NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua

Jam satu subuh Amanda udah berangkat dengan sepeda motor butut karbu ke pelelangan, bawa dua keranjang milih-milih sesuai catatan.

Emak masih tidur.

Amanda bawa kunci cadangan.

Amanda di pelelangan ikan, nawar ikan sama langganan trus bungkus'in ikan sesuai catatan.

Ikannya dibantuin diangkat ke motor, kanan kiri box ikan udah sesuai pesanan.

Amanda berangkat lagi kepasar.

Ngangkat, milah ikan sesuai catatan yang udah dibungkus.

Bau anyir ikan di pasar Amanda sudah biasa, amanda pakai baju lengan panjang jaket kardigan coklat penahan tubuh dari dingin dan celemek biru, sarung tangan karet, sepatu bots, soalnya jalan pasar becek.

"Makasih ya nak," kata Ibu langganan terakhir di serahin Bungkusan Ikan.

"Sama-sama bu.. " Amanda diserahin uang 500 ribu buat modal beli ikan lagi besok, masih untung 100 ribu buat dikasih ke emak nanti.

"Lapak sebelah kosong bu? " tanya Amanda.

"Kosong... yang punya lapak balik kampung" kata Ibu langganan.

"Bantuin ibu promosi'in nak.. " kata Ibu langganan.

" Ntar.. Persenan Ibu kasih.. " kata Ibu langganan lagi.

Amanda ngangguk.

"Kenapa nggak enyak lo aja yang ngisi da.. " kata langganan lapak ikan sebelah sambil motong ikan pakai golok kayak demo di tipi, darahnya muncrat ke celemek.

" Iya ntar, Manda bilangin Emak" kata Amanda.

Amanda balik kerumah.

Emak sudah bangun berangkat ke pasar pakai sepeda listrik.

Ikut bantu-bantu di pasar.

Amanda buka tudung nasi ada Goreng ayam, sambal terasi.

Amanda menggantung celemek, nyimpan sepatu bots.

Amanda cuci tangan dan kaki rebahan dulu masih setengah empat pagi.

Amanda nggak bisa tidur, suara adzan subuh dari musholla depan komplek kedengaran sampai rumah.

Amanda akhirnya bangun cuci pakaian masukin pakaian di mesin cuci.

Menjemur pakaian di belakang rumah yang mentok sama bantaran sungai.

Amanda noleh ke sebelah, ada Nora tetangga seumurannya.

Nora putus sekolah, kelas 7.

Ibu sama Bapaknya nggak mau sekolah'in lagi katanya nggak ada uang, Nora tinggal dirumah aja, mau dinikahin sama yang kerja di bengkel bapaknya Martin.

Amanda senyum.

Nora nunduk masuk rumah selesai jemur pakaian, Nora adeknya tiga.

Rumahnya selalu sepi.

Amanda cuma anak satu-satunya tapi rumahnya rame terus emaknya nggak capek-capeknya nyerocos tiap hari.

Ini hari minggu, bakalan rame sore-sore ibu komplek ngumpul bawah pohon belimbing wuluh depan rumah ngerujak.

Pantesan belimbing nggak pernah kelihatan buahnya, orang baru tumbuh aja udah di cocol'in sambel sama kecap.

Amanda sarapan nasi sama ayam goreng yang sudah di siapin emak.

Nyender di tembok duduk di lantai, catat penghasilan hari ini Modalnya lima juta dua ratus, keuntungan tujuh ratus ribu.

Belum beli minyak motor sama bayar token listrik buat cas sepeda.

Amanda sisikan duit keuntungan 200 ribu ke dalam celengan bentuk ATM hello kitty.

Amanda taruh celengannya di lemari lipatan baju paling bawah.

Amanda nyusun buku di meja belajar kayunya.

Buku Tulis Amanda habis, Amanda keluar rumah dulu beli buku di depan gang.

Amanda antri nunggu bayar belanjaan.

"Beli buku nda'? " kata Ali.

Eh, beruntung banget pagi-pagi udah ketemu Ali.

Untung tadi udah mandi, keluar pakai pewangi pikir Amanda.

"iiiya li... Buku gua habis" jawab amanda malu-malu.

Sempat ngaca di etalase siapa tau nyangkut tai mata, soalnya Ali mandang'in Amanda gitu banget.

Amanda selesai membayar buku, pensil sama penghapus belanjaannya.

"Duluan ya li.. " kata Amanda.

Ali ngangguk senyum manis semanis gula pasir yang di kerubung'in semut.

Amanda hampir nabrak gantungan pernak pernik, saking salah tingkah.

Keluar toko senang banget, kaya nggak pernah ketemu Ali di sekolah.

Saking senangnya lari sambil lompat-lompat kaya di taman bunga padahal aslinya di gang sempit, di klakson motor lewat.

Amanda sadar dia banyak berhayal.

Melihat kebawah sendal jepitnya putus gara-gara kegirangan.

Pulang kerumah nyeker, jalan balik mode awal kaya cacing kepanasan, aspalnya udah panas.

Amanda nyiram kaki, di kran air luar rumah.

Nora duduk di teras sambil baca buku komik neman'in adeknya yang umur 6 bulan.

"Nor..Nora..." panggil Amanda.

"Nora.." ketiga kalinya, Amanda kesal.

Masuk kerumah, masa Nora nggak dengar, dia pakai headset?

Amanda masak telor ceplok sama sayur bening  timun.

Makan duluan, emak mungkin pulang agak siangan.

Setelah cuci piring, melipat pakaian Amanda rebahan di Kasur.

Emak masuk rumah, mandi beberes makan siang.

Amanda keluar dari kamar yang tertutup gorden.

"Emak lapar" kata emak sambil makan nasi, kaki diatas bangku, santai bener dah.

Selesai makan emak bersendawa, "Guaaak" kaya mau keluar naga.

"Kenyang..." kata emak.

"Emak balik lagi?" tanya Amanda.

"Nggak...ntar sore ada arisan" kata emak.

Sejak kapan emak juga ikut arisan kayak sosialita bener.

"arisan dimana mak?kok manda baru tau" kata Amanda garuk-garuk kepala, gerah ketombe muncul.

"Biasa Arisan kelompok rujak, seratus per bulan?" kata emak

"Seratus juta banyak amat mak..." kata Amanda.

Eh, kepala Amanda di toyol emak tangan bau terasi.

"Ah emak ihhh, manda baru shampoo nih" kata Amanda.

Emak dari dapur habis cuci piring habis makan cuci tangan pakai sabun.

Ikut duduk di lantai, ngeluarin duit dari saku dasternya.

"Nih...hitung" kata emak melempar duit ke hadapan Amanda.

Garcep Amanda hitung duit dari emak.

"Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah" kata Amanda.

"Hah?" kata emak kaget.

Amanda lebih kaget.

"Emang duit emak kurang?" kata Amanda.

"Nggak, pintar juga lo kalo ngitung duit, pas terus" kaya emak nepok bahu Amanda keras.

"Kirain duitnya ilang, taunya ngetes doang" kata amanda sambil ngomong mulutnya monyong-monyong.

Amanda berdiri mengambil duit dari dalam dompet hadiah beli kalung perak tempo hari.

"Mak, Manda kan dapat untung kotor tujuh ratus ribu, nah manda setorin emak lima ratus soalnya dua ratus kaya biasa manda taroh di tabungan" kata Manda.

"Alhamdulillah ya nak... " kata emak mengambil uang dari tangan Amanda. disatukan dengan uang pendapatannya tadi.

"Cepet banget mak, ambil uangnya" kata Amanda.

Kepala amanda ditoyor lagi.

"Hitung nih totalnya berapa?" kata emak mengipas-ngipas duit ke wajah Amanda.

"Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah" kata Amanda.

Wajah amanda malah di remes-remes pakai dua tangan sama emak.

"Pinter, cakep  kaya artis sinetron anak emak, kalo itung duit mah jago" kata emak senang.

Amanda cuman bisa geleng-geleng kepala.

"Emak capek, pijitin kaki nih" kata emak nyodorin kaki ke Amanda.

Amanda pasrah aja mijitin kaki emak.

"Emang ngapain aja emak tadi di pasar" kata Amanda.

"Job emak tadi dari pagi ngupas ikan, udang, eh potong ikan ngupas udang... trus...ngupasin bawang merah, bantuin marutin kelapa" kata Emak.

"Trus..." kata Amanda

"Motong Ayam, bersihin hati" kata Emak.

"Trus..." kata Amanda lagi sambil mijit kaki emak.

"Tras tros tras tros ya udah aja, Manda!" kata emak, nge"gas.

Amanda berhenti mijit.

"Eh, bukannya berhenti mijit Manda" kata emak.

Amanda cekikik melihat wajah emaknya.

Melanjutkan memijat.

Emaknya yang multi talenan ini, bukan multi talenta.

Sama, Amanda juga gitu kerja serabutan cari uang kadang banyak kadang dikit kadang merugi.

"Uangnya mak ambil ya...seratus ribu ini emak arisan ntar' sore siapa tau beruntung kan dapat arisan kita" kata emak cekikik sambil bersandar menahan lelah.

Emak tiba-tiba meleyot berbaring ke lantai.

"Lah, emak tiduran di kamar aja" kata Amanda.

"Disini aja adem, ambil bantal" perintah emak, pakai komando nunjuk tangan ke kamar.

Amanda ambil bantal, untuk emak.

Amanda juga ikut tiduran di lantai karpet ruang depan.

Duo maut mengalahkan hiu terdampar, capek kerja capek mikir duit buat hidup juga.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!