NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:260.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersihkan semuanya

"Bersihkan apa yang sudah kau kotori tadi, gadis nakal."

Gumam Jeremy. Mereka sudah berada di kamar, tepatnya di kamar mandi. Jeremy duduk dalam bath up yang masih kosong. Claire masih di atas dengan wajah menyengir lebar, jari-jarinya yang lentik perlahan menyentuh kancing paling atas kemeja Jeremy, membukanya satu per satu dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat menggoda.

"Kalau menurutku sih... sayang kalau nggak dibersihkan sampai tuntas. Nanti sisa asapnya masuk ke sela-sela baju, malah bikin gatal nggak sih?" cicitnya polos, meski matanya berbinar nakal menyiratkan maksud lain.

Jeremy hanya mendengus pelan, tak berniat memotong tingkah istrinya. Ia membiarkan Claire bekerja, matanya tak lepas menatap wajah gadis itu yang sesekali tertawa kecil saat melihat bekas jelaga yang masih tersisa di sudut rahang atau telinganya.

"Kau ini memang tidak tahu rasa takut ya," gumamnya pelan, tapi nada suaranya sama sekali tidak terdengar marah. Justru ada kehangatan yang terselip di sana, rasa lega karena sesaat beban berat soal senjata curian teralihkan oleh kekacauan konyol ciptaan istrinya.

Setelah kemeja terbuka lebar dan terlempar ke lantai, pandangan Claire berhenti sejenak pada dada bidang Jeremy yang kini mulai terkena bercak hitam tipis. Ia kembali menyeka dengan lembut, menikmati setiap garis otot yang terasa kencang di bawah sentuhannya.

"Dada kamu juga kena loh," bisiknya, lalu perlahan tangannya turun menyentuh pinggang celana bahan yang masih dikenakan Jeremy.

"Jadi... celananya dibuka nggak?" tanyanya lagi, menatap Jeremy dengan mata bulat yang meminta kepastian.

"Kalau nggak dibuka, nanti bagian dalamnya kotor loh. Aku kan mau bersihin sampai dalam-dalam, kayak yang kamu bilang tadi."

Jeremy mencondongkan tubuh sedikit ke depan, membuat wajahnya sejajar dengan Claire. Tatapan tajamnya kini berubah jadi penuh godaan, sudut bibirnya menyeringai miring.

"Kau yang menawarkannya. Sekali kau buka, jangan harap kau bisa berhenti di tengah jalan." bisiknya parau, napasnya hangat menyentuh bibir Claire. Ia ingin melanjutkan apa yang sempat tertunda semalam meski saat ini tubuhnya rasanya capek sekali.

Claire tertawa kecil, lalu dengan mantap membuka ikat pinggang, lalu menurunkan ritsleting celana itu perlahan.

"Siapa takut? Aku kan istri sah kamu. Semua bagian tubuh kamu adalah hakku," balasnya, celana itu akhirnya terlepas dari sarangnga.

Kini hanya tersisa celana dalam yang menutupi tubuh Jeremy. Claire mengambil kain lap yang sudah dibasahi air hangat, lalu mulai mengusap perlahan dari pinggang ke arah paha. Setiap kali tangannya menyentuh kulit yang hangat dan kencang itu, ia bisa merasakan bagaimana tubuh Jeremy menegang sedikit, menahan sensasi yang mulai menyebar.

"Bersihkan semuanya," bisik Jeremy, tangannya tiba-tiba bergerak menahan pergelangan tangan Claire, menuntunnya perlahan ke arah yang lebih bawah.

"Jangan ada satu pun yang terlewat."

Claire terkekeh pelan. Jeremy menarik tubuh Claire agar masuk sepenuhnya ke dalam bath up, membiarkan air hangat perlahan memenuhi ruangan itu dan menyelimuti tubuh mereka berdua.

"Dari mana kau belajar membuat benda-benda konyol seperti itu?" tiba-tiba Jeremy teringat dengan benda-benda yang diciptakan Claire.

Sebenarnya itu bukanlah benda-benda biasa yang simple dan bisa diciptakan sembarang orang. Butuh otak seseorang yang sudah belajar bertahun-tahun di bidangnya atau memang seseorang yang jenius. Siapa coba yang tiba-tiba dapat ilham bikin vape raksasa dan langsung jadi?

Jeremy menatap Claire lagi. Semakin dia berpikir keras semakin dia melihat istrinya ini memang perempuan yang berbeda. Keliatannya saja bawel, ceplas-ceplos dan agak bodoh. Tapi, bukankah semua orang yang jenius juga kelakuan mereka agak aneh?

"Jawab aku." katanya lagi.

Claire berhenti mengusap sejenak, lalu menjawab.

"Aku nggak belajar di sekolah mana pun. Sejak kecil aku memang suka bongkar pasang barang, suka menghitung rumus yang orang lain bilang rumit. Rasanya kayak ada peta sendiri di kepalaku yang langsung tahu mana bagian yang pas, mana yang harus diubah." jawabnya pelan, tangannya kembali bergerak lembut membersihkan sisa kotoran di perut suaminya.

Jeremy menatapnya lama.

"Apa lagi yang ingin kau buat setelah itu, bom?"

Jeremy langsung tertawa menyebutkan kata terakhirnya. Menurutnya tidak mungkin. Seorang gadis yang tampak lemah seperti Claire ini membuat bom? Mustahil. Bom hanya bisa di rakit oleh orang-orang yang terlatih khusus, punya akses bahan berbahaya, dan berani menanggung risiko sebesar itu. Tak mungkin istrinya yang suka tertawa dan jahil ini sanggup mengerjakannya.

Sementara Claire terdiam sebentar dengan mata yang berkedip-kedip karena ucapan suaminya itu tepat sekali. Bahkan bom yang dia rakit sudah jadi setengah jalan. Tapi tentu saja laki-laki ini tidak boleh tahu. Bisa-bisa rencananya dan teman-temannya gagal total lagi.

Ia kembali bersikap biasa dan mulai menyeka bagian dada Jeremy lagi.

"Tubuh kamu kotor semua. Harus di sabuni sampai bersih biar wangi." katanya sengaja mengalihkan topik secepat kilat, tangannya kini menyambar sabun cair dan mulai menggosok perlahan di dada bidang suaminya. Jeremy tampak menatapnya curiga sejenak, tapi melihat gadis itu berusaha sebaik mungkin menyabuni setiap lekuk tubuhnya dengan wajah riang kembali, akhirnya ia membiarkan saja keraguan itu mereda pelan-pelan.

"Bersihkan di sini lagi." tangan Jeremy meraih pergelangan tangan sang istri dan membawanya ke bawah sana, yang tertutupi oleh air dalam bath up.

Mata Claire melebar begitu tangannya bersentuhan dengan benda yang sudah keras di bawah sana. Ia menatap Jeremy, lalu tersenyum nakal dan segera berdiri dari sana.

"Bersihkan sendiri saja, wleee! Siapa suruh semalam main kabur nggak balik-balik!"

Setelah mengatakan itu Claire segera kabur keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah-basah. Ia sengaja mau dendam karena pria itu juga sudah ninggali dia sampe dua kali di saat-saat yang krusial.

"CLAIRE!"

Jeremy berseru gondok. Padahal dia mau meneruskan apa yang sudah tertunda semalam. Jeremy tak berpikir dua kali. Ia langsung melompat bangkit dari bath up, membiarkan air memancar ke mana-mana, lalu berlari mengejar istrinya yang sudah melompat ke atas kasur sambil tertawa renyah. Tubuhnya yang basah sama sekali tak ia pedulikan, yang ada di pikirannya hanya satu, menghukum gadis nakal itu dengan cara yang paling pas.

Namun lari Claire cepat sekali. Gadis itu bahkan sudah keluar kamar. Jeremy yang tanpa busana apapun tentu saja tidak bisa mengejarnya sampai keluar bukan?

Jeremy hanya bisa mengusap wajah kasar sambil memaki dalam hatinya. Claire sialan. Tidak tahu apa semalam betapa tersiksanya dia karena berhenti di tengah jalan? Ia pun kembali ke kamar mandi dan berakhir dengan bermain solo. Tunggu saja pembalasannya.

1
~Ni Inda~
Hadeeuhh...para bocah...dikira main petasan apa 🤣🤣
Atik Marwati
senjata makan tuan rupanya tapi ga kapok🙄
Miss Typo
sekalu bikin ngakak, apalagi ada Talia 🤣
call mi
😛😛😛😛
Ririn Danayanti
Thor kok up nya cuma 1 1 aja
Yuliana Purnomo
ngakak 😄😄😄 aku mbayangin aksi mereka 😄
Rahmat
astaga nambah lg 1anggota geng claire,laki talia gak ngamuk gak y apalg mr jim istrix bikin masalah🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍 q aja yg cuma baca bisa ngebayangin
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sakit perut.... kram broooo
ririen handayani
adu dududududu gk kuat ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... asli penghilang stress nih crita
ririen handayani
astaga.... gini nih klo amatir 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suami kok djelek2in
Nandi Ni
boleh ga sih aku tertawa bahagia walau mereka telah berhasil ngebom kantor polisi🤣🤣🤣 episode paling lucu dan gong bgt sih ini
Septi Lahat
astoge,, sempat 2 salah lempar bom😅😅😅
🍃🌺WINA🌺🍃
Mommy thalia merasa senang ada lebih gila darinya🤣🤭bisa mengenal geng somplak dan setengah gila...

kirain bom rakitan claire berbahaya hanya bikin gosong, mom thalia dan claire dan sahabat-sahabatnya aja🤣

claire nanti ketahuan mister jem dihukum kamu nakal banget, diam-diam keluar dari rumah sama sahabat2 kamu tanpa ijin mister jem😄

mommy thalia bergabung aja geng mafia mommy thalia jadi ketuanya, claire dan teman2nya anak buahnya pasti sangat seru dan menarik🤣🤭
Tiyas Dimas
bener-bener nakal ini anak😄😄🤦🤦
Qorey
misi terkocak🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Apa jangan" boom yg di didapatkan genk Claire punya Jeremy yg hilang itu ya 🤔🤔🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: ganjel dong🤣🤣
total 10 replies
LANY SUSANA
🤣🤣🤣🤣🤣 Claire Claire suami mu kepala mafia lo tp km random sekali🤣🤣🤣
Thalia cocok ni ketemu Claire yg nakal dan unik 🤣🤣🤣🤣bisa bikin group mafia cewe ni🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!