NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Pewaris Kaya

Istri Kontrak Sang Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Maysha

Karena terjebak utang keluarga yang menumpuk, Anya terpaksa menerima tawaran menjadi istri kontrak Arga, seorang pewaris perusahaan terkaya yang dikenal dingin dan tak pernah percaya pada cinta. Perjanjian mereka hanya berlaku satu tahun: tidak ada ikatan batin, tidak ada rasa sayang, dan akan berakhir begitu waktunya habis. Namun seiring berjalannya hari, kehadiran Anya perlahan mencairkan hati yang sudah lama membeku. Akankah hubungan yang diawali dengan perjanjian ini berakhir dengan perpisahan, atau justru tumbuh menjadi cinta yang tak terpisahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Maysha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Benang Merah yang Tersembunyi

Seminggu berlalu sejak berbagai kejadian mencurigakan mulai bermunculan. Raka tidak membiarkan dirinya terjebak dalam kebingungan. Ia membentuk tim kecil yang hanya terdiri dari orang-orang yang paling dipercaya, memerintahkan mereka bekerja secara diam-diam tanpa tercatat dalam laporan resmi, agar tidak memberi isyarat kepada pihak yang berusaha mengacaukan.

Pagi itu, di ruang kerjanya yang ditutup rapat, kepala tim audit menyampaikan hasil penelusuran terbaru dengan wajah serius.

“Tuan Raka, setelah memeriksa ulang semua transaksi selama dua tahun terakhir, kami menemukan pola yang sama. Setiap kali ada pengiriman barang ke wilayah tertentu, selalu ada selisih jumlah dalam angka yang tidak terlalu besar—cukup kecil agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin, tapi jika dijumlahkan mencapai ratusan juta rupiah. Dan yang paling mencolok: semua transaksi itu melibatkan satu orang yang sama sebagai penghubung di lapangan.”

Raka mencondongkan tubuh ke depan, matanya menajam. “Siapa orangnya?”

“Namanya Bima Surya. Ia menjabat sebagai koordinator pengiriman di cabang kota Semarang. Selama ini kinerjanya terlihat biasa saja, tidak ada catatan kesalahan yang mencolok, bahkan sering dipuji karena pekerjaannya cepat dan rapi. Tapi saat kami telusuri latar belakangnya secara mendalam, ada bagian yang samar. Ia baru bergabung tepat tiga tahun yang lalu, dan tidak ada keterangan jelas tentang tempat tinggal sebelumnya serta riwayat pekerjaannya sebelum masuk ke sini.”

Mendengar penjelasan itu, Raka langsung mencatat nama itu di buku catatannya. Ia teringat pesan Kakek Dika: “Mereka tidak akan bertindak sendiri. Mereka akan menggunakan tangan orang lain agar jejak mereka tetap tersembunyi. Tugas kita adalah mengikuti setiap utas benang kecil sampai menemukan siapa yang memegang ujungnya.”

Sore harinya, Raka pergi ke kediaman utama untuk menceritakan penemuan ini kepada Arga dan Dika. Saat nama Bima Surya disebutkan, wajah Dika yang biasanya tenang perlahan berubah menjadi kaku. Tangannya yang memegang tongkat kayu bergetar sedikit, seolah nama itu membangkitkan kenangan yang sudah lama ia kubur dalam-dalam.

“Bima Surya…” gumam Dika pelan, matanya menerawang jauh ke masa lalu. “Nama itu tidak asing. Ia adalah anak dari seseorang yang pernah terlibat dalam perselisihan hak waris puluhan tahun yang lalu.”

Arga dan Raka saling berpandangan terkejut. “Jadi benar dugaan kita, Yah? Masalah ini memang datang dari masa lalu yang belum selesai?” tanya Arga.

“Tepat sekali,” jawab Dika dengan suara berat. “Dulu, ada saudara jauh dari pihak keluarga ibu yang merasa tidak puas dengan pembagian harta. Ia menganggap pernikahan kontrak antara Arga dan Anya itu tidak sah, sehingga hak atas seluruh kekayaan seharusnya jatuh ke tangannya. Saat itu perselisihan berlangsung lama, akhirnya diselesaikan lewat pengadilan dan kesepakatan damai. Ia menerima ganti rugi dalam jumlah besar dan menandatangani perjanjian tidak akan mengganggu lagi. Tapi ternyata, dendam itu tidak hilang—hanya diwariskan ke anaknya.”

Raka merasakan jantungnya berdebar lebih kencang. “Jadi Bima Surya ini sengaja masuk ke perusahaan kita untuk menjadi mata-mata dan merusak dari dalam?”

“Kemungkinan besar begitu,” jawab Dika. “Mereka bergerak perlahan, tidak ingin terlihat mencurigakan. Tujuannya bukan hanya mengambil uang, tapi mencari celah, mengumpulkan informasi, dan menunggu kesempatan yang tepat untuk melancarkan serangan besar yang bisa menjatuhkan kita sekaligus.”

“Kalau begitu, kenapa kita tidak langsung menyingkirkannya sekarang juga?” tanya Raka.

Dika menggeleng pelan. “Jangan terburu-buru. Kalau kita memecatnya tanpa bukti yang kuat, ia akan melarikan diri, menyembunyikan jejak, dan kita akan kehilangan kesempatan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat serta rencana besar apa yang sedang mereka susun. Biarkan ia tetap bekerja, tapi kita awasi setiap gerak-geriknya dengan ketat. Semakin banyak ia bergerak, semakin banyak petunjuk yang akan ia tinggalkan untuk kita ikuti.”

Mulai hari itu, pengawasan terhadap Bima Surya diperketat secara diam-diam. Setiap laporan yang ia buat diperiksa ulang dua kali lipat, setiap perjalanannya dicatat, dan setiap orang yang berhubungan dengannya diamati.

Belum seminggu berjalan, tim pengawas menemukan hal lain yang semakin memperkuat kecurigaan. Bima Surya sering keluar masuk kantor cabang di luar jam kerja, dan beberapa kali terlihat bertemu dengan seorang pria paruh baya yang tidak terdaftar sebagai mitra maupun pelanggan perusahaan. Pertemuan itu selalu berlangsung di tempat sepi, tidak terlihat oleh orang banyak, dan hanya berlangsung sebentar seolah sedang bertukar barang atau pesan singkat.

“Kita sudah memotret wajah pria itu, Tuan,” lapor kepala tim pengawas. “Setelah kami telusuri identitasnya, ternyata namanya Dharmawan. Ia adalah pengusaha kecil yang dulunya sempat berusaha bersaing dengan kita, tapi usahanya bangkrut sepuluh tahun yang lalu dan menghilang dari peredaran.”

“Jadi jaringannya makin terlihat,” gumam Raka. “Satu demi satu nama muncul, tapi masih belum jelas siapa orang paling atas yang mengatur semuanya.”

“Sabarlah,” kata Dika saat mendengar kabar itu. “Ini baru permulaan. Setiap babak yang kita lewati akan membuka satu bagian kecil dari teka-teki. Semua petunjuk ini akan saling terhubung, dan saat semuanya sudah lengkap—saat kita sudah mendekati babak keseratus perjalanan ini—barulah kita akan tahu siapa dalang sebenarnya, apa rahasia yang mereka sembunyikan, dan apa tujuan akhir mereka yang sesungguhnya.”

Sementara itu, di tempat lain yang jauh dari jangkauan pengawasan, Dharmawan dan Bima Surya sedang duduk berhadapan dengan wajah tegang.

“Mereka mulai curiga, tapi belum menemukan bukti apa pun,” kata Bima Surya dengan suara rendah. “Apakah kita harus mempercepat langkah?”

Dharmawan menggeleng keras. “Jangan bodoh. Semakin tergesa, semakin mudah terjebak. Tuan Besar sudah memerintahkan agar kita tetap berjalan lambat. Biarkan mereka bingung memeriksa hal-hal kecil, sementara kita menyiapkan senjata utama yang akan melumpuhkan mereka seketika nanti. Rahasia yang mereka sembunyikan selama puluhan tahun itu akan menjadi pukulan terakhir yang membuat nama Wijaya hancur selamanya.”

Mendengar kata “rahasia”, Bima Surya mengerutkan kening. “Apa sebenarnya rahasia besar itu? Selama ini Tuan Besar tidak pernah menjelaskannya secara rinci.”

“Nanti saat waktunya tiba, kamu akan tahu juga,” jawab Dharmawan dengan nada dingin. “Untuk saat ini, cukup jalankan tugasmu. Jangan sampai ada kesalahan sekecil apa pun yang bisa membongkar rencana kita sebelum saat yang tepat.”

Di kantor pusat, Raka merasakan bahwa jaringan ini makin luas dari yang ia duga. Ia tahu, perjalanan ini masih panjang, dan setiap langkah harus diambil dengan hati-hati. Namun, ia juga merasa semakin dekat dengan jawaban yang selama ini dicari. Setiap nama yang muncul, setiap pertemuan yang tercatat, setiap selisih angka yang ditemukan—semuanya adalah potongan teka-teki yang perlahan membentuk gambaran besar, meskipun bagian tengahnya masih gelap dan tersembunyi, menanti saat yang tepat untuk terungkap seluruhnya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!