NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Klek.

Pintu itu didorong terbuka oleh dua orang penjaga, menampilkan aula utama Menara Wijaya yang sangat luas.

Ratusan orang sudah duduk memenuhi kursi-kursi yang tersusun rapi layaknya sebuah teater.

Di barisan depan duduk para dewan direksi, pemegang saham minoritas, dan para manajer tingkat atas.

Di barisan belakang, puluhan kamera televisi sudah berdiri tegak merekam setiap sudut ruangan.

Di atas panggung utama, terdapat sebuah meja panjang dan layar proyektor berukuran raksasa.

Herman Wijaya, pria paruh baya dengan perut sedikit buncit, sudah berdiri di belakang podium utama.

Wajah pria itu memancarkan senyum kemenangan yang sangat arogan dan menjengkelkan.

"Ah, akhirnya keponakanku yang malang sudah datang."

Herman berbicara melalui mikrofon yang suaranya menggema ke seluruh penjuru aula.

Semua mata dan lensa kamera langsung berputar menyorot ke arah Clara dan Rizal yang baru saja masuk.

"Silakan duduk di kursi terdakwamu, Nona Clara."

Herman menunjuk sebuah kursi kosong yang terpisah dari jajaran kursi dewan direksi lainnya.

Clara mengabaikan sindiran murahan pamannya itu dan berjalan tegak menuju kursi yang ditunjuk.

Rizal dengan santai menarik kursi di sebelah Clara dan duduk mendampingi wanita tersebut.

"Maaf anak muda, kursi itu hanya untuk pemegang saham, pengawal harap tunggu di luar."

Herman menatap Rizal dengan tatapan merendahkan dari atas panggung.

"Saya adalah pemegang lima belas persen saham Wijaya Group secara sah."

Rizal menjawab dengan suara normal namun entah mengapa terdengar sangat jelas di telinga semua orang.

"Jadi saya sarankan Anda untuk fokus saja pada pidato kebohongan Anda, Tuan Herman."

Suasana di dalam aula seketika menjadi riuh rendah mendengar pernyataan berani dari pemuda tidak dikenal itu.

Para pemegang saham saling berbisik bingung karena tidak pernah melihat wajah Rizal sebelumnya.

Herman mengerutkan keningnya karena merasa rencananya sedikit terganggu oleh kehadiran sosok baru ini.

"Lima belas persen? Oh, pasti saham yang baru saja dipindahtangankan oleh Clara secara diam-diam."

Herman mendengus sinis dan kembali menghadap ke arah hadirin serta kamera media.

"Tidak masalah, itu tidak akan mengubah fakta kejahatan yang akan saya bongkar hari ini."

Herman berdehem pelan untuk membersihkan tenggorokannya dan mulai memasang wajah penuh keprihatinan palsu.

"Saudara-saudara sekalian, para dewan direksi, dan rekan-rekan media yang saya hormati."

"Hari ini, hati saya hancur melihat warisan ayah saya sedang digerogoti dari dalam oleh darah daging saya sendiri."

Jepret. Jepret. Jepret.

Lampu kamera kembali menyambar terang merekam setiap kata yang keluar dari mulut Herman.

"Selama setahun terakhir, keponakan saya Clara telah memimpin perusahaan ini dengan sangat buruk."

Herman mulai melancarkan bualannya dengan sangat lancar dan percaya diri.

"Namun yang paling parah bukanlah ketidakmampuannya, melainkan keserakahannya yang tidak terbatas."

Herman menekan tombol di remot kecil yang ada di tangannya.

Bip.

Layar proyektor raksasa di belakangnya langsung menyala dan menampilkan sebuah dokumen mutasi bank.

"Silakan lihat baik-baik dokumen yang sudah diverifikasi ini, saudara-saudara."

Herman menunjuk layar raksasa itu dengan gaya teatrikal.

"Ini adalah bukti mutasi yang menunjukkan bahwa Clara telah menggelapkan dana perusahaan sebesar satu triliun rupiah!"

Gumam kaget dan napas tertahan langsung terdengar dari seluruh penjuru aula.

Para wartawan mulai mengetik dengan kecepatan gila di laptop mereka masing-masing.

"Uang satu triliun itu ditransfer ke sebuah rekening fiktif atas nama perusahaan cangkang di luar negeri!"

Herman menaikkan volume suaranya untuk mendramatisir suasana.

"Dan saya memiliki saksi hidup yang melihat langsung proses penggelapan kotor tersebut!"

Herman menunjuk ke arah barisan kursi dewan direksi.

"Tuan Lukman, Kepala Departemen Keuangan kita, silakan maju ke depan."

Seorang pria berkacamata dengan wajah yang dibuat setegang mungkin berdiri dan berjalan naik ke atas panggung.

Lukman berdiri di sebelah Herman dan mengambil alih mikrofon.

"Nama saya Lukman, dan saya bersedia bersumpah di atas kitab suci bahwa semua ini benar."

Lukman berbicara dengan suara bergetar yang dibuat-buat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan.

"Nona Clara memaksa saya untuk memalsukan laporan keuangan bulan lalu untuk menutupi lubang satu triliun tersebut."

"Dia mengancam akan menghancurkan karir dan keluarga saya jika saya berani membocorkan rahasia ini."

Aula itu kini benar-benar meledak dalam kekacauan dan bisik-bisik kemarahan.

Beberapa pemegang saham minoritas mulai meneriakkan kata-kata kotor ke arah Clara.

"Turunkan CEO korup!"

"Seret dia ke penjara hari ini juga!"

Clara mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih.

Meskipun dia sudah menduga fitnah ini akan datang, namun mendengarnya secara langsung tetap membuat hatinya mendidih.

"Itu semua fitnah murahan!"

Clara akhirnya berdiri dari kursinya dan berteriak lantang membela diri.

"Aku tidak pernah memindahkan satu rupiah pun dari kas perusahaan tanpa persetujuan dewan direksi!"

"Dan dokumen yang kalian tampilkan itu pasti palsu!"

Herman tertawa keras menanggapi bantahan putus asa dari keponakannya tersebut.

"Palsu katamu? Dokumen ini dikeluarkan langsung oleh bank pusat dan sudah dilegalisir!"

Herman menatap Clara dengan pandangan penuh kemenangan yang sangat memuakkan.

"Kamu tidak bisa lari dari jerat hukum lagi Clara, buktinya sudah sangat mutlak."

Rizal yang sedari tadi hanya diam mendengarkan kini ikut berdiri dengan tenang.

Dia merapikan jasnya perlahan lalu menatap lurus ke arah Herman di atas panggung.

"Tuan Herman, apakah Anda sudah selesai mendongengnya?"

Suara santai Rizal langsung memecah ketegangan dan mengundang rasa penasaran semua orang.

Herman menatap Rizal dengan tatapan penuh kebencian.

"Jaga mulutmu anak muda, kau sedang berbicara dengan pemegang saham terbesar kedua di perusahaan ini."

"Saya tidak peduli seberapa besar saham Anda, saya hanya peduli pada omong kosong yang baru saja Anda ucapkan."

Rizal melangkah maju mendekati panggung utama tanpa rasa takut sedikit pun.

"Anda bilang uang satu triliun itu benar-benar ada di rekening fiktif tersebut?"

Herman langsung membusungkan dadanya dan menjawab dengan nada sangat arogan.

"Tentu saja! Uang itu nyata dan masih mengendap di rekening bodong milik Clara itu!"

"Dan Anda yakin seratus persen bahwa dokumen yang ada di layar itu adalah asli tanpa ada rekayasa?"

Rizal kembali memancing Herman untuk mengucapkan lebih banyak kebohongan di depan publik.

"Dokumen ini seratus persen asli dan tidak bisa dibantah oleh siapa pun di dunia ini!"

Herman berteriak lantang melalui mikrofon hingga urat lehernya menonjol keluar.

"Aku berani bertaruh nyawa untuk membuktikan bahwa Clara adalah seorang pencuri!"

"Kalau terbukti dokumen ini palsu, aku rela menyerahkan seluruh sahamku di Wijaya Group secara gratis padamu!"

"Tapi karena ini adalah kebenaran, maka kalian berdua harus membusuk di penjara hari ini juga!"

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!