Elzia manofa, seorang anak SMA yang di jodohkan dengan duda anak satu, bagaimana kelanjutan cerita mereka, ikuti yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ruangan Rapat
Lantai ruangan yang dingin itu kini dipenuhi dengan darah. Zia menjerit, menyangga tubuh Arkan yang terasa sangat berat. Rio segera melompat maju, menekan luka di punggung Arkan dengan kain seadanya sementara tim medis taktis merangsek masuk.
"Bos! Tetap sadar, Bos!" teriak Rio, suara yang biasanya datar kini pecah karena ketakutan.
Arkan berusaha mengatur napas, namun matanya mulai berputar. Di sisa kesadarannya, ia melihat Hendra yang sedang diborgol malah tertawa terbahak-bahak meski mulutnya berdarah.
"Kamu pikir... peluru itu dari orangku, Arkan?" bisik Hendra sambil diseret keluar. "Lihat siapa yang berdiri di balkon... Kamu tidak pernah menang melawan mereka ."
Zia menoleh ke arah balkon yang gelap. Di sana, sekelebat bayangan menghilang di balik tirai yang tertiup angin. Itu bukan tim pengamanan Arkan, juga bukan pengawal Hendra. Itu adalah penembak jitu profesional yang gerakannya terlalu bersih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zia duduk di depan ruang operasi rumah sakit khusus milik keluarga Arkan. Gaun putihnya kini berubah warna menjadi cokelat kemerahan karena darah kering. Ia menolak untuk mengganti baju, seolah-olah jika ia melepaskan darah itu, ia juga akan kehilangan Arkan.
Widya, ibunya, mendekat dan memeluk bahu Zia. "Zia, makanlah sedikit. Arkan pria yang kuat."
"Ma," suara Zia serak. "Om Arkan tertembak karena melindungiku. Selama ini aku pikir dia hanya memanfaatkanku, tapi dia benar-benar memberikan nyawanya."
Tiba-tiba, lampu ruang operasi padam. Dokter keluar dengan wajah lelah namun tegang.
“Operasinya berhasil, peluru tidak mengenai organ yang berbahaya,” ucap Dokter itu. "Tapi ada masalah lain. Kami menemukan zat racun saraf pada selongsong peluru tersebut. Arkan sekarang dalam kondisi koma induksi. Kami tidak tahu kapan dia akan bangun... atau apakah dia akan tetap menjadi Arkan yang sama saat bangun nanti."
Dunia Zia seolah runtuh. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Rio datang dengan tergesa-gesa, ponsel di tangannya menyala-nyala.
"Nona Zia, kita punya masalah besar. Berita tentang kritisnya tuan Arkan bocor ke publik. Dewan direksi Holding mengadakan rapat darurat sekarang juga untuk melengserkan tuan Arkan. Dan yang paling gila... seseorang yang mengaku sebagai istri sah tuan Arkan dari masa lalu muncul di lobi gedung Holding dengan membawa surat nikah."
Zia mengerutkan kening. "Istri sah? Apa maksudmu, Rio? bukannya kak sarah sudah di bereskan."ucap Zia, namun Rico menggeleng, karna yang datang bukan Sarah, tapi wanita lain.
“Bukan, nona. Namanya Valerie ,” Rio mengedipkan matanya yang kecewa. "Dia adalah putri dari pemilik bank terbesar di Asia Tenggara. Dia menghilang 7 tahun lalu dan dianggap meninggal dalam kecelakaan pesawat di Alpen. Jika dia benar-benar masih hidup, maka pernikahanmu dengan Arkan dianggap tidak sah secara hukum karena Arkan belum pernah secara resmi menduda."
kemarin Sarah, sekarang Valerina. sejenak Zia bingung akan hal itu.
Zia berdiri. Rasa takutnya tiba-tiba menguap, digantikan oleh kemarahan yang dingin. Ia melihat ke arah pintu ruang ICU tempat Arkan terbaring tak berdaya.
"Mereka pikir mereka bisa menghancurkan om Arkan saat dia tidak bisa melawan?" gumam Zia.
"Nona, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Rio ragu.
“Bawa aku ke kantor pusat.Sekarang,” tegas Zia.
"Tapi Nona, Anda masih remaja, dewan direksi akan memperkirakan Anda—"
"Mereka tidak akan tau niatku jika aku datang sebagai 'anak kecil'," potong Zia sambil menghapus air matanya dengan kasar. "Tapi aku akan datang sebagai satu-satunya orang yang memegang kode brankas pribadi om Arkan. Berikan aku kunci mobilnya, Rio. Dan hubungi penata rias terbaik yang bisa kamu temukan dalam sepuluh menit." ucap Eliza mantap
Satu jam kemudian, pintu ruang rapat utama Holding dibanting terbuka.
Para pria tua berjas mahal yang sedang berdebat tiba-tiba diam. Seorang gadis berdiri di sana. Zia tidak lagi memakai gaun yang bernoda darah. Ia mengenakan setelan blazer hitam yang sedikit kebesaran di bahunya, rambut dikuncir kuda dengan sangat rapi, dan sorot matanya tajam, persis seperti sorot mata Arkan saat sedang bernegosiasi.
Di ujung meja, duduk seorang wanita cantik dengan pakaian desainer ternama—Valerie. Ia menatap Zia dengan menyerngit.
“Siapa anak kecil ini?” tanya Valerie sambil menyesap kopinya.
Zia berjalan menuju kursi utama, kursi milik Arkan, dan langsung duduk di sana tanpa ragu.
“Namaku Elzia Manofa Pratama,” ucapnya dengan penekanan pada nama belakang Arkan. "Dan sebelum kalian membahas soal istri sah atau pembekuan aset, kalian harus tahu satu hal. Arkan sudah memindahkan seluruh hak veto operasional pada saya jika terjadi sesuatu di dekatnya."
Zia melemparkan sebuah tablet ke tengah meja. Layarnya menampilkan sebuah video rekaman yang diambil Arkan di dalam mobil van malam tadi, sebuah video wasiat cadangan yang Arkan buat tanpa diketahui siapa pun, kecuali satu orang, Arkan sendiri yang mengatur pengirimannya secara otomatis jika otomatis jantungnya berhenti berdetak lebih dari 10 detik.
Di dalam video itu, Arkan berkata: "Jika kalian melihat video ini, artinya aku sedang tidak bisa bicara. Apa pun yang dikatakan Zia, adalah perintahku. Dan untuk Valerie... jika kamu benar-benar masih hidup, jelaskan pada dewan direksi kenapa namamu terdaftar sebagai pemegang saham di yayasan milik Hendra Mahendra di Swiss."
Wajah Valerie tajam pucat pasi.
Zia condong ke depan, menatap Valerie dengan senyum dingin. "Jadi, Kak Valerie... mau bicara lebih lanjut soal surat nikah, atau kita bicara soal pengkhianatan negara?"
Namun, di tengah kemenangannya di ruang rapat, ponsel Zia bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor rahasia rumah sakit:
[ZIA, CEPAT KEMBALI. DETAK JANTUNG ARKAN BERHENTI.]
zia duda itu tidak selalu tua juga ada yg usia 20jadi duda 🤣🤣🤣
Belum juga ketemu udah bayangin om duda tua muka jelek jangan gitu dong,nanti kalau kamu terkejut gimana 🤔