cerita ini, hanya fiksi belaka.
maaf jika terdapat kesamaan nama, itu hanya kebetulan semata.
terima kasih.
Rama Alexander 28 tahun, CEO tampan yang membuat para wanita bertekuk lutut karena pesona nya. namun Jesika young, sang tunangan dengan teganya pergi keluar negeri dan memutuskan pertunangan mereka. Jesika tidak mau terikat pernikahan sebelum mencapai mimpinya untuk menjadi pelukis terkenal.
kedua orang tuanya. terus mendesak Rama segera menikah dan memberikan mereka cucu. rencana pun diatur, Rama dipertemukan dengan anyelir, untuk dijadikan istri bayaran. untuk mengandung dan melahirkan anak untuk rama.
Sikap anyelir yang polos dan lugu, bahkan sedikit kampungngan. membuat Rama geram dan naik darah. seiring berjalannya waktu mereka saling jatuh cinta, namun begitu banyak penghalang cinta mereka, akankah mereka bisa bersatu selamanya ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anyelir, Kembang Desa
"Anyelir sayang, bukan maksud bibi memaksaku dan menerima lelaki yang belum kamu kenal itu untuk menikahi mu. tapi...kamu seorang wanita. harus ada yang menjaga dan melindungi mu" ucap Bi Romlah.
"Tapi Bi" nampak keraguan di wajah gadis itu.
"Anyelir hapus keraguan di hati mu, apa kamu tidak ingin merubah nasib kita yang terus seperti ini. hidup enak dan mempunyai banyak uang tentunya. dan selanjutnya kamu nanti bisa membuka usaha, serta melanjutkan pendidikan mu yang sempat putus dengan imbalan uang yang mereka berikan"
Tidak ada bantahan yang keluar dari bibir mungil nya itu. Anyelir akhir nya pasrah kemana roda kehidupan mempermainkan nasib Malang nya, apakah nantinya hidup bahagia atau penderitaan.
Pikiran Anyelir menerawang saat Bibi mengajak nya untuk ikut ke kota, malam tadi dia membantu bibinya berkemas. tidak banyak yang dia bawa hanya beberapa potong pakaian lusuh yang warnanya sudah tidak jelas lagi. semenjak kepergian sang nenek. untuk kebutuhan sehari-hari Anyelir hanya mengharapkan bantuan Bibi yang tidak seberapa itu. kadang dia terpaksa menjadi buruh cuci para tetangganya.
Pagi ini dengan menaiki bus pertama mereka berangkat menuju kota. Selama dalam perjalanan, pandangan Anyelir tertuju pada pemandangan luar jendela mobil. yang melaju perlahan meninggalkan kampung halaman, serta kenangan dengan rumah sederhana itu.
"Ayah, ibu selamat tinggal" ucap Anyelir lirih.
Waktu ayahnya masih hidup, dia sering berpesan supaya Anyelir jadi orang sukses. bisa membangun desanya yang miskin. dan menghapus yang namanya kawin kontrak dan menyuruh mereka melanjutkan pendidikan, karena masih banyak diantara gadis desa yang masih diusia sekolah. tapi karena keadaan dan keterbatasan ekonomi terpaksa harus mengubur mimpi indah masa depan mereka.
Tanpa sadar Anyelir akhirnya tertidur dengan damainya.
"Anyelir...., bangun nduk"
Bibi Romlah menguncang pelan tangannya. Anyelir membuka mata yang masih ngantuk. spontan dia mengusap sudut bibir takut ada ileran, melirik kiri kanan nampak para penumpang bis mulai turun dan sibuk dengan barang bawaan mereka masing-masing.
"Kita sudah sampai ya Bi?" Anyelir menegakkan pinggang dan keluar dari bus yang sudah dibukakan pintu nya.
"Wah bagus nya" Anyelir berdecak kagum melihat gedung yang menjulang tinggi itu.
Mereka terus berjalan hingga tanpa sadar mobil dari arah berlawanan hampir saja menabrak bibi, Untung Anyelir dengan sigap menarik tubuh bibinya itu. meskipun sempat jatuh dengan luka ringan, namun tidak dengan barang bawaan mereka yang sempat terlindas ban mobil mewah itu. Hingga membawa mereka kerumah mewah yang terlihat sederhana ini
"Anyelir cepat tidur karena besok kita harus menemui Tuan Rama, yang akan menjadi suami sementara mu itu" ucap Bi Romlah yang terlihat senyum sendiri.
Siangnya Zein mengantarkan Anyelir dan Bi Romlah ke Apartemen Rama, karena pagi Anyelir harus mengikuti serangkaian tes kesehatan dulu. untuk memastikan penyakit dan kesuburan rahim Anyelir dan hasil dari tes kesehatan sangat memuaskan.
"Anyelir cepat ikuti bibi " mereka menaiki lift menuju Apartemen Rama.
"Ayo masuk, ini Apartemen Bos Rama. kamu istrahat saja dulu disini besok dia akan menemui mu. ini kamar tidur mu sementara, dan disamping itu kamar mandinya " tunjuk Zein
Anyelir mengedarkan pandangannya keseliling kamar.
"Wah mewah sekali bibi, dan kasurnya empuk banget" disudut ruangan terdapat sofa dan televisi ukuran besar.
"Jadi aku sendirian tinggal di Apartemen mewah ini Bibi" suara Anyelir bergetar nampak ketakutan dan kecemasan di raut wajahnya.
"Dikamar belakang ada Mbok Ijah, dia akan menemani dan membantu mu, jadi kamu tidak perlu takut lagi" ujar Zein.
Selepas kepergian Zein dan Bi Romlah, Anyelir mengunci pintu kamar mengambil handuk bersiap untuk mandi.
"Ya Tuhan kamar mandinya saja seluas rumah ku" sambil berjalan memutari Anyelir mencoba mandi mengunakan shower.
"Wah aku bisa dan rasanya begitu sejuk " dia juga mempraktekkan gaya orang iklan sabun mandi, yang sering dia tonton dirumah tetangga di kampung dulu.
Setelah merasa badannya dingin, Anyelir menyudahi acara mandi dan mengenakan pakaian kembali. perlahan dia merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu. dan mulai terbawa kedalam mimpi, karena rasa lelah ditubuh nya yang belum hilang.
dan
buat reader2 yang mengutuk cantika (karma), kalian adalah wanita tidak punya hati sama sekali, saat seorang wanita dilecehkan dengan kejam, dan kalian dengan kejam nya bilang itu karma dan bahagia di atas penderitaan wanita lain, miris wanita kayak gini, saat kehormatan wanita dilecehkan mereka malah bahagia
kalau wanita mencintai suami orang, langsung diserang, murahan, jalang, pelakor, pokoknya dimaki habis habisan
tapi oh tapi
ketika lelaki lain mencintai istri orang, langsung dipuja2, lelaki sejati, cintanya tulus, pahlawanku, pokok dipuji2 terus
kalian wanita waras????
cantika mencintai Rama kalian kalian laknat
tapi
rangga mencintai anyelir kalian puja2
kalian waras
muak
🤣🤣🤣🤣🤣🤣