NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Azzahra dan Kak Arvie memutuskan untuk tidur di Villa Mars. Mereka baru tidur sekitar satu jam namun adzan subuh sudah berkumandang.

Azzahra segera bangun kemudian mandi dan mengajak Kak Arvie untuk sholat subuh berjamaah.

Setelah selesai sholat Azzahra memasak makanan untuk sarapan mereka, memang ada koki di Villa itu, tapi hari ini Azzahra ingin membuat sarapannya sendiri.

Setelah selesai dengan masakannya Azzahra memanggil kakaknya untuk sarapan bersama.

Setelah itu Azzahra dan Kak Arvie pergi bekerja,Azzahra ke rumah sakit dan Kak Arvie ke kantornya.

Sesampainya di rumah sakit seperti biasanya Azzahra memakai jas dokternya kemudian mulai memeriksa satu per satu pasiennya.

Tak terasa waktu makan siang sudah tiba, Azzahra memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu baru kemudian makan siang.

Azzahra makan siang di kantin rumah sakit, kebetulan Dokter Zainal juga belum makan siang jadi mereka makan bersama.

"Dokter Azzahra, kenapa dengan tanganmu?" tanya Dokter Zainal setelah mereka menghabiskan makanannya.

"Bagaimana kamu bisa tau tentang tanganku Dokter Zain?" tanya Azzahra balik, karena lukanya kan tertutupi bajunya jadi tidak akan terlihat dari luar.

"Apa kamu tidak lihat kalau lenganmu berdarah?" ucap Dokter Zainal karena melihat jas dokter milik Azzahra berwarna merah noda darah.

"Oh tidak, aku tidak menyadarinya, pasti lukanya terbukanya lagi, aku akan menemui Dokter Arum." kata Azzahra kemudian pamit kepada Dokter Zainal.

Azzahra mencari Dokter Arum di ruangannya karena Dokter Arum selalu makan siang di sana.

"Assalamualaikum Dokter Arum!" sapa Azzahra ketika sudah dipersilakan masuk ke ruangannya.

"Waalaikumsalam, ada perlu apa Dokter Azzahra mencari saya?" tanya Dokter Arum.

"Sepertinya luka di lenganku terbuka, lihatlah darahnya keluar lagi." ucap Azzahra memperlihatkan lengannya yang terluka.

Dokter Arum memeriksa luka di lengan Azzahra kemudian membersihkannya dan membalut dengan perban yang baru.

"Sudah selesai, ini akan pulih setelah tiga hari, usahakan jangan terkena air agar lukanya cepat kering, setelah itu saya akan memberikan obat khusus agar luka Anda tidak membekas." ucap Dokter Arum.

"Terima kasih, kalau begitu saya permisi, karena masih ada beberapa pasien yang harus saya tangani." pamit Azzahra.

"Sama-sama Dokter." balas Dokter Arum.

"Dokter Azzahra Anda orang sulit di tebak, Anda adalah Dokter terbaik di antara kami, tapi Anda selalu mempercayakan kami dengan alasan semua sesuai dengan bidangnya." batin Dokter Arum.

Azzahra kini telah kembali dengan aktifitasnya, karena sangat senang dengan pekerjaannya tak terasa jika jam kerjanya telah lewat.

"Aku akan sholat terlebih dahulu, kemudian menghubungi Kak Arvie untuk memintanya menjemputku."

Setelah sholat dan menghubungi Kak Arvie kini Azzahra sudah menunggu di depan rumah sakit. Selang beberapa menit mobil milik kakaknya telah sampai.

Azzahra langsung masuk ke dalam mobil, kemudian Kak Arvie segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.

"Villa atau rumah?" tanya Kak Arvie.

"Aku akan ikut dengan Kak Arvie saja, jika Kak Arvie akan ke Sahara Azzahra juga mau kesana saja." ucap Azzahra.

"Nanti kakakmu yang tampan dan putih ini akan menjadi arang gosong." balas Kak Arvie.

"Tak apa bukankan itu mengagumkan?" tanya Azzahra.

"Apanya yang mengagumkan, kalau nanti kakak benar-benar jadi arang gosong maka Umi dan Abi tidak akan mengenaliku." ucap Kak Arvie.

"Jadi, kita akan pulang ke mana?" tanya Azzahra akhirnya.

"Rumah." jawab Kak Arvie singkat.

Karena tadi malam Azzahra hanya tidur sebentar Azzahra jadi ketiduran di mobil.

Sesampainya di rumah utama, Kak Arvie yang tidak tega membangunkan adiknya akhirnya menggendongnya.

"Selamat sore Tuan Muda." ucap Pak Tris, kepala pelayan yang membukakan pintu rumah utama.

"Selamat sore juga Pak." balas Kak Arvie.

Karena tidak mungkin membawa Azzahra ke lantai dua jadi Kak Arvie menidurkan Azzahra di kamar tamu.

Kak Arvie kemudian pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri kemudian kembali lagi ke bawah.

"Sudah pulang kamu?, di mana adikmu?" tanya Umi yang baru saja sampai rumah.

"Iya Umi, karena kebetulan kerjaan Arvie tidak terlalu banyak, kalau Azzahra dia sedang tidur Umi." jawab Kak Arvie kemudian mencium tangan uminya.

"Tumben, tidak biasanya Azzahra tidur ketika waktu sore." Timpal Abi dari arah pintu.

"Mungkin adikku kelelahan Abi." Kak Arvie mencium tangan abinya.

Mereka kini sudah duduk di ruang keluarga.

"Abi, Umi maafkan kakak dan adik karena tadi malam tidak tidur di rumah." Kak Arvie meminta maaf kepada kedua orang tuanya.

"Tidak masalah, kami sudah memaafkan kalian, tapi apa yang sebenarnya terjadi? kenapa wajahmu tadi malam lebam dan kenapa dengan lengan adik mu itu?" ucap Abi.

"Tadi malam saat kami di perjalanan pulang kami di hadang geng motor, mereka ingin mencelakai kami, tapi adik tidak tinggal diam bahkan ketika kakak mendengar bahwa mereka akan melecehkan adik kakak juga ikut melawan mereka, dan salah satu dari mereka berusaha menusuk adik, tapi adik dengan sigap menghindar tapi belati itu tetap menggores lengan adik."

"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Abi.

"Mereka di bawa ke kantor polisi namun tidak dengan ketuanya, karena salah satu dari anggotanya menusuknya dengan belati, dan ketua itu terluka, kakak dan adik membawanya ke rumah sakit, dan atas permohonan ibunya kami tidak menjebloskan dia ke penjara." kata Kak Arvie.

"Umi paham, tapi lain kali jangan membahayakan diri kalian sendiri." komentar Umi.

"Baik Umi."

Azzahra mengerjap-ejabkan matanya kemudian bangun dan menyesuaikan keadaan di sekitarnya.

"Ternyata aku ada di kamar tamu, pasti tadi Kak Arvie yang menidurkanku di sini."

Azzahra segera turun dari tempat tidur kemudian keluar dari kamar tamu dan akan pergi ke kamarnya sendiri.

"Sudah bangun?" tanya Umi yang melihat Azzahra menaiki tangga.

"Hehe ... sudah Umi." Azzahra kembali turun dan mencium tangan Umi kemudian memeluknya.

"Maaf Umi."

"Umi sudah memaafkanmu, tapi lain kali jangan membahayakan dirimu sendiri lagi oke?" ucap Umi sambil mengelus-elus kepala putrinya.

"Baik Umi, kalau begitu Azzahra mau ke kamar dulu, mau mandi dulu." Azzahra melepaskan pelukannya kemudian berlari menaiki tangga.

Umi hanya tersenyum melihat putrinya pergi.

"Mereka cepat sekali dewasanya, aku bahkan merasa mereka baru saja lahir kemarin sore, tapi ternyata waktu berjalan sangat cepat."

Selesai mandi Azzahra dan keluarganya menunaikan sholat maghrib berjama'ah dilanjutkan tadarus kemudian sholat Isya berjama'ah lagi.

Setelah itu mereka makan malam, selesai makan malam mereka mengobrol sebentar di ruang keluarga kemudian mereka kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.

***

Pagi harinya seperti biasa setelah selesai mandi, sholat, dan sarapan penghuni rumah ini berangkat berkerja.

Hari ini Azzahra mengendarai motornya sendiri, karena Kak Arvie tidak bisa menjemputnya nanti, Kak Arvie ada urusan di luar kota.

Sesampainya di rumah sakit Azzahra memarkirkan motornya, saat Azzahra berjalan menuju ruangannya Azzahra mendengar ada seseorang yang memanggilnya.

"Nona Azzahra." ucap suara itu dari arah belakang.

Azzahra langsung membalikkan tubuhnya, kemudian melihat seorang laki-laki yang duduk di kursi rodanya yang di dorong seorang perawat.

"Assalamu'alaikum Aldo." Azzahra berjalan ke arah Aldo dengan senyumannya.

"Waalaikumsalam Nona." jawab Aldo kaki karena dia sudah lama sekali tidak mengucapkan salam.

"Pagi Dokter Azzahra." sapa perawat yang mendorong kursi roda Aldo.

"Pagi Suster Retno." Azzahra menjawab sapaan Retno.

"Dokter?" tanya Aldo kepada Retno.

"Iya tuan." jawab Retno.

"Jadi ada adalah Dokter Azzahra?" tanya Aldo.

"Tepat sekali.Bagaimana dengan luka Anda, apa sudah membaik?" tanya Azzahra.

"Sudah, sebentar lagi akan pulih. Dan aku bisa pulang." jawab Aldo.

"Baguslah, Anda akan segera pulih karena Anda mempunyai kepercayaan diri yang tinggi." ucap Azzahra.

Setelah mengobrol dengan Aldo beberapa saat, Azzahra langsung ke ruangannya mengambil jas dokter, dan mulai memeriksa satu per satu pasiennya.

Sore harinya Azzahra sudah berada di rumah, Azzahra sedang menikmati waktu santainya sambil menonton film.

"Tring." suara HP miliknya.

Azzahra membuka HP nya kemudian melihat ada satu pesan masuk dari Sauqi.

"*Assalamualaikum, Azzahra, bagaimana kabar kamu?"

"Waalaikumsalam, Alhamdulillah kabar aku baik Qi, kabar kamu gimana?"

"Alhamdulillah baik juga."

"Tumben chat aku, ada apa Qi, nggak biasanya kami chat?"

"Mama aku kangen sama kamu, dia mengundangmu untuk makan malam, apa kamu ada waktu?"

"Memangnya kapan Mamamu untuk datang ke rumahmu*?"

"*Nanti malam."

"Ok, aku ada waktu kok. Sampaikan pada Mamamu nanti malam aku akan datang"

"Siap, nanti aku jemput."

"Nggak usah Qi, nanti aku kesana nya sendiri aja!"

"Ok deh kalau gitu*"

Karena waktu maghrib sudah tiba, Azzahra segera menunaikan kewajibannya. Kemudian berkemas akan pergi ke rumah Sauqi.

Azzahra sengaja berangkat sebelum Isya karena rumah Sauqi lumayan jauh.

Azzahra mengendarai motor sport miliknya, Azzahra memakai celana dan baju tunic sehingga tetap sopan dan bisa dengan mudah mengendarai motornya.

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!