Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15.Petarung tunggal.
Flowy langsung menundukan kepalanya,dan tidak berbicara lagi.Meski dihari biasa dia sangat dimanja oleh sang ayah.Akan tetapi,Flowy tetap harus menjaga batasannya sendiri.Dan saat ini,dia baru saja melanggar batasan itu.
"Perjanjian itu sudah lama disepakati,dan sekarang kita sudah memenuhinya." Jawab Carlos pada akhirnya.
Dia sadar,bahwa dia harus menjelaskan keputusannya ini.
"Came selalu memiliki tempat dirumah ini.Oleh karena itu aku membawanya pulang." Tambahnya lagi.
Camelia,wanita yang tengah disinggung akhirnya menyadari betapa seriusnya keadaan mereka saat ini.
Dia menatap wajah semua orang satu per satu.Lalu kemudian menunduk dengan malu.Dia mencengkeram ujung mantelnya,dan berkata dengan lirih, "Maaf,aku sama sekali tidak menyadari jika akan ada masalah sebesar ini.Sebaiknya aku kembali ke hotel saja."
Siapa yang tahan melihat wanita selembut ini menginap dihotel sendirian..?
Setidaknya orang itu bukan Carlos.
Begitu mendengar cicitan lembut dari kekasih masa kecilnya.Wajahnya yang semula datar kini tampak mengeras.Dia hendak mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja,seperti biasanya.Namun sebuah suara sudah lebih dulu mendahuluinya.
"Aku mungkin mengerti jika kau sama sekali tidak mengetahui tentang urusan keluarga ini.Tetapi aku yakin bahwa kau mengetahui tentang pernikahan Carlos hari ini.Melihat betapa dekatnya hubungan kalian.Tetapi kenapa kau masih bersedia dibawa pulang kemari,olehnya..?" Natalia sama sekali tidak akan membiarkan kesempatan untuk memojokkan wanita yang sudah lama menjadi perusak pemandangan matanya.
Ucapan Natalia tidak hanya bertujuan untuk menegur Camelia.Melainkan juga memberikan informasi penting kepada seluruh keluarga Alexander.Terutama Jane.
Wajah semua orang menjadi tidak sedap dipandang,saat ini.
"Aku..."
"Cukup, Bu! Aku yang membawanya kemari.Jadi aku yang harus betanggung jawab." Carlos segera pasang badan melindungi Camelia dari sorot mata semua orang. "Kembalilah ke kamar mu terlebih dahulu." Ucapnya lembut kepada Camelia.
Camelia mengangguk dengan pelan,lalu melanjutkan langkahnya kelantai dua,dimana kamar untuk dirinya telah disediakan sejak lama.
"Carlos..!" Sebuah seruan dingin menginterupsi langkah Camelia.Dia sempat berhenti sejenak.
"Pergi saja." Namun tetap melanjutkan langkahnya ketika mendengar ucapan Carlos.
"Aku akan menjelaskan masalah ini dengan Paman,di ruang kerja.Adapun kau..." Telunjuknya mengarah kewajah Jane. "Dia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua.Jadi,jaga batasan mu dan jangan mengganggunya." Ini merupakan peringatan kepada Jane.Dan Carlos benar-benar tidak menempatkan Jane dimatanya.Sehingga dia mengancamnya didepan semua orang.
"Kalian semua boleh kembali,ada hal-hal yang perlu kami bicarakan diantara kami." Carlos juga mengusir seluruh anggota keluarga Alexander.
Heh...
"Jane ,setelah ini masa depan mu akan ditentukan oleh diri mu sendiri.Besok temui aku,aku akan memberikan apa yang kau inginkan." Setelah meninggalkan kalimat tanpa perasaan itu,Boni membawa seluruh anggota keluarganya pergi dari kediaman keluarga Benjamin.
Baru pada saat itulah Jane menyadari apa artinya menjadi benar-benar sendirian.
Dia mencengkeram erat sandaran kursi,yang dijadikan sebagai penopang tubuhnya.Hanya agar dia menjadi kuat dan tidak roboh.
"Antar sepupu ipar mu kekamarnya.Carlos! Ikut dengan ku." Martine langsung pergi melangkah keruang kerja.Dan di ikuti oleh Carlos.
Sebelum benar-benar pergi,dia sempat menoleh sekilas kearah Jane,yang wajahnya sudah seputih kertas.
Hanya sekilas sebelum berbalik pergi.
Ketika suasana jauh lebih tenang,akhirnya Flowy berdiri dari duduknya.
"Ayo ikut aku." Kata pelan kearah Jane.
Tidak ada sikap angkuh sedikitpun diwajahnya.Jauh berbeda dengan yang sebelumnya.Akan tetapi ada satu ekspresi diwajahnya yang sangat dibenci oleh Jane.Yaitu rasa kasihan.
....
"Ini adalah kamar mu untuk sementara.Jangan pernah mengganggu wanita itu,jika kau ingin nyaman tinggal disini.Meskipun aku kurang menyukai mu.Akan tetapi aku lebih tidak suka dengan wanita munafik itu.Jadi, berhati-hatilah." Entah kenapa Flowy bahkan rela memperingati Jane,padahal dia sama sekali tidak menyukainya.
"Baik,terimakasih!" Jawab Jane dengan lembut.
Tubuh dan hatinya sudah sangat lelah.Yang dia inginkan adalah beristirahat segera.
Melihat Jane sama sekali tidak menganggap serius peringatannya.Flowy menjadi kesal.
Gadis cantik itu menghentakkan kakinya ke lantai,lalu pergi dari hadapan Jane.
"Oh,satu lagi." Serunya dengan girang. "Kamar Carlos dan wanita itu berada berdampingan.Seluruh lantai dua adalah milik mereka."
Haha...
Flowy tertawa terbahak-bahak ketika selesai berbicara.
Memang.
Saat ini Jane tengah berada dilantai ke tiga.Tempat dimana banyak kamar kosong untuk para tamu yang berkunjung.
Sepertinya keluarga Benjamin memiliki aturan tata ruang yang berbeda.
Lantai satu adalah tempat berkuasanya sang Nyonya Besar Benjamin.Natalia Benjamin.
Lantai dua adalah ruangan pribadi Carlos dan kekasih masa kecilnya.
Adapun lantai tiga...tempat ini mungkin tempat untuk orang-orang jauh seperti dirinya.
Akan tetapi ,Jane sama sekali tidak peduli.Dia melepas gaun yang telah membalut tubuhnya sejak pagi,dengan kasar.
Tanpa membersihkan make upnya,dia melangkah masuk kekamar mandi,untuk membersihkan diri.Karena kondisi tangannya belum benar-benar sembuh,Jane sama sekali tidak bisa melepaskan gaunnya dengan mudah.Sehingga dia melakukannya dengan paksa dan gaun cantik yang mahal itu robek menjadi dua bagian.
Tanpa merasa sayang sedikitpun,Jane menanggalkan gaun itu kelantai.Lalu masuk kekamar mandi.Dibawah guyuran air yang dingin,Jane kembali mendapatkan kejernihan pikirannya.
"Baiklah,Jane.Mari kita bertarung sendirian." Gumamnya dibawah guyuran air.
Suara air yang mengalir masih terdengar hingga dua puluh menit kemudian,sebelum mati.Tidak lama kemudian,Jane keluar dengan wajah yang pucat dan dingin.Namun ada sebuah tekad yang muncul dimatanya.Tekad yang terlahir setelah dia benar-benar sadar bahwa didunia ini tidak ada yang bisa dia andalkan kecuali dirinya sendiri.
....
Plak.
Plak.
Carlos sama sekali tidak bergeming,ketika mendapatkan dua kali tamparan berturut-turut dari sang paman.
Di ruang kerja yang dingin dan lenggang itu,terjadi keheningan yang memekakkan telinga.
Martine menatap Carlos dengan tatapan tajam.Bukan tatapan yang dipenuhi kebencian,namun karena kemarahan dan ketidakberdayaan.
Ketika Morgan meninggal dunia,Carlos masih berada diusia yang sangat muda.Carlos yang lugu sama sekali tidak tahu betapa kejam dunia yang akan dia hadapi.Melihat konflik pertikaian antar keluarga yang semakin kompleks.Martine memilih untuk melindungi Carlos dan mendidiknya menjadi sekuat sekarang.Dingin,tanpa hati,dan tetap tenang.
Namun,sepertinya Martine melupakan satu hal,Carlos mungkin tidak menyukai semua hal itu.
Dan inilah akibatnya sekarang...
"Sepertinya kau sudah dewasa sekarang,atau...aku yang sudah terlalu tua." Kata Martine setelah lama terdiam.
Carlos tidak menanggapi.
"Kau seharusnya tahu berapa banyak kepala yang harus kami injak,demi mempertahankan keluarga ini dan menyerahkan kendali penuh ditangan mu.Aku tidak berharap kau begitu bodoh sekarang."