NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Hari pertama di kampung jeruk nipis pun dimulai, sejak pukul lima pagi semua murid sudah diketuk keras pintu kamar mereka agar segera bangun dan sholat subuh berjamaah di masjid yang ada tidak jauh dari penginapan, cuma butuh 20 langkah lah.

“Ayo, semuanya buruan” tegas pak yahman memanggil para murid cewek yang masih menuruni tangga.

“Ya, Allah. Lu pada lama banget, buruan gak gua jitak lu pada ya!!. Buruan woy keburu pagi” oceh bunga yang tidak tahan melihat itu.

Mendengar Omelan bunga, semua murid cewek langsung berlari turun dan segera mengikuti Bu Windy dan yang lain nya ke masjid.

Setelah sholat subuh berjamaah para murid dan guru kembali lagi ke penginapan untuk siap siap melakukan kegiatan pertama mereka.

“Eh, gua udah mandi sebelum subuh tadi yah. Jadi lu aja yang pada mandi gih sana” ujar putri sambil melipat mukenah yang barusan ia pakai.

“Cepat juga lu, karena aku mandi nya lumayan cepat. Jadi aku dulu yah” kata Risma bergegas mengambil handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Namun terdengar suara orang ngomel lagi di sebelah kamar mereka. Yap, itu suara nya si bunga entah dia lagi ngomel ke siapa.

“Astaghfirullah, ngomel lagi si bunga” heran ayu mendengar Omelan bunga dari balik dinding kamar.

“Kayaknya mah lagi ngomelin Cantika dia kan kadang suka lambat sedikit orang nya, sedangkan bunga itu tipikal orang yang suka cepat”

Sambar dini ia sudah tau itu terjadi, tapi karena kamarnya hanya bisa ditempati maksimal 4 orang jadi gak bisa ikut gabung si Cantika.

“Air nya seger poll tau, enak banget” timpal Risma baru keluar dari kamar mandi, terlihat jelas wajah nya sangat fresh dan bersemangat.

“Iya kan, tadi pas mandi pertama itu beh dingin banget sih tapi itu dia seger poll” ujar putri mengangguk setuju sama pendapat Risma.

Mendengar itu dini yang belum mandi langsung mengambil handuk nya, dan masuk ke kamar mandi.

Setelah semuanya selesai mandi, dan sudah siap membawa tas ransel mereka membawa semua keperluan yang diberikan di grup wa.

“Loh, Cantika kenapa kamu murung gitu?” Tanya putri melihat Cantika masuk kedalam kamar dengan ekspresi seperti itu.

“Gua diomelin mulu sama bunga, dibilang pick me lah, lemot lah”

Akhirnya Cantika pun mengadu ke putri seperti yang biasa nya ia lakukan selama ini.

Putri dengan lembut mengelus punggungnya Cantika, mengajak nya ikut bersama nya dan yang lainnya untuk turun ke bawah.

– — — — — — — — — — — — — — —

“Nah, itu yang lainnya. Lama amat lu pada. Ini kita Ampe kering ke ikan asin nunggu lu pada”

Baru saja Putri, Dini, Risma, Ayu, dan Cantika turun sudah langsung disambut oleh ocehan bunga.

“Astaghfirullah, bunga sabar jangan marah marah mu kamu” tegur pak Yanto mendengar itu bunga hanya diam dengan ekspresi yang jengkel.

“Udah yuk, sini duduk kita sarapan pagi dulu lah sebelum beraktivitas hari ini”

Bu Windy pun langsung mengajak mereka berlima untuk segera duduk di meja makan.

Mereka pun makan dengan tenang sambil memikirkan kegiatan pertama apa yang akan dilakukan nya hari ini?.

Setelah selesai makan mereka semua dengan kompak meletakkan piring kotor serta gelas yang mereka pakai di wastafel. Karena nanti yang mencuci nya Bu Yanti si pemilik penginapan.

Kenapa Bu Yanti yang cuci piring dan lainnya? Karena buk Yanti sudah sepakat akan ikut membantu kegiatan ini. Dan tentunya dibayar pihak sekolah untuk membantu kegiatan mereka selama di kampung.

“Baik semua nya, mohon perhatian nya sebentar. Kegiatan kita hari ini adalah gotong royong membersihkan kampung ini, dibantu oleh masyarakat sekitar sini juga kok”

Jelas pak Rusdi yang memimpin kegiatan hari pertama ini. Lalu ia membagi murid jadi tiga kelompok.

Kelompok pertama Terdiri dari 4 cowok, 4 cewek, lalu di kelompok dua terdiri dari 4 cowok, Lima cewek dan terkahir kelompok tiga terdiri dari 3 cewek, 4 cowok.

•Kelompok pertama

1.andi 1.jesica

2.rido 2.melati

3.ucup 3.lela

4.alman 4.martha

•kelompok kedua

1.joko. 1. Putri

2.dian. 2. Ayu

3.eko. 3. Risma

4.akxel. 4. Dini

Tia

•kelompok tiga

Alfin. 1. Bunga

Farhan. 2. Dinda

Bagas. 3. Cantika

Dimas

Setelah melakukan pembagian tim, pak Rusdi pembina di kelompok satu bersama Bu Windy. Pak Yanto, pak yahman dan bu nana di kelompok dua dan tiga sekaligus.

“Itu si Cantika gak masalah satu kelompok sama bunga, Alfin, Farhan, dan lainnya? Mereka anak anak yang cukup wataknya keras loh pak, sedangkan Cantika kan gampang baper”

Tanya Bu Windy agak khawatir melihat pembagian tim yang di pilihkan oleh pak Rusdi ini.

“Aman aja buk, anak anak nakal yang itu takut sama pak Yanto dan pak yahman. Dan lagi pula kan di kelompok dua ada putri yang bisa nemenin Cantika”

Jelas pak Rusdi yang tahu betul kekhawatiran yang sedang dirasakannya Bu Windy.

Bukan jadi rahasia sekolah soal sikap bunga dan teman teman dekatnya yang terkenal keras kepala dan galak, kadang suka kasar. Para guru mau menghukum fisik dengan memukul dengan penggaris takut di penjara.

“Cih, lemot amat sih lu. Cabut rumput itu begini bjir” kesal bunga, terasa gatal kali tangan nya mau nampar tangan Cantika yang menurut nya terlalu lama kerja nya.

“Bunga” tegur pak Yanto dengan tegas sambil tersenyum paksa menatap murid nya itu.

Melihat itu bunga reflek langsung kembali mencabut rumput halaman warga sambil menggerutu kesal.

‘udah lah tau panas, dia malah lemot kek siput. Dah jadi ikan asin beneran nih gua’

Tanpa memperdulikan Cantika yang masih berada dibelakangnya bunga dan teman teman lain semakin cepat mencabuti rumput tersebut sampai ke halaman rumah samping nya.

Dan benar saja dari kejauhan Bu Windy yang masih agak khawatir ia menoleh ked depan dan melihat Cantika seorang diri sedang yang lain nya sudah sampai di area halaman rumah warga yang lain.

Tidak berselang lama putri dan dini yang sadar Cantika seorang diri langsung mengajaknya ikut bergabung menyapu halaman masjid saja yang sejuk tidak begitu terkena sinar matahari.

“Tuh, kan apa saya bilang Cantika gak selamanya sendiri Bu. Ada putri sama sahabat lainnya yang bakal ngajak Cantika”

Ujar pak Rusdi yang sejak tadi melirik Bu Windy memperhatikan Cantika. Mendengar itu perasaan Bu Windy sedikit lebih lega.

“Iya, betul pak Rusdi. Tadi itu emang saya khawatir banget, bapak kan tau sendiri si bunga anak nya cukup pemarah dan gak suka orang yang lemot”

“Iya, kita semua tau sikap bunga kek gimana. Itu juga karena lingkungan di keluarga nya bu”

Sahut pak Rusdi yang kembali memantau kegiatan para murid sambil sesekali membantu mereka.

Tidak terasa hari sudah mulai menjelang sore, sampai mereka lupa sholat zhuhur dan ashar.

Para guru langsung meminta murid murid agar langsung balik ke penginapan. Karena hari dah gelap sedangkan para guru harus ada urusan berkas tanda tangan kegiatan di masjid bersama pak lurah dan orang penting lain nya.

— — — — — — — — — — — — — — —

“Eh, woy … lu pada gak denger tadi, apa? Tegur putri kepada kawan-kawan nya yang tampak begitu cuek dengan aturan yang sudah dijelaskan oleh pemilik penginapan.

“Yaelah, santai aja gak sih. Sekarang udah tahun 2024 broo … gak ada lagi yang nama pamali” seru Dinda yang sangat tidak percaya dengan hal mistis seperti itu.

Perdebatan perbedaan pendapat pun, akhirnya tidak dapat terhindari. Mereka saling melontarkan pendapat mereka masing-masing soal pamali.

Yang telah diberitahukan oleh Bu Yanti selaku pemilik penginapan tersebut, tanpa mereka sadari hampir dari mereka semua telah melanggar pamali tersebut.

Hanya putri dan dini yang tetap diam melihat kawan-kawan nya masih sibuk berdebat, bahkan sampai ada yang duduk di pintu. Padahal sudah diperingatkan jangan duduk depan pintu, apalagi ini sudah hampir masuk waktu sholat magrib.

Saat mereka masih sibuk berdebat dan kadang bercengkrama riang, adzan magrib berkumandang dari toa masjid.

“Guys … udah adzan lo, kalian masuk yuk. Gak inget apa pesan buk Yanti. Jangan duduk depan pintu, menutup pintu serta jendela, dan harus masuk kedalam saat hari mulai gelap” ujar putri dengan sabar mengingatkan kawan-kawan nya itu.

Dini yang mendengarkan ucapan putri, mengangguk setuju membela teman dekat nya itu. “ Gak ada salahnya buat ngikutin aturan yang ada, toh itu pasti demi kebaikan kita semua kok”

“Alah, kebaikan pala lu peang. Pamali nya gak masuk akal semua!” protes bunga dengan nada tinggi ia merasa dongkol dengan semua pamali yang telah dijelaskan oleh Bu Yanti saat mereka baru sampai di penginapan.

Dikarenakan mereka tidak ada yang mendengarkan sama sekali, akhirnya putri mengajak dini dan disusul Cantika yang sedari tadi hanya diam menyimak.

Ia lebih memilih mengikuti dini dan putri untuk melaksanakan sholat magrib bersama.

“Itu dibawah berisik amat sih, pada ribut soal apaan put?” Tanya Bagas yang lagi asik duduk santai sama murid cowok lain nya di depan pintu kamar mereka.

“Ribut soal pamali yang dikasih tau Bu Yanti waktu pertama kali datang itu. Ini kan magrib yah, seharusnya semua pintu dan jendela ditutup, gak boleh potong kuku. Mereka malah gak percaya”

Jelas putri bersama dini, dan Cantika yang mengikuti mereka dari belakang.

“Hadeh, dah biarin aja mereka yang kena akibatnya. Udah lu pada sholat Sono” Ujar Dimas.

Putri, dini dan Cantika pun langsung sholat magrib berjamaah di kamar.

“Lu pada masih percaya sama pamali gitu gak sih? … Bego banget udah tahun 2024 masih kuno” tanya bunga dengan sarkas yang entah kenapa ia masih merasa dongkol dan jengkel, seolah olah ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.

“Kalo gua sih, antara percaya dan enggak percaya gitu sih. Kan ini pertama kalinya denger kata pamali gitu” jawab Risma dengan santai, ujung matanya melirik jam sudah menunjukkan pukul enam lewat.

Bunga yang mendengar itu hanya bisa diam, karena ia tau betul jika Risma lahir dan tumbuh di besar sampai sekarang di perkotaan dan ini memang pertama kalinya risma di sebuah pedesaan yang cukup terpencil.

Jadi wajar bagi bunga jika Risma tidak tau menahu soal, apa itu pamali?.

Tanpa menunggu respon dari yang lain Risma memilih pergi ke lantai atas untuk menjalankan sholat magrib, sebelum keburu isya.

‘iya, juga yah. Si risma kan anak kota jadi otomatis dia gak bakal tau apa tuh pamali’ gumam ayu dalam hati nya.

Ia melihat dinda turun dari tangga tampak seperti selesai sholat magrib dan menghampiri Risma mengobrol soal pamali.

Tapi dari ujung matanya ia tak sengaja melihat putri sedang potong kuku. Namun, saat ia menoleh ke arah tersebut tidak melihat keberadaan putri.

‘loh, kok gak ada? … Masa sih iya gua halusinasi? Atau salah liat kali yah’ batin ayu namun ia tetap mencoba berfikir positif mungkin itu hanya halusinasi saja atau efek kecapean. Ia langsung bergegas ke lantai atas untuk sholat magrib.

“Woy … ayu lu jangan ngelamun bego, tar kesambet setan kata orang kuno mah”

tegur bunga dengan pelan menepuk pundak teman nya itu. Tapi, suara dari arah belakang langsung membuat bunga menoleh.

Bunga sedikit heran saat ia menepuk pundaknya ayu, terasa sangat dingin sekali badan nya. Melihat itu bunga pun berinisiatif untuk bertanya namun belum sempat ia bertanya.

“Lu, ngomong sama siapa? … Kita pada abis sholat Maghrib ini loh, walaupun sebagian milih sholat sendiri” tanya ayu yang memang baru selesai sholat magrib setelah melihat hal aneh tadi.

Bunga sontak terkejut mendengar itu, dengan perasaan mulai enggak enak ia menoleh kedepan nya dan benar saja tidak ada ayu yang ia lihat sedang ngelamun tadi.

‘lah, tadi si ayu disini? … Kalo itu ayu, berarti yang ngelamun tadi disini siapa dong?’ bunga terdiam tidak bisa berkata apa apa dengan yang baru saja ia alami.

“Jangan ngelamun, gak baik tau. Mending sholat mumpung masih magrib” ujar putri dengan ramah mengingatkan bunga.

Bunga pun langsung beranjak dari tempat untuk segera berwudhu dan melaksanakan sholat magrib.

“Lega udah sholat yah” kata dini ke putri dan Cantika yang juga sudah selesai sholat.

“Iya, dong kan sholat membuat hati kita tentram dan tenang” sahut putri

“Bunga, lu gua panggil diem aja. Sholat cuy magrib” seru ayu diikuti beberapa lainnya yang baru selesai sholat magrib.

Ayu sedikit merasa aneh karena wajah bunga tampak begitu pucat dan hanya diam saja.

Tapi, saat ia melihat ayu, dini, putri dan cantika mereka tampak biasa saja. Tampak seperti mereka tidak melihat bunga, melihat itu ayu semakin heran.

“Loh, bunga lu di situ? Kirain tadi lu yang lagi di luar rumah” tanya risma yang datang dari arah pintu masuk rumah.

Mereka yang mendengar pertanyaan itu langsung serempak menoleh ke arah bunga. Dan aneh nya gak ada bunga disitu.

“Lah, tadi ada bunga disini” kata ayu kaget dengan yang ia lihat.

“Lah, bukan nya si bunga tadi pergi mau sholat magrib tau” sahut putri dengan yakin karena ia yang mengingatkan bunga untuk sholat tadi.

“Iya,loh kita juga lihat bunga langsung naik ke lantai atas buat sholat. Gak mungkin dia langsung keluar rumah begitu saja”

Sahut dini yang sangat yakin dengan apa yang ia lihat tadi, kalo bunga emang lagi sholat. Bukan di luar atau masih duduk di sofa. Mendengar hal itu sontak hal tersebut membuat mereka teriak histeris

“Woy … setan, berisik lu pada, gua tadi sholat sampe gak fokus!!”

Teriak bunga yang berjalan keluar dari dalam kamar. Mereka yang melihat itu diam membeku sampai.

Bruukkk…

Risma tiba tiba pingsan membuat suasana jadi semakin mencekam.

Putri yang sadar jika jendela belum ditutup dan juga pintu sejak sore sampai malem, ia langsung bergegas menutup nya.

Sedangkan yang lain segera mengangkat risma dan merebahkan nya di sofa, lalu Cantika datang dengan sigap mengoleskan sedikit minyak kayu putih ke hidung Risma agar ia segera sadar dari pingsan nya

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!