" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancur
Suasana di rumah mewah keluarga Bambang sangat berbeda malam ini.amarah dan kebencian menghiasi meja makan.
" Kurang ajar! Berani sekali dia melakukan ini kepada ku." geram Bambang ketika mendengar dari asisten nya bahwa proyek besar yang selama ini menjadi penopang perusahaan mengalami kendala dan seratus persen tidak bisa lanjut kan lagi.
Apa-apaan ini....Itu arti nya perusahaan mengalami kerugian yang besar.selain itu mereka tidak punya lagi pemasukan untuk menutupi pengeluaran yang begitu besar.
Tidak ada kekuatan lain yang bisa merusak proyek besar selain kekuatan yang di miliki Raharja.Bambang sudah bisa menebak kalau Raharja lah yang berada di belakang kekacauan yang menimpa nya.padahal tadi Bambang sudah senang karena perjodohan anak mereka berjalan lancar.setelah ini dunia bisnis pun akan dia genggam ,namun yang terjadi malah sebalik nya.
" Saya denger dari penanggung jawab lapangan,pagi besok ada demo besar-besaran dari masyarakat sekitar yang menuntut ganti rugi atas pembangunan yang kita lakukan di sana.mereka mengaku rugi besar dengan ada nya pembangunan hotel dan apartemen di sekitar tempat tinggal mereka." ujar asisten Bambang menjelaskan.
Licik memang! Padahal sebelum pembangunan di laksanakan,Bambang sudah mengurus surat perizinan dan juga membayar ganti rugi yang tidak sedikit kepada masyarakat yang tinggal di sekitar proyek tersebut.tapi sekarang mereka malah bermuka dua dan mengatakan yang tidak-tidak.
Prak...
Bambang melempar gelas hingga pecah untuk meluapkan emosi nya.
" Satu Minggu lagi kita harus melunasi utang perusahaan pada kontraktor yang mengerjakan perumahan di kota Y, sebagian dari para pekerja mulai mengundurkan diri karena tidak sesuai dengan gaji yang kita tawarkan."
" Lalu besok,kita juga harus melunasi tagihan bahan bangunan yang sudah di gunakan untuk merenovasi gudang dan gedung penyimpanan alat berat yang kemarin kebakaran." meskipun merasa takut,tapi sang asisten harus tetap mengingatkan Bambang untuk mencari cara melunasi hutang-hutangnya yang sudah jatuh tempo.
" Berapa semua total uang yang harus saya keluarkan?" tanya Bambang ragu-ragu namun ia butuh mendengar nya dengan jelas.
" Sangat besar Tuan, total nya 850 miliar.belum termasuk bunga pinjaman dari bank asing." ujar Asisten tersebut.
" Apa..." teriak Rahmi syok setelah mendengar jumlah uang yang harus mereka usahakan dalam waktu dekat jika tidak ingin kehilangan perusahaan dan aset berharga lain nya.
" Pa..." tubuh Rahmi terkulai lemah tak sadar kan diri.
Bukan nya menolong sang istri,Bambang malah tetap diam di tempat karena masih sibuk memikirkan cara untuk mendapatkan uang sebanyak itu.tabungan? Mana ada mereka punya tabungan.setiap hari kerjaan istri dan anak nya hanya shopping dan shopping menghabiskan uang demi terlihat sempurna di mata orang lain.
" Angkat dia ke kamar Ujang, panggil dokter sekalian." ujar Bambang tanpa menatap ke arah Rahmi.bahkan ketika istri nya yang pingsan lalu tertimpa oleh kursi meja makan pun Bambang tetap tidak perduli.
" Baik Tuan." Ujang kebingungan gimana cara nya memindahkan sang Nyonya ke kamar karena tubuh nya pun tidak sanggup melakukan ini sendirian.
Sementara Bambang sendiri sudah pindah ke ruang kerja tidak jadi menyantap makan malam nya.
Ujang lalu berlarian ke luar rumah untuk mencari bala bantuan,ketiga asisten rumah tangga tidak terlihat lagi mungkin sudah masuk ke kamar mereka masing-masing dan tidak berniat lagi untuk keluar dari kamar.
" Maaf Tuan Bambang, kami tidak bisa membantu Anda,dan untuk kerja sama di kota Y pun harus kita batalkan."Bambang mencoba mencari bantuan kepada rekan kerja nya,namun langsung di tolak mentah-mentah.
Sejujurnya Bambang sudah berusaha menghubungi Yura,Arjuna dan Raharja,namun satu pun di antara mereka bertiga tidak ada yang mau menerima panggilan telpon dari nya.
Bambang ingin mendengar langsung dari kedua laki-laki itu alasan mereka melakukan ini kepada nya.soal Yura barangkali saja anak nakal itu bisa membujuk Arjuna untuk menyelamatkan perusahaan mereka.
" Saya tidak punya uang sebanyak itu Tuan Bambang,dari pada perusahaan saya juga terkena imbas nya.lebih baik saya tarik saja saham saya dari perusahaan anda." balas sahabat Bambang yang juga tidak bisa membantu Bambang.
Sudah sepuluh orang lebih Bambang hubungi,namun satu pun di antara mereka tidak ada yang bisa membantu nya keluar dari kesulitan ini.
" Nyonya terkena stroke Tuan, sekarang sedang istirahat di kamar utama." ucap Ujang melaporkan kepada Bambang.
" Stroke? Kenapa bisa? Bukan kah tadi dia hanya pingsan biasa?" tanya Bambang terheran-heran.
Belum sempat ia membereskan kekacauan di perusahaan nya,kini datang lagi kekacauan yang baru.
" Kenapa dia gampang sekali pingsan seperti tadi? Uang lagi sekarat tapi dia hanya bisa menambah beban pikiran." gerutu Bambang keluar tergesa-gesa dari ruang kerja nya lalu pindah ke kamar untuk melihat kondisi sang istri.
" Ini semua gara-gara anak nakal itu yang keluar dari rumah."tekan Bambang begitu yakin semua yang terjadi di keluarga mereka ada sangkut paut nya dengan Yura dan Yura.
Padahal seharusnya mereka sadar,ini adalah pembalasan yang Arjuna berikan atas apa yang selama ini sudah mereka lakukan kepada Yura.
" Jika sampai Aku bertemu dengan dia lagi! Akan aku habisi dia detik itu juga." ucap nya penuh emosi
Dag....Bambang menendang pintu kamar yang tidak di tutup rapat.
Rahmi yang sedang berbaring hanya bisa memejamkan mata karena kaget mendengar suara keras tersebut.mulut Rahmi terbuka lebar ingin mengatakan sesuatu namun yang keluar dari mulut nya hanya suara aaaaaa....
" Nyonya masih bisa sembuh tapi harus melalui terapi yang rutin." Ucap Ujang dari luar kamar menyampaikan pesan dari dokter setelah nya Ujang langsung pamit karena bukan lah tugas nya untuk merawat sang Nyonya.
" Hft.... Rahmi...Rahmi..." Bambang lalu duduk di samping istri dengan tatapan tajam.
Hiks...Hiks... Rahmi menangis tersedu-sedu.pergerakan nya terbatas.mau bilang ke kamar mandi saja tidak bisa.padahal sejak tadi tenggorokan nya sangat kering butuh di siram air segar.namun Rahmi tidak bisa meminta nya.
"Aaa....."ujar Rahmi dengan nafas tersengal-sengal.
" Diam Ma! Suara mu berisik sekali.kalau tidak bisa membantu Aku mencari uang,sebaik nya diam jangan menambah beban pikiran ku." kata Bambang minim perhatian.
Hiks...Hiks...
" Kenapa Papa seperti itu? Mama cuman butuh bantuan ke kamar mandi Pa.tolong bantu Mama...Jangan abaikan Mama Pa." batin Rahmi hanya bisa di ucapkan dalam hati.
" Aku begini karena Aku takut mendengar perusahaan hancur.kita susah payah mendapatkan perusahaan ini.jangan sampai perjuangan kita menyisakan debu yang berserakan." rasa nya ingin sekali Rahmi memukul mulut yang tidak bisa di ajak kerja sama.jika sudah seperti ini maka dia tidak akan bisa lagi melakukan sesuatu kepada Yura...
" Anak Nakal itu...Pasti dia yang meminta orang untuk membuat Aku seperti ini."
" Awas saja Kamu anak nakal! Sekarang kamu boleh menang,tapi setelah Aku sembuh nanti.akan Aku buat Kamu lebih menderita dari apa yang Aku rasakan." bukan nya berubah,namun Rahmi malah semakin mendendam kepada Yura.
Cisss....
Bunyi air mengalir di sertai dengan bau yang tidak sedap mulai memenuhi ruangan kamar.
Sedetik kemudian Bambang langsung berdiri menutup hidung nya rapat-rapat karena tidak nyaman dengan bau yang tiba-tiba saja muncul.
" Bau apa ini?" tanya nya dengan nada suara meninggi.
Bambang mulai mengendus mencari sumber tidak sedap itu.selurih sudut kamar sudah ia teliti satu persatu.barangkali ada tikus yang menyelinap masuk ke kamar.tapi mustahil terjadi Bambang juga tidak yakin dengan itu.hingga akhirnya....
" Kamu buang kecil di atas tempat tidur?" tanya Bambang penuh amarah.wajah yang tadi sudah gelap kini semakin gelap seperti ini memakan hidup - hidup istri nya.
Tuk...Bambang semakin kacau.tanpa sadar mendorong kepala Rahmi menggunakan telunjuk nya hingga membuat Rahmi memejamkan mata menahan rasa sakit.
" Jorok sekali Kamu ! Udah lumpuh banyak tingkah lagi."
" Bukan nya bantu suami ini malah nambah masalah saja."
" Tidur saja Kamu di tempat yang bau dan basah itu." ujar nya berlalu keluar merasa jijik jika harus membersihkan tempat tidur.
Aaaa.....Rahmi meronta-ronta memanggil suami nya.namun Bambang sama sekali tidak menoleh bahkan pintu kamar pun di biarkan terbuka begitu saja.
"Kenapa Kamu malah memarahi Aku,Pa! Kamu sendiri yang tidak membantu Aku ke kamar mandi." batin Rahmi dengan air mata yang bercucuran.
Di luar kamar,Bambang mengeluarkan ponselnya menghubungi sebuah nomer yang sangat sering ia hubungi beberapa hari terakhir.
" Cepat pulang! Mama Kamu sakit dan butuh Kamu di sini." ucap Bambang begitu sambungan telpon tersambung
" Pa....Aku juga sedang sakit! Kirim kan Aku uang dua ratus juta sekarang Pa." ujar Sela dengan suara lirih.
" Sakit apa? Kenapa di otak mu hanya ada uang dan uang.kemana uang yang selama ini Papa kirim." bentak Bambang frustasi.
Bambang bahkan sampai meninju tembok sangking kesal nya dengan keadaan.uang dan uang yang selama ini mereka bangga kan kini sedang melilit tubuh mereka.tubuh pisau yang kuat untuk bisa keluar dari lilitan tali uang itu.Bambang tidak tahu lagi di mana ia harus mencari pisau tajam itu.
" Aku keguguran Pa! Karena terlalu lama mendapatkan pertolongan pertama,Aku kehilangan banyak darah,ini saja Aku baru sadar setelah lima jam pingsan.si pendonor darah minta ganti rugi Pa.kalau nggak segera di bayar! Aku bakal di jadi kan pembantu sama mereka." ujar Sela putus asa.
Semua ini bermula dari Sela yang tidak berhenti berkencan dengan Justin.setelah melihat Sela meringis kesakitan.Justin kabur begitu saja tanpa merasa bersalah sedikitpun kepada Sela.bahkan laptop dan sejumlah uang cash milik Sela pun di bawa kabur oleh pria itu.
Beruntung ada seseorang yang datang menolongnya karena tidak sengaja mendengar suara minta tolong dari kamar yang Sela tempati.
" Tch...Kenapa bisa keguguran? Apa yang Kamu lakukan di sana sampai harus keguguran segala? Jangan bilang kalau Kamu habis bercinta dengan lelaki sembarangan." tuduh Bambang tepat sasaran.
Sela tidak mungkin mengatakan iya atas tuduhan yang ayah nya ucap kan.tapi di balik musibah ini Sela bahagia bisa terlepas dari kehamilan yang tidak di inginkan nya.akhir nya sesuatu yang mengikat pergerakan nya selama ini sampai tidak bisa menikah dengan Arjuna terlepas juga dari hidup nya.setelah ini Sela akan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milik nya.
" Pa...Bantu Aku keluar dari rumah sakit ini Pa.Aku janji akan segera pulang setelah kondisi ku di nyatakan pulih.Aku nggak mau jadi pembantu Pa." mohon Sela dengan tangis yang pecah karena seumur-umur ia tidak rela jadi pembantu di rumah orang lain.
Di rumah sendiri saja dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah,mana Sudi ia melakukan pekerjaan rumah.bisa rusak kuku dan juga kulit nya jika menyentuh sabun cuci piring.
" Sela dengerin Papa baik-baik! Perusahaan Papa sedang mengalami masalah.Papa tidak punya banyak uang lagi.gunakan uang ini dengan baik.setelah itu segera pulang.bantu Papa mengurus Mama dan juga masalah di sini." Bambang terpaksa mengirim sisa uang di rekening untuk menyelamatkan sang putri yang berada di luar negeri.
tanpa butuh waktu lama,uang dua ratus juta sudah masuk ke rekening Sela.Bambang juga memesan kan tiket pulang untuk Sela karena tidak ingin sang putri berlama-lama di sana.toh aib yang selama ini berusaha mereka tutup sudah tidak ada lagi di tengah keluarga mereka.
Satu ,dua ,tiga , empat,lima dan hingga sepuluh surat kepemilikan mobil Bambang keluar kan dari brankas.
Untuk sementara ia harus bisa mengusahakan uang semampu nya sebelum nanti mencari cara untuk bertemu Arjuna.
" Jual mobil- mobil ini,gunakan untuk membayar sebagian utang, nanti Aku akan cari lahan uang lain nya." titah nya kepada Asisten yang baru datang.
" Siap Pak."
Bersambung