NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02| Pernikahan

Hari ini adalah hari pernikahan Jeon Jason dan Min Ara, sebentar lagi marga Ara akan berubah. Ia tidak tahu pernikahan ini akan membuatnya bahagia atau sebaliknya. Ia tidak tahu pernikahan ini benar atau tidak. Terlalu rumit untuk mendefinisikannya. Ara meremas gaun pengantin yang dipakainya. Ia menatap dirinya pantulan pantulan kaca besar di hadapannya.

Ara tidak bisa untuk menikah, mengingat tatapan Jason kepadanya, Jason tidak menyukainya. Itulah yang Ara pikirkan.

“Putriku yang satu ini memang sangat cantik,” ujar ibu Ara yang baru saja memasuki ruang rias, sang ibu tidak sendirian… ada ayah Ara yang juga bersamanya. Ara menatap sendu kedua orang tuanya.

“Ibu, Ayah,” Ara menghamburkan dirinya ke dalam pelukan kedua orang tuanya. Ibunya mengusap lembut punggung putrinya dan ayahnya mengusap puncak kepala putri kesayangannya.

“Putri Ayah jangan menangis begitu, ini kan hari bahagiamu. Kau harus tetap tersenyum,” ucap lembut ayah Ara membuat tangisannya semakin kencang menangis.

Cukup lama Ara menangis di dalam pelukan ibunya, kini Ara menatap lekat kedua orang tuanya yang tersenyum ke arahnya. Senyuman yang sangat ia rindukan itu membuatnya ingin lebih lama lagi bersama dengan kedua orang tuanya.

“Kenapa kau terlihat sangat sedih, sayang?” tanya lembut ibu Ara sambil mengusap puncak kepala sang putri.

“Apakah pernikahan ini benar? Ara takut Ibu, Ara rasa pernikahan ini terlalu cepat,” jujur Ara, ia sangat takut dengan pernikahan ini, karena Jason terlihat sangat membenci dirinya. Ia tidak ingin pernikahan ini hanya di anggap sebagai sebuah permainan saja, Ara tidak ingin main-main dalam pernikahan, ia ingin menikah sekali dalam hidupnya dan hidup bahagia bersama orang yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus.

“Sayang, kau sudah cukup usia untuk menikah dan kami tidak bisa selalu berada di sisimu setiap saat. Bisa saja Tuhan memanggil kami berdua sebelum kau menemukan orang yang menggantikan kami untuk menjagamu,” jelas ibu Ara membuat Ara terdiam, ia anak bungsu sehingga kedua orang tuanya selalu protektif kepadanya.

“Sayang ini adalah jalan yang terbaik untukmu, Ayah dan Ibu sudah memikirkan hal ini. Kau tahu kita tidak bisa tinggal di kota ini dan kami sangat mengkhawatirkanmu di sini kalau kau tidak ada yang menjaga. Jadi, dengan adanya pernikahan ini akan ada sosok suami yang menjaga dan melindungimu,” jelas ayah Ara.

Ara menggigit bibir bawahnya mencoba untuk menahan emosinya. Sudah lima tahun lamanya ia tidak tinggal bersama kedua orang tuanya untuk belajar hidup mendiri dan bekerja di tempat yang sudah di impikannya, memang ia sangat senang berada di kota ini, tapi ia juga selalu merindukan kota tempatnya di lahirkan ke dunia ini.

“Kau jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting, Ayah yakin suamimu akan mencintaimu. Kau sangat baik dan lembut, tidak akan ada yang menolak sifatmu itu. Ayah yakin, cepat atau lambat dia akan benar-benar jatuh cinta kepadamu,” ujar ayahnya membuat Ara tersenyum kecil.

“Ini sudah waktunya, mari temui calon suamimu!” ayah Ara mengulurkan tangannya di depan Ara, dengan ragu Ara mulai menerima uluran tangan ayahnya dan mereka saling bergandengan menuju altar.

Di sana terlihat Jason yang mengenakan jas berwarna putih seperti gaun yang di gunakan olehnya, Ara sangat terpana dengan ketampanan Jason. Lelaki itu seperti seorang pangeran perkasa dan wajahnya yang tegas membuatnya terlihat begitu dewasa.

“Aku serahkan putri kesayanganku kepadamu. Jaga dan bahagiakan Ara,” ujar ayah Ara setelah Jason menggantikan posisi beliau menggandeng Ara.

“Aku berjanji kepadamu,” ucap Jason dengan senyuman tampannya membuat hati Ara berdebar.

Apakah Jason sudah berubah? Ia begitu tampan dengan tatapan lembut seperti itu.

Prosesi pernikahan berjalan dengan khidmat Ara sampai meneteskan air matanya, statusnya kini sudah berubah. Ia sudah menjadi seorang istri dari seorang Jeon Jason, ia tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya. Ara melirik ke arah Jason yang terus tersenyum lembut kepadanya, bahkan lelaki itu juga mengusap air Ara.

“Jangan buang air matamu secara percuma begini,” bisik Jason mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Ara yang membasahi pipi wanita itu.

Suara suaminya memang terdengar lembut, tapi Ara merasa ada isyarat tersembunyi di balik kalimat tersebut.

“Sekarang kalian di perbolehkan untuk berciuman!”

Jason mendekatkan wajahnya kepada Ara, Ara memejamkan matanya. Mereka mulai berciuman dengan lembut, semua orang bertepuk tangan melihatnya. Mereka melepaskan pangutannya dan saling bersitatap.

Ara menatap lembut Jason dan Jason menatapnya dingin, Ara terkejut melihatnya perubahan ekspresi suaminya.

“Akan ku buat hari-harimu seperti di neraka!” Bisik Jason dengan suara pelannya di depan wajah Ara.

Ara begitu sakit mendengarnya, jadi Jason yang bersikap manis tadi itu hanya berpura-pura saja. Ara tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Wah, mantu Ayah begitu cantik hari ini,” ujar tuan Jeon saat menghampiri kedua mempelai, Jason memeluk pinggang Ara begitu erat membuat wanita sedikit kesakitan.

“Ingat Jason! Jaga Ara baik-baik ia adalah istri paling baik untukmu!” Pesan ibu Jason sambil menatap lembut menantunya, Ara hanya tersenyum menanggapinya, meskipun ia sedang menahan sakit yang di berikan Jason di pinggangnya.

Kedua mempelai menyalami para tamu yang datang dengan senyuman yang terlihat bahagia di wajah keduanya, tapi mereka sama-sama berpura-pura. Ara ingin ini cepat selesai, ia sudah tidak sanggup lagi menahan sakit. Ia ingin menangis, namun ia menahannya dari tadi. Tidak mungkin ia menangis di depan kedua orang tuanya dan mertuanya, apalagi Jason. Ia tidak menyukai ada orang lain yang melihatnya menangis, sebab ia tidak akan menangis kalau itu tidak benar-benar terluka.

“Tidak akan ada resepsi! Jadi, kalau kedua orang tuaku memintanya kau harus menolaknya!” bisik Jason di telinga Ara membuat Ara memejamkan matanya, apakah begini rasa sakit sebenarnya? Sangat sesak dan terasa perih di dadanya, tetapi Ara hanya menganggukkan kepalanya.

“Wah, selamat ya temanku akhirnya sudah jadi suami orang,” kekeh seseorang yang datang menghampiri mereka, lelaki itu sangat tampan dan juga imut membuat Ara terpana melihatnya tersenyum dan matanya tidak terlihat sama sekali.

“Marten jangan mulai,” kesal Jason kepada orang yang bernama Park Marten itu.

“Wah, Jeon Ara sangat cantik. Pantas saja Jason ingin cepat-cepat menikahinya,” ujar Marten membuat Ara tersenyum kecut, ia tidak tahu sebenarnya. Ara hanya menganggukkan kepalanya.

“Terima kasih,” jawab Ara membuat Marten terkejut saat mendengar suara lembutnya.

“Cepatlah pergi! Masih banyak yang mengantri di belakang!” usir Jason kepada Marten dengan cara mendorongnya, Marten hanya mendengus pelan, sebelum mengedipkan sebelah matanya kepada Ara.

“Ingatlah! Jangan sampai orang kantor tahu kalau kau sudah menjadi istriku! Hubungan kita akan tetap menjadi atasan dan bawahan saja saat di kantor, jangan pernah menyapaku selama berada di area kantor! Dan selalu ingat bahwa kau bukan siapa-siapa bagiku, kau hanya orang miskin yang beruntung bisa menikah denganku, karena Ayahku. Satu lagi, kau jangan mengharapkan apapun dariku… kecuali penderitaan,” bisik Jason di telinga Ara.

Bersambung…

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!