NovelToon NovelToon
ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Roh Supernatural / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hendra dwi maulana

Namanya Darto.
Anak yang terlahir sungsang, bahkan matanya sudah terbuka saat baru keluar dari rahim ibunya.

Terlahir dari keluarga yang berbeda, membuatnya memiliki takdir yang tidak biasa.


Kisah perjalanan hidup penuh misteri, seorang bocah menuju dewasa hingga dia memenuhi takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENJELASAN SIMBAH

Aku kembali dihadapkan ruangan gelap yang sudah tak asing lagi, 'Ini pasti dalam mimpi!' gumamku sembari berjalan menuju pintu cahaya yang tampak dekat, tidak sejauh saat pertama kali aku masuk kemari.

Setelah masuk kedalam cahaya itu. Tampak Ibu tiri Dining yang masih membaca selembar surat, saat ini aku sudah bisa menebak, jika surat yang dia baca tidak lain pasti dikirim oleh lelaki yang memukul Dining di dalam hutan.

Kali ini aku bisa melihat coretan-coretan tinta yang ada di kertas itu, tapi sayangnya aku tidak bisa membaca. Karena aku memang tidak pernah bersekolah sejak aku lahir.

Meski penasaran, kurasa berdiam disini tidak akan memberi tambahan hasil. Lantas aku melanjutkan langkahku memasuki cahaya yang menyambungkan dengan hutan mati.

Kembali aku dihadapkan dengan kilas balik kejadian yang Dining alami, sama seperti kemarin. Namun bedanya, kali ini semuanya jelas terlihat hingga Dining berakhir mati di pinggiran rawa lumpur.

"Dining!" Tanpa sadar teriakan dari bibirku berhasil membangunkan Anto dan Satya yang terlelap di sebelahku.

"Kamu kenapa Dar?" tanya Anto di sebelahku kebingungan.

"Orang tua biadab!" ucapku lantang dengan tangan mengepal.

"Ada apa Dar?" tanya Satya kebingungan.

"Nanti saya ceritakan semua di rumahku," jawabku singkat disusul mengemas sarung, dan mempersiapkan perjalanan setelah menunaikan kewajiban.

Langit sudah tampak kuning di ufuk timur, tidak mau berlama-lama kita langsung melanjutkan perjalanan pulang dengan langkah cepat.

Dalam hati ingin rasanya cepat sampai rumah dan menceritakan kepada semuanya. Dan akan aku bahas juga apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

Namun jarak mengharuskan kita kembali bersabar. Meski langkah kita benar-benar sudah terus di percepat di tambah hanya beristirahat untuk shalat dan makan. Masih saja malam ini kita diharuskan menginap di dalam hutan lagi.

***

Hari sudah kembali berganti, setelah shalat subuh, kami kembali berjalan cepat meninggalkan hutan.

Kira-kira sekarang sudah hampir masuk waktu dzuhur, Aku lihat Simbah yang sudah berdiri di depan teras menunggu kepulangan kami.

Kedua temanku langsung berpamitan dan pergi. Mereka bilang hendak mengganti pakaian dan mengisi perut, kemudian langsung kesini lagi. Dari awal perjalanan kita pagi tadi, memang kita tidak makan apa-apa, karena bekal yang kita bawa sudah habis disantap kemarin malam.

Saat baru selesai membersihkan diri, Si Mbah sudah tidak ada di rumah. Ternyata memang tepat kita pulang di waktu dzuhur, karena saat ini suara kumandang adzan Si Mbah terdengar dari arah langgar.

Setelah selesai berjamaah di langgar, kita berempat kembali berkumpul di rumahku. Saat ibu kita tengah duduk ditemani sepoi angin, di tengah petak sawah yang berisi bibit padi.

"Dar, sekarang ceritakan sama kita Dar, apa yang terjadi sama Dining?" ucap Anto.

"Sebentar tok, aku mau nanya sesuatu," jawabku singkat kemudian lanjut bertanya kepada Si Mbah.

"Anu, Mbah, Sebenarnya apa yang saya tanam? Siapa teman Si Mbah yang di rawa? Dan apa orang tua tiri Dining masih di rumah?"

"Begini Dar, kita itu hidup berdampingan dengan mahluk ciptaan Gusti Allah, tidak cuma hewan, pohon, dan semua yang bisa di lihat dengan mata kita, ada juga yang tidak bisa di lihat tapi sebenarnya ada," jawabnya terhenti, karena dia hendak menyalakan rokok lintingan buatan sendiri.

"Ini Mbah ada rokok enak, kata bapak harga buncis lagi naik. Jadi ada bonus buat Satya dan Darto sebungkus, yang sebungkus buat Si Mbah," ucap Anto sembari melemparkan dua bungkus rokok sriwedari.

"Wah! Si Mbah jadi enggak enak ini tok, soalnya cuma dikasih sekali, coba tiap hari, keh keh keh," jawab simbah terkekeh dengan tawa khas orang tua miliknya itu.

"Nah?! Jadi begini Dar, yang kamu tanam di bawah pohon beringin itu sebenarnya cuma sesaji... yah gampangnya, Simbah ngasih makan ke penghuni pohon beringin itu Dar, biar dia mau bantu kalian. Kalau Darto nggak nanam sesaji, kalian pasti bakal diminta 1 orang untuk tetap tinggal di rawa," jawabnya serius, hingga benar-benar membuat kita bertiga tercengang

"Maksud Simbah?"

"Penguasa rawa itu kuat sekali Dar, sudah banyak korban yang dia ***** dari dulu, kalau kalian bertemu sama dia pas lagi gali kuburan, pasti salah satu dari kalian mati. Makanya Simbah ngasih sogokan ke pemilik hutan mati. Kalian pasti lihat entah angin kencang atau hujan tiba-tiba kan?" pertanyaan Simbah hanya kita jawab dengan anggukan.

"Itu karena penguasa hutan mati lagi berantem sama penguasa rawa buat bantuin kalian. dan pas di rawa pasti kalian tidak lihat sosok hitam legam, botak, mukanya jelek kan? karena bisa di pastikan dia lagi istirahat. Tenaganya pasti terkuras selepas pertarungan dengan pemilik hutan mati," mendengar penjelasan tersebut, kita bertiga hanya bisa menerima saja, meski terasa aneh di dalam hati.

"Mahluk hitam yang selalu menempel sama Dining?" tanyaku membuat simbah sedikit terkejut.

"Kamu lihat Dar? kenapa bisa kamu lihat! seharusnya dia pasti lelah," jawab simbah sembari mengelus jenggotnya

"Aku lihat pas baru berangkat Mbah, dan belum masuk ke hutan mati, Dining tiba-tiba dateng, tapi akhirnya di seret sama mahluk hitam itu,"

jawabku

"Oh... ya pantas kalau kamu lihat. Soalnya belum kamu kubur itu sesaji" jawab Simbah mengangguk-angguk.

"Anu Mbah?! sebelum Simbah dan temen Simbah dateng, saya lihat banyak banget pocong Mbah! itu mereka sebenarnya siapa?"

tanya Satya memotong cerita simbah.

"Itu semua istrinya si penghuni rawa Sat, ada yang cantik enggak Sat? tanya Simbah cengengesan.

"Mana mungkin cantik mbah, hancur semua mukanya" Anto menimpali

"hahahahaha! Yah! Si Mbah juga tau kalau di sana ramai. Maka dari itu simbah minta bantuan teman seperguruan Simbah untuk membantu. Buat jaga-jaga kalau semisal pemilik rawa tiba-tiba bangun dari istirahatnya. Masak Si Mbah sendirian berantem sama pemilik rawa, di tambah dia bawa semua istrinya," kembali orang tua itu mengelus jenggot penuh uban miliknya itu.

"Sudah dijawab semua kan, Dar? pertanyaannya? Oh iya Dar, kalau urusan si Lastri Ibu tirinya Dining, aku sudah lama nggak dengar kabar dia. Mungkin dia pergi merantau Dar," jawaban Si Mbah terhenti karena dia mengambil sebatang rokok dari bungkusnya lagi.

"Apa yang mau kamu lakukan, Dar?" tanya Si Mbah dengan tatapan tajam, seakan bisa membaca pikiranku.

Mau bagaimana lagi, dari kecil yang merawat diriku itu Simbah. Rasanya malah aneh kalau Si Mbah tidak bisa membaca pikiranku. Dan ditambah Si Mbah juga pasti tau garis besar kematian Dining itu seperti apa.

"Aku tau Mbah, Si Mbah nggak mungkin mengizinkan apa yang hatiku inginkan. Aku juga tau Mbah kalau semua ada timbal baliknya. Tapi, Mbah, kalau memang itu bukan dosa, pasti akan Darto bunuh mereka berdua!" jawabku ketus, seketika merubah suasana menjadi sedikit canggung dan juga mencekam.

Bersambung,-

1
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Yunita chann
aku sampe sesek nangis.. bayangin jadi Darto... sedih banget sih ceritanya... sahabatnya diambil satu satu
Fitriputri
hadirr ,di perujung tahun 2025
kyknya seru nihh alur ceritanya 👍☺️
TN ZAKI
👍👍🙏🙏🙏🥰
TN ZAKI
🙏🙏🙏🥰🥰👍👍👍👍
Sweett SumMina
Lumayan
Puput Sundari
Luar biasa
mary dice
nunggu orang bermahkota sampai habis ternyata hanya mimpi hik
mary dice
thor ketika dapat melihat'mereka' tapi tak sebaliknya hantu terhipnotis gitu....merinding
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
𝙸𝚗𝚗𝚊𝚕𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑𝚒 𝚠𝚊'𝚒𝚗𝚗𝚊 𝚒𝚕𝚊𝚒𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚊𝚓𝚒𝚞𝚞𝚗 ....
𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗: 𝙃𝙀𝙉𝘿𝙍𝘼 𝘿𝙒𝙄 𝙈𝘼𝙐𝙇𝘼𝙉𝘼. 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚝𝚒: 𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝘼𝙃.
𝚃𝚐𝚕 17 𝘖𝘬𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2024, 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 19.00.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘴𝘢, 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘯𝘶𝘭 𝘬𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘢𝘩. 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞𝚖𝚖𝚊 𝚊𝚖𝚒𝚗.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩, 𝙖𝙙𝙞𝙠, 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣.

𝘼𝙡𝙛𝙖𝙩𝙞𝙝𝙖𝙝 ....
Luis Refualu: adakah yang bisa cari tahu keluarga nya dan coba di bukukan karyanya ini, mau sekali koleksi karya beliau ini🙏🙏🙏
RIP Bang Hendra🙏
total 7 replies
Ricka Monika
kalo di Medan namanya beguganjang,kalo di Jawa gendoruwo
Karina
sutradara raden kian santang apa baca cerita ini ya,terlalu mirip untuk d katakan suatu kebetulan...
Karina
adikku lahir sungsang,jg udah d sunat dr dlm rahim,memang punya kelebihan,ba ngobati orang sakit,bs mengusir jin,ingat waktu SMP ada orng mau bersihkan mas batangan yg d isi jin,karna setiap mau d jual berubah jd batu kali,jd adek yg bersihkan,cm dia pesan,klw masnya d jual klw bs bawa polisi,orgnya ngeyel,plg jual mas langsung d rampok,dia meninggal...
Karina
ilmu baru,soalnya klw lagi ketindih seketika bernafas aja susah...
Sri Ningsih
aku baca min..aku jg ikut mendoakan plus ksih segelas kopi🙏🙏🫢
Sri Ningsih
asik alurnya..keren
Kusnaini Aini
hehehe bisa aja author nih...
Ira_87
menegangkan 😱
Kusnaini Aini
makin penasaran cerita nya thor
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!