Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hehe Ini Menarik
Saat dia membuka halaman terakhir, kata-kata yang tertulis di halaman itu membuatnya terbengong.
"Tidak ada akhir dari teknik ini, namun jika kecepatan mu sudah tak tertandingi di alam semesta yang luas, itu baru akan di anggap awal. Jika sudah sampai di satu fase satu kehendak pikiran bisa membawa tubuhmu kesana, ini barulah tingkat tertinggi."
Zhang Tiangxia seolah-olah merasa kepalanya di pukul dengan palu yang keras.
"Apa itu makna tidak ada akhir? Apa itu Konsep tak tertandingi di alam semesta? Apa itu gambaran satu kehendak membawa tubuh kesana?"
Hal ini benar-benar jauh dari pemahamannya sebagai kultivator dari desa kecil.
Di kehidupan sebelumnya dia memang pernah mendengar sebuah kalimat bahwa, saat kecepatan mencapai ekstrim maka tidak akan ada kekuatan yang bisa menyentuhnya.
Namun, ini hanya cerita yang tidak pernah ada.
Bagaimanapun tidak ada yang benar-benar tak terkalahkan di dunia ini, yang ada hanya siapa yang lebih kuat.
"Sudahlah, untuk apa terlalu banyak berfikir." Zhang Tiangxia menghilangkan pikiran yang ada di kepalanya lalu mulai menenangkan diri.
Dia tau, jalan kedepannya masih panjang, jadi dia harus berlatih lebih keras.
Dia mulai membaca langkah pertama teknik bayangan.
Langkah pertama adalah memerlukan koordinasi antara Qi di kaki, lutut, dan pinggang secara bersamaan. Satu titik yang tidak sinkron membuat seluruh gerakan boros energi dan membuat gerakan berantakan.
Zhang Tiangxia mengulang polanya puluhan kali di antara pohon-pohon besar Gunung Tuanling. Gerakannya semakin lama semakin senyap. tapak kakinya yang tadinya terdengar jelas di atas dedaunan kering mulai tidak meninggalkan suara apapun.
Namun, ini hanya sebatas tidak meninggalkan suara, dari segi kecepatan masih jauh dari cukup.
"Tidak bisa berlatih dengan cara seperti ini, ini terlalu lambat." Zhang Tiangxia menggeleng kecil dengan tidak puas.
Baginya, jika hanya melatih hingga seperti ini, Maka teknik yang dia latih di bumi sebelumnya jauh lebih berguna dari ini.
Teknik yang dia latih sebelumnya bernama teknik Lima Unsur Gerakan Hindar.
Selain melatihnya lebih mudah, itu juga sangat cepat.
Setelah terdiam beberapa saat, Zhang Tiangxia memikirkan sebuah ide. "Bagaimana jika melatih teknik ini sambil membawa beban yang jauh lebih berat? Dengan begitu, konsentrasi kaki dan tubuh akan semakin kokoh, dan saat beban di angkat otomatis kecepatannya akan meningkat bukan?"
Tanpa berlama-lama dia langsung mencari sebuah batu yang berukuran lima puluh kilo tak jauh dari situ, dia mengangkat batu itu di atas kepalanya dengan kedua tangan kecilnya, lalu mulai menjalankan teknik bayangan.
Syut! Syut! Syut!
Awalnya terasa begitu berat, namun perlahan-lahan dia mulai beradaptasi hingga akhirnya mulai terbiasa bergerak ke kiri atau kanan sambil mengangkat beban di atas kepalanya.
Dari yang awalnya dia hanya bergerak di tanah, kemudian dia mengalihkan gerakannya ke arah pohon yang tak jauh darinya.
Syut!
Saat kakinya menginjak batang pohon tersebut, pohon itu seketika bergetar hebat seperti terkena gempa. Lalu...
Krak!
Batang pohon itu patah dan Zhang Tiangxia yang belum sepenuhnya siap langsung jatuh sambil membawa batu di atas kepalanya.
"Ahh, tidak!"
Rasa panik seketika melanda saat kakinya di udara, dia khawatir batu seberat lima puluh kilo ini akan menimpanya hingga menjadi daging cincang.
Bagaimana pun saat ini dia hanyalah seorang anak berusia tujuh tahun.
Saat kepanikan itulah dia secara tidak sadar mengalirkan dua energi di tubuhnya secara bersamaan, dia memfokuskan semua energi tubuhnya di telapak kaki lalu dia menendang udara.
Wushh!
Dengan ayunan kaki yang di salurkan Qi di dalam tubuhnya, gerakannya melambat dan jatuhnya bisa di kontrol.
Tanpa banyak berfikir, dia memanfaatkan momentum ini berbalik di udara lalu meninju batu di atas kepalanya hingga terlempar beberapa meter.
Bommm!
Suara batu berukuran besar yang jatuh itu begitu menakutkan langsung menghancurkan beberapa pohon yang di lewatinya.
Zhang Tiangxia terengah-engah, namun dia tidak berhenti.
Setelah gagal sebelumnya, dia mulai menganalisa lalu mencoba lagi.
Akhirnya setelah puluhan kali mencoba, kali ini ada kemajuan yang sangat besar.
"Haha, ternyata dengan cara ini aku bisa mencapai pemahaman kecil." Zhang Tiangxia tertawa puas.
Dalam sekejap, dia sudah berada di atas sebuah pohon yang jaraknya sepuluh meter dari tempatnya berdiri sebelumnya. Bahkan saat dia bergerak seekor burung yang bertengger di atas cabang pohon tidak terbang atau merasakan kehadirannya.
Zhang Tiangxia berdiri diam sebentar di tengah hutan.
Kultivasinya saat ini berada di tingkat keenam alam pemurnian tubuh. Dengan teknik yang dia miliki dan kekuatan fisiknya setelah beberapa kali mandi obat, dia yakin bisa melawan semua yang berada di bawah alam pembuka Meridian tanpa menggunakan pedang miliknya.
Cukup menggunakan jurus tinju segala arah saja itu sudah cukup. Namun jika melawan musuh yang berada di alam pembuka Meridian, dia tidak punya pilihan lain selain menggunakan pedang miliknya.
"Baiklah, cukup latihan malam ini, aku harus kembali secepat mungkin!"
Dia baru saja hendak berbalik pulang ketika suara langkah kaki terdengar dari arah timur celah hutan.
Zhang Ziyi.
Zhang Tiangxia berdiri diam. Matanya menatap kegelapan di antara pohon-pohon.
"Cepat sekali." Dia terkejut melihat tiga orang ini begitu terburu-buru.
"Apa yang akan mereka lakukan?"
Zhang Tiangxia penasaran.
Dia berdiri diam di antara pohon-pohon besar, mendengarkan suara langkah kaki yang semakin dekat dari arah timur. Tiga orang ini salah satunya membawa obor kecil yang cahayanya bergerak di antara batang pohon.
Dari kejauhan samar-samar dia bisa mengenali mereka bertiga.
Ini adalah Zhang Ziyi dan dua pengawal keluarga Zhang.
"Fluktuasi Qi dari Zhang Ziyi sudah berada di tingkat tujuh alam pemurnian tubuh?" Zhang Tiangxia terkejut karena baru beberapa tahun namun tingkat kemajuan Zhang Ziyi ternyata sangat cepat.
Meskipun kultivasinya saat ini berada di alam Pemurnian tubuh tingkat enam, namun itu juga karena keberuntungan yang dia dapat, tapi Zhang Ziyi ini?
"Sepertinya keluarga Zhang mencurahkan semua sumberdaya keluarga untuk membinanya hingga kemajuan kultivasinya secepat ini."
Zhang Tiangxia mencibir dengan dingin.
Di keluarga Zhang, keluarganya selalu di abaikan. Bahkan hampir tidak ada sumber daya keluarga untuk mereka. Namun untuk Zhang Ziyi, keluarga benar-benar mencurahkan segalanya.
Kemudian matanya menatap dua orang lainnya yang mengawal Zhang Ziyi.
"Tahap kedua dan ketiga alam pembuka Meridian?" Zhang Tiangxia terkejut sesaat, lalu mulutnya membentuk senyum aneh, "Hehe, ini menarik!"