NovelToon NovelToon
Harga Sebuah Daster

Harga Sebuah Daster

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: thatya0316

Demi keluarganya dia rela menanggalkan gelar yang diraihnya hingga dia larut dalam statusnya sebagai ibu rumah tangga dengan segala kesibukan mengurus rumah dan dua anak balitanya.

Sampai pada akhirnya pengkhianatan suami dan hinaan yang tiada henti dari mertuanya menyadarkan dia untuk bangkit dan merubah dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thatya0316, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Cerai

Hari-hari yang dilalui Amanda dan Apandi sudah seperti Neraka dalam sebuah pernikahan. Apandi sudah tidak segan lagi membawa Citra ke rumahnya. Meskipun di sana ada Amanda dan anak-anaknya. Dia sengaja ingin mendekatkan Citra dengan kedua anaknya.

Meskipun hati Amanda terasa hancur berkeping-keping. Namun sebisa mungkin dia bersikap biasa saja di depan suaminya. Terlalu dalam luka yang Apandi torehkan, sehingga hatinya menjadi mengeras. Amanda sudah bertekad, di ambang batas kesabaran dia akan menggugat cerai Apandi meskipun prosesnya akan lama.

Layaknya seorang Nyonya rumah, Citra berkeliling melihat-lihat dari ruangan satu ke ruangan lainnya. Sampai saat dia di depan kamar Amanda, dia berbicara dengan pedenya pada Apandi.

"Mas, kapan kita main lagi di sini? Rasanya sudah lama kita gak main di kamar ini." Citra bergelayut manja di tangan Apandi.

Cih! Dasar cewek murahan! Gak punya harga diri banget, bikin dosa aja bangga.

Amanda hanya bisa menggerutu dalam hatinya. Bukannya dia tidak berani untuk bicara kasar pada Citra. Namun dia tidak ingin jika nanti anak-anaknya meniru apa yang dia ucapkan. apalagi Azka masih kecil, suka meniru apa yang orang dewasa katakan.

Tak berselang lama kemudian Bu Sopiah dan Dimas datang berkunjung dengan alasan untuk menengok cucunya.

"Ternyata di ada Citra juga di sini. Tuh Manda lihat! Citra tuh cantik pandai merawat tubuh. Tidak seperti kamu kucel, tiap hari pakai daster terus kayak gak punya baju lain aja." Cebik Bu Sopiah. "Makanya jangan salahkan Pandi kalau dia berpaling darimu, itu semua karena kamu yang tidak becus menyenangkan suami."

Amanda benar-benar geram dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya, sehingga amarah yang dia pendam akhirnya meluap juga.

"Maaf Ibu! Sekiranya Ibu datang ke sini hanya untuk menghinaku, silakan Ibu bawa calon menantu ibu yang cantik jelita seperti Medusa itu ke rumah kalian. Maaf rumahku tidak bisa menampung orang-orang jahat seperti kalian. Untuk suamiku tercinta, ayo Mas kita segera urus perceraian kita." Meski dengan suara lembut, tapi kata-kata yang Amanda ucapkan sudah jelas menyinggung mertuanya dan kekasih suaminya.

"Jangan kurang ajar kamu Manda! Kamu berani mengusir ibuku?" bentak Apandi.

"Aku tidak mengusirnya, aku hanya menyuruh ibu untuk membawa Medusa itu ke rumahnya. Memang aku salah? Aku pemilik rumah ini, aku berhak untuk menentukan siapa yang boleh datang ke sini. Kalau Mas mau ikut bersama mereka juga silakan, aku tidak akan pernah menahan Mas untuk terus bersamaku." Entah kekuatan dari mana, Amanda berani melawan suaminya.

"Bunda hiks ... hiks ...hiks!" Azka menangis saat melihat Apandi dan Amanda bicara dengan suara keras sehingga Amanda segera menenangkan putranya dan membawanya masuk ke dalam kamar.

Setelah kepergian Amanda, Bu Sopiah pun mulai menghasut putranya untuk meninggalkan Amanda.

"Lihat, Pandi! Dia sudah berani kurang ajar sama Ibu. Kamu akan diam saja ibu diusir oleh istrimu? Lagipula, kenapa kamu masih bertahan dengan perempuan seperti itu. Sekolah saja tinggi tapi tidak punya etika." Bu Sopiah sangat kesal karena Amanda berani membantah ucapannya.

"Sudahlah, Bu! Azka takut melihat keributan. Aku mau mengantar Citra dulu untuk pulang. Apa ibu mau sekalian aku antar?" tanya Apandi.

"Ya sudah! Ibu juga gak betah lama-lama di sini." Bu Sopiah langsung mengikuti putranya keluar rumah meninggalkan Amanda yang sedang terisak di kamarnya.

***

Semenjak kejadian hari di mana Bu Sopiah berkunjung ke rumah Amanda, hampir setiap ada kesempatan Amanda meminta bercerai pada Apandi. Hingga akhirnya Apandi pun menyetujui keinginan istrinya.

"Manda, jika kamu benar-benar ingin bercerai dariku, kamu sendiri yang harus menggugat cerai. Kamu sendiri tahu kalau aku tidak bisa menceraikan kamu meskipun sebenarnya aku sangat ingin bercerai denganmu," ucap Apandi.

"Baiklah, Mas! Besok aku akan menggugat kamu, terima kasih atas semua cinta dan luka yang kamu berikan padaku. Pergilah Mas! Kejar kebahagiaanmu jika itu bukan bersamaku. Aku tidak akan membencimu karena bagaimanapun kamu ayah dari anak-anakku." Setetes bening tak terasa jatuh di pipinya. Meski dia terus meminta berpisah dengan Apandi tapi hatinya tetap menginginkan suaminya itu kembali padanya. Namun rasanya mustahil karena kesalahan Apandi justru didukung oleh mertuanya.

Setelah Amanda mengajukan gugatan perceraian, tak berapa lama kemudian dia dipanggil oleh kepala kejaksaan, sehingga mau tidak mau Amanda pun memenuhi panggilan dari kepala kejaksaan.

"Assalamu'alaikum," ucap Amanda setelah dia dipersilakan masuk ke ruang Kepala Jaksa.

"Wa'alaikumsalam," jawab Burhan, Kepala Jaksa tempat Apandi bekerja.

Amanda pun langsung mencium tangan Burhan karena mereka sudah lama saling mengenal. Apalagi saat Almarhum Bapak masih ada, Burhan yang merupakan murid bapaknya di masa SMA sering berkunjung ke rumah Amanda.

"Manda bagaimana kabarmu?" tanya Burhan

"Alhamdulillah baik, Bang!" jawab Amanda.

"Kenapa bisa sampai begini, Abang kaget saat melihat surat pengajuan kamu?" tanya Burhan.

"Mungkin kita sudah gak jodoh, Bang." Amanda menundukkan kepalanya.

"Manda, memang tidak bisa dibicarakan lagi. Memang kamu tidak sayang melepaskan Apandi. Dia sekarang sudah jadi pegawai negeri. Bukankah dulu kamu dan Bapak yang memperjuangkan dia agar bisa sukses seperti sekarang," tanya Burhan dengan menatap lekat Amanda yang sudah dia anggap seperti adiknya.

"Manda sudah tidak kuat hidup bersama Mas Pandi. Mas Pandi sudah berubah, dia sudah memiliki wanita lain di hidupnya." Jari Amanda terus memilin rok yang dipakainya.

"Kenapa kamu tidak menggantungnya saja biar semua fasilitas masih bisa kamu nikmati?" tanya Burhan.

"Percuma Bang! Selama ini, Mas Pandi lebih berat sama ibu dan selingkuhannya. Manda ingin bebas dari semua rasa sakit ini." Suara Amanda terdengar sedikit bergetar.

"Baiklah, kalau kamu memang sudah bulat untuk melepaskan Pandi. Abang pasti membantumu!" Burhan merasa prihatin dengan nasib putri gurunya itu.

Setelah cukup basa-basi, Amanda pulang ke rumahnya dengan perasaan yang sedikit plong. Dia berharap setelah perceraian dengan suaminya, kehidupannya akan lebih baik lagi.

Hanya butuh waktu kurang lebih dua bulan akhirnya Amanda dan Apandi resmi bercerai setelah melewati dua kali persidangan. Karena Apandi sempat tidak datang dalam persidangan yang pertama sehingga saat persidangan yang ke tiga pengadilan langsung memberikan putusan perceraian.

Amanda terlihat sedang membereskan baju mantan suaminya, karena sampai detik sekarang pun Apandi belum mengambil barang-barangnya di rumah Amanda.

"Manda!" panggil Apandi yang baru datang untuk mengambil barang-barangnya.

"Iya, Mas! Ini semuanya sudah aku rapikan." Amanda tersenyum menyambut kedatangan mantan suaminya. Meski di hatinya masih ada cinta untuk Apandi, tapi rasa sakit hatinya lebih besar dari rasa cintanya.

Apandi menatap nanar pada koper yang sudah berjejer rapi. Hatinya terasa tersayat saat harus pergi meninggalkan wanita yang selalu berjuang untuknya, wanita yang selalu terbangun di sepertiga malam hanya untuk meminta kemudahannya dalam pekerjaan. Wanita yang tidak pernah mengeluh saat dia memberi uang sekedarnya ketika dia masih menjadi seorang honorer.

Entah kenapa, kakiku terasa berat untuk melangkah ke luar dari rumah ini. Setelah putusan cerai itu keluar, aku selalu merasa sangat takut tidak akan mendapatkan lagi perempuan yang bisa sabar sepertimu, Manda.

...~Bersambung~...

...Tolong kasih like setelah dibaca ya kawan!...

...Terima kasih!...

1
Ester Hadasa Ruru
Luar biasa
Diny Julianti (Dy)
kata ny wktu itu pas citra kecelakaan, Raina mau nikah, ko ini malah Raina masih single
Diny Julianti (Dy)
emang enak
Anifa Anifa
kia tuh umur berapa sih tolol banget
Anifa Anifa
nggak nyalahin Amanda sih tapi nyalahin author nya, bodoh banget
IG : @thatya0316: Terima kasih 🫰
total 1 replies
菲菲 Dwi L Arema
Pw nya terkesan oon bin tolol katanya sarjana
Rina Arie
good
Siti Masitah
kan dah cere kok mw di kawini..ktanya sholat...sesat..males baca..
Siti Masitah
preetlah kalian
Siti Masitah
tendang burungnya..di kawini juga mw..dasar botol
Siti Masitah
amanda bacoot
Siti Masitah
bener2 botol..sampe ank sakit..ntar mati baru nyesel
Siti Masitah
ternyata emang amanda botol banget..
Siti Masitah
amanda botol
Cheng Nyo
Luar biasa
Nurul Fatimah
kena karma lhoe nanti
Isranjono Jono
plin plan
Anonymous
lah tolol ni si amanda
Ig_@na4vR27
manda kalo k pasar cikarang mampir ya krumah /Grin/
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻: udh ku follow kk
total 5 replies
adelina rossa
salam kenal kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!