NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02

.

“Bu Manda..!” Putri berseru sambil menutup mulutnya dengan dua telapak tangan. Matanya terbelalak sempurna, seakan tidak percaya bahwa sosok yang ada di hadapannya benar-benar orang yang sangat dikenalnya.

Sedetik kemudian gadis itu menghambur memeluk Amanda. Sementara Amanda berdiri kaku tak tahu apa yang harus ia lakukan. Siapa nona muda ini? Kenapa nona muda ini mengenalnya?

Dirga yang semula Ingin berbicara sesuatu, menjelaskan bagaimana dia bertemu dengan wanita itu, terdiam dengan tangan yang masih menggantung di udara, lupa Apa yang hendak dikatakan. Dalam hati bertanya, bagaimana Putri bisa mengenal wanita yang baru saja ditolongnya.

Bu Manda?

Dirga mencoba mengingat-ingat, sepertinya sang Putri memang pernah bercerita tentang nama itu, tapi siapa? Dia lupa.

Putri melepaskan pelukannya setelah beberapa saat. Matanya memindai wanita itu dari atas sampai bawah. Penampilan wanita itu sungguh….

Bagaimana cara menjabarkannya? Rambut dan pakaian acak-acakan, wajah kusut, tubuh kotor. Ieuww, itu benar-benar buruk.

Amanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tatapan putri membuatnya merasa tidak nyaman,

“Kenapa ibu bisa seperti ini? Apa yang terjadi sama Ibu?” Putri memegang dua bahu Amanda dengan wajah iba. Bibir gadis itu tampak bergetar.

“Maaf, Nona ini siapa? Bagaimana bisa tahu nama saya?” Tanya Amanda bingung. Pasalnya dia sama sekali merasa tidak mengenal siapa gadis yang kini ada di hadapannya.

Putri melongo mendengar pertanyaan Amanda. “Ibu gak ingat sama Putri? Ini putri, Bu. Masa ibu lupa?” Putri menunjuk hidungnya sendiri dengan raut tak percaya. Wajahnya yang tadi bahagia, seketika berubah suram.

“Putri?" Amanda mencoba mengingat-ingat. Menggali setiap kepingan wajah yang ia temui di masa lalu, hingga sedetik kemudian…

"Oh, ya ampun!! Kamu Putri? Putri yang dulu pake kacamata tebal sama rambut diikat dua itu?” wajah Amanda berseri sekaligus terbeliak kaget.

Putri mengangguk berulang kali dengan senyum terkembang. Sementara Amanda menutup mulutnya yang menganga tak percaya.

“Gimana Ibu gak pangling? Kamu cantik sekali sekarang.” Amanda serta merta memeluk Putri yang langsung dibalas oleh Putri. Keduanya bahkan melompat-lompat saking bahagianya.

Di sisi lain pria paruh baya yang tak lain adalah Dirga Wijaya, pebisnis kondang di negeri ini, tercenung melihat dua wanita beda generasi itu berpelukan dengan hebohnya. Dirinya bagai makhluk tak kasat mata di antara mereka berdua. Diabaikan.

Sang putri yang biasanya menempel padanya jika dia datang kini seakan melupakan dirinya karena kehadiran wanita yang tadi berdebat dengannya dalam mobil.

“Cih, ternyata dia bisa juga bersikap manis. Lalu kenapa tadi denganku dia judes sekali? Padahal aku yang telah menolongnya?” Merasa tak dianggap, Dirga meninggalkan tempat itu dengan sewotnya.

“Tuan memanggil saya?” seorang wanita paruh paruh baya mendekat sebelum Dirga benar-benar pergi.

“Urus tamu itu,” jawab Dirga tiba-tiba kesal entah karena apa.

Putri dan Amanda segera melepas pelukan masing-masing karena mendengar suara Dirga.

“Mari, Bu. Saya akan mengantar ke belakang untuk bersih bersih dan ganti baju!” wanita paruh baya itu yang bernama Rani, menyela keakraban antara Putri dan Amanda.

“Iya, terima kasih,” jawab Amanda, hendak mengikuti ajakan Rani.

“Eh… Gak usah, Bu Rani.”

Dirga yang baru saja tiba di depan pintu kamar menghentikan langkahnya. Kenapa Putri malah tidak mengijinkan Rani membantu Amanda?

“Bu Manda biar sama Putri saja. Ayo, Bu. Kita ke kamar Putri. Ibu bisa mandi dan berganti di sana. Di sana juga ada baju yang bisa ibu pakai!” Putri segera menggandeng tangan Amanda untuk pergi ke kamarnya.

Dirga terpaku di tempatnya berdiri. Selama ini Putri tidak pernah membiarkan orang asing masuk kamarnya. Yang bebas keluar masuk kamarnya hanya dia dan Rani. Itu pun mungkin karena Rani adalah pengasuhnya sejak kecil.

Jangankan orang lain, teman-temannya pun kalau datang berkunjung hanya dia terima di ruang tamu.

Lalu wanita bernama Amanda ini? Se-spesial apa hubungan di antara mereka, hingga baru saja datang, dan dengan penampakan yang sedemikian buruk, tetapi putrinya rela menyeretnya ke dalam kamarnya.

***

Dirga yang sedang berjalan menuruni tangga menghentikan langkahnya. Di ruang makan, tak jauh dari tempatnya berdiri, tampak Putri sedang bercanda ria dengan Amanda. Mereka sangat akrab. Bahkan belum pernah sebelumnya dirga melihat Putri tertawa selepas itu.

Akan tetapi bukan itu yang menyita perhatiannya. Amanda, wanita yang dia bawa datang ke rumah ini dengan terpaksa, pakaian yang dikenakan oleh wanita itu, itu adalah pakaian milik Susi. Almarhum istrinya.

Kenapa putri mengijinkan baju itu dipakai oleh orang lain. Sedangkan selama ini putri merawat pakaian itu seperti merawat dirinya sendiri. Mencucinya sebulan sekali, dan menyimpan di lemari khusus untuk pakaian dan barang barang peninggalan ibunya yang oleh Putri diletakkan di kamarnya, berdampingan dengan pakaian Putri sendiri.

Bahkan ketika Dirga mengusulkan agar pakaian itu disumbangkan kepada yang lebih membutuhkan agar lebih bermanfaat, Putri pun tidak mengizinkannya.

“Ayah! Ayo cepat kesini, Yah. Kami sudah lapar, kenapa ayah lama sekali? Kami sudah nunggu sejak tadi loh!”

Suara teriakan putrinya membuyarkan lamunan Dirga. Perlahan pria itu pun melanjutkan langkahnya, hingga akhirnya sampai juga di meja makan. Dan segera duduk di kursi untuk kepala keluarga.

“Ayah ingat tidak? Putri kan pernah cerita tentang Bu Manda ini dulu, Yah?”

Dirga menggaruk tengkuknya demi mendengar pertanyaan Putri. Dia merasa tidak enak karena benar-benar lupa. Dari sudut matanya dia melihat Amanda seolah sedang tertawa mengejeknya. Senyum miring wanita itu seakan mengatakan, “Dasar pikun.” membuat Dirga menahan kepalan tangannya.

“Ish, Ayah. Masa lupa sih? Itu loh, Yah. Yang Putri pernah cerita kalau punya adik yang lagi sakit, terus ayahnya sudah tua, juga ada lagi lima anak asuh,” Putri merajuk kesal.

Dirga kembali menggali ingatannya, hingga kemudian dia mengingat tentang seorang guru Putri di kala SMA, satu-satunya guru yang selalu bersikap bijak, dan sangat baik pada Putri meskipun saat itu Putri berpenampilan seperti siswa miskin yang culun.

Amanda memiliki pekerjaan ganda, siang jadi guru, dan malamnya menjadi penjaga toko. Semua itu demi biaya pengobatan ayahnya, adiknya dan menghidupi anak jalanan yang dia tampung.

“Memangnya suami Bu Manda ke mana?” Tanya Dirga kala itu.

“Bu Manda belum menikah, Yah. Sebenarnya usianya sudah empat puluh tahun. Tapi, beliau takut, jika suaminya nanti tidak sayang sama ayah, adik dan anak-anak asuhnya.”

“Oh, ayah ingat sekarang. Yang perawan tua itu kan?” Ceplos Dirga. Ketika ingatan itu kembali.

“What…??”

“Ayah…!”

1
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!