deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; Dimana?
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
happy reading..
Pagi hari nya ketika arya bangun tidur, dia tidak mendapati keberadaan kiran yang biasa nya tidur di samping nya.
"Aaa.. Palingan dia berada di bawah" gumam arya.
Lalu dia segera mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat subuh.
Setelah arya selesai mandi, dia tidak melihat baju yang biasanya di siapkan kiran di atas kasur. Bahkan kasur nya pun masih terlihat berantakan
"Apa dia sudah berangkat duluan ya? Tapi, mana mungkin ini masih jam setengah 6. Baiklah aku akan mencarinya setelah ganti baju. Mungkin saja dia berada di taman " ucap arya dengan santai
Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi.
Arya masih tampak biasa biasa saja dengan kondisi nya sekarang.
Sedangkan di sisi lain.
"Kiran, kamu kan ga bawa seragam. Terus nanti mau masuk sekolah nya gimana?" tanya ranti
"Nanti setelah jam 6 lebih 10 menit kamu anterin aku pulang ya, kan biasanya mas arya berangkat jam 6 lebih 10. " ucap kiran
"Kamu gila ya? Nanti kalau kita telat gimana?" tanya ranti cemas
"Tenang aja ran.. Yang penting kita bawa motor aja. Jangan bawa mobil, ntar kalau bawa mobil malah kena macet." ucap kiran santai
"Ok.. Tapi, kalau sampek kita telat kamu tanggung jawab" ucap ranti
Setelah pukul 6. Lebih 10. Kini ranti mengantarkan kiran pulang ke rumah arya. Dan benar saja arya sudah berangkat ke sekolah.
"Huh.. Untung aku menyimpan kunci cadangan" ucap kiran
"Ayo silahkan masuk ran," ucap kiran mempersilahkan ranti masuk.
"Gila, ini bagus banget rumah nya.. Dari luar kelihatan sederhana tapi, pas masuk mewah banget" gumam ranti mengagumi interior rumah arya
"Mau ikut aku ke kamar atau mau tunggu di sini?" tanya kiran
"Aku tunggu di sini saja.. Oh ya btw ada susu ngak? Aku laper" tanya ranti
"Ada, kamu tinggal ambil aja sana di kulkas. Sekalian sarapan roti ada di rak kiri bagian atas" ucap kiran dan segera berlalu meninggalkan ranti.
Kiran segera menuju kamar dan segera memakai baju seragam.
Dia melihat kartu beserta uang nya masih di meja yang sama.
"Ah terserah lah.. Apa aku nanti tidak usah pulang saja ya? Aku takut" gumam kiran
Setelah beberapa menit kiran segera turun
"Udah kamu ambil?" tanya kiran
"Udah, thanks ya" ucap ranti yang masih melahap roti nya
"Kamu ga mau sarapan ran?" tanya ranti
"Ngak, aku ngak lapar.. Ayo buruan berangkat" ucap kiran
"Tapi, kan aku masih makan.." ucap ranti
"Ya udah aku yang nyetir deh" ucap kiran
••••
Di sekolah
"Huh syukurlah belum bel masuk" ucap kiran lega
"Ayo buruan ke kelas" ucap kiran
"Kamu ga mau menemui suami kamu dulu?" tanya ranti
"Ngak ah, aku takut kalau ketemu mas arya dia nanti marah marah.. Oh ya, aku nanti boleh nginap lagi di rumah kamu?" tanya kiran
"Tentu saja boleh" ucap ranti dengan senyuman
••••
Di kelas
"Eh ran, ini arti nya apa sih?" tanya randa kepada kiran
"Oh ini, kamu bisa cari di kamus.." ucap kiran
"Lah si kiran, kan aku tanya jawaban nya!" ucap randa kesal
"Kalau aku kasih jawaban nya, sama aja aku ngebodohin kamu dong.." ucap kiran santai
"Bilang aja ga tau arti nya" ucap randa meledek kiran
"Terserah lah.." ucap kiran menyerah
"Ran, kiran.. Noh kamu di cariin pak arya" ucap salah satu teman nya dengan berteriak
Kiran menelan kasar salvia nya mendengar nama pak arya, dia benar benar takut untuk menemui arya.
Tiba tiba ponsel kiran berbunyi sebelum ia keluar dari kelas.
Untung posisi itu sedang jam kosong.
"Kiran ponsel.kamu bunyi" teriak ranti
Lalu kiran segera mengambil ponsel nya.
"Bapak.." gumam kiran
"Hallo assalamualaikum bapak.."
("Waalaikumsalam kiran, apa kabar?")
"Kiran baik pak,"
("Oh ya ini bapak lagi sama orang tua kamu.. Kata orang tua kamu, gimana kalau minggu ini kalian menginap di rumah..
Lagian bapak juga rindu sama kamu")
Namun kiran hanya terdiam..
("Hallo kiran?")
"Ah iya, insyaallah nanti kiran usah kan ya pak"
("Hallo assalamualaikum kiran")
"Waalaikumsalam ayah.. Ayah apa kabar? Kiran rindu bangat sama ayah sama mama.."
("Iya, ayah juga kangen sama kiran.. Bisa kan minggu ini kamu menginap?")
"Iya yah, nanti kiran usahakan.."
("Ya sudah ayah mau berangkat kerja dulu ya. Belajar yang giat ya anak ayah yang cantik.. Ni mama kamu udah ngebet pengen punya cucu..")
"Iya yah.. Doa kan saja"
("Hallo kiran..")
"Iya..?"
("Kamu kenapa? Kamu lagi ada masalah?")
"Ee..nggak ko, kiran hanya kecapekan.." ucap kiran berbohong
("Kiran, bapak paling ga suka kamu bohong ya... Bapak sudah tau semua nya")
"Iya pak.. Maaf"
("Sekarang temui suami kamu.. Dan minta maaf, jangan egois karena hal kecil")
"Iya pak.."
("Kalau begitu bapak tutup dulu ya.. Assalamualaikum")
"Waalaikumsalam"
"Ada kir?" tanya ranti
"Ngak apa apa.. " ucap kiran dengan lemas
"Kiran kamu ngak mau temui pak arya?" tanya randa
Namun kiran hanya menggelengkan kepala nya. Dan kembali duduk.
"Ya allah.. Hamba hanya ingin menenangkan diri hamba sejenak.. Bukan berarti hamba marah kepada suami hamba. Hamba hanya takut dengan amarah suami hamba.. Ya allah bantu hamba" gumam kiran melamun sembari memainkan ponsel nya.
••••
Bel pulang sudah berbunyi..
"Kiran ayo pulang" ajak ranti
"Kamu pulang aja duluan ran, aku mau pergi dulu.. Ada urusan yang harus aku selesaikan" ucap kiran dengan lesu
"Ya udah ayo aku antar" ucap randa
"Ngak usah terimakasih ran" ucap kiran dan segera pergi meninggalkan ranti dan randa
Ketika di kiran sudah sampai di gerbang, dia mendengar ada seseorang memanggil manggil nama nya
Lalu kiran pun segera menoleh ke belakang,
"Ada apa ran?" tanya kiran
"Besok main ke rumah ku yuk, ranti juga ikut" kata randa
"Insyallah ya rand" ucap kiran dan segera berlalu meninggalkan randa
Di sisi lain.
"Kenapa dek kiran tidak bisa di hubungi sih?" gumam arya cemas
"Dek mas mohon angkat telfon adek..
Kenapa tadi adek ngak nemuin mas? Apa adek marah? Jika mas salah mas minta maaf" pesan yang di kirim kan arya kepada kiran.
Namun kiran sengaja mematikan ponsel nya agar tidak menunggu dia
••••
Setelah kiran sampai di tujuan nya, kiran segera turun dari angkot. Dan berjalan kembali untuk menuju tempat yang menurut nya tempat yang sunyi dan tenang.
Pemandangan nya yang memanjakan mata serta angin sepoi sepoi yang menyejukkan pikiran nya.
Di sisi lain..
Arya pergi ke rumah ranti untuk menanyakan keberadaan kiran.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam eh pak arya, ada apa pak?" tanya ranti
"Maaf saya menggangu, apa kiran ada di sini?" tanya arya cemas
"Tidak pak, tadi kiran saya ajak kemari. Tapi, dia pergi sendiri kata nya ada hal yang harus dia selesaikan" ucap ranti menambah arya cemas
"Kalau begitu terimakasih banyak " ucap arya dan segera pergi untuk mencari kiran kembali..
"Ya allah dek kamu di mana??" gumam arya
Tiba tiba hujan deras pun turun membasahi bumi.
Kiran yang masih berjalan seperti tak ada arah..
Dia berjalan mengikuti jalan yang dia lewati saja.
Bahkan entah kemana pikiran kiran saat ini.
Tiba tiba..
Brukk..
Mobil randa menabrak seseorang yang masih mengenakan seragam.
"Astaghfirullahaladzim.. " ucap randa dan segera turun dari mobil mengunakan payung
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois