Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 - Club Malam
“Roma i m here,” gumam Keira.
Hembusan angin kota Roma menerpa wajah cantik nya, sial nya dia tidak tau jika di Roma saat ini adalah musim dingin, dia datang hanya menggunakan baju tipis ketika keluar dari bandara angin dingin ini menusuk hingga menembus tulang tulang nya.
“Ah dingin sekali,”gumam gadis itu mengeluarkan ponsel nya.
“Apa aku harus langsung menelpon Tom dan mengatakan sesuatu? Tapi kalau begitu sama saja aku tidak akan tau kebenarannya, ya lebih aku langsung saja ke club yang di bilang, jam berapa sekarang,”gumam gadis itu melirik ponsel nya yang sudah di atur ke jam negara tersebut.
Ya Keira tidak banyak membawa barang hanya satu koper saja, dan tidak ada apa-apa lagi. Gadis itu tidak berniat liburan melainkan hanya berniat datang memberikan kejutan atas pesan yang dia dapat.
Jika kalian bilang Keira adalah orang gila, ya itu benar Keira memang gila karena malah menemui pria yang padahal hanya pacar nya bukan suami nya, saat gadis itu ingin masuk ke dalam taksi yang dia panggil sebuah pesan masuk lagi.
‘Jika kau ingin datang, pergi lah ke alamat yang aku kirim. Seperti nya kau sangat spesial di mata Tom’
Pesan itu di kirim sekalian memberikan sharelock, Keira bisa berbahasa inggris tapi tidak fasih, dia bisa mengerti tapi speaking nya kurang bagus. Gadis itu memberikan alamat tersebut kepada pengendara taksi dalam bahasa Italia pria itu berkata.
“Kenapa anda datang dari luar negeri dan ingin langsung ke club malam nona?” (Bahasa Italia) ucap supir taksi itu.
“Apa yang anda katakan? Apakah anda bisa bahasa inggri?” (bahasa inggris) ucap Keira dengan bingung.
Tidak ada jawaban dari supir taksi itu lagi, mobil melanjutkan perjalanan nya menuju alamat yang di berikan Keira. Gadis itu sangat takjub untuk pertama kali nya dia bisa datang ke Roma salah satu kota terindah di dunia.
Gadis itu sangat takjub, dia baru pertama kali di negara orang dan kedatangan nya bukan untuk liburan melainkan malah ingin menemui kekasih nya. Dengan mengusap tangan nya Keira menunduk.
“Semoga pesan itu tidak asli, tapi foto itu,”gumam Keira menatap ke luar jendela melihat kota Roma di malam hari.
Di sisi lain saat Keira tengah sibuk dengan bayang bayang nya, seorang pria tampan tengah duduk di meja bar, sambil mengoyangkan gelas nya, Dean Alferoz. Pria tampan yang memiliki darah campuran dari keluarga nya.
“Tuan, sudahlah, kalau nyonya Anggun tau anda minum sebanyak ini,”ucap Mathew kepada pria itu.
“Apakah kau bisa pulang dan tinggalkan aku sialan, aku bisa balik hari ini Mat, hari ini saja!”teriak Dean emosi mendorong asisten nya itu dengan sekuat tenaga.
Mathew Walker, pria berusia 27 tahun itu adalah asisten Dean Alferoz. Pria itu selalu berada di dekat Dean, malam ini juga. Karena suatu hal, Dean yang sudah hidup selama 30 tahun tidak pernah yang nama nya merasakan jatuh cinta.
Tapi hari ini, dia berani mengungkapkan perasaannya kepada seorang model yang dia kenal di tempat yang sama ketika dia sering berkunjung membeli kopi di salah satu kafe, dan penolakan itu terjadi.
“Sial jika dia tau aku seorang CEO Alferoz, gadis itu mungkin tidak akan mencampak kan ku, wanita gila harta, dia rela menghangatkan ranjang pria buncit itu, padahal aku sudah rela membuang semua ego ku, sialan,”umpat Dean terus mengumpat sambil meminum alkohol nya.
“Kenapa anda tidak mengatakan nya saja tuan, kalau anda seorang CEO Alferoz,”ucap Mathew menghela nafas melihat tuan nya yang galau berat itu.
“Aku tidak ingin dia cinta karena wajah dan harta ku saja, daddy sering berpesan akan hal itu,”gumam Dean di sebalik ucapan nya.
Suara Dean yang pelan hampir tidak terdengar karena dentuman musik diskotik dan DJ yang begitu kuat, club malam adalah tempat semua orang bebas mengekspresikan siapa mereka, bahkan tidak akan ada yang peduli dengan latar belakang kalian di sini.
Semua orang bebas bercumbu di sudut ruangan manapun bahkan di lantai dansa tidak ada yang peduli akan hal itu, dan seorang Dean hanya menjadikan club malam sebagai tempat menghilangkan ke galauan nya.
“Mathew kembali lah, aku akan menelpon mu ketika dini hari. Tinggalkan aku sendiri, aku ingin minum lebih lama,”jawab Dean dengan datar.
“Tapi tuan,”gumam Mathew menatap Dean yang sangat frustrasi itu.
“Kau dengar?!”tajam Dean.
Pria itu akhirnya pasrah, dan hanya mengikuti apa yang Dean katakan. Mathew benar benar keluar dari club itu meninggalkan Dean yang larut dengan alkohol nya malam itu, sial dia benar benar menyesal.
“Ck, cinta memang menyakitkan. Aku menahan 30 tahun ku hanya untuk menerima sakit hati,”gumam pria itu meneguk kembali alkohol nya itu.
Di sisi lain, saat Dean tengah sibuk sendiri dengan ke galau an nya. Keira datang masuk ke club dengan menyeret koper nya, hah penampilan gadis itu benar benar menarik perhatian semua orang.
Yang pertama karena Keira membawa koper nya, yang kedua karena gadis itu seperti penampilan nya yang biasa, dengan kacamata bulat dan tebal nya itu, serta hodie kebesaran dan jeans jangan lupa sepatu nya benar benar seperti neardy girl.
“Hah kenapa gadis itu datang dengan penampilan gila,”
“Apa dia kira ini perpustakaan,”
“Biarkan saja,”
Keira datang berjalan pelan alunan musik yang keras membuat Kei tidak terbiasa, telinga nya terasa sakit. Gadis itu melihat ruangan gelap hanya dengan lampu warna warni yang berputar, Keira berjalan menuju meja bar di sana untuk duduk.
“Mau pesan apa nona?”tanya bartender. (Bahasa italia)
“Hah apa? English please,”ucap gadis itu kepada bartender.
“Ah baiklah, nona anda mau pesan apa?”tanya pria itu sekali lagi.
“Orange juice saja,”jawab Keira sambil tidak fokus melihat terus ke arah lantai dansa.
Dean yang juga duduk di meja bar itu melirik seorang gadis aneh di mata nya, kenapa saat semua orang berpacu pacu menggunakan baju seksi untuk menggoda pria lain, tapi gadis ini menggunakan setelan nerdy girl nya ke dalam club.
Di tambah dia seperti nya bukan orang lokal, dan bahkan bahasa inggris nya aksen nya juga kurang bagus. Seperti Dean mengenal aksen itu, mirip ketika mommy nya berbicara entahlah pikir nya.
“Dimana sih? Argh kalau tidak benar aku akan benar benar malu, dan menikmati liburan di Roma bersama Tom,”kesal Keira meminum orange juice nya.
‘Arah 12 jarum jam’
Pesan itu Keira terima kembali dari seseorang nomor yang tidak dia kenal, dengan cepat Keira langsung menatap ke arah yang di kirim pesan tersebut dan ketika gadis itu melihat ke sana.
“TOM?!”