NovelToon NovelToon
Dibabukan Suami Diratukan Duda Tajir

Dibabukan Suami Diratukan Duda Tajir

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Penyesalan Keluarga / Rumah Tangga
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

"Ketika pengorbanan seorang istri dibalas dengan penghinaan, takdir akan mengirimkan tangan lain untuk mengangkatnya menjadi ratu."

Nirmala diperlakukan seperti babu oleh suami dan keluarganya.

Perlakuan suaminya Nirmala, Antoni pada Nirmala disebuah acara kantor, secara tidak sengaja terlihat oleh Theo, seorang duda pengusaha kaya yang disegani didunia bisnis.

Merasa kasihan pada Nirmala dan diam-diam mengaguminya, Theo secara diam-diam selalu jadi penolong bagi Nirmala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Gaun Pinjaman

Malam berlalu dengan keheningan yang menyiksa bagi Nirmala. Pagi harinya, suasana di dalam rumah sudah kembali riuh, namun bukan riuh yang membawa kehangatan. Sejak pukul enam subuh, Nirmala sudah harus berkutat di dapur, menyiapkan sarapan berupa nasi goreng porsi besar, menyeduh kopi hitam untuk Antoni, dan membuat susu formula untuk Andrew.

"Kak Nirmala! Sepatu flat shoes hitamku yang di rak depan mana? Kok tidak ada?!" sebuah teriakan cempreng melengking dari arah ruang tamu.

Sinta, adik ipar Nirmala yang sudah berusia dua puluh dua tahun namun kelakuannya masih manja seperti anak kecil, berjalan menghentakkan kaki ke arah dapur. Dia cemberut, menatap Nirmala yang sedang sibuk menyaring susu Andrew dengan pandangan menuntut.

"Kemarin sudah Kakak cuci dan jemur di belakang, Sin. Mungkin sudah dipindahkan ke rak dalam kamar kamu," jawab Nirmala sabar tanpa menoleh.

"Ih, lagian kenapa tidak langsung ditaruh di depan kamarku sih? Sengaja banget bikin aku telat kuliah!" gerutu Sinta ketus. Tanpa rasa bersalah atau ucapan terima kasih, gadis itu langsung menyambar segelas susu hangat di atas meja dapur yang sebenarnya disiapkan Nirmala untuk Andrew, lalu meminumnya hingga setengah.

"Aku berangkat ya, Bu!“ teriaknya pada Bu Yuli yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian rapi.

Nirmala hanya bisa menghela napas panjang, mengusap dadanya yang terasa sempit. Kejadian seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Sejak kepergian Pak Hendra, semua orang di rumah ini menganggap tenaganya sebagai fasilitas gratis yang wajib melayani mereka dua puluh empat jam.

**

**

**

Pukul tujuh malam tiba lebih cepat dari yang Nirmala bayangkan. Setelah seharian membujuk Tina, tetangga sebelah rumah yang berbaik hati mau menjaga Andrew selama beberapa jam, Nirmala akhirnya berdiri di depan cermin lemari kamarnya yang mulai kusam.

Dia menatap pantulan dirinya. Nirmala terpaksa meminjam salah satu gaun lama milik Sinta. Sebuah gaun brokat berwarna salem yang potongannya agak kekecilan di bagian dada dan lengannya. Warnanya pun tampak kontras dengan kulit Nirmala yang belakangan agak pucat karena kurang tidur. Nirmala hanya memoleskan bedak tipis dan lipstik merah muda seadanya yang dia miliki sejak dua tahun lalu.

Cklek.

Pintu kamar terbuka kasar. Antoni melangkah masuk dengan setelan jas hitamnya yang licin dan wangi parfum yang menyengat ruangan. Begitu matanya menangkap sosok Nirmala, pria itu langsung menghentikan langkahnya. Dahinya berkerut dalam, memancarkan rasa jijik yang tidak ditutup-tutupi.

"Astaga, Nirmala... Kamu pakai baju apa itu?" Antoni berkacak pinggang, mendengus sinis. "Itu gaun Sinta, kan? Di badan Sinta kelihatan bagus dan seksi, kenapa begitu kamu yang pakai malah kelihatan seperti bungkusan lemper?"

Nirmala mencengkeram tas tangan kecilnya erat-earat. "Ini satu-satunya baju formal yang muat di badanku, Mas. Aku tidak punya uang untuk sewa gaun di luar."

"Alasan saja! Bilang saja kamu memang tidak punya selera!" cibir Antoni ketus. Dia melirik jam tangan Rolex KW super di pergelangan tangannya. "Sudah, cepat jalan! Mobil sudah aku panaskan. Ingat ya, begitu sampai di hotel nanti, kamu jangan banyak bicara. Kalau ada kolega aku yang tanya, kamu senyum saja. Jangan bikin malu saya di depan Pak Theo!"

"Pak Theo?" Nirmala mengernyitkan dahi. "Siapa dia, Mas?"

"Dia itu salah satu pengusaha properti terkaya di ibukota, investor kelas kakap yang sedang didekati oleh direksi kantorku," ucap Antoni dengan mata berbinar penuh ambisi. "Kalau malam ini proyek divisiku bisa menarik perhatiannya, posisi direktur pemasaran bisa ada di tanganku. Jadi, awas saja kalau kamu sampai bertindak ceroboh di sana!"

Nirmala tidak menjawab. Dia hanya berjalan mengekor di belakang punggung kokoh suaminya, menuruni anak tangga dengan hati yang diselimuti firasat tidak enak. Di ruang tengah, Bu Yuli meliriknya dengan tatapan meremehkan dari balik majalah, seolah melepaskan kepergian seorang pelayan yang kebetulan diajak majikannya pergi ke pesta mewah. Nirmala tahu, malam ini dia tidak sedang pergi untuk menikmati pesta, melainkan berjalan masuk ke dalam arena penghinaan yang baru.

**

**

**

Di dalam mobil yang melaju membelah kemacetan jalanan ibukota menuju hotel bintang lima tempat acara gala dinner berlangsung, suasana terasa begitu mencekam. Nirmala berulang kali bergerak gelisah. Jemarinya sebentar-sebentar menarik bagian dada gaun brokat salem milik Sinta yang terasa terlalu rendah, lalu berganti menarik bagian bawahnya yang terasa terlalu ketat membalut pinggul.

Nirmala benar-benar merasa tidak nyaman. Tubuhnya yang selama beberapa tahun terakhir ini terbiasa dengan longgarnya kain daster rumahan, kini dipaksa masuk ke dalam gaun ketat yang membentuk lekuk tubuh. Setiap kali dia bergerak, kain brokat itu terasa menusuk kulitnya, membuatnya merasa risih dan tidak percaya diri.

Antoni yang sedang menyetir melirik sekilas kesebelahnya. Melihat tingkah istrinya yang tidak bisa tenang, rahang pria itu mengetat. Rasa kesal dan risih mulai menyelimuti hatinya.

"Bisa diam tidak sih?!" bentak Antoni kasar, tangannya memukul setir mobil dengan gemas. "Dari tadi gerak-gerak terus seperti orang cacingan! Malu-maluin tahu tidak, kalau dilihat orang di jalan?!"

Nirmala tersentak, dia menahan napas sejenak sebelum berani menatap suaminya. "Mas, baju ini sedikit terbuka di bagian atas dan terlalu ketat. Aku merasa risih, Mas. Tidak terbiasa pakai baju seperti ini."

"Risih, risih! Alasan saja!" cibir Antoni dengan nada suara yang meninggi. Dia menatap lurus ke depan dengan pandangan muak. "Baju itu bagus, Sinta membelinya di butik mahal! Bajunya tidak ada yang salah, tapi begitu kamu yang pakai, kamu yang merusak keindahan gaun itu! Dasar kamunya saja yang kampungan, tidak tahu cara membawa diri dengan pakaian berkelas!"

Kalimat Antoni bagai belati yang mengiris ulu hati Nirmala. Air mata hampir saja menetes, namun dia sekuat tenaga menahannya.

"Kalau saja Mas Antoni memberikan uang agar aku bisa sewa atau beli gaun khusus yang sopan untuk acara ini, aku tidak akan merepotkan seperti ini, Mas," sahut Nirmala, suaranya bergetar menahan luapan emosi yang membakar dadanya.

Mendengar tuntutan itu, Antoni justru tertawa sinis, sebuah tawa meremehkan yang terdengar begitu menyakitkan di telinga Nirmala. Pria itu menginjak rem saat mobil mereka berhenti di lampu merah, lalu menoleh sepenuhnya pada Nirmala dengan tatapan sedingin es.

"Jangan mimpi aku bakal sudi memberimu uang untuk membeli gaun mewah, Nirmala!" desis Antoni, menunjuk wajah istrinya dengan telunjuknya yang kaku. "Catat ini baik-baik di otakmu. Malam ini adalah malam pertama, sekaligus malam yang TERAKHIR kalinya aku mau mengajakmu ke acara kantor seperti ini! Jadi, jangan pernah berharap ada kesempatan kedua di mana kamu bisa membuang-buang uangku hanya untuk sebuah gaun!"

Setelah mengatakan kalimat kejam itu, Antoni kembali menginjak gas dalam-dalam begitu lampu berubah hijau, sama sekali tidak memikirkan perasaannya Nirmala.

****

1
Ariany Sudjana
wah jadi penasaran, gimana reaksi Antoni begitu lihat Nirmala dan Andrew ada di restoran yang sama, tapi di undang langsung oleh Theo ?
Ariany Sudjana
baru jadi direktur saja sudah bertingkah kamu Antoni, direktur beda yah dengan pemilik perusahaan, kalau kinerja kamu ga bagus, kamu bisa kehilangan jabatan kamu, ga salah Nirmala mengingatkan kamu akan hal itu
Mala Sari
thor, nunggu lanjutan cerita ni, plis dont take too long
Mala Sari
thor dobel up dunk...
Una_awa
jangan mau ditipu oleh si Antoni,dia cuma memanfaatkan mu Nir
Yasinta Nuriyati
Jangan diam Nir segera lapor ke pak Tyo 🥺
Yasinta Nuriyati
Bersenang-senanglah dulu kamu Antoni 🙄
Yasinta Nuriyati
Melupa klo pengangkatan berkat Nirmala 🙄
Mala Sari
thor, double up yuks.. mumpung lagi weekend, much time to read. jangan lupa bikinkan ilustrasi gambar nirmala dan pak theo yaa
Mala Sari
yuk bangkit perempuan2, kerja dan dapat penghasilan sendiri, meski dapat nafkah dari suami, but kerja sendiri punya penghasilan sendiri, bahu kita jadi bisa tegap dihadapan kelg suami, gak disemena menain, we have own power, girls...
Mala Sari
yesss, ayo pak theo satset, otw keluarkan nirmala dari segala derita dirumah itu before too late. go go pak theo💪
Una_awa
kumat lagi si Antoni 😤
Una_awa
lanjut kak
Una_awa
🥰🥰🥰🥰
Una_awa
lanjut kak
Una_awa
🥰🥰🥰🥰🥰
Yasinta Nuriyati
Perlu ingat Antoni semua ini berkat istrimu..🙄😇
Yasinta Nuriyati
Mulai menampakkan sifat asli lg karna yg di inginkan tercapai 🙄
Yasinta Nuriyati
Akhirnya ketahuan jg niat kamu sebenarnya ke Nirmala.. cuman memanfaatkan 🙄😇
Yasinta Nuriyati
Syukur lah Pak tidak percaya 100 % Antoni.🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!