Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.
Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Ke Kampus Bersama
"Hei James!" Denis dan Alden tiba.
"Kalian berdua!" James melihat ke arah mereka berdua seolah berkata bahwa seharusnya mereka berdua tidak ada disana.
"Apanya yang kalian berdua. Memangnya ada apa?" Tanya Alden.
Jenny tampak turun ke lantai bawah dan melihat mereka bertiga.
"Ohh!!!" (Denis mendekat kearah James dan berbisik di telinganya) "Apakah kami mengganggu kalian berdua?" Kemudian Denis tersenyum kearah Jenny.
"Hei, kau adalah adalah Jenny bukan?" Ucap Alden pergi untuk berjabat tangan dengan Jenny, tapi James menghentikannya.
"Aku rasa kalian berdua mengerti apa yang aku maksud kan." Ucap James dengan memberikan senyuman mematikan ke arah kedua sahabatnya itu.
"Oh, iya, iya. Ada sesuatu yang ingin kami diskusikan. Kami akan pergi lebih dulu." Ucap Denis menarik Alden dan kemudian pergi.
"Ayo pergi." Ucap James seraya menarik tangan Jenny.
"Aku bisa pergi sendiri." Ucap Jenny menolak.
"Jenny, lakukan apa yang aku katakan atau kau ingin aku mencium mu di depan kedua temanku itu." Bisik James di telinga Jenny.
"Kau menang!" Ucap Jenny mengikuti James masuk kedalam mobilnya yang mewah itu.
Di kampus....
"Bukankah itu mobil James? Tapi ada seorang gadis dalam mobil itu."
Beberapa gadis mulai melihat kearah Jenny.
"Bagaimana mungkin seorang gadis jelek seperti dia bisa menggoda James."
Semua gadis itu melihat kearah Jenny dengan tatapan yang mengejek.
Jenny berjalan dengan cepat keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam kelasnya.
"Jenny?" James menjadi bingung.
Di dalam kelas....
"Hei, bukankah kau gadis yang ada di dalam mobil James? Katakan kepadaku, bagaimana dia bisa membiarkan mu berada di dalam mobilnya? Apakah kau menghabiskan malam bersamanya di atas ranjang nya?" Ucap seorang gadis dengan suara yang keras kepada Jenny.
"Apa? Dia tidur dengan James? Oh ya Tuhan! Bukankah dia itu mahasiswa baru?"
Seisi kelas mulai bergosip tentang Jenny.
Jenny hanya terdiam, tentu saja karena dia memang menghabiskan waktu satu malam bersama James. Tapi dia tidak melakukan hal itu dengan sengaja.
"Jenny, ayo kita pergi. Jangan dengarkan mereka." Ucap Jasmine menarik tangan Jenny dan pergi.
"Jasmine, aku tidak melakukan apapun." Ucap Jenny yang tampak gugup.
"Jenny, kau harus istirahat di ruang perawatan. Tidak akan ada orang yang menyakiti dirimu karena aku ada disini bersamamu. Jangan khawatir, sekarang kau harus beristirahat." Ucap Jasmine dengan membawa Jenny ke ruang perawatan dan pergi setelah Jenny sudah tertidur.
"Hei kak James." Ucap Jasmine yang masuk ke dalam ruang bawah tanah milik grup The Kings.
"Jasmine! Ada apa?" Ucap James yang begitu terkejut karena melihat Jasmine.
Jasmine mengatakan kepada mereka semua apa yang terjadi di dalam kelas dan tentang semua gosip yang beredar.
"Serahkan semuanya kepadaku. Lalu dimana Jenny sekarang?" Tanya James yang tampak marah.
"Dia sedang beristirahat di ruang perawatan." Ucap Jasmine kepada James.
"Baiklah, kalau begitu jangan biarkan dia masuk ke dalam kelas sampai aku meminta mu untuk membawanya." Ucap James lalu pergi.
"Jasmine percaya kepada kami. James akan mengatasi masalah ini." Ucap Denis menepuk pundak Jasmine dan pergi.
Di dalam ruangan kelas...
"James datang!" Ucap seorang gadis berkata kepada Lina.
Lina adalah gadis yang berteriak kepada Jenny di dalam kelas tadi.
"Hai James. Bisakah kita berbicara." Ucap Lina yang bertingkah seolah menjadi gadis yang polos.
"Kau ingin berbicara denganku? Ayo kita berbicara secara pribadi." Ucap James lalu meninggalkan kelas bersama Lina dan pergi ke ruang bawah tanah.
"Apa yang ingin kau katakan kepadaku?" Ucap James dengan suara yang terdengar marah.
"Oh, sebenarnya aku ingin mengetahui apa hubungan antara dirimu dengan mahasiswa baru yang jelek itu? Dia tidak cantik dan tidak cocok juga denganmu." Ucap Lina seolah dia mengetahui semuanya tentang Jenny.
"Jadi, kau ingin mengatakan kepadaku apa yang harus aku lakukan dan tidak boleh lakukan?" Ucap James yang mulai marah.
"Tidak, tidak... Aku tidak bermaksud seperti itu." Lina menaruh tangannya di dada James.
"Singkirkan tangan kotor mu itu dari ku." Ucap James mendorong Lina dan Lina terjatuh di lantai.
Kemudian James berjalan perlahan mendekat kearah Lina dan menarik rambutnya.
"Aaauuu....!!!" Lina berteriak karena kesakitan.
"Dengarkan aku gadis kotor. Aku tidak peduli siapapun dirimu. Tapi jika kau ingin mencoba untuk menyakiti gadisku, maka hal berikutnya tidak akan baik-baik saja bagimu." Ucap James seraya kembali mendorong Lina.
"Keluarlah dari sini kau wanita kotor. Aku tidak mau kau mengotori tempat ini karena dirimu." Teriak James kepada Lina, kemudian Lina berjalan dengan cepat.
Tapi sebelum dia pergi, James berbicara kepadanya lagi.
"Tunggu dulu, kau harus meminta maaf padanya. Jika kau tidak melakukannya, maka akan ada pertunjukan yang sangat bagus di hadapan semua orang nantinya." Ucap James memperingati Lina sebelum dia pergi meninggalkan ruangan itu.
"Wow James, kau melakukan hal yang baik." Ucap Alden dan Denis yang muncul dari dalam ruangan itu.
"Apakah kalian berdua menikmati pertunjukan tadi?" Ucap James menyeringai.
"Tentu saja iya." Balas Alden seraya menunjukkan jempolnya.
"Ayo kita pergi ke ruang perawatan. Jenny masih ada disana." Ucap James bergegas pergi ke ruang perawatan.
Di dalam ruang perawatan....
"Jasmine...." Ucap James memanggil Jasmine dengan suara yang pelan.
"Apakah semuanya sudah selesai?" Tanya Jasmine kepada James.
"Iya, kalian berdua bisa kembali ke dalam kelas sekarang." Balas James kepada Jasmine dengan senyuman di wajahnya.
"Oke, baiklah. Kau bisa pergi lebih dulu dan kami akan kembali ke kelas." Ucap Jasmine lalu berbalik.
"Tunggu dulu, aku butuh bantuan mu akan sesuatu hal." Ucap James menghentikan Jasmine.
"Bantuan seperti apa?" Tanya Jasmine. "Aku akan membantumu semampu yang aku bisa." Lanjut Jasmine menggoda James.
"Dalam waktu 2 hari kemarin, dia ni berada di rumahku. Jadi kau harus mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa dia ada bersamamu, oke." Ucap James menunggu jawaban dari Jasmine.
"Baiklah, jika dia akan tinggal bersamamu hari ini lagi, maka aku akan membantumu Kak James." Balas Jasmine dan kemudian dia kembali ke tempat Jenny.
Di dalam kelas...
Saat James masuk ke dalam kelas, Lina tampak takut saat James memberikan tatapan marah kepada nya. Dia menganggukkan kepalanya seolah berkata 'oke' kepada James.
Kemudian Jenny dan Jasmine masuk ke dalam kelas.
"Jasmine, kenapa kau duduk di tempat duduk ku?" Tanya Jenny kepada Jasmine yang tengah duduk di kursi miliknya.
"Kau meninggalkan aku sendirian duduk di barisan terakhir dan kau malah duduk di depan." Ucap Jasmine membuat wajah seperti anak kecil.
"Tapi kau tahu bahwa aku tidak mau duduk di bangku terakhir karena disana ada James." Ucap Jenny memegang tangan Jasmine memohon kepadanya.
"Tidak, aku tidak peduli. Kau harus duduk disana bersamaku di barisan terakhir." Ucap Jasmine bersikeras.
Jenny menghela napas panjang.
Bersambung....