NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

“Tidak! Aku tidak mau!” tolak Cleona tegas ketika Adrian mengatakan bahwa dirinya akan masuk ke pasar pernikahan untuk dijodohkan.

“Hanya kau harapan keluarga ini, Cleona.”

“Aku tidak mau menikah melalui pasar perjodohan!” Cleona kembali berteriak.

“Cleona, rendahkan suaramu! Tidak pantas wanita bangsawan berbicara dengan nada tinggi,” Bastian menegur adik perempuannya.

Seperti biasa, lima bersaudara Whitmore berkumpul di ruang tengah. Adrian perlu membahas semua ini kepada semua saudaranya.

“Kau bisa bicara seperti itu, karena kau laki-laki, Bastian!” tegas Cleona hampir mengumpat kakaknya.

Mereka seolah memojokkan dirinya agar mau dijodohkan. “Kenapa harus aku? Masih ada Elowen,” tunjuk Cleona pada Elowen yang duduk di kursi berlapis beludru.

Elowen menoleh mendengar dirinya disebut. Para saudara laki-lakinya ikut melihat ke arahnya. Tapi, dengan cepat mereka berpaling.

“Elowen memiliki kekurangan, tidak mungkin bangsawan kuat mau menerima perempuan bisu—”

“Adrian!” potong Dylan.

Adrian menghentikan ucapannya, sadar kalau kata-katanya telah menyinggung Elowen. “Maafkan aku Elowen, aku tidak bermaksud,” kata Adrian menyesal.

Elowen mengangguk pelan. Tapi hatinya sudah sangat pedih, bahkan untuk masuk pasar perjodohan dia tidak pernah dipertimbangkan.

“Pokoknya aku tidak mau!” Cleona tetap kekeh dengan pendiriannya.

“Tidak ada penolakan Cleona,” ucap Adrian tegas. “Aku tetap akan membawamu ke kerajaan besok untuk mendaftar ke pasar pernikahan.”

Cleona terdiam.

Rahangnya mengeras, jarinya mengepal di sisi gaun hingga lipatan kain kusut karena genggamannya. Ada banyak kata yang ingin ia lontarkan, namun semuanya tertahan di ujung lidah.

***

Di kamar, Cleona masih saja menangis. Beberapa pelayan sampai kebingungan bagaimana cara untuk menghentikan air mata nona muda mereka.

“Kumohon Miss, jangan menangis lagi. Mata anda akan menjadi bengkak dan merah esok hari.”

Cleona tidak mendengarkan pelayannya dan masih saja sesenggukan. Dia tidak mau menikah karena perjodohan. Karena Cleona sudah memiliki orang yang ia cintai.

Elowen di depan pintu, melihat sekilas keadaan kakaknya. Kemudian dengan keberaniannya ia mengetuk pintu kamar sang kakak.

Cleona menoleh, matanya yang basah bertambah banjir ketika melihat Elowen. “Aku tidak mau menikah,” lirihnya.

Elowen berjalan mendekat. Kemudian memeluk Cleona, berusaha menenangkannya.

“Aku tidak bisa menikah dengan orang yang sama sekali tidak kukenal, Elowen.”

Elowen menepuk punggung Cleona lembut. Mengangguk pelan, seolah memberitahu kakaknya bahwa dia mengerti yang dirasakan wanita itu.

Cleona melepaskan pelukan mereka lebih dulu. Matanya sendu menatap Elowen. “Kenapa tidak kamu saja yang dijodohkan?”

Mata Elowen bergetar. “Apa kamu serius mengatakan hal ini, Cleona?” ucap Elowen dalam diam.

“Kamu tidak punya seseorang yang kamu cintai. Kamu bahkan tidak pernah pergi keluar, perjodohan sangat tepat untukmu.”

Bahkan, kau pun berkata seperti itu… Elowen menghela napasnya dalam. Entah kenapa kata-kata Cleona terdengar menyakitkan.

Sayangnya, Elowen tidak bisa membalas perkataan Cleona langsung. Dia hanya bisa diam, memaksakan senyuman kecil untuk Cleona. Ya, perjodohan sangat tepat untuknya. Tapi, itupun tidak pernah dipertimbangkan oleh kakak mereka.

Sepertinya Elowen tidak akan secepatnya menikah.

Memang siapa keluarga yang mau menerima perempuan bisu?

***

Hati Elowen getir ketika melihat lukisan ibunya di dinding ruang keluarga. Cantik, dan sangat mirip dengannya.

Rambut pirang dengan kilau perak berpadu dengan mata abu-abu yang memancarkan kilau lembut. Keindangan Lady Agatha Whitmore memberikan dua hal itu sebelum meninggal dunia setelah melahirkan sang putri bungsu, Elowen Whitmore.

Itulah alasan Lord Whitmore, tak pernah menatap dalam Elowen selama ia hidup.

Putri bungsunya itu selalu mengingatkan pada mendiang sang istri yang sangat dicintainya.

Elowen adalah gambaran kebahagiaan dan kesedihan dalam waktu bersamaan bagi Lord Whitmore.

“Ibu, apa aku tidak pantas untuk menikah?” ucap Elowen dalam diamnya. Matanya berkaca-kaca, setetes air mata jatuh membasahi pipi.

Kata-kata Adrian masih membekas di hati Elowen. “Tidak mungkin keluarga bangsawan kuat menerima perempuan bisu…” Elowen bahkan bisa menebak kalimat selanjutnya.

Wanita itu berjalan menuju kamarnya.

***

Para pelayan sudah begitu sibuk di pagi hari. Lima pelayan khusus keluarga Whitmore bertugas untuk mempersiapkan Cleona.

Gaun sudah disiapkan, beserta semua printilan yang diperlukan. Putri sulung keluarga Whitmore itu harus tampil sempurna hari ini.

Seorang pelayan berjalan menuju ruang persiapan. Pelayan kedua dan ketiga menyiapkan permandian, sementara yang lain pergi menjemput nona muda mereka di kamarnya.

“Miss Cleona?” panggil seorang pelayan dari depan kamar Cleona.

Tidak ada jawaban.

“Miss Cleona?” panggilnya lagi. Kali ini sambil mengetuk pintu kamar nona muda mereka.

Hening.

Pelayan itu menoleh ke arah temannya. Menggeleng.

“Kita harus memberitahu Tuan Adrian,” ucap pelayan lain.

Mereka pun menemui Adrian di ruang tengah. Menceritakan semua yang terjadi sebelumnya.

Adrian mengetatkan rahangnya, dia tidak mau berasumsi lebih dulu. Tapi, jelas sekali wajahnya mengkhawatirkan sesuatu.

Adrian berjalan cepat menuju kamar Cleona diikuti para pelayan. Mengetuk keras pintu kamar Cleona.

“Cleona? Buka pintunya, Cleona!” teriaknya.

Seperti sebelumnya, tidak ada tanggapan sama sekali dari dalam. Adrian mulai menegang, matanya berkilat.

“Dobrak pintunya!” katanya penuh penekanan ke arah pelayan pria di dekatnya.

“Apa Tuan?”

“Dobrak pintunya!” Adrian mengulangi kata-katanya dengan nada tinggi.

Benar saja, pintu kamar Cleona didobrak, suaranya yang kencang membangunkan Elowen. Kamarnya memang tak jauh dari sana.

Dylan juga ikut terbangun. Sedangkan, Bastian masih terlelap dalam tidurnya karena ia baru saja kembali beberapa jam lalu dari pub tempatnya minum-minum semalaman.

Setelah percobaan berkali-kali, akhirnya pintu kamar Cleona terbuka.

Adrian langsung melangkah ke dalam diikuti para pelayan. Beberapa saat kemudian, Elowen dan Dylan datang.

Tidak ada yang menemukan Cleona. Kamarnya kosong. Rapi, bahkan seperti tidak tersentuh sama sekali.

Di atas ranjang ada empat surat tergeletak rapi.

Untuk Adrian dari Cleona:

Perempuan bukan sebuah barang yang bisa ditransaksikan. Maafkan aku Adrian. Aku memilih cinta daripada sebuah nama kehormatan.

Untuk Bastian dari Cleona:

Sebaiknya kau mencari pekerjaan daripada selalu mengunjungi pub dan bersenang-senang dengan pelacur. Beruntung kau tidak terlahir menjadi perempuan. Karena kalau itu terjadi, kau pasti tidak akan sanggup menahan rasa sakitnya, Bastian. Dari saudarimu yang harus memilih pergi.

Untuk Dylan dari Cleona:

Dari sekian laki-laki di rumah Whitmore. Kau selalu menjadi favoritku. Belajarlah yang baik di Oxford, dan belajarlah untuk menghargai seorang perempuan kemudian hari. Karena dua kakak laki-laki kita sudah mengecewakan salah satunya.

Untuk Elowen dari Cleona:

Maafkan aku Elowen.

Cleona kabur di hari perjodohannya.

Adrian meremas surat yang ditinggalkan Cleona untuknya. “Brengsek!” umpat pria itu.

Semua orang terdiam, Adrian terlihat sangat marah.

Dylan mendekat ke kakak sulungnya. Tapi, secepat kilat Adrian menoleh ke arah Elowen yang masih memakai piyama tidurnya. “Kau! Persiapkan dirimu,” katanya menunjuk Elowen lalu pergi keluar.

Elowen menyusul kakaknya, dengan mata bulat seolah bertanya. Persiapan untuk apa?

“Kau yang akan pergi ke pasar perjodohan,” ucap Adrian.

Elowen mematung. Apa? Pasar perjodohan?

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!