Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.
Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.
Sistem Gacha.
Jaminan 100%.
Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Sunyi basement itu terusik.
Benda logam di wajah makhluk itu mendadak berputar. Kepala raksasanya mendongak patah-patah, membidik lurus ke arah kontainer tempat Kenzo tiarap.
Merah sorot lampu dari pelat matanya mengunci posisi Kenzo. Alat itu tidak mengendus panas tubuh, melainkan mendeteksi sisa energi dari Kacamata Lensa Eter tingkat Perak miliknya.
BAM!
Lantai beton di bawah sana langsung retak parah. Tubuh raksasa itu melesat ke atas, bergerak terlalu cepat untuk ukuran seberat itu.
Berguling Kenzo ke samping. Hanya selisih 1 detik sebelum tinju beton makhluk itu menghancurkan atap besi kontainer.
Besi penyok dan koyak seketika. Serpihan tajam berhamburan ke segala arah.
Mengandalkan ketangkasan tingkat Perak, ia melompat mundur di udara. Dicabutnya Pistol Taktis Phantom tingkat Perak dari pinggangnya.
BUMP! BUMP! BUMP!
Tiga tembakan udara padat meluncur tanpa suara. Tembakan itu menghantam tepat di dada dan bahu monster tersebut.
Biasanya, tekanan angin sedahsyat ini bisa meremukkan dada musuh hingga terpental 10 meter. Namun, targetnya kali ini hanya bergeming, mundur pun tidak.
Kulit tebalnya yang keras bagai rompi pelindung mematikan dampak ledakan kinetik itu dengan mudah.
Mendarat Kenzo di lantai basement kargo dengan mulus. Napasnya sedikit tertahan karena senjata itu menyedot tenaganya sebagai bahan bakar peluru.
"Kulitnya tebal sekali," bisik Kenzo dingin.
Hawa dingin mendadak merembes keluar dari bayangannya. Azzy muncul dengan wujud pemuda berantakan berpakaian serba hitam, wajahnya terlihat sangat sebal.
"Kenzo, barang rongsokan itu merusak tempat sembunyi kita!" omel Azzy, bibirnya cemberut. "Baunya aneh dan kotor. Azzy mau buang dia sekarang!"
Kenzo memberi isyarat dengan matanya. Menghadapi mesin pembunuh korporat secara fisik hanya akan membuang tenaganya.
'Lakukan, Azzy. Sapu bersih dia,' gumam Kenzo lewat batinnya.
"Oke!"
Tangan pucat Azzy terangkat, menunjuk ke arah monster raksasa yang baru saja mendarat dari atas kontainer.
"Hilang," ucapnya santai.
Udara di sekitar tubuh raksasa itu langsung melintir hebat. Lubang hitam tak kasat mata tercipta tepat di bagian tengah dada makhluk itu.
Secara teori, apa pun yang disentuh oleh kuasa hampa milik Azzy akan langsung lenyap menjadi debu. Namun, kali ini hitungannya meleset.
Silinder mesin di kedua tangan monster itu berputar liar. Energi ungu pekat menyembur kuat, menciptakan penahan ruang yang mengikat tubuhnya erat-erat pada dimensi ini.
Ketika kuasa hampa Azzy mencoba mengikis dada itu, energi ungu tersebut terus-menerus menambal bagian yang rusak dalam sekejap mata.
Saling tarik kekuatan terjadi di tengah ruangan. Udara berdesing nyaring, membuat telinga berdengung saking kencangnya tekanan spasial di sana.
Mata ungu Azzy melotot heran. Senyumnya langsung hilang, berganti dengan kerutan dahi karena kesal.
"Eh? Kok tidak hilang? Mainan ini keras kepala sekali, Kenzo!" seru Azzy.
Mengeras rahang Kenzo melihat kebuntuan itu. Rupanya Nexus Corp tahu tentang keberadaan Pelayan tingkat tinggi dan merancang teknologi khusus untuk meredamnya.
Monster ini bukan diciptakan untuk bertarung biasa. Ia adalah jangkar hidup yang dirancang khusus untuk mengunci kekuatan yang melanggar hukum alam.
Suara mesin yang berisik tiba-tiba berbunyi dari wajah pelat besi monster tersebut.
"Anomali terdeteksi. Protokol Karantina Dimensi berjalan."
Pilar cahaya ungu melesat dari tangan monster itu, menghantam langit-langit dan lantai sekaligus.
Dalam sekejap, dinding energi berbentuk segi enam menyelimuti monster itu dan Azzy di dalamnya.
"Azzy!" teriak Kenzo, mencoba berlari mendekat.
Terlambat. Begitu telapak tangan Kenzo menyentuh dinding ungu itu, Zirah Rajut Kinetik miliknya langsung mengeras karena benturan energi yang luar biasa kuat.
Tersungkur ia beberapa meter ke belakang. Kubah itu mengurung Azzy dan si monster dalam ruang dimensi terpisah.
Di dalam kubah itu, Azzy yang mengamuk terus menghujani monster dengan hantaman hitam. Namun, regenerasi ungu monster itu selalu berhasil menahannya.
Azzy tidak terluka. Kekuatannya tetap jauh lebih besar, namun ia terjebak dalam permainan tarik-ulur yang menahan waktunya.
[Pemberitahuan Sistem]
[Pelayan Azzy meminta izin menggunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan area ini]
Kenzo melirik ke langit-langit basement yang menopang seluruh gedung belasan lantai di atasnya.
'Jangan, Azzy,' larang Kenzo lewat batinnya. 'Gedung ini bisa roboh dan kita akan terjebak.'
[Perintah diterima. Permintaan dibatalkan]
TET! TET! TET!
Lengkingan alarm darurat tiba-tiba memecah malam di basement tersebut. Jaring benang energi biru yang tadinya rapat kini pecah berkeping-keping akibat tabrakan dimensi tadi.
Pintu besi di ujung basement terbuka lebar secara paksa dari arah luar.
Puluhan pasukan khusus dengan seragam hitam taktis dan senjata laras panjang langsung merangsek masuk, menyebar dengan cepat.
Melalui kacamata khususnya, Kenzo melihat beberapa di antara mereka memiliki aliran energi supernatural tingkat menengah di tubuh mereka.
"Jadi begini cara main kalian," gumam Kenzo, tatapannya sedingin es. "Kalian mengunci kartu as milikku, lalu berniat mengeroyokku dengan jumlah."
Sistem tidak memunculkan tanda bahaya lagi. Kali ini, ia harus mengandalkan kemampuannya sendiri untuk bertahan hidup.
Kenzo berdiri tegak di tengah kepungan laras senjata, membiarkan tubuhnya bersiap menghadapi badai.