Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Semua tamu undangan tertuju pada vella dan bertepuk tangan. Sedangkan vella diam terpaku melihat kenyataan bahwa bima lah yang menikah.
"Kak? kakak nggak papa kan?" Ucap kanza sambil mengibaskan tangannya di depan mata vella. Seketika dia langsung sadar.
"Ah kanza, aku nggak papa kok. Kaget aja ini dapet bunganya." Jawab vella
Pembawa acara mempersilahkan vella ke depan. Bima sedikit kaget dengan kehadiran vella disana. Sedangkan kiara mengira bahwa bima lah yang mengundang vella.
"Dia kan cewek yang sok akrab sama bima waktu itu, yang kerja di tempat fadly. Ngapain sih bima ngundang dia, awas aja dia genit sama suami gue." Batin kiara
"Dengan mbak siapa ini?" Tanya pembawa acara
"Vella mas." Jawab vella dengan ramah
"Okey, selamat untuk mbak vella. Sepertinya sebentar lagi bakal nyusul ahaha kita doain aja ya semuanya."
Kakek surya yang duduk di meja paling depan terus menatap vella. Dia merasa tidak asing dengan wajah vella.
"Kok aku nggak asing sama wajahnya, Kenapa dia mirip sekali sama...? apa jangan-jangan dia anaknya?" Gumam kakek surya.
Vella naik ke pelaminan bersama lisa, mereka mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Ketika bersalaman vella menutupi rasa sedihnya dia mencoba bersikap biasa saja. Lisa kaget ternyata vella sudah kenal dengan bima. Setelah itu mereka langsung meninggalkan acara. Sedangkan fadly masih tetap disana bersama keluarganya sampai acara selesai.
Di perjalanan pulang lisa bertanya-tanya bagaimana bisa vella kenal dengan bima, seorang pengusaha yang kaya itu.
"Gue nggak nyangka banget, kok bisa sih elo kenal sama mas bima?" Ucap lisa dengan tetap fokus menyetir mobilnya
"Nggak sengaja kenal, mas bima pernah nolongin gue dari begal. Setelah itu kita juga beberapa kali ketemu tanpa sengaja." Ucap vella
"Eh elo kan dapet bunga tadi wah wah bentar lagi ada yang nyusul nih hahaha." Ucap lisa lagi
"Gimana mau nyusul calon aja nggak ada." Ucap vella lagi dengan cemberut.
Tepat di lampu merah tak sengaja vella melihat kearah mobil di sebelahnya. Dia melihat pria yang berciuman di toilet tadi. Itu adalah davin. Melihatnya vella jadi teringat lagi tentang kejadian tadi. Dia juga merasa kasihan pada bima.
"Pria itu, selingkuhan istri mas bima. Aku kasihan sama mas bima, tapi apa yang bisa aku lakuin. Aku nggak bisa mencampuri urusan mereka. Lagian aku tidak punya bukti kalau mau cerita langsung ke mas bima." Gumam vella dalam hati
...----------------...
Acara pernikahan selesai. Keluarga bima dan kiara akan pulang kerumah masing-masing. Sedangkan bima dan kiara akan menginap di hotel.
"Sayang, kamu sudah jadi menantu mamah sekarang.Mamah seneng banget." Ucap bu sarah pada kiara
"Jangan lupa nanti malam bikin cucu yang lucu buat mamah. Iya kan jeng ina,,," Ucap bu sarah lagi
"Ahaha iya jeng. Bima semangat ya nanti malam ahaha." Ucap bu ina
Kiara dan bima hanya tersenyum-senyum saja. Setelah mengantar sampai ke depan kamar. Keluarga mereka pamit pulang. Mereka masuk ke dalam kamar. Kiara duduk di kursi sofa. Dia merasa capek sekali setelah hampir seharian menjalani rangkaian acara.
"Kia, aku mandi duluan ya.."
Kiara hanya mengangguk kearah bima. Menunggu bima selesai mandi kiara sampai ketiduran di kursi sofa. Bima yang melihatnya merasa kasihan dan berniat memindahkannya ke kasur agar tidurnya nyaman. Saat akan mengangkatnya, tiba-tiba kiara terbangun. Spontan dia mendorong bima sampai terjatuh.
"Aa..a maaf bim, aku nggak sengaja. Soalnya aku kaget tiba-tiba kamu di depan aku."
"Oke oke aku nggak papa kok. Kamu mandi gih,"
Kiara langsung menuju kamar mandi. Saat selesai mandi dia baru sadar kalau lupa membawa handuk. Setelah berdiam berfikir panjang, Kiara berteriak memanggil bima.
"Bima.. kamu udah tidur?" Teriak kiara
"Belum, ada apa?" Sahut bima yang langsung mendekat ke kamar mandi.
"Bisa minta tolong ambilkan handuk? tapi kamu jangan masuk kesini. Aku bakal buka sedikit pintunya kamu sodorin handuknya ya," Ucap kiara
Bima pun menyetujuinya. Dia mengambil handuk dan langsung menyodorkan ke dalam kamar mandi. Setelah itu bima kembali duduk dan nonton tv. Tak lama kemudian kiara keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimono. Setelah itu secepatnya dia mengambil pakaian di tasnya dan kembali ke kamar mandi untuk ganti.
Selesai ganti baju ternyata bima sudah pindah duduk di kasur. Kiara menyusul duduk di sebelahnya. Suasana kamar hening, karena mereka saling diam. Hp kiara berbunyi memecahkan keheningan. Satu pesan dari davin yang berisi pengingat untuk kiara. Dia tidak boleh melakukan kewajibannya sebagai istri di malam itu. Tiba-tiba bima mulai membuka obrolan. Kiara pun menaruh hpnya di meja sebelah kasur.
"Nggak terasa ya kita udah jadi suami istri." Ucap bima
"Emm iya ya, perasaan baru kemaren kita kenalan." Kiara menanggapinya
Tiba-tiba bima bergeser mendekat pada kiara. Dia menggenggam erat kedua tangan kiara. Bima mencium tangan kiara.
"Makasih ya udah mau jadi teman hidup aku. Aku akan bahagiain kamu semampuku." Ucap bima pada kiara.
"ihh bima apaan sih, gue nggak boleh sampek baper sama dia." batin kiara
Setelah itu bima semakin mendekat dengan kiara, sepertinya bima akan menciumnya. Sebelum itu terjadi kiara beralasan kalau dia sakit perut.
"Aaa sayang tunggu.. perut aku tiba-tiba mules. Aku ke wc dulu."
Kiara beranjak dari kasur dan lari ke kamar mandi. Dia berpura-pura sakit perut padahal itu hanya trik untuk menghindari malam pertamanya dengan bima.
"Duhh pasti bima mau nglakuin itu, pokoknya aku harus menghindarinya. Aku bakal tunggu disini sampai dia tertidur." Ucap kiara di dalam kamar mandi.
Sudah cukup lama kiara berada di dalam kamar mandi. Bima jadi khawatir pada istrinya itu. Dia takut terjadi sesuatu padanya di dalam. Bima pun mengetuki pintu kamar mandi.
"Sayang kamu nggakpapa? Kok lama.. perut kamu sakit banget? Apa mau dipanggilin dokter." Ucap bima
"Waduh pakek dokter segala." Batin kiara
"Aku enggak papa bim. Kamu tidur duluan saja, ini masih mules perut aku."
"Oke aku tinggal tidur duluan ya, kalau ada apa-apa kamu bangunin aku aja."
Bima pun kembali ke tempat tidurnya. Karena hari sudah semakin larut dia tidur dulu tanpa menunggu kiara.
Kiara mengintip dari dalam kamar mandi. Dia melihat suaminya sudah tidur pulas. Dia merasa sangat lega.
"Oh tuhan.. Syukurlah bima sudah tertidur. Hmm hari ini aku bisa melewati malam pertamaku tanpa disentuh olehnya. Tapi bagaimana besok besok dan besok. Aku harus alasan apa lagi?" Gumam kiara
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu