NovelToon NovelToon
Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:672.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hnislstiwti.

Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!

Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?

Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Tiba di Rumah sakit, Vano langsung berlari ke ruang Ugd dengan salah satu suster.

Hingga tibalah di depan ruangan tersebut dan tubuh Andreas sudah berpindah ke tangan suster dan di bawa masuk.

Vano mengambil ponsel nya, dia mencoba menelpon Cintya namun selalu gagal karena di tolak dan sekarang malah tidak aktif.

"Sebenarnya kau sedang ada dimana sih, kenapa susah sekali di hubungi"

"Awas saja kalau terjadi sesuatu pada Andreas akan ku hajar kau"

Vano terus saja menggerutu dan sesekali menatap ke arah ruangan yang ada di hadapannya, dia begitu cemas dengan keadaan Andreas.

Bahkan orangtua nya pun sudah ia beritahu lewat pesan, dia tak sanggup berbicara pada sang Ibu yang pasti nya akan terpukul karena Andreas adalah cucu kesayangannya.

Hampir setengah jam menunggu dan akhir nya Dokter pun keluar ruangan, dengan gerak cepat Vano pun bangun dari duduk nya dan menghampiri sang Dokter.

"Bagaimana keadaan Putra saya, Dok?" tanya Andreas dengan panik.

"Putra bapak punya penyakit kelainan jantung yang sudah cukup parah, dan ia juga terkena demam berdarah" jelas Dokter.

Hah.

Vano mematung mendengar semua penjelasan sang Dokter, ia tak menyangka bahwa Putra nya akan mengalami hal seperti itu.

*

Disinilah Vano berada, di ruang rawat inap sang Putra dengan tatapan yang cukup sendu.

"Bukankah dulu penyakitnya jarang kambuh, apa Cintya sering membentak Andreas ya" gumam Vano.

Ya, mereka memang tau penyakit Andreas sejak bayi. Namun penyakitnya sudah tak kambuh lagi sejak makanan dan minuman nya tidak sembarangan, bahkan tak ada yang pernah menaikan suara nya di hadapan Andreas.

Ceklek.

"Vano, bagaimana Andreas?" tanya seseorang yang baru masuk.

Vano mengalihkan pandangannya pada suara tersebut, dia lalu melangkah dan langsung memeluk sang Ibu.

Ya, Ayah dan Ibu datang serta langsung ke Rumah sakit dengan wajah cemas.

"Penyakit nya kambuh kembali, Bu" lirih Vano dengan parau.

Deg.

Ibu melepaskan pelukan Putra nya, dia lalu mendekati ranjang sang Cucu dengan air mata yang menetes.

"Bagaimana bisa kambuh, Vano? Apa kamu membentak atau membuat nya takut?" tanya Ayah dengan raut wajah cemas.

"Aku tak tau Ayah, namun saat aku pulang Cintya tak ada dan rumah dalam keadaan gelap. Saat aku menyalakan lampu, aku mendengar isak tangis Andreas memanggil kalian" jawab Vano menundukan kepala nya.

Ayah dan Ibu Vano menggelengkan kepala nya, mereka tak habis pikir dengan sikap menantu mereka yang selama ini banggakan dan manja kan.

"Setelah sehat, Ayah akan membawa Andreas ke kampung. Kamu urus saja perusahaan dan beri pelajaran agar Istri kamu sadar" putus Ayah dengan tegas dan tak menerima penolakan apapun.

Vano menghela nafas kasar, ia hanya bisa menganggukan kepala dengan pasrah. Karena semua ini juga demi keselamatan dan kesehatan sang Putra.

*

Tepat jam 11 malam Vano memutuskan pulang dulu ke Rumah, ia akan membawa beberapa baju dan charger ponsel nya yang bahkan saat ini sudah mati.

Mobil melaju dengan cukup tenang, karena di jalanan yang cukup lenggang dan damai karena memang sudah larut malam.

"Awas saja jika saat aku pulang kau belum juga pulang, Cin" gumam Vano mengcengkram erat stir mobil nya.

Hingga perjalanan malam itu sampai juga di halaman rumah milik nya, ia langsung saja masuk saat tak ada mobil milik istri nya.

Ceklek.

Dan benar saja, pintu masih belum terkunci dan pasti belum ada sang Istri pulang.

Vano duduk dan menghela nafas, ia memejamkan mata sejenak dan tak lama terdengar deru mesin mobil sang Istri.

Cintya masuk dengan menenteng banyak belanjaan, ia lalu terkejut saat melihat Vano yang ternyata belum tidur dan sedang menatap nya dengan tajam.

"Enak ya, belanja terus menerus dan sampai lupa kalau punya anak! Dimana Andreas?" teriak Vano dengan wajah yang memerah menahan amarah.

"A ada di kamar nya" jawab Cintya terbata karena cukup kaget dengan apa yang terjadi.

Heh.

"Ada kamu bilang, lihat dan bawa kesini jika memang ada" bentak Vano kembali.

Bruk.

Belanjaan Cintya di biarkan tergeletak di lantai begitu saja, sedangkan dia sendiri segera berlalu ke arah kamar Putra nya.

Namun, apa yang Cintya dapatkan? Tidak ada seorang pun disana.

Cintya kembali ke ruang keluarga, ia lalu duduk di samping Vano.

"Tidak ada kan? Ibu macam apa yang tak tau kemana Putra nya sendiri" cibir Vano dengan tatapan tajam.

"Apa kamu membentak Andreas hari ini?"

Deg.

Pertanyaan yang di lontarkan oleh Vano membuat jantung Cintya berdetak kencang, dia lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.

"Enggak lah" elak Cintya dengan yakin.

Vano mengepalkan tangannya, dia lalu menatap sang Istri dengan penuh kilatan amarah.

"Kau yakin? Lalu kenapa Putra ku bisa kambuh penyakitnya dan sekarang dia ada di Rumah sakit, jawab" bentak Vano sambil berdiri di hadapan aang Istri.

"Kau hanya tau foya-foya dan tak memikirkan Putra mu sendiri, bagaimana kalau aku tak cepat pulang? Mungkin Andreas saat ini sudah meninggal" sentak Vano kembali dan pergi dari hadapan Istri nya

Langkah Vano terhenti tepat di hadapan belanjaan sang Istri, ia menginjak-nginjak nya dan menendang semua itu penuh dengan amarah.

Cintya langsung bangkit dan melangkah dengan cepat, ia mengambil beberapa belanjaannya dan menatap Vano marah.

"Mas, ini belanjaanku kenapa kau rusak" teriak Cintya.

Vano hanya berdecih dan masuk ke dalam kamar, ia mengambil beberapa keperluannya dan setelah nya pergi dari rumah.

Cintya memanggil nya dengan teriakan, namun Vano menulikan pendengarannya dan pergi dengan mobil yang melesat kencang.

"Aarrggghh" teriak frustasi dari Cintya.

Ia masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan keras, bukannya mengikuti Vano tetapi Cintya memilih masuk ke kamar dan merebahkan tubuh nya.

"Ck, besok juga akan pulang dan menjemputku untuk menjaga Andreas" gumam Cintya dengan percaya diri nya.

🐰

Ke esokan pagi nya, Cintya sudah duduk manis di depan televisi dan menunggu Vano datang.

Ia masih meyakini bahwa Vano akan datang dan menjemput dirinya, karena Cintya berpikir bahwa tak akan ada yang menjaga Andreas karena mertua nya sudah pulang entah kemana.

Jam menunjukan sudah pukul 9 pagi, namun Vano tak kunjung datang dan ponsel nya juga belum aktif.

Hal tersebut membuat Cintya murka, dia memutuskan menghubungi John.

Dan, Vano cuti selama 3 hari. Saat Cintya menanyakan dimana keberadaan Vano dan sudah pasti John akan tutup mulut.

"Harus kemana aku mencari nya, ah aku akan ke rumah sakit biasa yang sering di kunjungi oleh keluarga" gumam Cintya dengan tersenyum cerah.

.

.

.

.

.

1
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ suka,singkat padat dan jelas ,tamat😍
Dinatha: permisi Mbak 🙏
Sudi hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Sinopsis :
Dua mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
total 1 replies
devi aryana
Luar biasa
Andriyati
pede banget mu, mNa me Kanaya sama sampah yg udah di buang,, gak guna jg
angel
Thor kog manggilnya bunda ...disesuaikan dong dgn ceritanya ...
nadira ST
lama2 ksel juga ama vano pgen gue pites dulu dselingkuhin sekarang dkejar2 mau lawan axel siap2 tidur pencoran
nadira ST
sukurin mumet kan
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁..𝗮𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿..😘😘
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 ..𝗯𝗶𝗮𝗿𝗹𝗮𝗵 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗺𝘂 𝗕𝗿𝗮𝗺..🤣🤣
Yunerty Blessa
𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝘅𝗲𝗹....𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..
Yunerty Blessa
𝘀𝘆𝘂𝗸𝘂𝗿 𝗹𝗮𝗵 𝗩𝗮𝗻𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶....
Yunerty Blessa
𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮.. 𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝘂𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝘂.
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗻𝗲𝗸𝗮𝗱 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶..𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗻𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗻𝗼..
Yunerty Blessa
𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻² 𝗺𝘂 𝗩𝗮𝗻𝗼....𝘁𝗮𝗸 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗮𝘂 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶..
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗼𝗯𝘀𝗲𝘀𝗶....𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 "𝗴𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻"𝗺𝘂
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗵𝗻𝗶𝗮𝗵 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗵𝗮𝗺𝗶𝗹..
Yunerty Blessa
𝗸𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗺 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..𝗱𝗶𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝗺𝘂..
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!