Fero Alexander pria tampan namun sedikit kejam jatuh cinta pada seorang gadis berhati dingin bernama Fani Anindita.
Jatuh cinta pada pandangan pertama membuat pria yang biasanya dikejar oleh wanita kini beralih dia yang mengejar wanita.
Bagaimana cara ia meluluhkan hati gadis yang terlanjur mati akibat pengkhianatan dari cinta pertamanya.
Ikuti kisahnya apakah Fero berhasil meluluhkan hati gadis yang ia cintai
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alvian lagi
"Ya elo lah bego...siapa lagi yang namanya Fero disini kalau bukan elo",dengus Devan.
"Gak usah Pak Devan biar saya naik ojek saja,mungkin teman Pak Devan ada urusan setelah ini",tolak Fani merasa tak enak merepotkan orang lain.
"Udahlah...diantar sama Fero aja kamu udah ditungguin kan?",tanya Devan.
"Ya sudah...mari saya antar",ujar Fero beranjak dari duduknya diikuti oleh Fani.
Setibanya diluar ruangan pria itu mengulum senyumannya."Mimpi apa aku tadi malam bisa bertemu dengannya",batin Fero berteriak senang.
Fero berjalan lebih dahulu dan diikuti Fani dari belakang.Pria itu merasa risih diikuti dari belakang.Tiba tiba Fero berhenti membuat Fani kebingungan.
"Bisakah kita jalan beriringan?aku sedikit risih jika kamu berjalan dibelakang ku karena kamu juga bukan bawahanku",ucap Ferio datar.
"Tapi Pak...
"Saya tak menerima penolakan",ketus Fero.
"Baiklah...",cicit Fani berjalan berdampingan dengan Fero menuju lobi rumah sakit.
Keduanya berjalan dalam keheningan dan tak ada pembicaraan diantara mereka.Fero sedikit canggung karena tak ingin membuat sang gadis risih dengannya.
Sepanjang perjalanan hanya suara musik yang terdengar.Keduanya masih memilih bungkam.
Fero tak tau harus bagaimana cara memulai percakapan dengan sang pujaan hati.Dia tak pernah mendekati wanita malah sebaliknya wanitalah yang mengejarnya.
"Hmmm...maaf saya tidak tau alamat toko kamu,bisa tolong tunjukan jalannya",ucap Fero berusaha menahan debaran jantungnya.
"Oh iya saya lupa Pak...Pak Fero lurus saja dulu nanti ada pertigaan baru belok kiri",jawab Fani.
"Baiklah...",jawab Fero.
"Maaf sudah merepotkan Pak",tutur Fani merasa sedikit sungkan.
"Tak masalah...arah ke mansion saya juga searah dengan toko kamu,kebetulan saya juga mau pulang jadi ya tak merepotkan sama sekali",jawab Fero.
"Oh....begitu",lirih Fani.
"Kerja sama Kayla?",tanya Fero.
"Iya Pak...saya asistennya",jawab Fani seadanya.
"Jangan panggil saya pak,saya bukan atasan kamu.Panggil yang lain saja senyamannya kamu",ucap Fero yang risih dengan panggilan Fani padanya.
"Hmmm jadi saya harus panggil apa?",jawab Fani bingung.Dia sebenarnya sedikit risih berduaan dengan teman tunangan sahabatnya ini di dalam mobil.
"Panggil Mas juga tidak terlalu buruk",ucap Fero.
"Baiklah M-mas...",jawab Fani kikuk.
"Oh tokonya yang itu",tunjuk Fani saat mobil yang dikendarai Fero sudah melewati pertigaan.
Fero menghentikan mobilnya tepat di didepan toko milik Kayla.Pria itu memindai dari dalam mobil ruko yang menjadi tempat jahit Kayla.
"Makasih Pak eh M-mas sudah mengantar saya",ucap Fani membuka pintu mobil dan segera turun karena dia benar benar buru buru karena sudah ditunggu.
"Ya... sama sama",jawab Fero terseyum tipis.
Fero memandangi Fani yang hilang di balik pintu toko.Pria itu tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya.Sekian lama hanya memandangi dari jauh sekarang sudah berhasil mengantarkannya ke tempat kerja.
Setelah Fani tak terlihat lagi Fero kembali melajukan mobilnya menuju Mansionnya.Namun tiba tiba saja pandangannya terhenti saat sebuah kertas tertinggal di kursi yang di duduki oleh Fani tadi.
Pria itu meraih kertas yang berisi sebuah rancangan gaun.Fero tersenyum karena ada alasan untuknya kembali bertemu dengan gadisnya."Ternyata Tuhan sudah merencanakan ini semua untuk kita bertemu kembali gadis kecilku",gumam Fero.
Sementara itu Fani yang sedang sibuk dengan pelanggannya dikejutkan dengan kedatangan sang mantan kekasihnya ke toko.Manusia yang paling ia hindari saat ini karena sudah membuatnya terluka karena telah mengkhianatinya.Entah apa lagi yang di inginkan mantan kekasihnya itu padahal Fani sudah memintanya untuk tidak lagi menemuinya.Dia masih kesal karena kajadian malam pesta pernikahan Lyra.
Fani sengaja mengacuhkan Alvian yang sudah duduk di kursi tunggu.Fani masih sibuk dengan pelanggan yang sedang melakukan feeting sebuah gaun.
Setelah selesai Fani menemui Alvian meski hatinya sudah tak nyaman."Ada apa lagi",ucap Fani datar.
"Fan...aku mau minta maaf untuk kejadian malam lalu,sungguh aku hilang kendali saat itu",ucap Alvian.
"Oh ya...baiklah aku maafkan",jawab Fani menyunggingkan senyumannya.
"Sungguh...kalau begitu...
"Kamu bisa pulang...aku sibuk",sela Fani menunjuk pintu masuk toko itu.Wanita itu tak habis pikir dengan mantan nya ini yang masih mengharapkannya.Padahal tak ada lagi rasa yang tertinggal kerena pengkhianatan yang dilakukan oleh Alvian.Membuatnya menutup hatinya karena baginya pria sama saja tak ada yang bisa di percaya.
"Fan...aku sudah rela relain datang kesini demi-
"Aku tak pernah meminta kamu datang Al,kamu sendiri yang datang bukan?",sela Fani.
"Fan..."
"Kuharap kamu hormati keputusan aku,kita sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dibahas, jadi pergilah aku benar benar sibuk sekarang",ujar Fani.
"Baiklah...",jawab Alvian lesi lalu melangkah keluar toko dengan langkah gontai.
Fani menghembuskan nafas panjang,Sudah cukup kemarin kemarin ia menangisi kelakuan Alvian tidak lagi untuk sekarang.Hatinya sudah membeku dan tak ada lagi cinta untuk Alvian.
Fani kembali melanjutkan pekerjaannya karena pesanan pelanggan masih banyak yang belum ia selesaikan.
...****************...
Maaf ya sedikit pendek...besok aku usahakan 1000kata lagi...
Jangan lupa like dan komentarnya ya reader ku😁😁😁
yang lain dari yg lain gitu
semangat mba💪
Aku biasa nya sebelum baca novel tuh baca komentar para riders yg udah baca,Kalo ada komentar sang peran utama nya TEH CELUP aku langsung skip dan cari novel lain aja...Yang ini aku mampir ya thor..