NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 1

Rumah Sakit Harapan Hidup, disinilah tempat ibunya Nadia dirawat. Ibunya terbaring lemah di kasur rumah sakit. Dari raut wajahnya tampak kalau ia sangat lelah menghadapi upaya penyembuhan kankernya. Semakin hari rasanya perkembangan untuk sembuh hanya bertambah sedikit. Tapi dihatinya masih ada kepercayaan kalau ia bisa keluar dari kondisi ini.

Ibunya mengerjapkan mata, lalu menoleh ke arah Nadia yang duduk kursi samping kanan ranjang. Ia menatap anaknya yang sedang tertidur diatas lipatan tangannya disamping kasur.

"Nadia" ucap ibunya lirih. Perlahan tangannya yang tertancap jarum infus mendekat ke kepala anaknya dan perlahan ia mengusapnya. Ia tersenyum.

Nadia terbangun. Ia segera menegakkan kepalanya

"iya ma, ada apa ?"

"kamu udah makan ?" tanya ibunya.

"belum ma. Nanti aja" jawab Nadia dengan di akhiri senyuman.

"sana makan dulu. Nggak apa-apa mama ditinggalin" ucap ibunya.

"nanti aja ma. Aku belum laper, aku mau masih disini," jawab Nadia di akhiri senyuman dan mendekatkan telapak tangan ibunya ke pipinya. Kehangatan tangan dari manusia yang telah melahirkannya dan merawatnya benar-benar terasa.

Walaupun kelihatan lemah dan lelah berjuang menghadapi rasa sakit dibadan, ibunya memaksa dirinya untuk tersenyum didepan putri sulungnya ini.

Klek

Seorang perempuan membuka pintu. Ia adalah Rara adik dari Nadia. Dengan mengenakan pakaian Slip dress satin berwarna hijau dan potongan belahan tinggi di bagian paha dan jaket jeans serta sepatu high heels, Ia melangkah masuk. Ditangan kanannya Ia membawa sebuah paperbag yang isinya makanan untuk sarapan pagi.

"selamat pagi ma," sapa Rara saat berhenti melangkah disamping kiri ranjang ibunya. Ia kemudian melangkah mendekat kesamping Nadia.

"Ini kak, aku bawain sarapan," ucap Rara sambil menyerahkan paperbag ke kakaknya. "kakak makan dulu aja, biar aku aja yang nemenin mama."

Saat pertama kali melihat Rara masuk, hal yang menjadi perbincangan dihati Nadia adalah kenapa adiknya ini berpakaian seksi seperti ini. Ini rumah sakit bukan kelab malam yang dapat menunjukkan keseksiannya didepan umum.

Tiga atau empat hari yang lalu, Nadia pernah mengingatkannya untuk berpakaian sesuai tempatnya. Namun, Ia sangat heran, kenapa selalu diingatkan, adiknya ini selalu saja melupakannya. Benar-benar keras kepala.

Pintu kamar rawat ibunya kembali terbuka. Dokter dan perawat perempuan masuk. "selamat pagi, saya mau cek kondisinya ya," ucap dokter.

"ma, aku sama Rara keluar dulu ya" Nadia berdiri. Ibunya mengangguk.

"ayo keluar dulu," ucap lirih Nadia dihadapan Rara. "ada yang mau aku omongin." mereka berdua melangkah keluar. Suara sepatu high heels Rara membarengi mereka.

"Ra, aku kan udah pernah bilang ini rumah sakit bukan kelab malam," ucap Nadia setelah menutup pintu. Ia mulai jengkel dengan adiknya yang selalu mengabaikan nasihatnya,"aku kan udah pernah bilang..."

"jangan pakai pakaian seksi saat datang kerumah sakit," potong Rara sambil memalingkan wajahnya, ia merasa kesal setiap hari selalu saja dapat nasihat dari kakaknya. Ia kemudian duduk dikursi panjang depan ruangan dan meletakkan paperbag yang ia bawa disampingnya.

"aku itu capek kak. Dengerin kakak ngomel mulu. Setiap dateng nasehat lagi, ini salah itu salah. Terus apa yang benar dari Rara kak ?" Rara menatap kakaknya yang masih berdiri.

Nadia kemudian duduk disamping kiri adiknya. Ia menghela napas sejenak untuk tetap tenang. "sekali aja dengerin kakak. Apa yang aku katakan itu demi kebaikan kamu dan masa depan kamu. Kamu itu udah dewasa jangan seperti ..."

"anak kecil maksud kakak ?" potong Rara. "aku itu udah tahu kak, tapi aku kan ada alasan kenapa aku pakaian seperti ini. Aku tadi malam pulang kemalaman terus..."

Belum selesai menerangkan, perawat keluar dari ruang rawat ibunya. Nadia dan Rara seketika menghentikan pembicaraan. Perasaan penasaran muncul dibenak Nadia, perawat itu tampak tergesa-gesa. Langkahnya terlihat lebih cepat.

Tidak lama kemudian dokter yang periksa ibunya keluar, berdiri dihadapan Nadia dan Rara.

"bisa saya bicara sebentar," kata dokter. Mereka berdua lalu berdiri. Siap mendengarkan perkataan dokter selanjutnya.

"ada apa dok ?" ucap spontan Rara.

"saat dilakukan pemeriksaan tadi, tiba-tiba ibu Diana tak sadarkan diri. Jadi mohon doanya, semoga pasien bisa cepat sadar." dokter mencoba memberikan pengertian kepada Nadia dan Rara. Nada bicaranya rendah agar tidak membuat mereka berdua panik.

Mendengar keterangan dokter, Nadia dan Rara langsung diterpa kecemasan. Khawatir akan kejadian hal buruk.

Nadia kembali duduk. Didalam hatinya ia mencoba untuk tetap tenang dengan menepis hal buruk yang masuk ke celah perasaannya.

"baik dok. Berikan penanganan yang terbaik untuk mama saya ya, dok," ucap Rara. Dokter itu tersenyum tipis lalu masuk dibarengi dengan perawat yang telah kembali mendorong meja troli yang diatasnya ada alat pemacu jantung.

Rara ikut kembali duduk disamping kakaknya. Ia melihat Nadia, tampak sekali kalau kakaknya ini sudah mulai cemas setelah mendengar kondisi ibunya saat ini.

Rara merangkul bahu kakaknya lalu merebahkan kepalanya ke bahu sebelah kanan Nadia. Tangannya mengusap lembut bahu kiri. "kak tenang kak, dokter pasti akan berikan yang terbaik untuk mama," katanya, berusaha menenangkan kakaknya. Sebenarnya dibalik itu semua, jauh didalam lubuk hati Rara muncul kecemasan yang sama juga dirasakan kakaknya. Namun ia tetap yakin kalau ibunya tidak apa-apa.

Menit demi menit sudah berlalu dan kini sudah hampir satu jam, namun dokter dan perawat yang didalam belum keluar. Hal ini membuat kecemasan menyerang ke perasaan Nadia dan Rara semakin menjadi-jadi.

Akhirnya tak lama kemudian Dokter dan perawat keluar. Seketika Nadia berdiri, kemudian disusul Rara. Raut wajah Nadia menampakkan bagaimana ia bergelut dengan rasa cemasnya sampai detik ini.

"dok gimana keadaan ibu saya, sudah sadarkan dok ?" tanya Nadia dengan berharap ada kabar baik.

Dokter tampak mencoba menenangkan dirinya sebelum memberikan keterangan. "kondisi ibu Diana semakin melemah. Saya sudah berusaha mencoba mengembalikkan kesadaran pasien. Mohon maaf, pasien dinyatakan meninggal dunia."

Mendengar penjelasan dokter, Nadia sangat terkejut seakan ia belum siap menerima penjelasan itu. Seketika air matanya tumpah, mengalir membasahi pipinya. Ia tidak bisa menerima kenyataan ini dan tidak menyangka kalau ibunya harus meninggal secepat ini.

Karena tak kuat menahan kesedihan, ia akhirnya pingsan. Reflek, Rara segera menahan tubuh kakaknya yang akan terjatuh.

Kabar kepergian ibunya menjadi sebuah palu godam yang menghantam begitu keras. Sakit rasanya menerima kenyataan secara tiba-tiba. Rara pun tak menyangka ibunya telah meninggal.

"kak, bangun kak," ucap Rara, mencoba mengembalikkan kesadaran kakaknya. Dengan dibantu dokter, Rara mencoba mendudukkan Nadia ke kursi sambil terus berusaha membangunkannya.

Pagi itu, berubah menjadi suasana yang sangat menyesakkan dada. Nadia dan Rara mau tidak mau, harus menerima kenyataan takdir yang tidak bisa dihindari. Takdir yang pasti akan dijumpai setiap manusia. Mereka harus bisa merelakan kepergian orang tersayang.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!