Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Tamparan Pertama Sang Naga
Sinar matahari pagi menembus celah gorden, menyinari kamar yang kini terasa berbeda. Setelah membuang semua kotoran beracun dari tubuhnya, kulit Lin Chen kini tampak lebih bersih, sehat, dan memancarkan kilau perunggu yang maskulin. Otot-ototnya yang dulu menyusut karena meridian yang hancur kini terbentuk sempurna, proporsional bagaikan patung marmer Yunani kuno.
Ia mengenakan kemeja putih sederhana dan celana panjang hitam, lalu melangkah keluar dari kamarnya. Setiap langkahnya kini terasa ringan namun kokoh, dipenuhi dengan kekuatan batin dari Seniman Bela Diri Tingkat Bumi.
Di lantai bawah, ruang makan Keluarga Su yang mewah tampak tegang.
Di ujung meja, duduk seorang wanita paruh baya dengan perhiasan mencolok dan wajah yang memancarkan keangkuhan. Dia adalah Wang Qin, ibu mertua Lin Chen. Di sebelahnya, Su Ruoxue sedang mengurut pelipisnya, tampak kelelahan dengan setumpuk dokumen bisnis di hadapannya.
Mendengar suara langkah kaki, Wang Qin mendongak. Begitu melihat Lin Chen, wajahnya langsung berkerut jijik.
"Lihatlah jam berapa sekarang, dasar sampah!" bentak Wang Qin tajam. "Kau pikir rumah Keluarga Su ini panti asuhan? Kakek menyuruhmu kemari untuk menjadi pelayan, bukan majikan! Cepat ke dapur dan buatkan kami sarapan!"
Di kehidupan masa lalu, Lin Chen akan segera menundukkan kepala dan bergegas ke dapur dengan tubuh gemetar. Namun kali ini, Lin Chen hanya melirik Wang Qin dengan tatapan datar, lalu berjalan santai ke arah meja makan dan menuangkan segelas air untuk dirinya sendiri.
"Kau... kau berani mengabaikanku?!" Suara Wang Qin meninggi, jarinya menunjuk tepat ke wajah Lin Chen. "Dasar orang cacat tidak berguna! Jika bukan karena kakek Ruoxue yang pikun itu, orang buangan dari Ibukota sepertimu bahkan tidak pantas menjilat lantai rumah kami!"
"Ibu, cukup," tegur Su Ruoxue dengan suara lelah. Ia tidak membela Lin Chen, ia hanya terlalu pusing dengan masalah perusahaannya untuk mendengar keributan di pagi hari.
Lin Chen meletakkan gelasnya. Ia menatap Wang Qin dengan tenang. "Nyonya Wang, aku menikah dengan putrimu karena perjanjian dua keluarga. Aku bukan pembantu di rumah ini. Jika kau ingin sarapan, suruh pelayanmu sendiri yang membuatnya."
Gebrakan!
Wang Qin memukul meja. Matanya melotot tak percaya. "Kau berani menjawabku?! Ruoxue, lihat bajingan ini! Dia berani menantang ibumu!"
Su Ruoxue mengerutkan kening. Ia menatap Lin Chen, merasa ada yang berbeda dari pria ini. Auranya yang kemarin terlihat menyedihkan dan layu kini menghilang tanpa sisa, digantikan oleh ketenangan yang aneh.
Namun, sebelum Su Ruoxue sempat membuka mulut, suara decit ban mobil yang mengerem kasar terdengar dari halaman depan, disusul dengan suara dobrakan pintu utama.
Brak!
Pintu ruang makan didorong terbuka dengan kasar. Seorang pemuda arogan dengan setelan jas mahal berwarna merah marun melangkah masuk, diiringi oleh empat pengawal berbadan besar yang mengenakan kacamata hitam.
"Bibi Wang, Ruoxue sayang, selamat pagi!" sapa pemuda itu sambil tersenyum congkak.
Wajah Su Ruoxue langsung memucat. "Zhao Tian? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke rumahku?!"
Zhao Tian adalah Tuan Muda dari Keluarga Zhao, salah satu keluarga tiran lokal di Kota Donghai. Ia terkenal kejam, licik, dan sudah lama mengincar Su Ruoxue beserta perusahaan kosmetiknya.
"Ruoxue, kenapa kau begitu dingin?" Zhao Tian melangkah mendekati meja makan tanpa diundang, lalu menarik kursi. "Aku dengar Grup Kosmetik Su sedang mengalami krisis rantai pasokan bahan baku. Pemasok utamamu membatalkan kontrak sepihak, bukan? Kebetulan sekali, aku bisa menyelesaikan masalah itu hanya dengan satu panggilan telepon."
Zhao Tian mencondongkan tubuhnya, menatap Su Ruoxue dengan tatapan mesum. "Syaratnya mudah. Jadilah wanitaku, dan serahkan 40% saham perusahaanmu kepadaku. Daripada kau mempertahankan status pernikahan konyolmu dengan anjing cacat dari Ibukota ini."
Setelah mengatakan itu, Zhao Tian melirik Lin Chen dari atas ke bawah, lalu tertawa meremehkan. "Oh, jadi ini Tuan Muda Lin yang terkenal itu? Kudengar meridianmu dihancurkan dan sekarang kau bahkan tidak kuat mengangkat sekantong beras? Ckckck, menyedihkan sekali."
"Zhao Tian, jaga bicaramu dan keluar dari rumahku sekarang juga!" Su Ruoxue berdiri, wajah cantiknya memerah karena marah. "Aku tidak akan pernah menjual perusahaanku, apalagi menjadi wanitamu!"
"Jangan keras kepala, Ruoxue." Zhao Tian mendengus dingin. Matanya menyipit penuh ancaman. "Di Kota Donghai ini, apa yang kuinginkan pasti kudapatkan. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara halus, aku tidak keberatan menggunakan cara kasar."
Zhao Tian memberi isyarat kepada pengawalnya yang paling besar. "Ah Long, patahkan kedua kaki anjing cacat ini dan lempar dia ke jalanan. Aku tidak suka melihat wajahnya saat aku sedang melamar calon istriku."
"Baik, Tuan Muda!"
Pengawal bernama Ah Long itu melangkah maju sambil meretakkan buku-buku jarinya. Tingginya hampir dua meter dengan otot yang menonjol di balik jas hitamnya. Ia menatap Lin Chen dengan seringai kejam.
"Nak, jangan salahkan aku. Salahkan nasibmu karena menjadi sampah," geram Ah Long, lalu mengayunkan tinjunya yang sebesar kepalan tangan gorila tepat ke arah wajah Lin Chen.
"Berhenti! Jangan sentuh dia!" teriak Su Ruoxue refleks. Meskipun ia membenci pernikahan ini, ia tidak sekejam itu untuk membiarkan seorang pria cacat dipukuli di rumahnya.
Namun, tinju itu terlalu cepat.
Wang Qin bahkan sudah menutup matanya, membayangkan darah Lin Chen akan mengotori karpet mahalnya. Zhao Tian tersenyum lebar, bersiap melihat pemandangan yang memuaskan.
Plak!
Sebuah suara redam bergema di ruang makan.
Bukan suara tulang wajah yang remuk, melainkan suara sesuatu yang ditangkap dengan telak.
Mata Zhao Tian membelalak, senyumnya membeku. Su Ruoxue menahan napasnya.
Di sana, Lin Chen masih berdiri dengan tenang di tempatnya. Satu tangannya masuk ke dalam saku celana, sementara tangan kanannya dengan santai menangkap tinju raksasa milik Ah Long. Wajah Lin Chen tidak menunjukkan ekspresi apa pun, seolah ia hanya sedang menangkap daun yang jatuh dari pohon.
"I-ini..." Ah Long berkeringat dingin. Ia mencoba menarik tangannya kembali, tetapi cengkeraman Lin Chen terasa seperti catok baja yang tidak bisa digoyahkan sedikit pun.
"Kau bilang aku sampah?" suara Lin Chen mengalun pelan, sedingin angin musim dingin.
KRAK!
Lin Chen memutar pergelangan tangan Ah Long. Suara patahan tulang yang mengerikan terdengar seketika.
"AAARGHHH!" Ah Long menjerit histeris, berlutut ke lantai sambil memegangi lengannya yang kini bengkok ke arah yang tidak wajar.
Sebelum ada yang sempat bereaksi, Lin Chen mengangkat kakinya dan menendang dada Ah Long.
BUM!
Pria seberat lebih dari seratus kilogram itu melayang di udara bak layang-layang putus, menabrak pintu ganda ruang makan hingga hancur berantakan, dan terkapar pingsan di lorong depan dengan darah menyembur dari mulutnya.
Keheningan total melanda ruangan itu. Hanya terdengar suara napas yang memburu dari Zhao Tian.
"T-tunggu... k-kau bukan orang cacat! Bukankah meridianmu sudah hancur?!" Zhao Tian melangkah mundur dengan gemetar, wajahnya yang tadi arogan kini pucat pasi. Tiga pengawal lainnya bahkan tidak berani melangkah maju, kaki mereka gemetar melihat kekuatan mengerikan barusan.
Lin Chen mengambil tisu dari meja, mengelap tangannya dengan perlahan, lalu membuangnya ke lantai. Ia melangkah maju mendekati Zhao Tian. Setiap langkahnya terdengar seperti detak jam kematian di telinga Tuan Muda keluarga Zhao itu.
"Di kehidupan sebelumnya, aku membiarkan anjing-anjing sepertimu menggonggong. Tapi hari ini..."
Lin Chen menghilang dari pandangan Zhao Tian, dan di detik berikutnya, ia sudah berdiri tepat di depan pemuda itu.
"...Aku akan mengajarimu cara tutup mulut."
PLAAAK!!!
Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi Zhao Tian. Kekuatan tamparan itu begitu dahsyat hingga tubuh Zhao Tian berputar di udara sebelum membentur ujung meja makan dengan keras.
Tiga gigi bercampur darah muntah dari mulut Zhao Tian. Setengah wajahnya langsung membengkak merah bak kepala babi.
"K-kau berani memukulku?! Aku adalah penerus Keluarga Zhao! Kau sudah mati, Lin Chen! Kau—"
Lin Chen menatapnya dengan tatapan merendahkan, lalu menginjak dada Zhao Tian dengan satu kaki, menekan paru-parunya hingga pemuda itu nyaris kehabisan napas.
"Bawa tuan kalian yang menyedihkan ini dan enyah dari pandanganku sebelum aku memutuskan untuk mematahkan lehernya," perintah Lin Chen kepada tiga pengawal yang tersisa. "Dan sampaikan pada Keluarga Zhao... jika kalian berani mengganggu Keluarga Su lagi, aku akan menghapus nama Keluarga Zhao dari peta Kota Donghai."
Ketiga pengawal itu buru-buru maju, memapah Zhao Tian yang merintih kesakitan dan setengah pingsan, lalu melarikan diri dari rumah itu layaknya anjing yang dipukuli.
Ruang makan kembali hening.
Wang Qin berdiri mematung di sudut ruangan, tubuhnya gemetar hebat hingga cangkir teh di tangannya bergemeretak. Su Ruoxue menatap punggung Lin Chen dengan mata terbelalak lebar. Jantungnya berdetak liar.
Pria ini... apakah dia benar-benar Lin Chen yang sama yang datang kemarin?
Di saat yang bersamaan, suara mekanis bergema di benak Lin Chen.
[Ding!]
[Berhasil menyelesaikan misi tersembunyi: Menampar wajah antagonis tingkat rendah untuk pertama kalinya!]
[Evaluasi: Sempurna. Dominasi yang luar biasa.]
[Reward: Uang Tunai 10.000.000 Yuan (Telah ditransfer secara legal ke rekening rahasia Swiss milik Host) & Keterampilan Pasif: 'Mata Emas' (Master-level Appraisal - Kemampuan menilai keaslian, sejarah, dan nilai semua barang antik/batu giok di dunia).]
Mendengar notifikasi sistem, Lin Chen tersenyum tipis. Mata Emas? Ini adalah modal awal yang sempurna untuk membangun kembali kekaisaran finansialnya.
Ia membalikkan badan, menatap ibu mertua dan istrinya yang masih shock. Ia merapikan kerah kemejanya dengan santai.
"Aku akan pergi keluar sebentar," ucap Lin Chen tenang, lalu berjalan melewati Su Ruoxue tanpa menoleh lagi.