NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:72.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENANG MASA DEPAN YANG TERURAI.

Waktu berjalan begitu cepat hingga kalender kini menunjukkan tanggal 3 April. Sejak sesi terapi di taman waktu itu, Damar terus berusaha menjaga Kirana dengan sangat baik dan mengurangi sikap dinginnya. Sore itu, ingatan Kirana mendadak berputar tajam pada sebuah peristiwa krusial yang melibatkan Susan, sahabat karibnya sejak masa kuliah.

Kirana tersentak di depan meja riasnya. Ia mengingat dengan sangat jelas bahwa di tanggal inilah Susan akan menerima ungkapan cinta dari seorang mahasiswa satu kampus mereka yang bernama Hendi. Kirana tahu persis tabiat buruk pria itu dari lini masa masa depannya. Hendi bukanlah pria yang baik, ia mendekati Susan hanya karena mengincar harta dan uang wanita itu. Walaupun Susan berasal dari desa, ia sebenarnya adalah anak seorang tuan tanah yang sangat kaya raya di kampung halamannya.

Di saat yang sama, Damar melangkah masuk ke dalam kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Demi menyenangkan hati istrinya dan memberikan rasa aman seperti saran Dokter Amara, pria itu berniat membawa Kirana pergi keluar.

"Kiran, bersiaplah. Malam ini aku ingin mengajakmu pergi makan malam ke restoran di pusat kota," ucap Damar dengan nada suara yang terdengar jauh lebih lembut dari biasanya.

Kirana yang baru saja memeriksa tanggal di layar ponselnya langsung menoleh dengan raut wajah panik. "Kak Damar, bisakah kita menunda makan malamnya sebentar? Tolong bawa aku ke taman kampus sekarang juga, Kak!"

Damar mengernyitkan dahinya bingung melihat perubahan ekspresi istrinya yang mendadak cemas. "Ada apa di taman kampus, Kiran? Kenapa kita harus ke sana tiba-tiba?"

"Hari ini tanggal tiga April, Kak. Aku ingat betul, sore ini Hendi akan menyatakan perasaan palsunya kepada Susan di taman kampus. Kita harus menghentikannya sebelum Susan terjerumus!" seru Kirana dengan suara yang bergetar mendesak.

Damar tertegun sejenak, mengingat kembali ramalan-ramalan akurat yang diucapkan Kirana saat berada di bawah pengaruh hipnotis tempo hari. Muncul secercah rasa penasaran di dalam benak Damar untuk membuktikan apakah perkataan istrinya kali ini akan kembali menjadi kenyataan.

"Baiklah, kita ke kampus sekarang. Bersiaplah," putus Damar akhirnya, memilih untuk menuruti keinginan sang istri.

Tanpa membuang waktu lagi, mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan membelah jalanan kota menuju area universitas. Sepanjang perjalanan, Kirana terus meremas kedua tangannya dengan gelisah, berdoa dalam hati agar mereka tidak terlambat sampai di sana.

Begitu mobil Damar memasuki gerbang kampus dan berhenti di dekat area koridor utama, Damar seketika dibuat terkejut bukan main. Dari balik kaca kemudi, ia bisa melihat kerumunan mahasiswa sedang berkumpul membentuk lingkaran besar di tengah-tengah taman kampus. Apa yang dikatakan oleh Kirana terbukti benar tanpa meleset sedikit pun.

Di tengah lingkaran kerumunan mahasiswa tersebut, tampak Hendi sedang berlutut dengan satu kaki di depan Susan. Pria itu memegang seikat bunga mawar merah yang besar lengkap dengan sebuah kotak beludru kecil di tangan kanannya, sementara para mahasiswa di sekeliling mereka bersorak-sorai riuh rendah mendesak Susan untuk menerima pernyataan cinta tersebut.

"Terima! Terima! Terima!" teriak kerumunan mahasiswa itu dengan kompak, membuat wajah Susan merona merah karena merasa malu sekaligus tersanjung.

Melihat pemandangan di depannya yang persis sama dengan memori mengerikan di masa depan, Kirana tidak bisa lagi menahan diri. Ia langsung membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa sebelum Damar sempat mencegahnya. Kirana berlari sekencang mungkin membelah rerumputan taman, mengabaikan tatapan heran dari orang-orang di sekitarnya.

"Susan! Jangan terima dia, Susan!" teriak Kirana dengan suara melengking, memecah keriuhan sorak-sorai di taman tersebut.

Mendengar teriakan yang sangat familier di telinganya, Susan seketika menoleh ke arah sumber suara. Langkah kakinya yang hendak maju mendekati Hendi mendadak terhenti saat melihat Kirana berjalan cepat menghampirinya dengan napas yang terengah-engah.

"Kirana? Kamu kenapa ada di sini?" tanya Susan dengan dahi berkerut bingung, menatap heran ke arah sahabatnya yang tampak sangat berantakan.

Hendi yang merasa momen romantisnya diganggu begitu saja langsung berdiri dari berlututnya. Ia menatap Kirana dengan pandangan mata yang sangat tidak suka. "Heh, Kirana! Apa-apaan kamu ini? Datang-datang langsung berteriak tidak jelas dan mengacaukan acaraku!"

Kirana tidak memedulikan ucapan Hendi. Ia langsung berdiri di depan Susan, menghalangi pandangan pria itu dari sahabatnya. "Susan, tolong dengarkan aku kali ini saja. Jangan pernah terima tembakan palsu dari pria ini! Dia sama sekali tidak tulus mencintaimu, Susan!"

"Maksudmu apa, Kiran? Jangan asal bicara ya kalau tidak punya bukti!" bentak Hendi dengan wajah yang mulai memerah karena menahan amarah yang membuncah.

Para mahasiswa yang berkerumun di sekitar mereka mulai berbisik-bisik riuh, suasana romantis di taman kampus seketika berubah menjadi sangat tegang dan mencekam. Susan yang berada di tengah-tengah konflik tersebut menjadi semakin kebingungan dan merasa tidak enak hati.

"Kiran, kamu sebenarnya ada masalah apa dengan Hendi? Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu di depan banyak orang?" tanya Susan dengan nada suara yang mengecil, mencoba menenangkan sahabatnya.

"Dia hanya mengincar uangmu, Susan! Dia tahu kalau kamu anak orang kaya dari desa! Tolong percayalah padaku, dia hanya ingin memanfaatkan kekayaan keluargamu untuk melunasi utang-utangnya!" tegas Kirana tanpa rasa takut sedikit pun, menunjuk tepat ke arah wajah Hendi.

Hendi semakin meradang mendengarnya. Ia melangkah maju dengan tatapan mata yang beringas, hendak mendorong bahu Kirana. "Kurang ajar kamu, ya! Jaga mulutmu, Kirana!"

Namun, sebelum tangan Hendi sempat menyentuh seujung baju Kirana, sebuah tangan kekar dan kokoh mendarat dengan kuat, mencengkeram pergelangan tangan Hendi hingga pria itu memekik kesakitan. Damar telah berdiri tegap di samping istrinya, menatap Hendi dengan sorot mata yang sedingin es dan sangat mengintimidasi.

"Jangan pernah berani menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu," ucap Damar dengan suara baritonnya yang berat dan berwibawa, membuat Hendi seketika menciut ketakutan di tempatnya berdiri.

1
Tira Aneri
suuukaaa
my favorit
cerita nya mirip sama cerita weebtoon KK
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
nanti.anak2nya dijodohin thor
Aidil Kenzie Zie
sempat-sempatnya si Damar berbisik Resepnya Yang Mujarab 🤣🤣🤣
selamat y Ricko dan Susan🥰🥰
Ari Sawitri
heran kenapa di novel ngidam selalu aneh aneh pdhal kenyataan nya tdk seperti itu. terlalu lebay kenapa tdk yg natural aja .. jd enak baca nya ga usah terlalu dilebih lebih kan 🤨🤔
Ramanda.: Maaf kak, itu tidak berlebihan, karena memang ada fakta yang seperti itu. saya menulis insyaallah selalu sesuai fakta. rasa saya itu tidak berlebihan, karena adik iparku sendiri juga seperti itu loh. aneh-aneh pun banyak terkadang yang tidak masuk akal pun ada. tapi itulah kekuasaan Allah menunjukkan yang menurut kita tidak mungkin, tapi mungkin bagi Allah kak. semoga paham ya.
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
udah bisa gombal si kulkas 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
anak baru sok-sokan ingin terlihat 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
mertuamu mana Ricko🤔
Aidil Kenzie Zie
topcer Ricko "Operasi Bulan Madunya Sukses "karena Susan lagi masa suburnya selamat ya🥰🥰🥰🥰
Pujiastuti
jangan² susan hamil ni
Ari Sawitri
klu emang dr awal pengawal banyak kenapa nunggu smp ditusuk br mendekat bodyguard nya 😅😅 .. ini mah telat namanya
Ari Sawitri
rektorat ya maksudnya???
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga
Nanik Arifin
si robot es unboxingnya masih tahun depan Thor ?
Aidil Kenzie Zie
🤣🤣🤣apa Ricko nggak paham tentang Operasi Bulan Madunya 🤭🤭🤭
Indri Almaidar
hummm
Indri Almaidar
aneh benar
Indriani Kartini
malu2tapi mau 🤣🤣🤣
Radya Arynda
akhirnya,,,bebas dari mimpi buruk
Lia siti marlia
semoga kebahagiaan kalian di berkahi tuhan 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!