NovelToon NovelToon
Dikhianati Sang Suami

Dikhianati Sang Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:602.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: munasih

Arumi gadis yang mandiri , tinggal bersama neneknya. Arumi menikah dengan Hendri kekasihnya atas desakan neneknya yang tak mau melihat mereka berdua hanya berpacaran saja. Menikah lebih baik kata neneknya.

Saat masih berpacaran Hendri sangat setia dengan Arumi kekasih hatinya yang sangat di cintainya, meski menjalani pacaran dengan banyak batasan. Bahkan untuk bisa menikah dengan Arumi, Hendri rela di usir oleh ibunya.

Hendri diam-diam menikah siri dengan Arumi tanpa restu Ibunya. Pernikahan Arumi dan Hendri baru seumur jagung, kehadiran orang ketiga yang lebih menjanjikan membuat Hendri mengkhianati istri tercintanya.

Arumi tiada menyangka suami yang begitu mencintainya ternyata berkhianat. Hendri ingkar dengan janjinya yang akan meresmikan pernikahannya. Hendri malah menceraikan Arumi tepat saat melahirkan anak pertamanya buah cintanya bersama Hendri.

Setegar apa Arumi menghadapi kisah pilunya? Akankah masih ada kebahagiaan untuk Arumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Nggak pulang-pulang

Sudah pukul empat sore banyak pegawai butik sudah mau beranjak pulang. Tapi tidak dengan Arumi dan Sinta. Netra mereka hanya menyaksikan semua temannya pulang dengan penuh rasa suka cita karena tugasnya sudah selesai.

 

Seperti pernyataan nu manajer tadi ada tambahan jam kerja untuk Arumi dan Sinta sebagai hukumannya karena terlambat datang.

 

"Harusnya aku sudah pulang seperti mereka," ucap Arumi yang didalam hatinya ada rasa ingin pulang juga sama seperti teman-temannya.

 

"Sama aku juga," ucap Sinta.

 

"Aku kesel deh sama bu menejer kenapa tadi bersikap manis, lalu tiba-tiba berubah jadi garang dan menghukum kita," gerutu Sinta.

 

"Sudahlah terima aja. Emang kita salah kok," Arumi menepuk-nepuk pundak Sinta mencoba menyadarkannya.

 

"Jadi bu menejer benar."

 

"Iya, dia memang benar sebagai menejer harus tegas dan bijaksana itu yang membuat dia bertahan menjadi seorang menejer."

 

Bu menejer yang masih belum pulang mendekati mereka. Mengejek mereka dengan kesalahannya membuat Sinta semakin kesal padanya. Sinta ingin meluapkan amarahnya pada bu menejer, dengan sigap Arumi mencegahnya supaya tidak terjadi tambahan hukuman lagi.

 

Hendri sudah pulang kerumah sekarang tepatnya jam lima sore. Hendri tidak memilih lembur hari ini dia sengaja pulang cepat. Hendri akan merayakan kebersamaanya bisa kembali ke rumah ini lagi bersama keluarganya dan tentunya memperkenalkan Arumi lebih dalam pada ibunya.

 

Hendri pun mengirim pesan pada Arumi untuk segera pulang usai bekerja karena akan mengajaknya merayakan kebersamaannya bersama keluarganya.

 

"Assalamualaikum...," ucap Hendri memasuki rumahnya.

 

"Waalaikum salam," jawab Mia yang sudah stand by di ruang tamu.

 

Mia sedari tadi menunggu kedatangannya Arumi menantunya. Dia sangat berharap Arumi cepat pulang dari kerjanya. Mia masih akan menyuruh Arumi mengerjakan pekerjaan rumah untuk hari ini. Nampak rumah masih berantakan. Lantai juga kotor belum disapu sama sekali oleh Mia atau pun Salsa.

 

Sedari tadi pagi pekerjaan rumah masih utuh belum sama sekali disentuh oleh Mia. Mia sengaja membiarkannya dia ingin memanfaatkan tenaga Arumi yang sudah tinggal di rumah ini sebagai menantunya yang tak pernah diinginkannya. Ini adalah sejenis hukuman dan ujian untuk Arumi.

 

"Kamu sudah datang Hendri. Mana istrimu si Arumi, kok dia nggak pulang bareng sama kamu," tanya Mia yang mendapati Hendri datang sendirian. 

 

"Loh, Arumi belum pulang?" Hendri balik bertanya.

 

"Belum! Dia belum pulang."

 

"Biasanya dia jam segini sudah pulang kok bu," pekik Hendri.

 

"La terus istrimu nyeleweng ke mana, sudah waktunya pulang kok belum sampek rumah," cetus Mia curiga.

 

Hendri mengecep pesan yang dikirim untuk Arumi dan terlihat masih belum di buka oleh Arumi. Hendri pun akan menghubungi Arumi dan menanyakan keberadaannya sekarang kok belum sampek rumah padahal jam kerjanya kan sudah selesai.

 

Sekali menekan tombol satu langsung tersambung. Panggilan tercepat di hand phone Hendri adalah nomer Arumi orang yang paling sering dihubungi Hendri.

 

Hendri pun segera menanyakan pada Arumi kenapa belum sampai rumah. Apa Arumi tersesat nggak tau jalan menuju rumah yang baru dihuninya. Atau terjadi sesuatu pada Arumi karena tengah hamil. Arumi menepisnya. Arumi mengatakan yang sebenarnya kalau dia dapat tambahan waktu kerja karena tadi datang terlambat.

 

Akhirnya Hendri mengerti kenapa istrinya yang tengah hamil belum pulang. Ternyata tidak terjadi apa-apa, Hendri pun bersyukur. Arumi pun mengucapkan terima kasih pada Hendri suaminya atas perhatian yang diberikannya.

 

Dan Arumi minta maaf sudah membuat Hendri khawatir karena tak memberi kabar dulu dan baru tau kalau ada pesan darinya.

 

"Kemana istrimu?" Tanya Mia menyicingkan matanya penuh rasa curiga.

 

"Arumi masih di tempat kerjanya Bu, belum pulang. Dia ada waktu tambahan kerja dari bosnya."

 

"Kamu percaya aja sama omongan istrimu. Jangan-jangan dia cuman cari alasan aja dan bersenang-senang diluar sana," terka Mia dengan pikiran buruknya.

 

"Bener bu, Arumi nggak bohong. Aku percaya kok sama Arumi."

 

"Ah ibu nggak percaya," ucap Mia masih dengan rasa tak percayanya.

 

"Apa perlu aku videoin call."

 

Hendri mengambil hand phonnenya dari saku hendak menghubungi Arumi lagi.

 

"Ngggak usah, nggak usah. Emangnya dia siapa? Seperti orang penting aja," pekik Mia.

 

"Sudah sana kamu mandi," Mia mengusir Hendri dari hadapannya.

 

Hendri pun memilih meninggalkan ibunya dari pada membuat rumah ini jadi gemuruh karena perdebatannya.

 

"Di tunggu-tunggu malah nggak dateng-dateng. Nggak tau apa banyak pekerjaan sedang menunggunya. Mulai hari ini aku nggak mau ngerjain pekerjaan rumah. Aku akan menyuruh Arumi bertanggung jawab atas semua pekerjaan dan kebutuhan rumah ini."

 

"Siapa suruh dia berani merebut Hendri dariku dan sekarang tinggal di rumahku. Aku harus memanfaatkannya. Dia harus menerima hukuman dan ujian, sejauh mana dia akan bertahan," gerutu Mia.

 

Hendri yang berencana akan memperkenalkan Arumi lebih dalam pada ibunya ternyata gagal. Nampak Hendri tengah menunggu kedatangan Arumi di teras depan rumahnya. Sesekali Hendri mengecek hand phonenya yang kata Arumi akan menghubunginya saat sudah mau pulang karena Hendri berjanji akan menjemputnya.

 

Tak sabar Hendri menunggu telfon dari Arumi yang tak kunjung menelfonnya, dilihatnya jam dilayar sudah pukul setengah sembilan. Akhirnya Hendri pun memutuskan menghubungi Arumi duluan. Setelah dihubungin ternyata nggak tersambung.

 

"Mungkin Arumi sangat sibuk, sampek nggak di angkat telfon dariku," ucap Hendri.

 

Sekarang sudah jam sembilan. Pekerjaan Arumi sudah selesai namun butik belum tutup masih ada shift malam dan butik ini biasanya tutup jam sebelas malam ya karena bitik ini cukup terkenal. Arumi sudah ada di ruang ganti. Dia segera mengganti baju kerjanya. Sudah selesai dia pun mengajak Sinta untuk pulang bersama. Sinta pun bersedia.

 

Mereka berdua kini mulai berjalan gontai keluar dari butik. Sembari berjalan Arumi mengecek hand phonenya yang kini sudah ada di tangannya.

 

"Ada panggilan dari mas Hendri," ucapnya pada Sinta yang berjalan sejajar dengannya.

 

"Hendri makin perhatian ya sama kamu," ucap Sinta.

 

"Ya semenjak aku hamil Hendri makin perhatian sama aku dan makin sayang. Oh iya aku lupa tadi aku akan memberitahunya kalau aku sudah mau pulang dan  mas Hendri akan menjemputku." satu tangan Arumi memukul jidatnya.

 

Arumi pun segera menghubungi Hendri dan mengatakan kalau dia siap dijemput di tempat biasa. Hendri pun bergegas berangkat menjemput Arumi.

 

Dihari yang sudah malam begini Mia ternyata belum tidur dia sama seperti Hendri menunggu kepulangan Arumi. Tentunya Mia akan mengintimidasi Arumi. Diam-diam Mia memguping pembicaraan Hendri yang ada di teras.

 

"Jadi Arumi sudah mau pulang. Aku akan menunggu kepulanganmu dan akan aku beri kejutan untukmu."

 

Mia pun menunggu menantunya dengan sabar, karena akan memberinya hukuman.

 

Bersambung....

 

 

 

 

1
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
sebuah karya yang mantap
Yunerty Blessa
kasian nya... bukan itu keinginan mu dulu Hendri....nah terjawab sudah..
Yunerty Blessa
itulah balasan buat kalian yang jahat kecuali Salsa
Yunerty Blessa
tahniah buat pernikahan Gilang dan Arumi... semoga bahagia selalu...
Yunerty Blessa
seorang ibu yang mata duitan
Yunerty Blessa
bukan nya sedar malah tambah teruk marah nya.... ingat Melinda au lagi hamil..
Yunerty Blessa
sedarlah Mia...kenapa selalu menyalahkan Arumi....itu semua salah Hendri dan Melinda
Yunerty Blessa
syabas Arumi....
Yunerty Blessa
kenapa Hendri.... malu kan
Yunerty Blessa
padan muka kalian berdua 😏
Yunerty Blessa
sebentar lagi akan terkuak semuanya 😏
Yunerty Blessa
akhirnya semua rahsia kalian berdua akan terbongkar jua
Yunerty Blessa
cam mana Hendri dan Melinda melihat kejutan dari Gilang....
Yunerty Blessa
seandainya dari awal kau tak tergiur dengan harta ada kemungkinan kalian sekarang akan hidup bahagia...
Yunerty Blessa
buat mereka surprise
Yunerty Blessa
yakinlah Arumi bahawa kedua orang tua Gilang pasti menerima mu....beza jauh dengan dengan ibu nya Hendri
Yunerty Blessa
mantap Gilang
Yunerty Blessa
pasti Hendri dan Melinda akan terkejut.....
Yunerty Blessa
jahat nya hati Hendri....janin yang dikandung oleh Melinda adalah anak mu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!