Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya perasaan ku saja.
Jantung Syakira rasanya berdetak lebih cepat melihat sikap Alif yang seketika berubah.
"Suami kamu pasti kelelahan maka nya dia begitu, soalnya dia belum biasa ada perempuan dekat dengan dirinya, hanya kamu satu-satunya wanita yang sudah berhasil merebut hatinya," jelas om Lucky yang melihat raut wajah terkejut Syakira.
"Eh, iya Om! Aku paham kok!" jawab Syakira mempercayai ucapan dari om suaminya itu.
"Ya sudah, kamu susul dia sekarang!" seru Lucky lagi dan Syakira hanya mengangguk.
Sepeninggalan Syakira, Lucky langsung mengangkat sudut bibirnya tersenyum sinis "Itu baru perubahan kecil, kamu akan melihat yang lebih menyakitkan beberapa hari lagi!" gumam nya dengan tangan mengelus dagunya.
Sementara Syakira sudah kembali memposisikan tubuhnya berjalan beriringan dengan sang suami.
"Apa Mas sangat kelelahan?" tanya nya sambil memperhatikan raut wajah Alif.
"Hem..." jawab nya masih dengan ekspresi wajah datar.
"Apa di sini cuma ada Mas dan Om Luc--"
"Memang nya ada siapa lagi, sudah aku katakan orang tua ku sudah tidak ada lagi!" sentai Alif membuat Syakira lagi-lagi termangu mendengar nya.
"Kenapa harus berteriak, maksud ku apa tidak ada pelayan atau orang lain, bukan maksud ku menyinggung mu!" lirih Syakira yang merasa sedih dengan sikap lelaki yang baru saja menjadikan dirinya istri.
Alif menarik nafas panjang lalu membuang nya secara kasar "Aku lelah, Sya, bukan maksud ku membentak mu!" jelas nya dengan nada kembali di buat lembut.
Untuk saat ini Alif harus lebih sabar menahan emosinya, karna bisa saja Syakira langsung menghubungi keluarga nya.
"Aku minta maaf, terlalu banyak bertanya!" pinta Syakira, dan Alif hanya mengangguk.
"Ayo kita ke kamar!" ajak Alif kembali menggenggam tangan istri yang tidak dia cintai itu.
Syakira menatap aneh sekeliling ruangan kamar Alif, cat berwarna hitam yang di padukan dengan abu-abu gelap, ranjang dan selimut juga berwarna hitam, bahkan semua isi dalam kamar itu berwarna hitam.
"Aku baru tau kamu sangat menyukai warna gelap!" ucap Syakira masih dengan mata yang menatap seluruh isi ruangan.
"Cih, bahkan kamu tidak tau berapa lama aku terkurung dalam kegelapan karna perbuatan Papa mu itu!" ingin rasanya Alif menjawab Syakira seperti itu, tapi ini belum saatnya, dia hanya bisa membatin saja.
"Warna hitam membuat ku nyaman!" jawab nya seraya tangan nya melepaskan kancing lengan kemejanya.
Syakira beralih melihat Alif, dia mendekati sang suami dan mengambil alih untuk membuka kancing baju Alif.
"Tapi selama ini aku lihat kamu suka menggunakan pakaian berwarna, bahkan kamu sering gunakan pakaian dengan warna kesukaan ku,"
"Hem ... Ya! Itu karna aku hanya ingin membuat mu senang!" jawab nya asal, akan tetapi langsung membuat Syakira senang dan memeluk tubuh Alif.
"Cukup, Sya! Aku ingin mandi," mendorong sedikit tubuh wanita itu, kemudian dia langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Syakira lagi-lagi melihat sisi lain dari diri Alif, terkadang baik dan juga cepat marah.
"Huf ... Semoga hanya perasaan ku saja!" lirih nya, dia memilih untuk menyusun baju dalam walk in closed, sambil menunggu Alif selesai mandi.
Baru beberapa saat Syakira masuk ke dalam walk in closed, tiba-tiba ponsel nya berdering. Tanpa menunggu lama, Syakira langsung menjawab panggilan yang ternyata dari Mama nya.
"Halo, Ma!"
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Huh ... Aku harus gimana nanganin si Alif sih? Tolong sarannya kak....
...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....