NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 5
Nama Author: sangrainily

Zeline, Anakku! kalian tidak berhak mengambil nya! Jangan ambil Zeline ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Tahun Berlalu

Lima Tahun Berlalu.

Tak terasa tahun demi tahun berlalu. Stella berhasil membesar kan anak nya dengan kerja keras nya sendiri. Kini, usia Zeline sudah memasuki umur ke lima. Zeline yang berusia lima tahun pun semakin bijak. Rani yang kini sudah berusia tujuh belas tahun pun selalu membantu Stella untuk menjaga Zeline. Stella sudah meminta pada Rani untuk melanjut kan pendidikan nya. Namun, Rani tidak mau. Bagi nya, menjaga Stella dan Zeline adalah tugas utama nya sekarang. Bagi nya, Stella sangat berjasa dalam hidup nya selama lima tahun belakangan ini.

"Mama, Zeline mau membaca buku." ujar Zeline yang memaksa sang Ibu untuk membeli kan nya buku, Stella pun membeli kan buka mewarnai untuk Zeline. Namun, Zeline tak menyukai nya.

"Bukan buku ini, Mama! Ini buku anak-anak, Zeline tidak suka."

"Sayang, kamu kan memang masih anak-anak. Ini buku seusia kamu, Sayang." ujar Stella dengan membelai rambut anak nya.

"Mami. Tolong beritahu kepada Mama! Jika Zeline ingin buku yang lain!" rengek Zeline kepada Rani. Zeline memanggil Rani dengan sebutan Mami, entah siapa yang mengajari anak itu. Stella pun tak mengerti, Stella sudah mengajari Zeline untuk memanggil Rani dengan sebutan Kakak. Namun, Zeline menolak.

Stella pun semakin bingung, Akhir nya ia mengajak Zeline dan Rani untuk pergi ke sebuah toko buku. Stella memberikan buku cerita anak-anak kepada Zeline. Namun, lagi-lagi Zeline menolak. Zeline dengan tubuh nya yang imut pun berlari mencari buku lain. Ia mengambil buku pelajaran anak SMA. Membuat Rani dan Stella terkejut. Stella belum menyadari bakat dari anak nya.

"Sayang, ini bukan buku untuk seusia mu. Nanti, jika Zeline sudah besar. Mama akan membelikan buku itu untuk Zeline. Sekarang, Zeline membaca buku cerita ini saja ya?" bujuk Stella dengan lembut. Namun, Zeline memaksa untuk di belikan buku pelajaran anak SMA.

Stella pun mengalah dan mengikuti permintaan anak nya, Rani hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Zeline.

"Lihat lah anakmu kak! Dia bersikap seolah sudah dewasa saja." Zeline pun menatap Rani dengan tatapan tak bersahabat, Rani menyengir dan meminta maaf kepada keponakan nya itu.

Zeline mengambil buku yang ia pilih untuk di bawa ke kasir, Karyawan kasir begitu gemas melihat tingkah Zeline.

"Baik sekali adik ya mau membawakan buku untuk kakak nya." Zeline mengerut kan dahi nya, melirik ke arah Rani.

"Itu bukan kakakku, dia mami ku! Dan ini, buku untuk ku. Bukan untuk Mami Rani" jawab nya dengan wajah datar nya. Karyawan kasir pun merasa bingung, bagaimana anak yang begitu kecil memilih buku yang sangat jauh dari umur nya.

"Berapa total nya, Mbak?" tanya Stella memecah kan lamunan nya.

"Total nya semua Seratus Lima Puluh Ribu." ucap sang kasir. Stella memberikan dua lembar uang. Kasir itu pun memberikan kembalian nya. Stella mengucap kan terimakasih dan segera membawa anak dan adik nya pergi dari situ.

*******

Sesampai di rumah, Stella memikir kan ke dua orang tua nya. Sudah lima tahun berlalu, Stella pergi dari rumah. Ia berencana untuk membawa Zeline dan Rani kembali ke kota nya. Bagaimana pun, Zeline harus mengenal kakek dan nenek nya.

Stella membicarakan hal ini kepada Rani. Zeline meminta izin kepada mama nya untuk bermain bersama teman-teman yang lainnya di luar.

Zeline melihat anak-anak seusia nya bermain, ia mendekati mereka. Namun, teman-teman nya memperlakukan Zeline dengan tidak baik.

"Jangan mendekat dengan kami! Kamu tidak punya ayah, Kami nggak suka main sama kamu!" teriak salah satu teman nya. Mendengar ucapan teman nya. Zeline mengerucut kan bibir nya, ia tak pernah menangis apalagi mengadu dengan mama nya. Zeline yang kesal mendengar hinaan teman nya pun memiliki ide yang sangat jail untuk mengerjai teman-teman nya yang nakal itu.

Zeline menjauh dari teman-teman nya, tanpa mereka ketahui jika Zeline sudah membuat jebakan untuk mereka. Tidak lama kemudian, semua teman-teman Zeline terjatuh dan terkena air comberan yang sudah ia siap kan sebelum nya. Zeline tertawa terbahak-bahak. Ia begitu senang karena sudah memberikan pelajaran pada mereka. Teman Zeline pun mengadu pada kedua orang tua nya. Semua orang tua dari teman yang sudah Zeline kerjain pun datang kerumah Stella untuk melabrak diri nya.

"Keluar kamu, Stella!" mendengar teriak dari luar, Stella dan Rani pun keluar untuk melihat keributan di luar.

"Ada apa ini?" tanya Stella yang begitu bingung, ada beberapa anak yang sangat kotor dan bau

"Jangan pura-pura tidak tahu! Ini semua kelakuan anak mu! Ajarin anak mu, agar dia berprilaku layak nya anak berumur lima tahun. Kamu lihat kelakuan anakmu! Anak kami menjadi sangat kotor." Zeline yang berjalan sangat santai pun menghampiri semua nya, Stella berlutut mensejajari tubuh nya dengan sang anak. Ia membelai rambut anak nya dengan lembut, ia meminta penjelasan kepada sang anak.

"Sayang, Apa benar kamu melakukan ini semua?" Zeline mengangguk, tak menutupi kelakuan nya kepada sang Ibu dan semua orang.

"Lihat! Anakmu sudah mengakui semua nya! Memang begini ya kelakuan anak yang tidak mempunyai Ayah, tidak punya sopan santun." ujar salah satu ibu. Ucapan itu sangat melukai hati Stella.

"Jaga ucapan kalian!" tegur Rani dengan keras.

"Pantas saja mereka mulut nya seperti air combelan itu, Ternyata ajaran dari para orang tua nya." cetus Zeline. Ucapan Zeline tidak seperti seusia umur nya. Stella mencoba menegur anak nya. Namun, Zeline dengan santai tidak merasa bersalah atau pun menangis. Bahkan, ia tak menyesali perbuatan nya. Karena bagi nya, mereka yang sudah sangat keterlaluan menghina dia dan Ibunya.

"Zeline melakukan itu, karena itu pantas untuk mereka. Mulut mereka sekotor air combelan itu, Mama."

"Sayang, kamu tidak boleh berkata seperti itu. Ayo minta maaf nak!"

"Untuk apa? Meleka yang sudah menghina ku, Ibu meleka juga menghina ibu. Untuk apa Zeline meminta maaf. Jika kalian tidak pelgi! Zeline akan melempal combelan itu lebih banyak! Apa kalian ingin juga?" tanya Zeline dengan santai nya. Semua orang pun segera pergi dan menghina Stella. Setelah orang-orang pergi. Stella menarik anak nya untuk masuk, ia kembali menasehati anak nya untuk tidak nakal. Namun, Zeline berkata ia tak akan nakal jika orang tidak mengganggu diri nya juga keluarga nya.

"Mereka selalu bilang Zeline anak halam. Tidak punya Ayah, Namun Zeline tidak malah. Kenapa meleka malah hanya karena di siram?" ujar Zeline yang menatap serius ibu nya. Stella hanya bisa memeluk sang anak

1
Chauli Maulidiah
lha, katanya tdk sebudaya.. tp msh membudayakan tukang urut.. gmn sih nyonya... yg total donk jd orkay.. knp gak sekalian ke tukang saraf atau tukang ortopedi.. 😒
kinoy
ni novel tuh gmn nasib y.. lanjut ato engga yak
Marchel
aku mampir kak
Srimurni Nurjanah Sitorus
sabarlah mamanya Zidan baru menikah sebulan udah dituntut harus hamil anak itu rezeki dari Allah
Iraa
kapan kebusukan Lee terbongkar thor
Agustia Anggraini Sinaga
kapan Lee ketahuan KK,n Stella am aska nikah
Miss Jee
Udah diri sendiri yg egois dan gengsi mau nyalahin org lain lagi… Helow sadar kau yg ngerusak semua tu kau sendiri bukan Stella… tnggl tunggu kebusukan lee terbongkar masih bs mengagung2kan lee ngk ntar kalo ketahuan busuknya 😏
Agustia Anggraini Sinaga
kpn y Lee ketahuan
kinoy
nah gt donk.. bongkar busuknya xiu,. lee jg klo anaknya bkn anak aska biar tmbh nyesel tuh c xiu mantu yg dibanggakan ternyata bobrok..
kinoy
kpn kebongkar nya sih.. dah episode 100 lbh msh aj berkutat disitu
Miss Jee
Aku jd penasaran kalo kebusukan si lee tu trbongkar bs malu ngk tu nenek lampir.. menjelekan orang yg kau anggap mesin cetak anak waktu pertama dngr hamil cucu mu pura2 baik spya nanti bs kau pisah kan, kau hina perempuan yg lahirkan cucu mu hnya karena kau ngk suka dan krn dy beda kasta ma kau xiu.. nggk sabar tunggu sampe semua tau kenapa stella kabur dari aska masih bs berbangga hati ngk kau xiu kalo kebusukan mu dr awal ketahuan ma anak mu sndr.. kaya stngh2 ja bangga bngt mpe ngk bs mnghargai org lain
Iraa
kpn kebusukan Lee terbongkar thoor
Miss Jee
Setidak sukanya kamu xiu ma stella, kamu tidak patut memisahkan anak dari ibunya.. kamu pikir Stella itu pa mesin cetak anak? Begitu anaknya lahir lngsng mau kamu singkirin ibunya, kamu mau ngk d pisahin ma anak mu abis tu suami mu tu nikah lagi? Ingat karma xiu harta tu ilang bukan hanya krn human error tp ad campur Tuhan dalam human error tu yg menyebabkan kamu bs kehilangan harta yg slalu kamu agungkan hingga bs injek2 harga diri seorang wanita yang melahirkan cucu mu.. Dasar cewek ngk tau diri, yg wanita murahan tu menantu yang selalu kau agung2kan tu.. Apa yg keluar dari mulut mu tu mencerminkan siapa diri mu.. orang kaya tapi kelakuan buat malu ckckckck
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga tau Xiu kelakuan Lee
Iraa
thoor Kon Aska tau kebusukan Lee
kasihan Stella
Margaretha Sukmawati
stella nek luat lo. lo harusnya tenang jgn keras kepala dan egois. dgn sikap lo begini yg ada ank lo makin menjauh
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga Zeline sadar klau Xiu itu pura"baik apalagi Lee jahat udah dinikahi Aska masih tetep sama pacarnya selingkuh
Miss Jee
Kapan ya zeline dngr sendiri kalo dr dulu neneknya yg d sayang tu mau pisahkan dy dr mamanya sejak dy ad d dalam perut mamanya.. terkadang sebuah keluarga bs jadi bodoh hanya karena mementingkan kasta dan reputasi.. selalu ingin di hormati tp lupa caranya menghormati orang lain, miris bngt keluarga kaya tp mental org miskin 🤣
kinoy
bnr2 klrg yg dungu ah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Lee seharusnya menunjukkan pada Zeline perkataan omanya Xiu klau mau cepat pergi dari rumah Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!