Bagaimana jika sihir itu benar-benar ada?
Apa yang akan kalian lakukan jika terdampar di sebuah tempat, yang memiliki segala jenis keanehan, bahaya, dan juga monster-monster yang memenuhi seluruh tempat tersebut.
Pasti kalian akan menggigil ketakutan, Kan? Namun hal itu tidak berlaku untuk pria yang yang satu ini.
Dia terlahir kembali dan menjadi salah satu penduduk dunia aneh tersebut, dengan segenap ingatan dari kehidupan sebelumnya.
Sebuah kehidupan kelam yang selalu dia miliki, kini akan berubah menjadi sebuah petualangan yang sangat berarti setelah dirinya terlahir kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AWAL PERJALANAN
"Semuanya! Dengar baik-baik! Sudah sepuluh tahun! Dan akhirnya kita mendapat kabar dari dunia luar kembali! Lindungi diri kalian sendiri! Jika ada yang merusuh, kalian tahu, kan? Apa yang perlu kalian lakukan?!" Teriak Garhan setelah melompat ke atas batu yang cukup besar. Dia membuka suara untuk semua anggota suku, yang hendak menghantar kepergiannya.
"Horaaaa!" Teriak gemuruh puluhan anggota suku. Semangat mereka terbakar, karena teriakan Garhan terdengar begitu menggetarkan dada.
Mendengar teriakan tersebut, Garhan terkekeh kemudian melompat dari atas batu menuju tempat yang dia tuju.
Dia mendarat tepat di sebelah nenek dukun, kemudian berkata, "Nenek tua, kamu satu-satunya yang tahu hal ini selain keluargaku. Jangan pernah buka mulutmu."
"Akan aku bawa rahasia itu sampai jiwaku meninggalkan tubuh renta ini," jawab Nenek dengan senyum mengambang. Dia memamerkan barusan gigi yang sudah tidak lengkap pada mulutnya, sembari memasang tatapan yang sangat sukar untuk dijelaskan.
Tatapan nenek dukun seakan sangat tajam, dia memancarkan keyakinan yang begitu menusuk, namun di waktu yang sama tatapan matanya mengatakan bahwa dia sangat bahagia menjadi salah satu manusia yang tahu tentang keberadaan segel yang melekat pada tubuh Kazan.
"Hah... Kalau begitu, aku titip semua begundal itu, Nenek," Garhan terkekeh sembari menunjuk semua anggota sukunya menggunakan jari telunjuknya.
Nenek dukun kemudian mengangguk, dan membiarkan Garhan kembali melompat ke atas batu besar.
Setelah tiba diatas batu besar, Garhan membuat suara siulan yang begitu lantang.
Suara siul yang dibuat Garhan menggema menyeruak masuk ke dalam hutan, kemudian tidak lama setelahnya terdengar langkah berat yang terus mendekat ke arahnya.
Selain Kazan dan Yuzu, semua orang tahu apa yang tengah Garhan lakukan. Dua anaknya benar-benar sangat terkejut, ketika muncul seekor singa bersayap dari balik rerimbunan pohon di sampingnya.
Kazan tanpa sadar langsung mengeluarkan pedang, sedangkan Yuzu seketika membuat pedang yang terbuat dari air di wadah yang dirinya bawa.
"Jangan pasang tatapan seperti itu, anak-anakku. Dia yang akan mengantar perjalanan kita," ucap Garhan sembari melangkah menuju tempat dimana singa besar tengah duduk menunggu perintah.
"Perjalanan kita jauh. Setidaknya jika naik Aguro, kita bisa sampai di sana dalam satu minggu perjalanan," sambung Nuzu menjelaskan.
"Aguro?" Kazan bertanya sembari memiringkan kepala, dibarengi anggukan kepala Yuzu yang juga ingin menanyakan hal yang sama.
"Itu nama yang ayahmu berikan kepada singa itu, ha ha ha," Nuzu terbahak, mengingat seberapa payah Garhan ketika memberikan nama kepada semua binatang peliharaannya.
Kazan dan Yuzu juga ikut terbahak kala itu, mereka mendekat ke arah Garhan, kemudian membiarkan Garhan menopang tubuh mereka agar bisa naik ke atas tubuh Aguro.
Setelah Yuzu dan Kazan naik secara sempurna, Garhan menggendong tubuh istrinya, kemudian melompat ke atas punggung yang sama.
Singa itu benar-benar besar, dia bahkan bisa mengangkut empat manusia pada punggungnya, dengan tidak menunjukkan raut terbebani sama sekali pada wajahnya.
Setelah semua orang sudah naik, singa itu membuka sayap miliknya, kemudian mengepak, dan melambung setelahnya.
Hanya dalam beberapa kepakkan sayap saja dia berhasil mengangkat tubuh miliknya, beserta empat tubuh manusia di atas pundaknya. Dia terus melambung, kemudian mengambang di atas udara secara sempurna.
Semua anggota suku melambaikan tangan mereka dari bawah, begitu juga Kazan dan semua keluarganya yang membalas dengan gerakan yang sama dari atasnya.
Setelah cukup melakukan isyarat perpisahan, Garhan menepuk paha harimau tersebut, dan membiarkan mereka melesat begitu cepat di atas udara.
Tanpa Kazan kira, jika dilihat dari atas udara, hutan yang selama ini dirinya singgahi ternyata begitu luas.
Seluruh pemandangan yang terpampang di bawahnya hanyalah warna hijau dari dedaunan. Pemandangan itu masih terlihat sangat jauh ke depannya, sehingga apa yang ada di bawah kakinya bagaikan sebuah lautan berwarna hijau yang sama sekali tidak memiliki ujung.
"Jadi ini alasan mereka tidak bisa menemukan kita, Ayah?" tanya Kazan mengumbar rasa lega setelah menemukan jawaban dari rasa penasarannya.
"Ini hutan terbesar yang ada di dunia. Jika kamu berjalan, mungkin akan butuh waktu satu tahun untuk keluar dari dalam hutan," jawab Garhan sembari memasang senyum.
"Lalu? Siapa yang mengirim surat? Bagaimana dia bisa tahu dimana kita berada?" Kazan menanyakan lagi apa yang masih memenuhi pikirannya selama ini.
"Dia sesepuh kita juga, satu-satunya suku yang tahu dimana kita berada, cuma penerus keluarga dari nenek moyang kita," jawab Garhan singkat.
"Lalu? sebenarnya apa yang akan kita lakukan?" Yuzu membuka suara.
"Setiap sepuluh tahun sekali, kerajaan akan mengambil satu penerus dari masing-masing clan. Kalian harus berpartisipasi dalam ajang tersebut, dengan membawa nama clan air," jawab Nuzu menimpali.
"Jadi Itu... alasan kalian memberikan ujian kepadaku dan Yuzu?" Kazan menganggukkan kepala.
"Benar... Kalian harus membuktikan kekuatan kalian. Ini kesempatan besar, jika kalian bisa masuk ke dalam kerajaan, mungkin nanti kalian bisa mengubah nasib seluruh suku kita," Garhan menjawab dengan tatapan penuh harapan.
"Kalian berdua, mendaki lah sampai ke puncak. Semua orang kuat bisa menjadi pemimpin di dunia ini, dan aku percaya kalian cukup kuat untuk bersaing. Terutama kamu.. Kazanku yang paling tampan," titah Nuzu kemudian mengacak rambut Kazan.
Disela perbincangan, tiba-tiba satu anak panah yang terbuat dari 'mana' melesat tepat ke arah mereka.
Serangan itu datang dari tempat yang sangat jauh di bawah, namun anak panah tersebut berhasil menancap pada salah satu sayap singa yang tengah keluarga Kazan naiki.
"Apa ini, Ayah?!" Teriak Yuzu panik, karena singa yang tengah mereka tunggangi tiba-tiba oleng dan menukik turun dari lajunya.
"Kazan! Bersiap!" ucap Garhan kemudian berdiri. Dia menatap Kazan kemudian mengulurkan satu lengannya.
Tanpa berfikir panjang Kazan langsung meraih lengan Garhan, dia ikut berdiri kemudian membiarkan Garhan memegang satu lengannya dengan sangat erat.
"Nuzu... Jaga Yuzu dengan hidupmu, sepertinya kegelisahan kita benar-benar terjadi," ucap Garhan sembari memegangi lengan Kazan.
Nuzu hanya mengangguk kemudian mengeluarkan air yang tersimpan di dalam wadah miliknya, dan mengarahkan air tersebut kepada luka yang diderita oleh singa.
Perlahan air yang Nuzu ciptakan membentuk puluhan bulu, dia menempatkan bulu-bulu tersebut ke tempat dimana sayap singa itu tengah mengalami luka.
Melihat Nuzu dan Yuzu sudah baik-baik saja, Garhan bergegas menarik lengan Kazan. Dia melompat dari ketinggian yang sangat gila, menuju tempat dimana serangan berasal.
Ketika Kazan dan Garhan tengah terjun dengan begitu bebasnya, satu anak panah kembali melesat dari bawah.
Anak panah dengan ukuran lebih besar, dan dua kali lebih cepat dari serangan sebelumnya.
Saat itu Kazan dan Garhan mendapat dua pilihan yang cukup sulit untuk dipertimbangkan.
Jika Kazan dan Garhan menghindar, Yuzu dan Nuzu akan menerima serangan tersebut tanpa perlawanan.
Namun jika mereka tetap diam, mungkin salah satu dari Kazan maupun Garhan akan mendapatkan luka yang cukup membuat mereka kesusahan.
Bersambung....
aku mampir mas Thor..
aku tunggu ya kak di persimpangan sini,, kalo sudah sampai beri tanda ,,, wkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkw
cerita mu menarik, selalu buat penasaran. semoga secepat nya dikontrak novelnya ya thor 👍👍
kazan up lgii
mksh udah up
semangat