NovelToon NovelToon
My Crazy Client

My Crazy Client

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:385.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Christi Hwang

Miranda Starlin, wanita cantik berusia 27 tahun. Dia bekerja sebagai manager marketing di Star Departemen Store. Selain cantik, Miranda juga berkepribadian jujur, pekerja keras dan berani. Selama enam tahun ia berpacaran dengan Dion Lesmana, kekasihnya sejak kuliah. Namun, tiba - tiba saja hubungan mereka putus.

Suatu hari Miranda bertemu dengan George Goldsmith seorang pengusaha tampan dan kaya. Miranda tidak mengetahui bahwa George adalah client dari perusahaan tempat dia bekerja. Karena sebuah kesalapahaman akhirnya mereka harus menikah. Perlahan Miranda mulai membuka hatinya untuk George. Namun, pria itu tidak lagi mempercayai cinta sejati karena sebuah peristiwa di masa lalu. Sanggupkah Miranda merebut hati George ? Akankah mereka saling mencintai dan hidup bahagia ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christi Hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Selamat membaca...

Hari sudah gelap ketika Mira bertemu dengan George. Usai menyelesaikan pekerjaannya, Steve menjemput Mira dan segera membawa wanita itu ke hotel dimana George Goldsmith berada.

Ketika masuk ke dalam ruang tamu, Mira dapat melihat George Goldsmith berdiri diantara ruangan makan dan ruang tamu dengan hanya menggunakan kimono handuk yang memperlihatkan setengah dada bidangnya. Dengan penampilan seperti itu, pria gila itu benar-benar terlihat mempesona. Saking mempesona nya, hampir saja Mira meneteskan air liurnya.

Sejujurnya masih ada perasaan takut di hati Mira. Bagaimanapun pria yang bersamanya ini adalah pria yang berbahaya yang harus ia hindari. Tetapi ia sendiri heran pada dirinya. Jika ia harus menghindari pira itu lalu mengapa sekarang ia bisa terjebak, berduaan bersama pria ini ?

"Kau tidak perlu memandangku seperti itu. Bukankah kau sudah melihat semuanya?" ucap George sambil menyeringai menggoda.

Mira memerah. Sialan!

George kemudian memperhatikan Mira dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan tatapan pria itu sukses membuat Mira risih.

"Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan dengan saya, Mr. George?"

Seolah tuli, George tidak menjawab pertanyaan Mira tetapi malah mengajukan pertanyaan untuk wanita itu.

"Berapa usiamu?"

"Saya rasa itu bukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan saya."

"Jawab saja pertanyaan saya. Berapa usiamu?"

Mira memutar bola matanya dan mendesah. Sebenarnya ia enggan menjawab pertanyaan George tapi kemudian Mira berpikir tidak ada salahnya menjawab. Mungkin dengan begitu urusannya dengan pria itu bisa cepat selesai.

"Dua puluh tujuh tahun." jawab Mira. Kemudian ia memikirkan usianya. Pada usia dua puluh tujuh tahun ini hidupnya kacau dan mendekati hancur.

George mengangkat alisnya. "Benarkah?"

Mira mendadak merasa jengkel. "Itu benar, Mr. George. Usia saya memang dua puluh tujuh tahun." jawab Mira lagi dengan ketus.

George menyeringai dan mengangkat bahu. "Sejujurnya kau terlihat lebih muda dari usiamu."

"Saya akan menganggap itu sebagai pujian. Terima kasih."

"Lekuk tubuhmu jelas seperti usiamu, tapi wajahmu kelihatan lebih segar dan muda. Apa kau tidak memakai make up?"

Mira memutar bola mata. "Demi Tuhan, apakah itu penting?" sergahnya cepat.

"Ya. Menurut ku itu penting. Aku suka kau yang seperti ini, kecuali rok mu itu. Itu terlalu pendek."

"Saya rasa penampilan saya tidak ada hubungannya dengan kesukaan anda, Mr. George. Sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?"

"Duduklah dulu."

"Tidak perlu. Saya rasa saya tidak bisa berlama - lama disini jadi..."

Mata hazel pria itu membara. "Aku bilang duduk. Itu bukan permintaan tapi perintah."

Mira kembali bergidik. Dengan wajah tertunduk ia melangkah menuju sofa lalu duduk. Heran juga. Sifat pemberani wanita itu dalam sekejap hilang dan digantikan dengan sikap idiot.

George ikut mengambil posisi duduk tepat di hadapan wanita itu lalu berdeham - deham. "Pertama - tama kita harus membicarakan tentang kejadian semalam saat kita bercinta."

Mata Mira melotot. "Bercinta?" Potong Mira. "Yang benar saja. Kita tidak bercinta, tapi kau memerkosaku, brengsek. Kau pria tidak tahu diri yang mengambil keuntungan dari wanita seperti ku yang tidak berdaya. Kau bahkan tidak pantas disebut manusia." Mira tidak lagi berbicara sopan. Dia terlalu marah mendengar pernyataan George sehingga kata - kata kasar pantas diterima pria itu.

Sebenarnya sebelum wanita itu tiba disini, George menimbang - nimbang apakah ia harus meminta maaf atas perbuatan tak bermoral nya semalam. Namun egonya tak ingin mengakui kesalahannya pada wanita itu. Lalu wanita itu kembali memprovokasi emosinya.

Dari pada marah, lebih baik tertawa. Itulah yang dilakukan George. "Sebaiknya kau pikirkan kembali ucapan mu barusan, Mira." kata George dalam nada menyendir. "Bukankah kau yang menggoda ku?"

"Apa maksudmu?" Ada ekspresi kebingungan di wajah Mira.

"Kau sengaja kan masuk ke kamarku untuk merayuku agar mau tidur denganmu."

Mulut Mira ternganga. "Apa? Bagaimana bisa anda berpikir seperti itu?"

Mira ingin membuka kembali mulutnya untuk berdebat tapi kemudian ia menutupnya lagi. Perkataan pria itu ada benarnya meski hanya pada bagian masuk ke kamarnya.

Dalam hal ini, siapa yang dapat disalahkan? Jika memang ada yang bersalah, maka mereka berdua lah yang bersalah. Tetapi jika bertanya siapa penyebab semua kejadian ini maka Mira lah orangnya. Kalau saja ia tidak lupa, kalau saja ia tidak sedikit mabuk, kalau saja ia tidak salah masuk kamar, dan kalau saja...

Mira menarik napas panjang lalu berkata, "Tentu saja tidak seperti itu, Mr. George." Suara Mira melembut. "Saya memang mengira kamar anda adalah kamar saya. Namun, itu hanya karena saya lupa nomor kamar saya, bukan karena saya ingin merayu anda."

"Benarkah hanya itu?"

Mira menghembuskan napas frustasi.

"Iya, tentu saja itu benar."

Mira dan George duduk dalam diam selama beberapa saat sampai wanita itu kembali membuka mulutnya. "Maaf."

George begitu terkejut hingga tak bisa berkata-kata, kecuali memandang wanita itu dengan sorot mata tak percaya. "Apa kau baru saja meminta maaf? Untuk apa?"

"Saya minta maaf untuk kejadian semalam. Saya akui saja juga bersalah dalam hal itu. Tapi daripada saling menyalahkan, mari kita selesaikan masalah ini secara baik - baik."

Secercah perasaan tidak enak mulai bergolak di hati George. Wanita ini bisa dengan mudahnya meminta maaf sementara dirinya sendiri masih bergulat dengan emosinya.

"Ya, kau benar. Kita harus menyelesaikan masalah ini. Ayo kita menikah."

Mata Mira berkedip. "Lucu sekali." Mira tertawa.

George sedikit kesal. "Apanya yang lucu?"

Mata hitam Mira yang cantik melebar. "Kata - katamu tadi itu lucu. Bagaimana mungkin kita menyelesaikan masalah ini dengan menikah? Konyol."

George menarik napas. "Firasat ku mengatakan itu adalah solusi terbaik untuk masalah ini."

George kemudian mengajak Mira makan malam. Selagi makan, mereka bisa berbicara lebih serius lagi.

Saat Mira menekuni sup nya, George kembali menyinggung tentang pernikahan. "Aku datang kesini membawa beban mencari istri. Ibuku menginginkan seorang menantu."

"Itu tidak ada hubungannya denganku, Mr. George."

"Jelas ada. Aku ingin menikah dengan mu."

"Apa aku terlihat sangat ingin menikah?"

"Tidak. Dan percayalah, aku juga sama tidak inginnya dengan dirimu. Bagiku pernikahan itu sulit. Tapi..."

"Kalau begitu katakan saja pada ibumu kalau kau tak ingin menikah." kata Mira gamblang.

George menelan makanannya. "Jika itu semudah yang kau katakan, aku tidak harus membicarakannya denganmu disini."

"Tapi kau tidak harus menikahi ku hanya karena kita sudah tidur bersama atau karena permintaan ibumu mengenai istri. Asal kau tahu, pernikahan bukanlah permainan."

"Aku tahu. Tapi aku berkewajiban untuk menikahi mu. Bukan hanya karena kita sudah tidur bersama, atau karena permintaan ibuku tapi karena mungkin saja, mungkin saja kau mengandung anakku."

"Apa?" Sekarang giliran Mira yang menatap George dengan tatapan garang. "Kau benar-benar brengsek, pria berandal, pria keparat, ********," Mira memaki George dengan membabi buta.

"Maaf." kata itu dengan sangat lancar keluar dari mulut George.

Gerutu Mira terhenti mendengar kata maaf dari George. Kemudian wanita itu menarik napas panjang dari udara panas yang menyelubungi mereka. Cinta satu malam adalah satu hal. Hamil adalah hal lain. Mira mengerang frustasi. Hidup nya kini benar-benar hancur.

"Menikah lah denganku. Aku membutuhkanmu." kata George parau.

Tidak ada alasan yang lebih konyol daripada aku membutuhkan mu ketika seorang pria mengajak wanitanya menikah. Tapi Mira bukanlah wanita George. Apa yang ia harapkan?

"Aku yakin kita akan sama - sama saling membantu." kata George lagi.

"Membantu?" pekik Mira, benci mendengar kata itu.

"Ya." jawab George singkat. "Aku akan memberikan waktu untuk mu berpikir tentang tawaran ku menikahi mu."

Mira tak mampu berkata - kata lagi. Impian menikah dengan pria yang ia cintai dan yang mencintainya sudah semakin jauh dari kenyataan. Jadi, apakah Mira harus menerima

tawaran pria itu?

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Halo kak,

Gimana nih... apa Mira harus menerima tawaran George menikahi nya? Kasih saran dan masukan kalian dong.

Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga ya..

Tekan tombol suka, tulis komentar dan berikan vote nya...

Terima kasih 😘💕

1
Virgo Girl
🙏🙏
mama De
cerita yg ringan jalan cerita Diengerti TDK byk Tipo Aku suka 💗💗💗💗
Maya Zivana
thanks Thor ❤️
Maya Zivana
sadis ih George 🤦
Maya Zivana
seru nich🤗
nobita
terima aja lamarannya ... dia pria baik baik... klo kamu gk mau Mira... kasihkan aja ke aku... aku bakal Terima dg senang hati... eaaa
nobita
aku mampir kak...
Febri Ana
lanjuuttt
Yuriko Hime
Dari awal sampai akhir..ceritanya smooth..gak bertele-tele..jadinya langsung cusss.. maraton bacanya..sampai kelupaan ninggalin jejak..maapin Yee Thooor..
Salut buat Author..semoga selalu semangat buat cerita yang bagus lainnya 😁😁👍👍
Yuriko Hime
cerita nya bagus..gak bertele-tele..juga gak nanggung..gak ada bagian yg bikin kecewa..salut ma Author 😁👍👍👍
Yuriko Hime
neng Mira..hrsnya pebinor jangan d kasih kendor..😥😥
Yuriko Hime
gempur aja neng Mira bang George..tunjukkan Srikandi Indo pantang mundur 😁😁
Yuriko Hime
maapin ye Thooor.. reader mu yg satu ini masih menyamankan diri jadi blm ninggalin jejak ape-ape d kolom komen 😁🙏
Asyatun 1
keren
Tut Eny
lanjut
yuriansyah
sampe bab ini, ceritanya bagus, gak berbelit², aq baru baca di Desember 2022🤭🤭
🌷Mita Sari 🌷
mampir thor.. salam kenal.. 😊😊
Muh Kamal
hm... menarik
Sintia Dewi
owhhh sweet bgt, nah gtu dong samA2 pernah di hianati.kan tau sakiynya makin kompak ya klean
Sintia Dewi
mira udh gk barbar quiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!