NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ponsel hilang

Raras memasuki rumah dengan langkah gontai, ternyata ada suaminya tengah duduk di sofa, sibuk dengan macbooknya.

“Kamu sudah pulang?” Tanya Raras sekedar menyapa.

“Hmm..”

Raras berniat pergi kedapur, tapi langkahnya terhenti saat Zayn bertanya.

“Ponsel kamu mana?”

Raras mengerutkan kening, agak bingung. “Ada apa?”

“Ponsel kamu mana? Tadi saya telpon kamu gak aktif.” Lanjut Zayn menjelaskan.

Meski masih sedikit bingung, Raras ikut duduk lalu meraih mencari ponsel di tasnya. Memang sedari tadi ia tak mengecek dan gak sadar juga kalau ponselnya hilang.

“Eh, kok gak ada ya.” Gumam Raras mengeluarkan semua isi dalam tas.

Zayn menoleh, mengangkat alisnya sebelah.

“Mas kok ponselku gak ada ya.” Raras panik menyadari ponselnya hilang.

Tanpa kata Zayn menarik tas Raras dan memeriksanya sendiri. Memang tak ada, Zayn coba menelpon nomor Raras lagi dan masih tidak aktif.

“Duh, gimana dong.” Raras bangkit dengan raut cemas.

“Ya sudah, beli lagi aja.” Celetuk Zayn enteng.

“Hah! Beli lagi? Mas itu ponsel puluhan juta loh.” Raras berkacak pinggang merasa heran.

“Terus?”

“Ya masa dibiarin gitu aja sih. Itu belinya pake uang loh.” Ujar Raras menggebu-gebu.

Zayn mengerutkan dahi. “Ya memangnya kenapa? Kan bisa beli lagi, kecuali kalau memang ada yang penting isinya.”

“Ya nggak sih, tapikan sayang ponsel mahal.” Raras cemberut merasa sayang kalau harus direlakan begitu saja.

“Besok saya belikan lagi,”

Mata Raras membulat, buru-buru duduk di samping Zayn. “Beneran? Gak bohong kan?”

“Memang kapan saya bohong?” Tanya Zayn dengan dahi mengerut.

Raras menggeleng, refleks memeluk Zayn begitu saja. “Makasih mas…”

“Ekhem..” Zayn sengaja berdehem, saat kerongkongannya terasa tercekik tangan istrinya.

“Eh.. Maaf.” Dengan cepat Raras melepaskan pelukannya dan bergeser menjauh.

Suasana menjadi canggung diantara sepasang suami istri itu, hingga akhirnya Raras berpamitan lebih dulu memasuki kamar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Duh apaan sih, ngapain harus meluk segala sih.” Gumam Raras sambil membuka pakaiannya.

“Gapapa lah, kan suami sendiri.” Lanjutnya. “Ah terserahlah.”

Raras masuk ke dalam bathtub, dia akan berendam sebentar untuk merilekskan debaran jantungnya.

Setelah beberapa saat Raras keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya dengan handuk. Sedikit terkejut melihat suaminya yang tengah duduk ditepi ranjang.

“Kamu mau mandi mas?” Tanya Raras sekedar basa basi.

Taoi Zayn tak menjawab, dia bangkit dan mendekat ke arahnya. Raras sedikit mundur hingga mentok di pintu kamar mandi.

“Mau main gak?” Tanya Zayn dengan suara berat.

“Hah. Main? Ke-kemana?” Tanya Raras gugup.

“Ra, saya gak bercanda.” Ujar Zayn serius.

“Ta-tapi mas. Bukannya minggu ini udah 2x ya, sesuai jadwal?” Raras semakin kalang kabut.

“Kamu gak mau?” Bukannya menjawab Zayn kembali bertanya.

Raras terdiam, menatap jakun suaminya yang naik turun, dada yang bidang dan juga roti sobek yang berderet di perutnya. “Emangnya aku bisa nolak ya.” Kekeh Raras dalam hati.

“Mmm. I-itu…”

Raras tak dapat menyelesaikan kalimatnya, bibirnya segera dibungkam dengan ciuman panas Zayn. Entah kenapa Raras merasa kali ini Zayn seperti ada yang berbeda.

Raras buru-buru mendorong dada suaminya saat nafasnya mulai sesak, “Mas kamu minum?” Tanya Raras.

“Sedikit.”

Dengan sekali hentakan Zayn menggendong istrinya ke atas ranjang. Dengan lembut dia meletakkan Raras di atas kasur, matanya yang biasanya dingin kini terbakar dengan api yang belum pernah Raras lihat sebelumnya.

“Apa boleh?” tanyanya dengan suara serak.

Raras menatapnya sejenak, lalu mengangguk pelan. Wajahnya memerah merasakan gugup dan kehangatan yang menyelimuti tubuhnya.

Zayn menggenggam kedua tangan Raras diatas kepalanya dan kembali menciumnya lebih dalam. Zayn dengan semangat menjelajahi tubuh istrinya, membuka baju Raras yang beberapa menit baru ia pakai.

Zayn kembali menekan tubuhnya ke arah Raras, mulai bergerak dengan irama yang cepat dan kuat. Tak lupa Zayn memakai balon pengaman lebih dulu untuk antisipasi.

Setiap hentakan membuat ranjang sedikit bergoyang. Tangan Zayn mencengkram pinggul istrinya dengan erat, mengontrol setiap gerakan agar bisa menjangkau titik paling dalamnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya, sinar matahari menerobos celah tirai kamar, menyinari wajah Raras yang baru saja mulai menyadarkan diri. Badannya terasa pegal, karena pertempurannya semalam. Dia menoleh ke samping, ranjang sebelahnya sudah kosong.

"Dia sudah bangun ya..." gumam Raras sambil merentangkan tangan. “Meski semalam telah menghabiskan malam panjang dan panas, dia gak peduli dan akan kembali cuek seperti biasa.” Keluh Raras, lalu turun dari ranjang.

Raras menuruni anak tangga dalam keadaan rapi, tas ditangan dan juga laptop. Terlihat Zayn tengah sarapan sambil menatap ponselnya.

“Kok ada ya orang seperti itu, semalam saja dia menggemaskan seperti kucing, tapi pagi ini kembali menyebalkan.” Gumamnya seraya menatap punggung tegap suaminya. “Untung aja aku tidak mencintainya.”

Raras duduk dan menyimpan tasnya disamping, lalu mulai memakan sarapannya dengan diam. Melihat suaminya yang sibuk menatap ponsel, Raras jadi teringat dengan ponselnya yang hilang.

“M-mas.”

Zayn mengangkat kepalanya menatap Raras penuh tanya.

“Ponselku gimana? Jadi beli, kan?”

Zayn menatapnya intens membuat Raras jadi kikuk.

“Apa ada data yang begitu penting di dalamnya?” Tanya Zayn.

Raras menggeleng, sedetik kemudian mengangguk. Membuat Zayn mengerutkan kening.

“Gak gitu, maksudnya kan ada beberapa yang penting juga mas. Ada banyak kontak yang gak aku hapal.”

“Kontak siapa?”

“Banyak.” Raras kembali melanjutkan sarapannya. “Kontak kamu juga aku gak ingat.”

“Apa ada kontak pria lain?”

“Maksudnya?”

“Apa kamu selingkuh?”

“Hah?”

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!