NovelToon NovelToon
OM LORENG I HATE YOU

OM LORENG I HATE YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: andee Rosalia

JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng.


hidup itu keras jika ingin tahu drama didalamnya, silahkan baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

HAFIZ P.O.V

Saya sungguh tidak pernah membayangkan akan menikah dengan wanita biasa. Layaknya seorang lelaki lain saya juga mengginginkan wanita yang hampir sepadan dengan saya, hingga dengan rasa bangga saya pamerkan pada dunia jika tidak hanya sukses dalam karir tapi dalam percintaan pun saya juga telah berhasil.

saya ingin hidup berdampingan dengan wanita hebat. Inginnya saya seperti itu namun takdir berkata lain, melalui perjodohan konyol saya akhirnya menikah dengan seorang wanita diambang kematangan yang masih perlu dipertanyakan lagi.

Dirinya masih tergolong belia dan bukan termasuk kategori wanita yang saya inginkan, ya dirinya bukan tipe wanita ideal saya. Calon istri saya adalah anak adalah gadis remaja berusia 17 tahun yang menurut saya sangat teledor.

Sebenarnya bukan tingkahnya tapi otaknya yang tak beres dan bukan dia yang seharusnya akan dinikahkan dengan saya melainkan kakaknya yang bernama Nur Adiba Anggara.

Saya pikir dengan penolakan Diba perjodohan tidak rasional itu berakhir begitu saja namun ternyata tidak demikian. Kami sekeluarga hampir saja memutuskan mundur dan melupakan perjanjian lama itu tapi tiba-tiba sosok gadis remaja datang dan menggacaukan segalanya.

Tebakan saya benar adanya, ketika pertanyaan itu diucapkan dirinya bahkan hampir tertidur jika saja tidak diintrupsi suara nyaring papa, dengan polos atau bisa saya katakan bodohnya dia mengiyakannya begitu saja setelah itu dia memamerkan deretan giginya yang rapi lalu dengan entengnya dia pamit dan melangkahkan kaki kecilnya menuju lantai atas yang bisa saya tebak adalah kamarnya.

Ucapannya singkat sebenarnya namun bermakna lain dan ditanggapi lain oleh papa. Wanita itu entah saya harus menggasihani siapa kali ini, sayakah atau dirinya yang bodohnya mengiyakan saja tanpa mengkonfirmasi ulang apa yang di dengarnya itu, yang jelas kini kami berdua akan terjebak dalam permainan menentukan nasib.

Hanya karena kata "iya" yang terlontar tanpa aba-aba, dan jawaban itu dianggap papa sebagai tanda jika dirinya bersedia menggantikan posisi kakaknya dan perjodohan bodoh itu akan tetap pernikahan yang telah direncanakan sedari dulu itu tetap terlaksanakan bahkan akan dilakukan secepatnya.

Saya sebenarnya ingin merutuki papa yang dengan gampangnya menggambil jalan pintas tanpa membicarakan dengan kami semua yang berada di ruangan ini, tidak sadarkah papa jika pernikahan ini terlalu dipaksakan tidak hanya gadis itu yang menjadi korban namun ada saya, juga kehidupan kedua keluarga ini.

Yakinkah dia tahu akan pentingnya pernikahan? sadarkan dia akan peran dan tanggung jawab yang akan dipikulnya setelah menikah? bahkan saya ragu dirinya bisa membedakan mana kunyit dan jahe.

Sukma saya bergejolak untuk memberontak namun nalar saya menghalang dan meminta saya tetap tenang untuk sementara waktu, hal itu yang saya lakukan walau otot-otot tangan sudah menunjukkan betapa kuatnya saya menahan rasa kesal dan rasa kecewa pada papa.

Perdebatan alot sempat terjadi karena ayah dari wanita itu sadar betul dengan apa yang diucapkan diluar kesadaran sang anak, tapi papa selalu mengelak dan mengatakan jika apa yang sudah di iyakan tidak dapat ditarik kembali.

om Anggara merasa tidak rela untuk melepaskan anaknya yang masih belia sedangkan papa kekeh jika hal ini tidak bisa di tunda-tunda lagi karena usia saya yang terlampau matang untuk lelaki yang telah sukses dalam karirnya.

Begitu seterusnya hingga pukul 10:25, menyadari hari semakin malam akhirnya kami sekeluarga pamit undur diri untuk pulang. Dalam perjalanan pulang saya masih dalam kebungkaman begitu pun dengan mama.

kami baru tiba dirumah dan disanalah, aksi protes saya layangkan pada papa begitupun dengan mama. dalam perdebatan itu mama berkata

"Aira teh leutik keneh, erek di kawink Jeung si hafis, rek kumaha jadina engke jaga rumah tangga? (aira itu masih kecil, mau di nikahkan sama hafiz. mau jadi apa pernikahan mereka?)" kata mama dengan amarah yang akhirnya meluap setelah sedari tadi ditahan.

"Insaalloh bisa. mama entong ngaragukeun kuasa Allah siga kitu (insya allah bisa. mama jangan meragukan kuasa allah seperti itu)" tegur papa masih dengan wajah dan kondisi hati yang tenang.

"Lain ngaragukeun, di tinggal Dina waruga mah Aira teh siga barudak NU lain NU hayang bebas, di titah kawin lainna ngurus salaki, malah nyusahkeun si hafiz (bukan meragukan. itu aira dilihat dari fisiknya aja masih mau bebas kayak anak seumurannya. di suruh nikah nanti bukannya ngurusin suami malah bikin hafiz makin susah hidup)" bantah mama lagi.

"Can tangtu, Abi apal si Anggara kumaha, Abi yakin si Anggara bisa ngadidik anak NU hener, tong asal nilai jelema siga kitu (belum tentu, aku itu tahu anggara itu seperti apa. aku yakin kalo anggara mendidik anaknya dengan baik, jangan gampang menilai orang lain seperti itu)"

"Anjeun na bade nikah, ngajalannan rumah tangga, gaduh katurunan ge Abi mah moal sedih lamun jalmi NU ngalahirkeun na ge alit keneh sareung bade jadi naon cucu-cucu engke"

(mereka akan menikah, berumah tangga, punya keturuan tapi aku tidak akan sudih kalo orang yang melahirkannya saja masih kecil dan perlu banyak bimbingan, mau jadi apa cucu-cucuku nanti)". kata ibu dengan intonasi suara kian melengking saja di akhir kalimatnya.

"Itu tugas hafiz tong hariwang NU can tangtu ka jadian

(itu tugas hafiz ma' jangan khawatir sesuatu yang belum tentu terjadi)" rayu papa pada mama, tapi bukannya menjadi tenang, mama malah semakin terlihat marah bahkan berkata

"Maneh teh lalaki resep pisan nganggap kanu masalah leutik, perkawinan teh harus di pikir panjang Hela karek di lakonan lamun maraneh nunggu hasil dina perkawinan sarua Jeung ngusrukeun si hafiz Jeung si Aira kanu kahancuran karna perjajnjian

(kalian ini laki-laki suka sekali menggangap sepeleh hal seperti ini. pernikahan itu harus mikir panjang dulu baru dilakuin kalo kalian cuma nunggu hasil dari pernikahannya sama halnya kalian membiarkan hidup Hafiz dan Aira hancur karena perjanjian itu)" kata mama lagi.

"Teu bisa, Aira ges daek. Perkawinan bakal terus di laksanakeun (tidak bisa. aira sudah setuju.

pernikahan ini akan tetap papa lanjutkan)" bantah papa dengan tegas.

"Sabab bapa hayang pisan ngawinkeun maraneh

(kenapa papa sangat ingin menikahkan mereka)" todong mama pada papa dengan ekpresi sangat menuntut jawaban.

"Janji ma, ku sabab janji (Janji ma, karena janji)" kata papa singkat, padat dan jelas.

"Janji bisa di putus lamun 2 belak pihak satuju, emang bapa hungkul NU tetep kekeh hayang ngawinkeun

(janji itu bisa di putuskan jika di sepakati 2 pihak. memang papa saja yang kekeh ingin menikahkan mereka)" kata mama semakin ngotot tidak ingin kalah berdebat dengan papa.

"kamu kenapa tidak bisa menerima aira sebagai mantu kita?, aira dari luar anaknya baik. anggara pasti sudah mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan yang cukup. dalam memilih pasangan hidup agama yang paling diutamakan, tidak usah lagi di perdebatkan" kata papa tidak ingin mendengar perkataan mama lagi lalu bersiap untuk pergi tapi mama masih bersikeras hati dan berkata

"NU lain mah jelema asing, lain saumuran, lain angkatan, tong maksa nu saheuntena pa

(mereka itu orang asing, tidak seusia, tidak sederajat. jangan paksa sesuatu yang tidak seharusnya bersama pa)"

itu perkataan terakhir mama sebelum papa menceramahi mama dengan panjang lebar yang pada ujungnya merembes pada saya yang padahal hanya diam sedari tadi.

Perdebatan terjadi cukup alot dan berakhir dengan saya menjadi pihak yang mengalah, dengan berat hati mengikuti keinginan papa, Pernikahan akan tetap terjadi antara saya dan gadis kecil itu.

Jika diperhatikan sebenarnya dia tipe wanita yang cantik. dia cukup tinggi, memiliki tubuh yang berbentuk layaknya gitar spanyol tapi ternyata itu semua hanya tameng untuk menutupi tubuh lemahnya.

Rasanya baru kemarin kami bertemu tiba-tiba ayahnya mengatakan jika Aira tidak bisa di temui karena sedang sakit bahkan sedang dirawat di rumah sakit, Mengetahui itu kami sekeluarga lagi-lagi mengunjunginya dan yang terjadi adalah adu mulut antara papa dan om Anggara.

Entah saya harus berpihak kepada siapa sebenarnya karena dengan jujur saya katakan jika saya juga enggan menikahi gadis kecil itu walau begitu papa tetap kekeh pada pendapatnya.

Kami semua sedang dirundung rasa tidak nyaman namun dengan apatis bahkan bisa dikatakan jika wanita itu kehilangan rasa peduli hingga dengan santainya memainkan gadget di hadapan kami semua, tidak sadarkah dia jika dialah yang menjadi biang kerok dari masalah yang semakin dibicarakan semakin tidak mendapatkan titik akhirnya.

Saya pikir perdebatan ayah dan om Anggara  adalah drama terpanjang namun ternyata gadis itu adalah penghancur kisah clasik karena dengan tidak tahu dirinya menghentikan perdebatan hanya karena gadget yang jatuh hingga lecet.

Dasar anak zaman sekarang, tidak hanya itu dirinya bahkan memberontak dan harus ditenangkan layaknya hewan kurban hanya karena tangannya yang dihiasi selang infus menggeluarkan darah, kekanakan!!.

Entah seperti apa om Anggara mendidik anak-anaknya yang jelas mereka memiliki karisma tersendiri, seandainya lewat tatapan mata semua orang bisa mengerti akan semua hal yang ingin saya ungkapkan pasti semuanya takkan serumit ini, banyak kata yang dapat saya ungkapkan tapi mata saya mampu memancarkan akan kegundahan yang kini saya hadapi.

Yang menjadi masalah saya tidak hanya dengan dirinya tapi juga masa lalu saya. Sebelum diberi amanah oleh papa untuk menikahi anak gadis om Anggara saya telah memiliki kekasih, hubungan kami telah berjalan cukup lama dan kami sama-sama telah menyepakati akan menikah di pengunjung akhir tahun 2019 tapi tenyata tuhan dan takdir berkehendak lain.

Tetaplah dan lihat senyum saya maka segala rasa untukmu terpancar dari sana. Ada rasa kecewa, khawatir dan bahkan rasa tidak percaya dengan jalan hidup saya ini. Saya hampir saja menyerah namun saya serahkan semuanya pada pemilik semesta alam ini. Sholat istikharah dan selama seminggu saya rutin memanjatkan doa lebih khusus untuk menentukan keputusan dan selama seminggu pula wajahnya yang berkeliaran sesuka hati dalam mimpi saya.

1
Riski Bagus
karakter Aira elek banget, aku ya jadi mertuanya pasti tak suruh ceraikan aja
udah manja dan keras kepala
Putri Bone
terimakasih, ini yang ketiga kalinya baca
saya selalu rindu mungkin karena saya orang Bugis JD apa yang diceritakan di dalamnya terasa nyata karena sering melihat seperti itu
ELSA SURYANI_XI MIPA 2
Luar biasa
Anonim
Mewekkk baper 😭
Sulisbilavano
Luar biasa
🍓to be🍑then to🕊️be free
h
🍓to be🍑then to🕊️be free
ini salah kali pertama aku menangis baca novel
Qaisaa Nazarudin
Lemah banget kamu Aira,Katanya pemegang sabuk hitam,tapi sampai di bab ini kelemahan mu yg selalu ku lihat,Jgn lemah kalo kita lemah kita yg di pijak2,balas balik perbuatan mereka kalo aku di tempat kamu,igeb banget sih 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku di sini Suami memainkan oeran nya,melindungi istri de segala hantaman badai,de cemoohan org luar harusnya,Tapi aku tidak melihat itu semua de Hagiz yg tau nya marah2,,Aira itu udah strees masih labil tapi dipaksa mengajdapi kerasnya hidup di lingkungan prajurit,dgn ibu2 persit/danyon yg nyinyir,Siapa juga yg gak strees,Hila banget🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Nah di sini mmg salah kami yg gak tegas,gak bisa menhaga perasaan hati dan perasaan istri sendiri,Istri mana yg mau suaminya di dekatin mantan??harusnya kamu sadar itu!!!😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu kenpa kamu masih maksa diri utk bertahan,Ogeb,sebenar menurutku Kamu yg bunglon..Gak tegas,sok jual mahal,udah terlalu banyak dosa kamu dgn suami,yg selalu di selingi dgn pertengkeran dan kata2 kasar,ingat walau gimana pun status mu adalah istri,jd tergantung kamu utk membiatkan tdknya org ke 3 utk mamasuki rumah tangga mu..
Qaisaa Nazarudin
#Aku
Qaisaa Nazarudin
Alu jd bingung sendiri,Sebenarnya hidup istri sang prajurit itu gimana iya??disetiap novel yg ku baca itu kok lain2 sih..
Qaisaa Nazarudin
Para suami mah gak papa,katena dr awal sudah di ajar dgn ketegasan,kekerasan dsb,Noh para istri yg awalnya santuy2 malah harus berubah ke 360% Setelah menikahi prajurit, Itu tuh yg bikin streesssss…😂😂
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah jadi kepompong tu si Aira 🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe babang 🤣🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Aira bukan lemah,Dia pengsan mungkin karena capek menguruskan persiapan pernikahan kalian itu sendirian,harusnya kamu mengerti itu semua,bukannya malah marah2 dan membentaknya,Aira masih labil,jiwanya jiwa yg masih pengen bebas kayak remaja lain nya,
Qaisaa Nazarudin
Wajah siapa?? Wajah Aira kah atau wajah pacar mu??
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu gak kenalkan aja kekasih mu itu ke papa kamu?? Heran aja aku dgn papa kamu,Bikin tensi aku naik aja,Semua orang gak setuju dgn perjodohan ini,tapi Baga itu dgn sukap ngototnya,, Aku ingin tau aja apa alesan Bagas yg memaksa dan ngotot banget menikahkan anaknya Hafiz dgn anak2 nya Anggara???
Qaisaa Nazarudin
Itu juga yg ku heran,Papa kamu Bagas kok ngotot banget sih,,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!