NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Mafia Kaya

Rahim Bayaran Mafia Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sekarat, Aluna terpaksa menerima tawaran yang tak masuk akal yaitu menjadi rahim bayaran bagi seorang pria yang dikenal sebagai mafia paling kejam dan tak tersentuh.

Pria itu, Arka Mahendra, bukan hanya dingin dan berbahaya, tapi juga menyimpan rahasia kelam di balik keinginannya memiliki seorang anak. Tidak ada cinta dalam perjanjian mereka. Hanya kontrak, batasan, dan harga yang harus dibayar.

Namun semuanya berubah ketika kehidupan Aluna perlahan terjerat dalam dunia gelap Arka. Ancaman datang dari musuh-musuh yang mengintai, sementara perasaan yang seharusnya tidak pernah ada mulai tumbuh di antara mereka.

Di tengah bahaya, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu yang terkuak, Aluna dihadapkan pada pilihan yang menghancurkan, tetap menjadi “rahim bayaran”… atau mempertaruhkan segalanya untuk cint

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Minggu minggu awal berlalu dengan rutinitas yang kaku dan terasa sangat membosankan bagi Aluna. Ia hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang luas itu atau sekadar duduk menikmati udara segar di taman belakang rumah yang tertutup rapat.

Ia jarang sekali bertemu dengan Arka kecuali pada saat jam makan malam atau saat ada keperluan penting yang memang harus dibicarakan.

Hubungan mereka pada awalnya benar benar hanya sebatas hubungan antara pemilik dan barang yang disewa. Arka bersikap sangat dingin dan jarang berbicara lebih dari dua tiga kata saja.

Ia memperlakukan Aluna dengan sangat baik dalam hal materi dan kebutuhan hidup, namun sama sekali tidak ada sentuhan emosional atau kehangatan di antara keduanya.

Aluna belajar untuk menahan diri dan tidak banyak menuntut. Ia sadar betul posisinya di tempat itu hanyalah sebagai wadah atau rahim sementara bagi anak yang akan dikandungnya nanti.

Setiap hari ia berusaha menjaga kesehatan dan pikirannya agar tetap positif demi bayi yang akan lahir kelak.

Hingga pada suatu malam, hujan turun dengan sangat deras dan disertai suara petir yang menggelegar seluruh dinding rumah.

Aluna yang memang sejak kecil memiliki fobia atau rasa takut yang berlebihan terhadap suara keras terbangun dari tidurnya dengan kondisi yang sangat panik dan gemetar.

Tanpa sadar kakinya melangkah keluar dari kamar tidurnya dan berjalan menuruni tangga utama dengan langkah yang pelan dan ragu ragu.

Ia ingin mencari tempat yang terasa lebih aman dan tidak membuatnya merasa sendirian di dalam kegelapan kamar.

Di ruang tengah yang remang remang, ia melihat Arka masih duduk di sana sendirian sambil meminum segelas whiskey hitam.

Pria itu tampak sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius dengan wajah yang tampak murung dan berbeda dari biasanya saat di siang hari.

Aluna berhenti sejenak di balik pilar besar, merasa ragu ragu apakah harus kembali ke kamar atau tetap berdiri di situ. Namun, suara petir kembali terdengar sangat keras dan memekakkan telinga membuat ia refleks memekik kecil dan menutup kedua telinganya dengan tangan.

Arka menoleh dengan kaget melihat keberadaan sosok gadis itu di sana dalam kegelapan ruangan.

"Kamu ngapain di sini jam segini? Kenapa tidak tidur di kamar saja?" tanya Arka.

Aluna gemetar hebat menahan rasa takut yang luar biasa.

"Ma... maaf Tuan. Saya... saya sangat takut dengan suara petir. Saya tidak bisa tidur sendirian di kamar karena merasa sangat kesepian dan takut."

Arka menatap wajah polos dan ketakutan itu lekat lekat. Untuk pertama kalinya ada sedikit perubahan yang terlihat jelas di ekspresi wajah datarnya itu. Ia tidak memarahi atau menyuruh Aluna untuk segera pergi seperti apa yang biasanya ia lakukan pada orang lain.

"Kemari dan duduklah," ucap Arka pelan sambil menunjuk ke arah sofa kulit di sebelahnya.

"Duduk di sini saja sampai hujan reda dan petir berhenti. Tapi ingat, jangan buat suara berisik yang mengganggu ketenangan."

Aluna berjalan mendekat dengan langkah yang masih gemetar dan duduk di ujung sofa dengan jarak yang cukup jauh dari pria itu.

Hatinya masih berdegup kencang bukan hanya karena rasa takut pada petir tapi juga karena kehadiran Arka yang berada sangat dekat di sisinya.

Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan duduk berdampingan dalam keheningan yang panjang. Suara rintik hujan yang menghantam kaca jendela menjadi latar belakang yang cukup menenangkan suasana.

Aluna mulai merasa sedikit lebih tenang dan hangat berada di dekat pria itu meskipun ia tahu betul bahwa pria itu adalah orang yang sangat berbahaya.

Tanpa Aluna sadari benih benih perasaan aneh dan hangat mulai tumbuh subur di dalam hatinya yang beku. Ia mulai merasa penasaran dengan sisi lain dari Arka Mahendra yang jarang sekali terlihat oleh mata orang orang di sekitarnya.

.........

Beberapa hari kemudian, tibalah saat yang paling menentukan dan mendebarkan bagi keduanya. Proses pemindahan embrio atau implantasi akan dilakukan hari itu juga di ruang operasi khusus yang sudah disiapkan di lantai dasar rumah itu.

Aluna diganti dengan baju operasi khusus dan dibaringkan di atas ranjang dingin yang beralas keras. Tubuhnya gemetar hebat bukan karena rasa sakit fisik, tapi karena sadar bahwa setelah proses ini selesai maka hidupnya akan berubah total dan tidak bisa kembali seperti semula lagi.

Arka sempat datang untuk melihatnya sebentar sebelum proses medis dimulai. Ia berdiri di balik kaca pembatas yang tebal dan menatap Aluna dengan pandangan yang sulit diterjemahkan.

"Tenanglah Aluna. Ini semua demi tujuan yang baik dan benar. Setelah ini selesai, kamu tidak perlu lagi khawatir memikirkan soal apa apa lagi di dunia ini," ucap Arka melalui alat komunikasi yang terpasang di ruangan itu.

Proses berjalan cukup lancar dengan bantuan para dokter ahli dan teknologi medis yang canggih. Aluna hanya merasakan sedikit ngilu dan rasa tidak nyaman di bagian perut bawahnya, namun ia berusaha menahannya dengan kuat dan tegar.

Ia terus memikirkan ibunya yang sedang berjuang hidup di rumah sakit. Itu memberinya kekuatan yang luar biasa untuk bertahan.

Setelah semua prosedur selesai dilakukan, Aluna harus beristirahat total dan mutlak selama beberapa hari ke depan.

Arka memerintahkan seluruh staf dan pembantu untuk melayani Aluna layaknya seorang ratu yang sedang dirawat. Tidak ada satu hal pun yang boleh kurang atau membuat nona muda itu merasa tidak nyaman.

Dua minggu kemudian, hasil tes kehamilan akhirnya keluar dengan pasti dan jelas. Hasilnya menunjukkan positif sempurna. Aluna benar benar mengandung anak dari pria yang sangat ia takuti sekaligus ia kagumi itu.

Berita gembira itu disampaikan langsung pada Arka oleh tim dokter. Pria itu tampak sangat senang mendengarnya, meski hanya ditunjukkan dengan senyum tipis yang jarang terlihat.

Senyum tulus pertama kali terlihat jelas di wajahnya yang biasanya datar dan dingin memancarkan aura kejam.

"Bagus... kerja kamu bagus," ucap Arka singkat sambil menepuk bahu Aluna dengan sangat ringan dan lembut.

Sentuhan itu terasa sangat hangat dan membuat jantung Aluna berdetak tidak beraturan seperti kuda yang lepas kendali.

"Kamu harus menjaga dirimu baik baik mulai sekarang. Jaga juga anakku yang ada di dalam sana," bisik Arka dengan suara yang terdengar sangat lembut dan jauh berbeda dari biasanya.

Aluna mengangguk sambil tersenyum bahagia. "Iya Tuan. Aluna janji akan menjaga keduanya dengan sebaik mungkin."

Sejak saat itu suasana di dalam rumah besar itu mulai terasa berubah menjadi lebih hangat dan hidup. Arka menjadi lebih sering pulang ke rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dekat Aluna.

Meskipun masih jarang bicara banyak hal, namun kehadirannya saja sudah cukup membuat hati Aluna merasa sangat tenang dan damai.

Aluna mulai menyadari bahwa ia tidak lagi melihat Arka sebagai monster atau majikan yang kejam. Ia mulai melihatnya sebagai seorang pria yang kuat namun rapuh di dalam sisi hatinya. Dan perlahan tapi pasti rasa takut itu mulai berubah menjadi rasa sayang yang sangat dalam dan tulus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!