NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SOSOK DI PINGGIR SAWAH DAN CINTA DI SAUNG

SOSOK DI PINGGIR SAWAH DAN CINTA DI SAUNG

Sadar akan waktu yang mulai terlihat gelap di daerah persawahan, Tarna—si bocah kecil itu—bergegas naik dari sawah setelah mengambil layang-layang yang putus dan jatuh tepat di tengah-tengah hamparan padi itu.

Deg!

Jantung bocah kecil itu berdebar kencang begitu kakinya menginjak tanah daratan. Sosok yang paling ditakuti olehnya kini berdiri tepat di hadapannya. Wajah wanita itu tampak pucat pasi, layaknya mayat yang baru saja meninggal dunia.

"Mamah..." panggil Tarna dengan raut wajah ketakutan, kepalanya menunduk dalam. Ia sudah yakin pasti akan dimarahi habis-habisan karena pulang tak tentu waktu, asyik mengejar layang-layang hingga lupa segalanya.

Namun, bocah kecil itu tak menyadari bahwa sosok yang ia pikir ibunya itu... terasa berbeda.

Biasanya, Mamahnya memang galak, suka mengomel dengan suara yang cempreng dan kerempeng karena ulah kenakalannya, tapi justru dari situlah Tarna tahu bahwa kasih sayang ibunya sangat berlimpah. Namun kali ini, wanita di hadapannya diam seribu bahasa. Wajahnya kaku, tak ada senyum sedikitpun yang terukir di bibirnya.

Dengan perasaan campur aduk, Tarna memberanikan diri bicara meski ragu.

"Mah... Ayo balik."

Tak ada jawaban, tak ada anggukan, tak ada omelan. Yang ada hanyalah sebuah uluran tangan yang dingin meminta dipegang. Mau tak mau, Tarna pun menggapai lengan sosok itu dan menuntunnya berjalan pulang, karena waktu Magrib telah berkumandang memecah keheningan.

Tak ada sedikit pun kecurigaan atau firasat buruk dalam diri bocah berusia 9 tahun itu. Mereka berjalan melewati jalan setapak yang lumayan jauh, menempuh perjalanan sekitar 20 menit, melewati sebuah sungai yang konon katanya berpenunggu. Sosok yang oleh warga sekitar sering disebut... Mbah Ogut.

Sesampainya di jembatan kayu yang dianggap angker itu, tepat saat suara adzan Magrib menghilang... tiba-tiba pandangan mata Tarna menjadi gelap gulita. Segelap langit yang berubah dari senja menuju datangnya malam.

Dan sejak saat itu... Tarna lenyap tak berbekas.

Hilangnya bocah itu membuat gempar satu desa. Laporan polisi dibuat, ketegangan melanda seluruh keluarga. Isu pun beredar liar menjadi trending topik waktu itu tentang adanya musim penculikan.

Satu bulan, dua bulan, hingga satu tahun berlalu, bocah yang hobi mengejar layangan dan bermain bola itu tak juga ditemukan. Para tetangga dan kerabat mulai meyakini bahwa Tarna diculik oleh orang-orang jahat untuk diambil organ tubuhnya—jantung, mata, dan lainnya—untuk dijual ke luar negeri.

Namun, pendapat berbeda datang dari sang Kakak dan Ibunda Tarna. Setelah bertanya pada beberapa orang ahli supranatural, mereka justru mendapat jawaban bahwa Tarna dibawa oleh sosok Wewe Gombel, dan kemungkinan besar suatu saat anak itu akan kembali.

Hingga akhirnya... jawaban itu terkuak dan membenarkan firasat mereka.

Tarna ditemukan kembali! Tepat di TPU, pemakaman umum yang lokasinya tak jauh dari rumah orang tuanya. Saat ditemukan, Tarna tampak linglung, tak ingat apa-apa, dan yang paling aneh... pakaian yang ia pakai dua tahun lalu itu masih sama persis dengan yang dikenakannya saat ini.

Para tetangga pun akhirnya sadar dan mengubah omongan mereka. Tarna bukan diculik manusia, melainkan dibawa oleh makhluk halus. Sosok yang oleh warga kampung tempat Danil tinggal disebut... Kerod. Wanita berambut panjang dengan penampilan yang berantakan.

 

#KEMBALI_KE_ALUR_CERITA

Kini sorot pandang beralih pada pemuda bernama Danil.

Adzan Magrib baru saja selesai berkumandang. Pemuda yang baru saja lulus SMP itu langsung bergegas menuju masjid, mengacuhkan pertanyaan kedua adiknya yang penasaran ingin tahu hasil ujiannya.

"Dasar si Kakak Danil oon!" umpat Mela kesal, diangguki oleh Amel. Mereka berdua merasa dicuekin begitu saja oleh kakaknya yang berlari cepat.

"Wusss... gak boleh gitu ngomongnya. Kakakmu buru-buru soalnya takut ketinggalan sholat berjamaah. Lagian kalian berdua siap-siap, nanti mengaji ke Ustadz Agus," celetuk sang Ibu membela, melihat kedua anak gadisnya yang cemberut.

"Siap, Komandan Tertinggi!" jawab mereka kompak sambil memberi hormat, tangan disimpan di dahi. Sang Ibu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelucuan mereka.

 

Singkat cerita, setelah selesai dengan kewajibannya, Danil tak langsung pulang. Ia justru berjalan menuju sebuah saung yang berdiri di tengah sawah, lokasinya tak jauh dari rumah tempat majikan tempat Ceceu bekerja.

Sesampainya di sana, sosok yang ditunggu belum juga tampak. Danil pun naik ke atas saung, mengeluarkan ponsel jadul Nokia tipe 2100, dan langsung mengetik pesan singkat.

"Ceu. Aku dah di saung, kamu masih di mana?"

SMS terkirim, dan tak lama balasan pun masuk.

"Otw. Niel, barusan aku nidurin dulu anak majikan."

"Ok."

"Aku kira kamu nidurin dulu majikan laki nya hahaha," balas Danil iseng.

Namun, beberapa menit tak ada balasan. Danil mulai merasa sedikit cemas. Ternyata candaannya itu bukan sekadar lelucon, karena selentingan kabar di desa mengatakan bahwa majikan laki-laki tempat Ceceu—Intan Nuraeni—bekerja itu adalah seorang buaya darat. Hobinya melecehkan para gadis, dan tak ada yang berani melawan karena dia orang kaya punya koneksi kuat di kepolisian.

Hingga akhirnya balasan pun masuk.

"Wah rese kamu Niel. Aku gak mungkin lah masuk perangkap lelaki tua cabul itu."

Membaca pesan itu, Danil pun menghela napas lega. Ia segera membalas singkat.

"Ok. Cepat buruan ke sini."

"Otw. Dua menit nyampe."

Danil tersenyum lebar, tak lagi membalas pesan itu. Dari kejauhan, terlihat pintu belakang rumah yang cukup megah terbuka. Sosok gadis yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul dan berjalan mendekat.

Danil segera melambaikan tangan. Ceceu membalas dengan senyuman manis di bawah remang-remang malam. Walaupun kulitnya tampak gelap diterangi cahaya bulan, namun wajah dan gestur tubuhnya sangat mempesona, punya daya tarik tersendiri yang sulit dijelaskan.

Sejujurnya, selama lima bulan terakhir ini Danil memang terkesima. Perasaan itu tak bisa dibohongi lagi. Ia sangat menyukai gadis yang usianya terpaut tiga tahun di atasnya itu.

"Woyyyyy........! Malah bengong, bantuin napa!"

Teriakan Ceceu membuyarkan lamunan Danil yang sedang sibuk mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.

"Eh... oh... ehh......"

"Uh-ah uh-ah... ngomong yang jelas dong ey!" sela Ceceu melihat Danil yang mendadak gagap dan gelagapan.

"Hehehehe. Sorry Ceu, barusan gue lagi melamun," kekeh Danil sambil segera menerima dua toples berisi raginang dan kecimpring dari tangan gadis itu.

"Uhh dasar kamu mah, Niel," celetuk Ceceu sambil naik ke atas saung, menyimpan teko berisi air serta dua gelas plastik.

"Emang lagi melamunin siapa sih?" tanya Ceceu kepo sambil menuangkan air hangat ke gelas.

"Pasti si Neng ya? Atau si Rini?"

Danil belum sempat menjawab, gadis yang memakai baju model lekbong (kelek katembong/ketiak kelihatan) itu sudah memberondong dengan pertanyaan lagi.

Bersambung...

 

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!