NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan!

Hafizah terkejut lalu berdiri dari duduknya, tidak menyangka kalau Maya adalah istri Albiru.

Sedangkan Maya, wanita itu mengusap air matanya yang menetes lalu memutuskan sambungan telepon itu tepat di depan Biru.

Maya merasa malu pada dirinya sendiri yang mengatakan kalau suaminya akan setia, bahkan, kemarin Maya mengatakan itu dengan yakin di depan Hafizah.

"Maya, ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" ucap Biru seraya meraih tangan Maya, ia ingin meyakinkan istrinya itu tetapi Maya melepaskan tangan Biru dari tangannya.

Sementara itu, Ayana mengusap lengan Maya, "Tenang, May!"

Maya pun menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang dilihat, walau begitu suaminya masih mengelak.

Seolah tercekat, kelu, tak bisa berkata apa-apa lagi seolah tertimpa benda berat sampai dadanya sesak.

"May...," lirih Biru seraya memeluk Maya.

Maya pun menangis di pelukan Biru, memukul dada bidang suaminya, berkali-kali membuka mulut ingin mengumpat, ingin memaki, ingin memarahi tapi tak sanggup, seolah Maya kehilangan raganya, kehilangan kekuatannya.

Lalu Maya mendorong dada Biru.

"Te-teruskan!" ucap Maya terbata. "Maaf telah mengganggu!" kata Maya, walau lututnya terasa lemas wanita muda itu berusaha berjalan cepat meninggalkan Biru juga Ayana dan orang-orang yang melihatnya.

Maya menghapus air matanya, tidak ingin semua orang melihat kesedihannya.

Lalu Biru yang mematung itu tersadar kalau dirinya harus mengejar Maya.

Maya pun mempercepat langkah kakinya, mengabaikan Biru yang terus memanggilnya.

Dan selama itu pula Maya mengingat pertanyaan Hafizah kemarin.

Maya merasa bodoh telah menanggapi Hafizah.

Begitu juga dengan ucapannya untuk Biru di meja makan semalam, semua adalah nyata kalau suaminya berselingkuh.

Sesampainya di parkiran, Biru berhasil meraih lengan Maya tetapi Maya kembali melepaskan tangan itu.

"Apa, Mas? Mau mengelak seperti apa? Memangnya aku wanita bodoh, memangnya aku anak kecil yang tidak mengetahui untuk apa kalian berada di kamar bersama?" tanya Maya, wanita itu meluapkan kekesalannya, tidak perduli menjadi pusat perhatian.

"Maya, dengarkan penjelasanku dulu!" pinta Biru seraya menarik tangan Maya yang sedang membuka pintu mobil.

"Apa! Apa! Apa kamu akan membela diri? Jangan lupakan obrolan kita semalam!" ucap Maya yang kemudian masuk ke mobilnya. Maya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Biru merasa khawatir takut terjadi sesuatu pada Maya.

Biru mengepalkan tangan dan meninjunya ke udara!

"Sial!" umpat Biru yang kemudian memijit pelipisnya.

Biru pun segera mengejar Maya, beruntung tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya itu, Biru tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri apabila terjadi sesuatu pada Maya.

Biru yang baru saja turun dari mobilnya itu melempar kunci pada Andy yang baru saja turun dari mobil Maya untuk memarkirkan mobilnya.

"Ada apa ini?" gumam Andy seraya matanya melihat ke arah Biru yang berlari masuk rumah.

Sementara itu, Maya sudah mengunci pintu kamar, tidak ingin bertemu dengan Biru.

Maya pun terduduk di pintu, lalu Maya merasakan ketukan di pintu.

"May, buka pintunya!" perintah Biru yang terus menggedor pintu itu.

Sedangkan Maya diam tidak menjawab, duduk memeluk lututnya, menggigit bibir bawahnya menahan tangis, Maya tidak ingin Ifraz terkejut.

Maya yang menangis itu melepaskan sandal haknya itu dan melemparkannya ke sembarang arah.

Maya merasa malu, kenapa harus mengetahui hal itu di acara pesta temannya, bahkan tadi banyak temannya yang memanggil saat melihat Maya berlari.

Maya berjalan gontai ke ranjang, mengangkat Ifraz yang tertidur, Maya menciumi wajah anaknya lalu membawa Ifraz ke dalam pelukan.

Selalu terngiang di telinganya, pertanyaan Biru yang menanyakan seandainya selingkuh, apa yang akan Maya lakukan dan Maya menjawab akan mempertahankan.

Maya mengingat ucapannya itu dan berjanji pada Ifraz kalau akan memperjuangkan rumah tangganya, akan memperjuangkan ayah dari bayinya itu tanpa terbagi dengan siapapun.

Ifraz yang merasakan pelukan itu terlalu erat pun menjadi bangun.

"Anak mamah bangun!" lirih Maya mencoba setegar mungkin walau hatinya saat ini sangat sakit dan menderita.

Maya seolah kembali ke masa lalunya, di saat dirinya berjuang di awal pernikahan yang tanpa cinta.

"Kenapa? Kenapa ini balasan yang kamu berikan!" teriak Maya dalam hati.

"Aku akan sanggup dengan semua penindasan kamu, Mas. Tapi tidak untuk membagi cinta!"

****

"Maya...," lirih Biru dari balik pintu. Pria itu bersandar di sana, memelas dan memohon untuk dibukakan pintu.

"Maya, maafkan aku May!" lirih Biru masih dengan menyandarkan kepalanya, berharap kalau Maya akan membukakan pintu, tetapi tidak! Maya masih mengabaikan Biru.

****

Sementara itu di kamar hotel, ada yang sedang berharap kalau Maya akhirnya meminta untuk berpisah dari suaminya. Siapa lagi, dia yang berharap adalah Hafizah.

Hafizah juga menemukan dompet Biru yang tertinggal di sofa, Hafizah mengambil kartu nama itu, berniat untuk mengembalikan pada pemiliknya.

"Albiru!" gumam Hafizah yang sedang duduk di sofa seraya memandangi foto Albiru yang berada di kartu identitasnya.

"Mbak Maya... bukankah kemarin kamu bilang kalau tidak ada yang salah dengan poligami, aku yakin kalau Mas Biru akan berlaku adil kepada kita, aku akan mengatakan itu pada suami kita!" kata Hafizah yang mulai tidak tau diri itu.

Hafizah merasa sudah kepalang tanggung, sudah ketahuan jadi sudah tidak ada lagi yang perlu ditutupi.

Dengan beraninya Hafizah mengirim pesan pada Maya.

"Mbak Maya, aku tidak menyangka kalau suamimu salah suamiku juga, aku senang bisa menjadi madu Mbak Maya yang memaklumi apa itu poligami, seperti yang kemarin Mbak Maya katakan!"

Maya yang menerima pesan itu dan tidak menggubrisnya, di kepalanya banyak pertanyaan untuk Biru, kemana dia kemarin malam sampai pulang larut?

Lalu, waktu Biru tidak pulang! Kemana dia? Maya menangis memikirkan itu, merasa telah dibohongi dan memang Biru telah membohonginya.

Maya merasa kalau dirinya harus bertanya pada Biru.

"Apa lagi yang ingin kamu tanyakan, Maya! Semua sudah jelas, suamimu selingkuh!" kata Maya dalam hati.

Maya yang merasa lemas itu kembali meletakkan Ifraz ke ranjang, perlahan membuka pintu dan Biru segera memeluk Maya, membisikkan kata maaf.

Namun, Maya sudah berubah menjadi dingin, wanita itu tidak membalas pelukan suaminya.

Biru, ia adalah layaknya seorang lelaki pada umumnya yang tak pandai bermain kata-kata untuk membujuk istrinya, agar suasana hati istrinya segera membaik, tapi luka yang Biru berikan tidak akan mudah Maya memberikan maaf.

Itu adalah membagi hati yang seharusnya utuh hanya untuk keluarganya saja, tapi Biru mengkhianatinya! Bagaimana caranya agar Maya bisa kembali percaya pada suaminya?

Maya masih terdiam, ingin mempertanyakan semua tapi takut, takut hatinya kecewa mendengar dan mengetahui kenyataannya.

Sedangkan Biru, pria itu merasa hancur karena telah membuat istrinya menangis, Biru merasa menyesal karena telah tergoda oleh nafsunya, sekarang Biru tidak tau harus berbuat apa karena Maya masih tidak mau berbicara!

Bersambung.

Apakah Maya akan tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan?

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
Mala–Bell: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
Mala–Bell: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
Mala–Bell: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
Mala–Bell: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!