Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
second chapter
Wajah Annchi memerah saat mengetahui bila tangan nya sudah memegang benda keramat sang suami, dia benar-benar malu. tanpa berbicara lagi Annchi pun pergi ke dapur dan berniat ingin membuat kan makanan setelah itu dia akan kehutan di belakang kediaman Bao-yo, ya memang Benar Bao-yo sudah memisahkan diri saat menikah, dia tinggal dekat hutan yang biasa dia berburu. desa itu hanya di isi lima puluh kepala keluarga saja
"Ini sarapan kalian, aku akan pergi kehutan untuk mencari sayur liar" ucap Annchi. sambil meletakkan semua makanan yang dia masak, hanya ada bubur encer dan telur rebus. karena Annchi belum belanja kebutuhan dapur, lebih. tepat nya Annchi dulu tak pernah belanja. uang pemberian sang kakak pun sering di simpan dan membeli lahan di dekat bukit, karena rencana nya untuk bertani
"Kau akan kehutan sendirian?" tanya Bao-yo
"Ya aku sendirian... kamu diam dirumah temani anak-anak, takut mereka kenapa-napa" ucap Annchi sambil memasukkan parang dan pisau kecil ke dalam keranjang. Bao-yo menatap Annchi dari belakang, dia merasa Annchi tak seperti biasanya
"Kau tidak berteriak?" tanya Bao-yo. Annchi mengerutkan keningnya untuk mengingat apa maksud dari pertanyaan Bao-yo
"Aku tak ingin Vita suara ku Sember, jadi akan ku coba berbicara kecil" jawab Annchi
"Itu lebih baik dan lebih bagus" jawab Bao-yo dia masih menatap Annchi dari belakang. walau pun pandangan nya buram tapi samar-samar dia melihat punggung kecil sang istri
"Hmm... aku pergi dulu, mungkin akan kembali sore hari" ucap Annchi sambil berjalan ke arah pintu
"Hati-hati cepat kembali... aku menantikan mu kembali" ucap Bao-yo dengan lirih tanpa terdengar oleh Annchi
"Ayah.. apa ibu sudah pergi?" tanya Bai
"Ya... ibumu akan kehutan, mungkin kembali sore" jawab Bao-yo sambil mengambil tongkat nya, Bai pun membantu ayahnya untuk bangkit dari kursi makan dan mereka duduk di bawah pohon sakura
"Apa ibu nda atan pelgi cepelti ibu Yeong? An'el tatut ibu Annchi pelgi juga, nanti An'el punya ibu yang jahat lagi" ucap An sambil menatap sang ayah
"Ibu Annchi tak jahat. dia hanya belum bisa menerima saja dengan pernikahan yang mendadak ini, apa lagi ayah tak bisa mencari hewan buruan dan mencari koin, kalian tahu bukan ibu Annchi dulu itu banyak disukai karena kelembutan dan juga keramahan dia, sekarang dia harus mengurus ayah yang buta ini dan kedua anak kecil ayah" ucap lembut Bao-yo dia masih memberikan pengertian kepada sang putri, pernikahan ini memang baru tiga bulan. tapi pasti akan menyiksa untuk Annchi
"Ayah benar mei mei.... walau ibu Annchi pelit dan suka marah-marah tapi dia tak pernah memukul kita" ucap Bai. Bao-yo terkekeh geli mendengar ucapan sang putra, putra nya ini ingin membela Annchi atau ingin menjatuhkan lagi nama Annchi di hati adik nya itu
"HM... bijitu, baitlah An'el Atan coba belbicala selembut salju" jawab An
"Haha... sudah sudah, kalian makan lah. ibu Annchi sudah menyiapkan sarapan di atas meja" ucap Bao-yo
"Apa ayah serius? ibu Annchi menyiapkan sarapan untuk kami? tunggu ada racun nya tidak?" tanya Bai. mata Bao-yo melotot mendengar pertanyaan konyol putranya
"Kau ini jangan sembarang bicara.. nanti ibu Annchi mu mendengar dia marah" tegur nya
"Eh.. maaf ayah aku lupa" jawab Bai sambil menggaruk kepalanya itu
...****************...
Sedangkan Annchi yang melihat beberapa tanaman obat dan sayur liar pun segera memetiknya
"Orang-orang disini apa ngga tau ini obat dan bisa buat rempah makanan? segini banyak tumbuhnya, tidak ada satu pun yang bekas mengali" gumam Annchi. dia menggali kunyit jahe merah lengkuas dan beberapa temulawak herbal alami lain nya
Saat sedang fokus Annchi tak sengaja melihat Bunga ester tingkat tinggi dan di sebelah nya ada ginseng hitam lima puluh tahun, mata nya pun melotot
"Wo wo wo.... Daebak.... ini luar binasa kawan, lihat ini bisa ku taman di tanah pemilik tubuh ini nanti, rezeki anak Bi Soleh mah ada aja jalan nya" ucap Annchi dengan hati-hati menggali tanah itu agar tak merusak akar bunga ester dan ginseng hitam nya
Saat menengok ke arah timur dia melihat pohon lengkeng dan pohon jeruk.
Annchi pun segera berlari mendekati pohon itu, tak hanya dua pohon tapi ada sekitar delapan pohon masing-masing
"Huu... andai aku memiliki ruang untuk bertanam, aku akan pindah kan mereka kembali. agar saat aku ingin tinggal memetik di ruang dimensi ku" ucap Annchi sambil memanjat pohon jeruk itu terlebih dahulu
SREK
Akkkkhhhh
Tiba-tiba duri pohon jeruk menusuk pergelangan kaki nya. Annchi mengerutkan alisnya saat melihat tato Keluarga nya terdapat di tangan kirinya
"Ta tato Keluarga ku nempel di tubuh ini? tunggu warna lebih cerah ada hijau dan putih? kenapa pemilik tubuh ini bisa memiliki tato Keluarga ku?" gumam hati Annchi sambil menatap tato itu dengan rasa penasaran
SLING
"Ahkkkkk lontong... eh salah tolong...." teriak Annchi saat cahaya terang menutupi tubuhnya
BRUK
Annchi terjatuh di lahan kosong, dia meringis dan terkejut "Sial... memang aku yakin tadi ada demit yang mau culik aku, eh demit keluar kau... maju sini, seenak nya saja kau culik wanita cantik seperti ku haaa... keluar kau demit" teriak Annchi sambil bangun dari duduk nya
"Eh... dimana ini? serius ini demit culik aku?" tanya Annchi dan melihat Kanan dan kiri lahan kosong, juga terdapat kolam kosong. ada gubuk yang berdiri kokoh tak lupa ada mata air di sebelah gubuk itu
"Ini serius aku di sekap demit? kurang ajar kau demit, keluar kau... hais beraninya kau bersembunyi" teriak Annchi
Annchi pun berkeliling di tempat itu dia tak menemukan kehidupan sedikit pun dsini, dia merasa tempat ini seperti sudah lama tak di tempati oleh orang
Gubuk satu-satunya tempat yang belum Annchi datangin dia pun pun langsung membuka pintu itu dan dia terkejut melihat tumpukan bibit di dalam gubuk itu
Annchi pun segera memeriksakan semua bibit yang berada di dalam karung tersebut, bukan hanya satu bibit saja. tapi semua bibit buah sayur padi gandum jagung semua tersimpan rapih di dalam karung itu
Dengan penuh kekuatan dari bulan Annchi pun mengangkat karung-karung itu keluar dari gubuk. setelah di luar gubuk dia pun langsung menyiramkan air di sebelah gubuk agar tanah nya basah
"Dari pada aku mati kelaparan karna demit itu mening aku tanam mereka biar perut ku ada isinya nanti" gumam Annchi. dengan semangat dia pun langsung menggali lubang dan menutup saat benih sudah dia masuk kan tak hanya sayur Annchi pun menanam padi dan jagung gandum sekitar lima jam dia berkebun langsung duduk dekat pohon yang entah dia pikir pohon apa
"Aku lapar... enak kayanya makan ayam bakar" ucap Annchi sambil bersandar di pohon itu, tak lama satu daun di pohon itu pun jatuh
CLING
Mata Annchi melotot saat melihat daun yang jatuh berubah jadi ayam bakar
"Eh... kok daun berubah jadi ayam bakar?
TBC