar.

Viona tersentak, dia menangis bukan karena kecewa terhadap Merlia. Dia menangis karena merasa tak mampu melindungi putri semata wayangnya itu. Viona mengangkat tubuh, menarik Merlia ke dalam pelukan. Mereka harus saling menguatkan satu sama lain, saling memberi ketenangan.

"Tidak, sayang. Kau tidak pernah mengecewakan Ibu. Kau selalu menjadi anak kebanggaan Ibu. Jangan berpikir seperti itu, apalagi berniat meninggalkan Ibu sendiri. Ibu tidak akan sanggup menghadapi hukuman dunia seorang diri. Jangan pernah memikirkan hal itu. Jangan!"

Viona menggelengkan kepala, membingkai wajah Merlia yang basah. Ia mengecup kening gadis itu, dan memeluknya lagi. Keduanya menangis sepuas mereka.

"Malam ini menangis lah sepuas mu! Esok dan hari-hari berikutnya jangan pernah ada lagi air mata!" ucap Viona menggeram penuh dendam.

Bayangan wajah para pelaku hadir satu per satu memenuhi kepalanya, suara-suara mereka mengiang di telinga. Viona tak akan pernah melupakan itu semua. Juga dia yang merencanakan kejahatan itu, tak akan pernah Viona lepaskan.

Dia bersumpah walau harus melawan hukum, akan terus maju mencari keadilan. Viona tak lagi mempercayai hukum. Dia tahu betul bagi seseorang yang tidak memiliki kuasa apapun, tak akan mampu melawan mereka yang memiliki uang.

Ia akan menyusun rencana pembalasan setelah memulangkan Merlia ke desa. Menitipkan gadis itu kepada kakaknya di sana.

Cukup lama mereka saling berpelukan, menumpahkan tangisan. Sampai emosi mereka mereda dan menerima kenyataan semua itu sudah terjadi.

****

Pagi-pagi buta Viona mengantarkan kunci kontrakan kepada pemilik rumah. Tanpa seorang pun melihat, dia dan Merlia pergi membawa serta barang-barang mereka yang tak seberapa. Menaiki bus pertama menuju desa, kampung halaman Viona.

Mereka tiba saat sore hari, saat keadaan desa sudah sepi. Menjelang malam, para penduduk sudah tak ada yang berkeliaran di luar. Tak seperti di kota. Keduanya menapaki jalan setapak menuju sebuah bangunan terpencil. Sebuah villa yang dibangun Viona sendiri. Sebagai tempat singgah keluarga kecilnya saat pulang ke desa.

Itu dulu ketika sang suami belum mengkhianatinya, ketika Merlia masih berusia lima tahun. Villa itu belum sempat mereka datangi. Dijaga oleh sang kakak yang merupakan seorang janda beranak tiga.

"Viona!" Wanita paruh baya di dalam villa berbinar melihat kedatangan adik semata wayangnya. Ia memeluk mereka bergantian, melepaskan rasa rindu.

****

"Aku ingin menitipkan Merlia di sini. Aku akan pergi besok pagi untuk melakukan sebuah pekerjaan," ucap Viona ketika duduk berdua dengan sang kakak di teras villa.

"Kenapa? Tinggal di sini saja. Kakak sendirian di sini, kau juga sudah tidak memiliki suami, bukan?" ujar sang kakak memandang wajah Viona.

"Mungkin jika semua urusanku sudah selesai di sana. Aku akan kembali dan menetap di sini selamanya," jawab Viona dengan yakin.

Ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi setelah semuanya selesai. Jika harus dipenjara, maka dia rela. Yang penting baginya semua dendam tuntas.

1
vj'z tri
🥳🥳🥳🥳🥳🥳 keren Thor
Liana CyNx Lutfi
Begitu tragis kehidupn viona ayahnya dibunuh krn menegakkan keadilan Sungguh jd orang baik dan jujur adalah nyawa taruhanya sungguh miris,,,jngn menyerah vi habisi smuanya blaskan dendam ayahyamu
Dian Susantie
yah.. gitu deh.. bahkan di dunia nyata pun masyarakat udh ga percaya.. 🤭🤭
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 makin seruuuuuuuuu 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Nanin Rahayu
Viona pasti kuat BS menghancurkan semuanya... jangan d gantung Thor
kaylla salsabella
semoga viona baik" saja
vj'z tri
wow kerenn 🥳🥳🥳🥳
Agus Tina
Para penegak hukum yg bodoh. Hanya untuk menyelamatkan 1 atau 2 anak ingusan bodoh mereka harus mengorbankan pukuhan anggotanya juga kerugian material yg tidak sedikit.
Khusnul Khotimah
para pecundang,,,,,,berteriak hukum jika dia dirugikan,,,,,tp tutup mata tutup telinga membuang hati kala dirinya sendiri berbuat keji
Liana CyNx Lutfi
viona sdh menyiapkan segala kemunkinan untuk merlia sungguh dirimu ibu yg luar biasa viona ,km harus kuat iya merlia krn skrang ibumu membutuhkan km...viona tangguh mudah2n gk terjadi apa2 thor
Nanin Rahayu
lanjut thorr 🥰🥰🥰
Nanin Rahayu
maaf lahir batin thorr 🥰
we
taqaballahu Mina wa minkum syimana wa syimakum
Liana CyNx Lutfi
jngn panik merlia ayo km harus kuat yakin km akan selamat insya Allah ibumu dtang tepat waktu,iku kumpulah sirkus ghavin dan siketua tua bangka mencegat vi muda2hn viona dikasih kemenangan gk knp2 betapa berat hidupmu viona harus menghadapi orang2 yg rakus yg haus dngn kekuasaan ...jngn bkin viona kalah thor ksian hidupnya sdh pnuh dngn penderitaan
vj'z tri
maaf lahir batin ya Thor 😁
Mas Budian
sama sama maaf lahir batin juga, selama ini aku hanya bisa minta update, belum bisa memberi. tapi untuk sekedar bunga boleh lah....
Ochyie Aguztina
mohon maaf lahir batin juga ya ka aouthor 🙏😘
Tiara Bella
maaf lahir batin jg thor.....lanjut
Dian Susantie
duh... lg tegang² nya ini.. 😖😖😖
ok lah thor.. maaf lahir batin jg ya. 🙏🏼🥰
Dewisartika Hutabarat
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!