NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Pesan Dalam Botol Dan Misteri Pulau Tanpa Nama

​Malam di pesisir selatan Orizon adalah definisi kedamaian yang belum pernah Alesia rasakan seumur hidupnya. Di depan tenda sederhana yang didirikan para pengawal rahasia, sebuah api unggun kecil menari-nari, memantulkan cahaya jingga pada wajah Magnus dan Alesia. Di tengah mereka, sebuah kuali besi besar berisi nasi liwet yang masih mengepul mengeluarkan aroma gurih santan dan sereh yang menggoda selera.

​"Bang, liat nih. Cara makannya kaga pake sendok emas, kaga pake piring porselen. Pake tangan langsung, terus dialesin daun pisang. Rasanya naik level seribu persen!" ucap Alesia sambil dengan lincah menyuap nasi liwet ke mulutnya.

​Magnus mencoba meniru gerakan tangan Alesia. Awalnya ia terlihat kaku, butiran nasi berjatuhan di antara jemarinya, namun setelah suapan ketiga, matanya melebar. "Rasa gurih ini... meresap sampai ke dalam bulir nasinya. Dan ikan asin kecil ini—apa kau bilang namanya tadi? Teri?"

​"Iya, ikan teri! Kecil-kecil cabe rawit, Bang. Biarpun mini, tapi bikin nagih," sahut Alesia sambil nyengir.

​Lily, yang duduk agak jauh bersama para pengawal, berteriak senang. "Gusti! Hamba rasa hamba bisa menghabiskan satu porsi lagi! Ini jauh lebih enak daripada bubur hambar yang biasa kita makan di paviliun!"

​"Makan yang banyak, Ly! Biar tenaga lu pulih abis jadi hantu terbang semalem," tawa Alesia.

​Setelah perut kenyang, Alesia mengajak Magnus berjalan menyusuri bibir pantai. Air laut yang dingin sesekali menyapu kaki telanjang mereka. Suara deburan ombak menjadi musik latar yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk intrik politik istana.

​"Siti," panggil Magnus pelan. Tangannya menggenggam jemari Alesia dengan erat.

​"Ya, Bang?"

​"Aku baru menyadari sesuatu. Selama ini aku menganggap Orizon hanyalah sebuah tanggung jawab, sebuah beban yang harus kujaga agar tidak hancur. Tapi bersamamu... aku mulai melihat Orizon sebagai tempat tinggal. Tempat di mana aku ingin menua."

​Alesia berhenti melangkah. Ia menatap Magnus, matanya berbinar di bawah sinar rembulan. "Gue juga, Bang. Awalnya gue pikir gue cuma mampir lewat di raga ini. Tapi liat lu, liat Lily, liat rakyat di desa tadi... gue ngerasa punya rumah yang beneran. Walaupun gue kaga tau sampe kapan gue bisa di sini."

​Magnus menarik Alesia ke dalam pelukannya, mengecup puncak kepalanya. "Aku tidak akan membiarkan takdir membawamu pergi. Jika ada gerbang yang mencoba menarikmu kembali, aku akan menyegelnya dengan seluruh kekuatanku."

​Alesia tersenyum tipis, meski ada sedikit rasa getir di hatinya saat teringat "kehidupan nyata" di Depok. Namun, momen romantis itu tiba-tiba terinterupsi oleh sesuatu yang keras menghantam kaki Alesia.

​DUK!

​"Aduh! Sialan, apaan nih? Kelapa hanyut?" omel Alesia sambil membungkuk.

​Ia memungut benda tersebut. Ternyata bukan kelapa, melainkan sebuah botol kaca berwarna hijau tua yang permukaannya sudah tertutup kerak garam dan beberapa kerang kecil. Di dalamnya, terlihat sebuah gulungan perkamen yang diikat dengan benang emas yang mulai pudar.

​"Botol?" Magnus mengernyitkan dahi. "Di pesisir selatan jarang ada kapal dagang yang lewat. Dari mana asalnya?"

​Alesia berusaha membuka sumbat botol yang sudah sangat rapat. "Sini, Bang, lu yang buka. Tenaga kuli lu kan berguna buat ginian."

​Magnus menerima botol itu dan dengan satu sentakan kuat, sumbat kayu itu terbuka dengan bunyi POP yang nyaring. Alesia segera mengeluarkan isinya. Saat gulungan itu dibuka, mereka tidak menemukan surat cinta atau pesan minta tolong, melainkan sebuah peta kuno yang digambar dengan tinta perak yang bercahaya di bawah sinar bulan.

​"Ini... ini bukan peta Orizon," bisik Magnus, wajahnya berubah sangat serius. "Lihat konstelasi bintang yang digambar di pojok kiri atas. Ini peta pelayaran menuju Lautan Terlarang."

​Alesia menunjuk sebuah titik di tengah peta yang ditandai dengan simbol cermin retak. "Bang, liat lambang ini. Mirip bener sama Cermin Kebenaran yang pecah pas gue pegang waktu itu!"

​Di bawah gambar cermin itu, terdapat tulisan dalam bahasa kuno yang Magnus bacakan dengan perlahan: "Bagi dia yang datang dari Langit Lain, carilah Pulau Tanpa Nama. Di sana, pecahan yang hilang menanti untuk disatukan kembali, atau kebenaran akan tetap terkunci selamanya."

​Jantung Alesia berdegup kencang. "Langit Lain? Itu pasti gue, Bang! Pulau Tanpa Nama... jangan-jangan di situ ada jawaban kenapa gue bisa nyasar ke raga Alessia?"

​"Dan kenapa Cermin Kebenaran itu pecah," tambah Magnus. Ia menatap ke arah samudera luas yang gelap di depan mereka. "Legenda mengatakan Cermin Kebenaran diciptakan dari batu meteor yang jatuh di sebuah pulau yang tidak bisa ditemukan dengan kompas biasa. Pulau yang hanya muncul saat bulan dan bintang berada pada posisi tertentu."

​Alesia menggenggam peta itu erat-hal. "Bang, kita harus ke sana. Gue punya firasat, kalau kita kaga nyelesain urusan cermin ini, fitnah Ibu Suri soal 'iblis' bakal terus ngejar kita. Kita harus buktiin kalau gue ini berkah, bukan kutukan."

​Magnus terdiam cukup lama, mempertimbangkan segala risiko. Lautan Terlarang dikenal dengan badai yang bisa menelan kapal perang sekalipun. Namun, melihat sorot mata Alesia yang penuh tekad, ia tahu ia tidak bisa menolak.

​"Ini bukan lagi sekadar liburan, Siti," ucap Magnus sambil menangkup wajah Alesia. "Ini adalah ekspedisi. Jika kita pergi, kita akan menghadapi hal-hal yang mungkin tidak masuk akal, bahkan untuk ukuranmu yang dari 'Depok'."

​"Alah, Bang. Gue udah biasa ngadepin emak-emak berebut diskon di pasar, masa cuma pulau misterius gue takut?" canda Alesia, mencoba mencairkan suasana yang tegang. "Lagian, kan gue punya Raja paling ganteng se-Orizon yang bakal jagain gue. Ya kan?"

​Magnus tersenyum, meski ada sedikit rasa cemas yang tersisa. "Baiklah. Besok kita kembali ke ibu kota untuk menyiapkan kapal tercepat dan awak yang paling setia. Kita tidak akan membawa banyak orang. Hanya kita, Kael, dan beberapa tim Mawar-mu."

​"Lily pasti seneng nih denger kita mau petualangan lagi," Alesia melirik ke arah tenda di mana Lily tampak sedang asyik mencuci daun pisang bekas makan tadi.

​Malam itu, pesisir selatan Orizon tidak lagi terasa seperti tempat pelarian. Pantai itu kini menjadi titik awal dari sebuah perjalanan besar. Alesia menatap botol hijau di tangannya, lalu menatap laut lepas. Ia merasa takdir sedang memanggilnya, dan kali ini, ia siap untuk menjawabnya.

​"Bang," panggil Alesia.

​"Ya?"

​"Pulau Tanpa Nama itu... kira-kira ada sinyal kagak ya?"

​Magnus mengernyitkan dahi. "Sinyal? Apa lagi itu?"

​"Kagak, Bang. Lupakan. Gue cuma kangen pengen update status aja sebenernya," tawa Alesia pecah, menyatu dengan deru ombak yang kini terasa membawa misteri dari jauh sana.

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!