Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.
Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.
Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.Berita kehamilan
" Kau kemana saja malam tadi love? " Kata Tina mengintrogasi Love.
" Kau lihat wajahnya yang lelah dan bercak bercak merah itu, aku yakin dia sudah sama seperti kita. "
" Oh my god bagaimana aku tak melihatnya dari tadi. Kau bermalam dengan siapa? Jangan kau bilang kau tidak tahu siapa dia ?" Lovely menatap Tina dengan tatapan sendu. Dan membenamkan mukanya ke bantal yang dipegangnya.
"Shits... apa dia pakai pengaman" kata dua wanita ini serempak.
" Aku tak tahu... " Dua orang wanita didepannya saling berpandangan.
" Aku bilang apa kemarin, jangan mengajaknya ke sana dan yang dikhawatirkan terjadi, dia lolos dari perhatian kita dan menjadi objek pemuas lelaki yang kabar buruknya kita tak tahu siapa dia. "
" Lovely... aku benci dengan kepolosanmu ini. " gerutu Allen.
" Kita tunggu saja beritanya satu bulan lagi, aku berharap lelaki itu tak meninggalkan kecebongnya dalam perutmu itu. Nasibmu sungguh sial kali ini. "
" Bisakah kalian tidak membuatku bertambah pusing. Minuman Alkohol itu membuat kepalaku hampir pecah, rasa sakit yang hinggap di sekujur tubuhku dan lagi pengkhianatan Bram.... "
" Tambah lagi... lelaki asing yang tidur denganmu. Aku penasaran bagaimana wajahnya? Apakah dia tampan Lov "
" Tina jika kau bicara lagi kembalilah ke kamarmu sana, aku mau sendiri. "
" Sendiri mengingat malam kalian... ha...ha... " Kata Allen dan Tina bersamaan.
" Kalian keluar dari kamarku..." usir Lovely.
satu bulan kemudian.
" Bagaimana hasilnya Lov, " kata Tina khawatir. Lovely memperlihatkan testpack yang bertanda garis dua merah. Sesuatu yang mereka takuti akhirnya terjadi juga. Dua sahabatnya langsung memeluk Lovely.
" Apakah sebaiknya kugugurkan? "
" Jangan lov itu dosa. " Ucap Allen.
" Melakukannya itu juga dosa "
" Aku harus bagaimana ? Aku juga tak bisa meminta pertanggung jawabannya. Kami sam sama saking tak mengenal bisa juga dia mengelaknya atau dia juga mempunyai sebuah keluarga."
" Kita akan membesarkannya bersama sama " kata Allen
" Kami juga bersamamu Lov" Kata Bayu Elang dan Rudi yang berdiri di pintu kamar Lovely.
" Kita semua akan membesarkan anak ini bersama sama. "
🌸🌸🌸🌸🌸
" Hoek... hoek.... " Ini sudah kesekian kalinya Zen memuntahkan isi perutnya. Kini hanya cairan berwarna kuning dan terasa pahit yang dia keluarkan.
" Dokter Faisal telah datang tuan. " kata pak Lee kepala pelayan di rumah ini. Zen keluar dari kamarnya dan berbaring lemas diatas tempat tidurnya.
" Ini sudah kali ketiga dalam seminggu ini kau memanggilku. "
" Tes pada darahmu menyatakan kau dalam keadaan sehat. Sekarang aku akan bertanya apakah kau merasa mual dan pusing bila mencium sesuatu.? "
" Yah... "
" Apakah kau mual bila makan makanan yang berbau menyengat ? " Zen mengingat bahwa akhir akhir ini agak pemilih dalam memilih makanan. Terkadang dia merasa aneh menginginkan sesuatu yang dia tak sukai sebelumnya.
" Yah... Aku bayar kau mahal untuk memeriksa kesehatanku bukan untuk mengetahui apa yang ku makan. Kalau kau tak bisa mengatasinya sebaiknya kau kupindahkan saja ke pedalaman"
" Aku kira kau menderita cauvade syndrome atau sindrome simpati"
" Penyakit apapula itu ?"
" Sepertinya kau menghamili seseorang dan kau berbagi rasa kehamilan dengannya. "
" Bagimana bisa begitu aku selalu memakai pengaman. "
" Coba kau ingat beberapa bulan ini kau berhubungan dengan siapa saja dan kau main tak aman dengan siapa? "
" Aku bukan playboy yang akan celup Kesana kemari sal. "
" Lalu adakah yang berhubungan denganmu antara satu atau dua bulan ini ?"
" Bukan maksud saya menyela tapi tuan sebulan kemarin membawa seorang wanita kerumah ini. "
" Itu dia, kau mungkin menghamilinya? "
Zen menghembuskan nafasnya berat. " Apakah aku akan mengalaminya selama sembilan bulan sal? "
" Biasanya trimester pertama kehamilan. " Zen mengangguk mengerti.
" Apakah kau akan menemuinya? "
" Tidak dia sudah beruntung mendapat benih unggul dariku. Lagian dia tak ingin bertemu aku lagi, bisa juga dia menggugurkan kandungannya jika dia mengetahui hamil seorang anak yang tak ingin dia inginkan. "
" Dia akan beruntung jika mempunyai anak kembar, mommiemu melahirkan dua pasang anak kembar. Hanya kau saja yang sendirian. "
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu