NovelToon NovelToon
Romantic Scent

Romantic Scent

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Reviie Aufiar

Rona gadis cantik yang memiliki keberanian dibanding gadis lain, memilih menikmati hidup damai dan menjalankan usaha yang ditinggalkam kedua orangtuanya. Adakalanya setiap sore ia menikmati pemandangan indah berbukitan di belakang desanya dan menemukan sosok lelaki tampan jatuh tepat pada pelukkannya. Aroma tubuh lelaki itu berhasil memikatnya, dan siapa kah lelaki tersebut? dan apakah yang terjadi padanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reviie Aufiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 2. Tali Kuda

“Pak Pak Pak Pak”

Suara kepakan burung-burung di pagi hari ditengah danau kecil di dalam hutan yang sangat indah, langkah kaki ku tak berhenti begitu saja. Berjalan dengan sepatu boot dan memegangi tas selempang yang menyilang di bahu.

Dengan tangan diatas alis memandang kejauhan, melihat seekor kawanan kuda berlarian melintasi perbukitan.

“Ya ampun indah sekali mereka, dengan warna putih dan memiliki sedikit corak hitam diantara punggungnya, bulu ekor yang cukup tebal dengan kaki yang tidak terlalu panjang. Ada banyak lagi dengan warna brown dan juga hitam. Kawanan kuda liar, ya Kuda Mustang. Kali ini aku harus menjinakkan satu ekor agar aku mudah menjelajahi perbukitan disini.” Rona mengambil seutas tali dari tasnya dan segera mengikat rambut panjangnya yang tadinya terurai.

Dengan cepat Rona menuruni bukit meluncur dengan sepatu bootnya, dan melompati semak yang ada. Sedikit menunduk dan menatap kuda berwarna Brown itu sedang memakan rumput.

“Baiklah, dapat.” Rona melompat tali tepat di kepala kuda tersebut dari belakang dan segera melompat ke atas punggungnya.

“Hiyaaak… kepak kepak.” Rona menarik tali tersebut dan membuat kuda itu spontan berlari sangat kencang.

“Ah sial sedikit lagi.” Rona menariknya cukup kuat sehingga kuda mulai berhenti dan berlari kembali dengan kencangnya.

Ekor kuda itu mengibas kekanan dan kekiri menuju tepian jurang yang ada di perbukitan.

“Ah sial, jangan kesana.” Hentak Rona menarik sekuat tenaga dan mengendalikan kuda tersebut dan memiringkan sedikit tubuhnya agar dapat seimbang di atas kuda tersebut.

“Hiyaaak…” Rona kembali menarik tali kuda tersebut dan mengikatnya sedikit ke leher atas kuda tersebut.

“Baiklah kalau seperti ini aku bisa menandaimu. Ayo kita terlalu jauh kita harus kembali ke kandang sapi.” tanpa pikir panjang rona mengarahkan kuda liar berjenis Mustang tersebut ke arah Kandang sapi milik keluarganya.

Namun ia tidak dapat mengendalikan kuda itu daN memasuki gudang jerami dan berhasil membuatnya terjatuh di dalam tumpukan tersebut.

“Aduhh… syukurlah aku tidak cedera kali ini.” Sambil terbangun dan membersihkan dirinya dari beberapa jerami yang menyangkut di bajunya.

Mata rona menatap kuda tersebut telah tenang memakan makanan yang melimpah tepat didepan matanya.

“Ah syukurlah, aku harus memasang pegangan tali kepala yang bagus, agar aku mudah menandaimu.” Tanpa pikir panjang Rona memperbaiki tali ikat pada bagian kepala kuda tersebut tanpa mengganggunya memakan jerami yang ada di hadapannya.

Seorang lelaki tua namun tampak masih sangat sehat memasuki gudang penyimpanan jerami tersebut. Kaget melihat gadis itu berantakkan dengan seekor kuda di sampingnya.

“sssttt….. Pelankan suaramu Paman Bil.” Ucap Rona sambil membawa lelaki itu keluar dengan cangkulnya.

“Apakah nona berhasil menjinakkannya?” Tanya paman Bily penasaran.

“Masih belum paman, sebentar lagi dia juga akan kembali ke perbukitan setelah makan.” Ucap Rona dengan santainya berjalan ke arah kandang kuda.

“Ah begitu ya. Sayang sekali nona.” Ucap paman Bil sambil melihat para pekerja memeras susu dari Sapi-sapi mereka.

“Sepertinya pekerjaanmu kali ini sedikit senggang ya paman.” Tanya Rona sambil melambaikan tangan keluar kandang kuda.

“Ah tidak begitu nona, akankah anda pulang sekarang?” Tanya Bily sambil menggaruk kepala belakangnya.

“Tentu saja paman, aku sudah seperti hantu kotoan yang berjalan saat ini.” Tertawa sambil melambai.

“Ah nona, mana ada nona secantik anda terlihat seperti kotoran!” Teriak Bily kedepan pintu kandang sapi dan dikagetkan dengan suara lari kuda yang sangat cepat tersebut.

“Ya Ampun hampir saja jantungku copot, bagaimana bisa nona kita menaklukkan kuda liar tersebut.” Sambil memegang dadanya.

“Paman, paman lupa ya. Paman juga adalah orang yang seperti nona waktu masih muda. Jadi hal itu tidak harus dikhawatirkan.” Ucap salah satu pekerja sambil membawa seember kotoran sapi dan cangkul di tangannya.

“Kau bisa saja Ben, jangan lupa bereskan peralatan yang ada disini.” Teriaknya kepada lelaki pekerja tersebut yang tak lain adalah keponakannya.

“Nona kita sangat pemberani, bahkan dia berhasil menggendong seorang lelaki yang terluka di tengah bukit ilalang. Bagaimana juga lelaki itu adalah seorang tuan muda yang cukup kaya di wilayah ini.” Gumam Bily dalam hati memikirkan nona muda nan cantik tersebut.

Hentakkan kaki Rona menuju sumur belakang rumahnya dan melewati taman bunga kesukaan ibunya memperhatikan sekeliling dengan banyak warna warni bunga bermekaran.

“Sepertinya aku harus bergegas ke belakang.” Menuju sumur.

“Buar…” suara siraman air dari ember langsung ke kepalanya membasahi seluruh tubuhnya.

“Yaampun nona bagaimana bisa anda mandi diluar, saya akan segera mengambil pakaian anda.” Ucap pelayan itu terburu-buru.

“Hei sebentar, aku akan masuk mandi.” Ucap Rona namun tidak terdengar oleh pelayan mudanya tersebut.

Rona hanya berjalan menuju kamar mandi belakang yang cukup besar dengan bak mandi berisikan air dingin dan mulai berendam di dalamnya.

“Ini menyegarkan.” Tak lupa ia menuangkan beberapa aroma dari bunga dan parfum kedama bak mandi tersebut.

“Ah wangi ini seperti aroma dari tubuh pria itu, bagaimana kabarnya ya.” Gumam Rona sambil memejamkan matanya mengingat kejadian 2 hari lalu.

Emily yang sedari tadi sudah bersiap berkeliling taman melihat pelayan muda adiknya bernama Rose berlari dan menyapa sebentar lalu melewatinya.

“Apa yang kau lakukan sehingga tergesa-gesa seperti itu Rose?” Tanya Emily lembut.

“Maaf nona, nona Rona mandi di sumur belakang lagi, saya akan segera mengambil pakaian gantinya dan membuatkannya air hangat untuk mandi. Saya permisi terlebih dahulu.” Rose menuju kamar Nonanya tersebut.

“Ya Ampun lihatlah apa yang dilakukan gadis itu lagi Lily.” Ucap Emily sambil memegang kepalanya.

“Perlukah saya membawa beberapa obat p3k untuk nona Rona, nona?” Tanya Lily lembut.

“Baiklah ambilkan segera, aku kan segera menemuinya.” Emily langsung menuju kamar mandi Rona.

Terlihat gadis itu memejamkan matanya dengan wajah yang sangat tenang, aku saja sudah kewalahan dengan sikap energiknya. Bahkan kaget mendengar bahwa ia berhasil menolong tuan muda dari Ibu kota yang terluka di perbukitan.

Emily duduk diatas bak mandi besar itu sambil menyeramkan sabun ke tubuh adik satu-satunya tersebut.

“Ah kau sudah datang.” Ucap Rona sedikit bersandar di dekat Emily.

“Hal gila apa lagi yang kau lakukan kali ini?” Tanya Emily kwatir.

Ya Emily dengan Rona dibesarkan sedikit berbeda karena Emily memiliki fisik yang cukup lemah dibandingkan dengan Rona yang sangat kuat, cantik, ceria dan energik tak lupa juga bahwa Rona adalah gadis pintar dalam menjalankan bisnis export impor.

“Tenanglah, aku hanya melakukan sedikit hal yang menguntungkan kita nantinya. Ini sudah mau musim dingin jadi aku harus memiliki kendaraan yang cepat sebelum musim berganti.” Ucap Rona tenang.

“Tetap saja itu kuda liar.” Emily sedikit meninggikan suaranya.

Rona memegang tangan kakak satu-satunya tersebut.

“Tenanglah semuanya aman terkendali, kau hanya perlu mengecek beberapa hal dalam bisnis anggur kita sisanya aku bisa kerjakan.” Ucap Rona dengan tenang mencoba menghilangkan keresahan kakaknya tersebt.

“Bagaimana tuan muda itu, apakah dia tampan?” Tanya Emily dengan nada penasaran.

“Ya seperti rumor yang beredar dia adalah pria Ibu kota yang tampan, sekai lihat saja kau akan tahu bahwa dia tuan muda tersebut.” Ucap Rona sedikit menggosok tubuhnya.

Rose yang masuk menuangkan air hangat ke dalam bak mandi tersebut dan menaruh pakaian ganti nona mudanya di meja samping bak mandi tersebut lalu keluar.

“Ah jadi begitu, jadi kau jatuh cinta pada lelaki itu?” Tanya Emily antusias.

“Ah cina, entahlah.” Jawab Rona datar.

Tak lama Rona sudah berada di kasur kamarnya dan mengingat kejadian 2 hari lalu. sembari merebahkan badannya kekanan dan kekiri berguling-guling diatas kasur.

“Jatuh cinta, ya mungkin aku terpesona dan jatuh cinta bukan hanya dengan wajahnya namun dengan aroma tubuhnya.” Dengan senyuman Rona menatap langit-langit kamarnya.

“Semoga kita bertemu dalam mimpi.” Penuh harap Rona tertidur memimpikan lelaki yang namanya saja ia tidak tahu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!