NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aisyah Ratna Anjani

Namanya Aisyah Ratna Anjani, ia biasa di panggil Ais atau Sya, sebenarnya Aisyah bukan tipe cewek yang ribet, ia tidak pernah mempermasalahkan panggilan untuknya asalkan menurutnya baik.

Gadis yang selalu mengenakan hijab semenjak duduk di bangku SD itu tinggal bersama seorang ibu dan adik laki-lakinya. Aisyah tinggal di keluarga yang tidak religius, bahkan ibunya tidak pernah mengerti cara mengaji walaupun begitu tapi tekatnya untuk terus mendalami ilmu agama tidak pernah pudar.

Di sela-sela waktu luangnya selalu ia habiskan dengan memperdalam ilmu agama dengan membaca beberapa buku agama atau menghadiri pengajian di pesantren yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Selain mendengarkan pengajian, setiap satu minggu sekali ia selalu menyempatkan untuk belajar ngaji di pesantren yang sama karena pesantren itu adalah pesantren yang terdekat dari rumahnya.

Mereka hanya tinggal bertiga, ayahnya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SD dan saat itulah asal muasal ia mulai mendalami ilmu agama, ia ingin mendoakan ayahnya yang telah tiada.

Saat itu adiknya masih dalam kandungan ibunya. Ayahnya meninggal karena sakit stroke. Semenjak saat itu ibunya menjadi singel parent, ibunya bernama bu Santi. Sepeninggal ayahnya, bu Santi menyambung hidup dengan berjualan rujak cingur, ayahnya tidak meninggalkan harta apapun kecuali sebuah rumah yang sedang ia tinggali, untung saja saat itu ayah dari Dini, saudara sepupunya membantu bu Santi dengan memberikan modal untuk berdagang.

Karena ibunya yang masih punya bayi, sesekali Aisyah harus membatunya. Karena kebiasaan itu kini berlanjut hingga dewasa, Aisyah dengan kebiasaannya membantu ibunya.

Adiknya bernama Nino, saat ini Nino

sudah sekolah SD. Bu Santi membutuhkan banyak uang karena setiap bulan Nino harus melakukan cuci darah ke rumah sakit, ia menderita gagal ginjal bawaan.

Dia dan ibunya harus bekerja keras untuk itu, maka Itulah kenapa ia harus bekerja paruh waktu untuk membantu keperluan keluarganya selain membantu ibunya jualan rujak cingur, ia juga bekerja di kafe seusai kuliah.

Karena kekurangan biaya, Ia hampir saja tidak bisa melanjutkan kuliahnya, tapi untung saja ia mendapat beasiswa sehingga biaya kuliahnya gratis hingga lulus. Akhirnya ibunya

mengijinkannya untuk kuliah.

🌺🌺🌺

Da’dha ashar Aisyah punya jadwal mengaji di pesantren, sebenarnya enggan berpamitan pada ibunya yang sedang istirahat, tapi jika tidak berpamitan, pasti ibunya akan mencarinya karena nanti malam ibunya akan pergi ke pasar

untuk berbelanja.

Akhirnya Aisyah memberanikan diri membangunkan ibunya.

"Bu ...., bu ...!" dengan pelan dan suara lembutnya ia membangunkan ibunya. Merasa ada yang sedang membangunkannya, bu Santu mulai membuka matanya.

"Iya?"

“Bu …, aku ke pesantren dulu ya, insyaallah nanti ba’da isyak sudah pulang!”

“Iya …, jangan malam-malam ya, kasihan adikmu nanti kalau di tinggal sendiri!”

“Iya bu, assalamualaikum!”

“Waalaikum salam!”

Sudah beberapa tahun Aisyah selalu datang ke pesantren jadi tidak aneh jika seluruh

penghuni pesantren mengenalnya. Sampai bu nyai dan pak kyai pun sering meminta

bantuan padanya untuk beberapa hal termasuk mengajar beberapa santri junior.

Seperti biasa, aisyah mengayuh sepedanya untuk sampai di pesantren. Sesampai di gerbang pesantren seperti biasa pak satpam akan menyapanya dengan ramah karena di

sanalah aisyah akan menitipkan sepedanya.

‘Neng aisyah, kebetulan sudah datang, bu nyai tadi mencari neng Ais loh!”

“Ada perlu apa ya mas?” tanya aisyah was-was.

“Tidak tahu neng. Coba saja langsung ke ndalem…!”

“baiklah mas, saya masuk dulu ya …!”

Aisyah pun langsung menuju ke ndalem, ndalem adalah rumah utama bagi pak kyai dan bu nyai. Di sanalah keluarga inti tinggal.

Aisyah dengan langkah pelannya menuju ke ndalem, terlihat rumah itu masih sepi. Ia melihat sekelilingnya, tapi tidak ada siapapun, walaupun sudah sering masuk ke rumah itu, tapi rasa deg degan selalu

ada setiap kali bu nyai memanggilnya.

Karena dekatnya ia dengan bu nyai,sampai bu nyai memintanya memanggil umi. Ummi Sarah,

bu nyai dan pak kyai tidak punya anak perempuan makanya mereka sangat sayang

pada Aisyah. apalagi Aisyah memiliki perangai yang lembut dan penyayang.

Tok tok tok

Akhirnya Aisyah memberanikan diri mengetuk pintu. Dan mengucapkan salam. Setelah

mengucapkan salam terdengar sahutan salam dari dalam rumah itu.

Ceklek

Pintu pun perlahan terbuka, dan seseorang yang membuat aisyah terkejut berdiri di

sana dengan wajah sejuknya. Dengan cepat Aisyah menundukkan pandangannya.

“Kamu ….?’ Ternyata pria itu tidak kalah terkejutnya. Pria itu adalah gus fahmi.

“Maaf Gus …, kata mas Fathur. Ummu Sarah memanggil saya!”

“Jadi kamu Aisyah?” Aisyah pun hanya mengangguk. Gus Fahmi pun segera membuka lebar pintu itu.

“Masuklah …, ummi sudah menunggumu!”

Aisyah mempersilahkan gus Fahmi untuk masuk lebih dulu. Karena tidak baik berjalan di

depan seorang pria. Gus Fahmi pun akhirnya berjalan mendahului aisyah, dengan

terus menunduk, ia mengikuti langkah gus fahmi.

“Ummi…, dek Aisyahnya sudah datang!” ucap gus fahmi setelah langkahnya mencapai

ujung ruang makan. Di dapur terlihat sekali ummi Sarah sedang sibuk di dapur

bersama ummi Ani, ummi Ani adalah asisten rumah tangga di pesantren itu yang

sudah di anggap seperti keluarga sendiri karena ummi Ani tidak memiliki

keluarga.

“Assalamualaikum, Ummi!”

“Waalaikum salam, nak. Kesini lah …!”

Melihat Aisyah ingin berjalan mendekati umminya, gus Fahmi segera memberi jalan, ia

mundur beberapa langkah. Melihat gus Fahmi sudah memberi jalan, aisyah pun

segera berjalan mendekati ummi Sarah.

“Ada yang bisa saya bantu Ummi?’ tanya aisyah setelah dekat dengan ummi Sarah.

“nanti pak Kyai, akan kedatangan tamu untuk itu ummi memanggilmu untuk menemani ummi menemui tamu itu! Kamu tidak pa pa kan jika libur dulu ngajinya?”

“Iya ummi, tidak pa pa!”

“Oh iya Aisyah …., kamu pasti terkejut saat melihat dia, kenalkan dia putra ummi,

baru pulang dari pendidikannya di Mesir. Namanya Fahmi , Aldi El Fahmi!”

“Iya ummi, kami sudah bertemu!”

“Dimana?”

“Di kampus Ais, gus Fahmi mengisi tausiyah di kampus Ais!”

“Baguslah kalau begitu, kalian pasti akan segera akrab!”

“Insyaallah …!”

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di dapur, Gus fahmi juga sudah meninggalkan mereka.

Gus Fahmi di beri tugas abi nya untuk mengisi materi di pesantren. Hingga waktu

magrib pun tiba. Aisyah ikut jama’ah sholat Magrib di masjid pesantren bersama

santri-santri yang lain.

“Masyaallah mbak Ais, beruntung sekali di panggi bu nyai bisa dekat sama gus Fahmi dong!” celoteh beberapa santriwati yang lain.

“Iya loh mbak Ais  …, seneng banget dengar

suara tartilnya gus Fahmi pas lagi memimpin sholat tadi, merdu banget bikin

meleleh ….!”

Ternyata fans gus Fahmi bukan hanya di kampus saja, ternyata para santriwati juga

mengidolakannya, bahkan banyak dari mereka yang mengharapkan bisa jadi

pendamping gus Fahmi.

Hingga selesai sholat pun suara mengagumi gus Fahmi masih terdengar dan Aisyah hanya

bisa tersenyum. Bahkan untuk menggapai cintanya itu begitu sulit, ia tidak

pernah bermimpi untuk bisa menjadi pendamping seorang gus fahmi.

Walaupun hatinya begitu ingin, semenjak bertemu dengan gus fahmi di acara tausiyah itu, dalam doanya selalu ada nama pria itu. Setidaknya berharap memiliki pendamping

yang sepertinya adalah sebuah impian besarnya kini. Diam-diam ia mulai

mengagumi pria itu dengan segala kelebihannya.

Aisyah kembali lagi ke ndalem , ia kembali

menemui ummi Sarah. Menyiapkan hidangan makan malam untuk pak Kyai dan

tamu-tamunya.

Bersambung

Happy Reading 🥰😘❤️

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!