NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.

Plak...

"Dasar anak tidak tau diuntung!"

Suara tamparan yang mendarat di wajah Bella barusan begitu deras dan nyata terdengar. Pipi Bella terasa panas terbakar, telinganya berdenging saking kuatnya tamparan dari sang ibu.

Pagi ini Bella memutuskan pulang ke rumah orang tuanya usai meninggalkan kediaman Fahri, tidak baik baginya tetap tinggal di bawah satu atap setelah menandatangani surat cerai semalam, cepat atau lambat dia tetap harus pergi meninggalkan rumah yang sudah dua tahun dia tinggali itu.

Dengan tatapan putus asa, Bella menyentuh pipinya yang sekarang mati rasa, hendak menangis namun air matanya seolah tidak mau mengalir dan mendadak kering.

Setelah dua tahun dikelilingi cahaya dan berjalan dalam indahnya terang, kini Bella harus kembali ke asalnya, hidup dalam tekanan keluarga, memiliki seorang ibu yang tidak punya belas kasih serta ayah yang selalu memojokkannya, menggunakan segala cara agar Bella bisa menghasilkan uang untuk mereka.

"Sudah cerai, ya sudah cerai saja! Lalu berapa kompensasi yang dia berikan padamu?" kali ini Dayat menghampiri Bella, sorot mata pria itu terlihat tajam menyelidik seperti seorang petugas mengintrogasi tersangka.

Tidak apa-apa Bella bercerai, toh sang putri masih cantik dan belum punya anak, masih bisa menikah lagi. Setidaknya Fahri pasti memberikan kompensasi yang layak kepada putrinya, lagian selama dua tahun ini sang menantu merupakan pribadi yang sangat royal, tidak pelit, selalu membantu perusahaan ketika menghadapi kesulitan.

"Tidak ada, bukankah selama ini kalian sudah cukup memanfaatkan kebaikan Fahri?"

Bella menggeleng kesal, dia memang tidak mengambil sepersen pun dari sang mantan suami, kartu ATM, kunci mobil dan kunci rumah beserta surat-surat yang diberikan Fahri semalam dia tolak begitu saja. Dia tidak ingin berhutang budi, selama ini Fahri sudah memberi cukup untuk dia dan keluarganya, bahkan membawanya ke tempat terang dan damai.

"Apa?" Dayat naik pitam dan menjambak rambut Bella dengan kasar.

"Au,,, sakit Ayah." lirih Bella dengan wajah menadah ke atas seperti seekor sapi yang hendak disembelih, dia berusaha menarik tangan sang ayah tapi tidak bisa, kulit kepalanya terasa perih karena rambutnya seperti tercabut satu persatu.

"Sakit, hah?" bukannya kasihan, Dayat malah mencengkram kuat rambut Bella dan menyeretnya ke ruang tengah lalu mendorongnya.

Bruk...

"Au,,," lagi-lagi Bella merintih kesakitan, tubuhnya terhempas di lantai, keningnya membentur sudut meja hingga mengeluarkan darah segar, dia kemudian meringkuk memeluk tubuhnya yang kini tidak berdaya.

Memikirkan perceraian Bella, Dayat tampak gelisah, dia berjalan mondar-mandir. Dia tidak percaya Fahri tidak memberikan apa-apa pada Bella, mantan menantunya bukan tipe perhitungan, buktinya selama ini perusahaan selalu terselamatkan, berapapun uang yang dia minta, Fahri pasti memberikannya.

Dayat tidak bisa tinggal diam, saat ini perusahaannya sedang pailit, dia butuh dana yang cukup besar. Mengingat Bella yang sudah bercerai, Dayat tidak mungkin lagi meminta bantuan pada Fahri, putrinya sudah dicampakkan, apalagi yang dia harapkan.

Melihat sang suami yang begitu resah, Hana mendelik tajam dan menatap tas yang masih menggantung di lengan Bella. Dia pun berjongkok dan dengan sigap merampas tas tersebut.

"Jangan, Bu! Tidak ada apa-apa di dalam tas ini," Bella memohon belas kasih dan berusaha keras mempertahankan tas miliknya sekuat tenaga.

Plak...

Kembali tamparan keras melayang di pipi Bella, kali ini kekuatannya benar-benar lenyap, dia tidak mampu melawan, tenaganya terkuras habis.

Sambil menyeringai, Hana mengobrak abrik semua barang di dalam tas Bella yang berhasil dia rampas, dia menemukan kartu ATM dan mengambilnya kemudian melempar tas tersebut ke wajah Bella.

"Jangan diambil, Bu! Itu tabunganku, itu bukan..."

"Cih..." Hana berbalik badan, sambil tersenyum dia kemudian menggandeng tangan Dayat dengan mesra.

"Kurung dia di kamar!" perintah Dayat kepada asisten rumah tangga mereka, keduanya meninggalkan Bella yang masih meringkuk di lantai.

Sepeninggal kedua orang tuanya itu, Bella menangis tersedu-sedu, kekuatannya sungguh sirna, bahkan untuk berdiri saja sudah tidak ada tenaga, sekujur tubuhnya terasa remuk.

"Ayo, Non!"

Sari yang merupakan asisten rumah tangga di rumah itu membantu Bella berdiri dan memapahnya ke kamar, hatinya terenyuh melihat penderitaan Bella namun tidak mampu melakukan apa-apa, dia hanya seorang pekerja, apa yang bisa dia buat.

Di kamar, Sari membantu mengobati luka di kening Bella dan menutupnya dengan perban agar tidak infeksi.

"Yang sabar ya, Non!" lirih Sari dengan mata berkaca-kaca, sungguh menyedihkan melihat anak perempuan yang diperlakukan semena-mena oleh kedua orang tuanya sendiri, dia juga punya anak perempuan, tidak terbayang jika anaknya mendapat perlakuan kasar seperti itu.

"Tidak apa-apa, Bik. Terima kasih," ucap Bella, meski kesakitan dia masih bisa untuk tersenyum, sejak awal memang sudah seperti ini, apa yang perlu dia sesali.

...****************...

Di tempat lain...

"Kenapa rasanya beda, Bik?" Fahri mengernyit lalu menoleh ke arah Yanti yang berdiri di samping meja makan. Dia tidak puas dengan makan malam kali ini, rasanya tidak sama seperti sebelumnya.

"Maaf Pak, tapi itu sudah sesuai dengan resep yang diberikan ibu." Yanti menekuk wajah, merasa bersalah karena tidak belajar dari awal, dia tidak tau pernikahan Fahri akan berakhir dengan perceraian.

"Resep?" kening Fahri mengkerut membentuk lipatan tipis, dia nampak bingung.

Yanti kemudian menjelaskan keadaan rumah tersebut kepada Fahri, selama ini dia tidak pernah mengurus keperluan sang majikan karena semua itu dikerjakan sendiri oleh Bella. Semua kebutuhan Fahri mulai dari pakaian, kamar serta makanan tidak ada campur tangan Yanti, asisten rumah tangga itu hanya fokus menyiapkan kebutuhan mendiang Ahmad.

Mendengar pengakuan sang asisten, Fahri terperangah, dia benar-benar tidak tau karena selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaan. Bella juga tidak pernah memperlihatkan bakti di hadapannya, setiap melakukan sesuatu, Bella selalu mengatakan semuanya dikerjakan oleh Yanti.

Lama terpaku di meja makan, Fahri kemudian memilih masuk ke kamar, selera makannya sudah hilang usai mendengar penjelasan Yanti tadi.

Sesampainya di kamar, Fahri termangu seolah melihat Bella yang tengah berbaring di ranjang, mantan istrinya itu tersenyum dan meminta Fahri berbaring di sampingnya.

"Ya," Fahri mengangguk kecil dengan mata berbinar, dia melangkah maju dan berbaring di sisi kanan ranjang. Setelah memiringkan tubuhnya, Fahri lantas tersadar, tidak ada siapa-siapa di sebelahnya.

Perasaan kecewa menyelimuti hati Fahri, dia meraih bantal yang biasanya digunakan Bella lalu menghidunya, aroma tubuh sang mantan istri yang masih tertinggal membuat batin Fahri menjerit pilu, ada yang hilang dari dirinya, dia merasakan kerinduan yang mendalam.

Meski pernikahan mereka tidak didasari dengan cinta, tapi Fahri memperlakukan Bella dengan sangat baik, dia tidak pernah melalaikan tanggung jawabnya, kehidupan mereka berjalan sebagaimana mestinya, keduanya tidak pernah tidur terpisah, hanya saja belum pernah melakukan kontak fisik seperti yang dilakukan suami istri pada umumnya.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!